Kategori: Ekonomi

Target pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun memang seharusnya naik.
Prosentase kenaikan tersebut dapat dilihat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).
Biasanya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan penilian mengenai realisasi pertumbuhan ekonomi pada setiap kuartal-nya. Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi menjadi indikator kemakmuran sebuah Negara
Selain memberikan perkiraan statistik pertumuhan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) juga biasanya membandingkan dengan negara-negara lain, seperti antara lain pertumbuhan ekonomi Tiongkok, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), Singapura, Korea Selatan, dan lain sebagainya.
Pertumbuhan ekonomi juga harus mengedepankan sistem perekonomian negara kita, yakni Ekonomi Pancasila yang berdasarkan UUD 1945, dimana segalanya sudah di atur di sana.
Yang juga tidak kalah pentingnya, pertumbuhan ekonomi tidak melulu dilihat dari transaksi jual belinya saja, melainkan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjung pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
Semoga ke depan, dengan pemerintahan yang bersih, akan mengakselerasi pertumubuhan ekonomi tersebut, baik di pusat maupun di daerah, bahkan sampai ke desa-desa.
Share:

Kategori: Hankam

Hankam singkatan dari Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta adalah sistem pertahanan negara yang dianut oleh Indonesia.
Sesuai Undang-Undang RI No 34 Tahun 2004, Hankamrata adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta, yang melibatkan seluruh warga negara.
Wilayah dan sumber daya nasional lainnya, dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, berkesinambungan dan berkelanjutan.
Pertahanan
Hal tersebut di atas, untuk menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman.
Selanjutnya disebut Pertahanan Nasional untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa dari ATHG terhadap keutuhan bangsa dan negara.
Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara.
Pertahanan nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer) diselenggarakan oleh Negara demi integritas wilayahnya, perlindungan dari orang dan menjaga kepentingannya.
Pertahanan Nasional dikelola oleh Kementerian Pertahanan, dan Angkatan bersenjata disebut sebagai kekuatan pertahanan, dan juga disebut dengan Bela Negara.
Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan dari satu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas, misalnya tentang cara-cara membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka,
pertahanan udara (sebelumnya pertahanan terhadap pesawat: DCA), pertahanan rudal, dll. Tindakan, taktik, operasi atau strategi pertahanan adalah untuk menentang/membalas serangan.
Keamanan
Keamanan adalah keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini bisa digunakan dengan hubungan kepada kejahatan, segala bentuk kecelakaan, dan lain-lain.
Keamanan merupakan topik yang luas termasuk keamananan nasional terhadap serangan teroris, keamanan komputer terhadap hacker atau cracker, keamanan rumah terhadap maling dan penyelusup lainnya.
Keamanan finansial terhadap kehancuran ekonomi dan banyak situasi berhubungan lainnya.
Ada banyak literatur dalam analisis dan pengkategorian keamanan. Bagian penting dari kemanan adalah “titik terlemah dalam rantai”.
Situasinya juga berbeda karena pelindung harus mencakup semua titik serangan sedangkan penyerang hanya harus mengidentifikasi satu titik lemah dan berkonsentrasi di situ.
Share:

Redaksi

WartaMerdeka.web.id
Saluran Berita Penting
Pemimpin Redaksi:
Sapto Satrio Mulyo
Wakil Pemimpin Redaksi:
Firman M.
Pemimpin Perusahaan:
Indra Ardana
Manajer HRD:
Sapto S.M.
Dewan Redaksi:
A. Reginhard, Firman, Erwin Wildan
Staf Redaksi:
Candra, Nano, Okta, Hans, Ika, Amin, Lina
Digital Marketing & Promotion:
Dimazz
Liputan: Jabodetabek : Gatot D Putra (Depok), Firman (Bekasi) Jawa Barat : Imam Jawa Tengah : Citra Bangsa Jawa Timur : Tawin Padang : Fadhli
Hubungi Kami:
Redaksi : lamanberita.web.id@gmail.com
Iklan : lamaniklan.web.id@gmail.com

Warta Merdeka Indonesia berangkat dari sebuah komunitas yang berminat untuk memberi pencerahan pemikiran bagi masyarakat Indonesia.

Kiranya akhir-akhir ini, banyak sekali suara-suara yang sudah tidak sesuai dengan Nyawa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD’45, maka lahirlah Warta Merdeka Indonesia
Dengan membawa misi Berita-berita yang sesuai dengan cita-cita Founding Father kita mengenai Kemerdekaan itu sendiri.
Perlunya kita bergotong-royong menjaga Kemerdekaan Republik Indonesia bagi Kenyamanan dan Ketentraman Bangsa Iindonesia dalam Berbangsa dan Bernegara.
Warta Merdeka Indonesia lahir sebagai tools atau alat analisa bagi segenap masyarakat awam ekonomi politik.
Kami berharap kami dapat mewakili suara-suara yang tulus bagi Bangsanya.
Untuk itu kami mencoba untuk mencerdaskan Bangsa melalui Media Online WartaMerdeka.id yang kita bangun bersama dengan teman-teman yang memiliki Visi dan Misi yang sama.
Agar tidak terpengaruh dengan berbagai analisa Pengamat yang belum tentu tidak memiliki kepentingan material (Menganalisa Berdasakan Titipan).
Untuk itu, kami mengajak kita sekalian untuk menganalisanya sendiri. Sebagai bahan dasar Analisa Stabilitas sebuah Negara, secara umum kita dapat melihat beberapa variabel saja – agar tidak bingung dan keliru.
  1. Komitmen dengan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (ada dalam rubrik Wawasan)
  2. Mengamati kondisi Ekonomi Politik Hankam.
  3. Dampak dari poin 2, amati apa yang terjadi di Nasional
  4. Dampak dari poin 2, amati dampak Nasional yang mempengaruhi Regional dan Internasional, atau sebaliknya.
  5. Amati bagaimana pengamatan Internasional terhadap Negara kita (ada di Rubrik Sorotan)
Olehkarenanya kami menyajikan rubrikasi sederhana ini, agar kita tidak bingung untuk menganalisa Kondisi Negara kita, dan mendukung Pancasila seutuhnya, demi Kesejahteraan anak cucu kita kelak.
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar