Kolaborasi Raja dan Ratu Penyair dengan Fris Talenta Menuai Airmata diPSKW Andam Dewi

Padang – (WartaMerdeka.id) Untuk mengembalikan makna bersastra, sebagai salah satu media untuk mengobati kehidupan agar tidak terjadi dekadensi budaya dalam kontinuitas peralihannya, maka penyair Pinto Janir dan Sastri Bakry melakukan kunjungan ke Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi, Nagari Sukarami, Kabupaten Solok, pada hari Jumat 29/12/2017.

Kunjungan yang berlangsung dari jam 14.00 - 16.30 WIB ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh salah seorang peserta rehabilitasi, dan diisi dengan tausiyah serta hiburan seni dan sastra. Acara dikemas dalam bentuk edukasi moral bagi para peserta rehabilitasi. Kegiatan ini diprakarsai oleh Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumatra Barat.

"Kami berterimakasih atas kunjungan ini. Saat ini PSKW Andam Dewi dihuni oleh 23 peserta rehabilitasi, hasil dari operasi SATPOL PP di berbagai daerah Sumatra Barat. Mereka dibina dengan pendekatan religius dan pembekalan keterampilan. Target kami, keluar dari sini mereka bisa baca Al-Quran," kata Drs. Syahbana, Kepala UPTD PSKW Andam Dewi Sukarami, pada kata sambutannya.

Penampilan Pinto Janir si Raja Penyair membawakan puisi musik berjudul ‘Cerita Nirmala Malam’ membuat mata para penghuni panti berkaca-kaca. Sementara itu, 'si Ratu Penyair' Sastri Bakry tampil membawakan beberapa lagu hiburan dan religi. Penampilan mereka diiringi oleh permainan musik Fris Talenta (Fris Okta Falma), musisi muda Sumatra Barat yang baru saja menyukseskan panggung hiburan pada acara pembukaan dan penutupan MTQ Nasional Tingkat Sumatra Barat tahun 2017. Kesuksesan acara tak lepas dari peran One Chantik (MC kondang Sumatra Barat) dalam membawakan acara.

"Kita mengusulkan, sebagai tindaklanjut dari kegiatan ini, agar di panti ini juga diprogramkan kegiatan pelatihan bidang kepenulisan, lalu ekspresi dari tulisan mereka kita madingkan, sehingga hari-hari mereka di panti makin bermanfaat. Dan semoga, dari sini muncul penulis-penulis berbakat. Kita tuntun mereka untuk menulis puisi, cerpen, dan novel. Bahkan, kalau bisa, kita latih mereka dengan kepandaian jurnalistik. Hal ini tentu bisa menjadi bekal keterampilan bagi mereka untuk hidup dengan baik pasca rehabilitasi," usul Pinto Janir pada Syahbana.

Yasnida Syamsuddin dari Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Barat yang juga tampil menyampaikan tausiyahnya pada kegiatan ini mengatakan, bahwa setiap orang punya masa lalu dan tidak ada yang bebas dari dosa, namun bagaimana kita berusaha untuk membenahi diri setiap waktu, agar tidak lagi terbius bujukan setan.

Sebagai tanda kunjungan, HWK Sumbar menyerahkan cinderamata berupa sejumlah pakaian, mukenah, buku, dan lainnya. Hasil pengumpulan sumbangan dari ibu-ibu HWK Sumbar dan Sumbar Talenta, yang dikoordinir oleh Hj. Chairita Chaidir. Dan PSKW Andam Dewi pun membalas dengan cinderamata dari hasil kerajinan tangan para peserta rehabilitasi. Serah terima dilakukan oleh Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, dengan Drs. Syahbana.

Di sela acara Syahbana juga mengatakan, para peserta rehabilitasi saat ini berada pada usia produktif, antara 18 hingga 45 tahun. Sebelumnya, banyak dari keluarga tidak tahu dengan perilaku mereka, dan histeris setelah penjaringan. Lalainya pengawasan orangtua dan mamak (paman) jadi ruang bagi mereka untuk berperilaku salah, yang berawal hanya karena keinginan untuk memenuhi gaya hidup.

“Kami berharap masyarakat dapat membantu mengembalikan kepercayaan diri mereka setelah kami kembalikan ke tengah masyarakat. Kepada pemerintah kami membutuhkan anggaran untuk merenovasi bangunan panti," kata Syahbana. (M. Fadhli) | Foto : M. Fadhli
Share:

Balap Aset Perbankan, Kapitalisasi Pasar Bursa Tembus Rp 7.400 T

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan bulan ini di zona hijau. Hari ini IHSG kembali ditutup menguat 30,139 poin atau 0,46% ke posisi 6.605.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan di posisi akhir bulan ini nilai kapitalisasi pasar sudah mencapai Rp 7.400 triliun. Angka tersebut sudah melebihi total aset perbankan yang kabarnya masih di posisi Rp 7.000 triliun.
Update saja, laporan IHSG mencapai rekor baru, market cap sudah mencapai Rp 7.400 triliun. Lebih besar dari total aset perbankan,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Tito melanjutkan saat ini rata-rata total frekuensi harian sudah mencapai 380 ribu kali. Angka tersebut disebutnya sudah 4 kali dari bursa Singapura dan 2 kali dari bursa Malaysia.
“Sayangnya sahamnya harganya gocapan jadi value agak kecil,” candanya.
Dia menjabarkan, dari pertumbuhan dibandingkan tahun lalu IHSG sudah naik 25% dan transaksi harian naik 50%.
“Terima kasih para investor dan para anggota bursa. Semoga bulan depan kita tutup dengan indeks dan market cap yang lebih tinggi lagi,” tandasnya. (ang/ang)
Sumber RSS / Copyright : detik.com
Share:

Ini Dia 5 Investasi yang Bisa Dimulai Sebelum Usia 25 Tahun

Jakarta – Apakah Anda tertarik dengan investasi? Jenis investasi yang dibayangkan adalah investasi yang membutuhkan modal besar. Padahal investasi tidak melulu soal modal besar. Sebelum menginjak usia 25 tahun Anda bisa langsung mulai terjun ke dunia investasi, biar hasilnya nanti bisa Anda dapatkan di kemudian hari.
Nah kalau sampai saat ini jenis investasi yang sering Anda dengar hanyalah seputar investasi oblogasi dan saham, sebaiknya Anda simak dulu deh artikel berikut ini. Jangan tunda-tunda lagi kesempatan untuk berinvestasi dan belajar untuk bisa jadi pribadi yang lebih disiplin dan terencana, agar masa depan lebih mapan dan terjamin.
1. Menabung Emas di Pegadaian
Anda yang masih berusia di bawah 25 tahun, bisa lho melakukan investasi tabungan emas ini. Selain modalnya tidak terlalu besar, Anda juga bisa memetik hasil yang lumayan dengan risiko yang relatif kecil lho. Karena harga emas ini cenderung stabil, layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau pula.
Prosedurnya relatif mudah dan nggak ribet, kok. Cukup melampirkan fotokopi identitas diri, mengisi formulir dan membayar biaya administrasi sebesar Rp 10.000 saja plus biaya fasilitas titipan 12 bulan sebesar Rp 30.000 Anda sudah bisa membuka tabungan emas ini.
Bedanya tabungan emas dengan beli emas sendiri di toko mas, Anda bisa mulai menabung emas mulai dari 0,01 gram dan kelipatannya.
2. Tabungan Berencana
Kalau biasanya Anda berniat nabung dan berharap dapat bunga tapi ternyata hal itu cuma jadi sekadar mimpi karena sering lupa menganggarkan dana di awal bulan untuk menabung, tabungan terencana bisa jadi jadi pilihan cerdas nih.
Memang sih, saat berinvestasi Anda pasti mengharap keuntungan yang banyak. Tapi di usia muda menabung mulai dari jumlah yang kecil pun bisa jadi pilihan investasi sederhana yang kelak bakal menguntungkan Anda
3. Forex Trading
Mungkin Anda sudah tau apa itu Forex Trading. Ya, Forex Trading atau Foreign Exchange Trading adalah jenis investasi yang bisa dilakukan di bawah usia 25 tahun. Selain minim terhadap risiko, jumlah investasinya pun bisa Anda sesuaikan dengan budget yang Anda miliki.
Melalui cara inilah Anda bisa bermain di pasar modal dengan menukar uang Anda dengan mata uang asing yang memiliki margin keuntungan paling tinggi.
4. Investasi Pendidikan
Rasanya tidak perlu ada penjelasan terkait dengan jenis investasi yang paling mudah, yang bisa Anda lakukan di bawah usia 25 tahun. Anda bisa investasi di bidang pendidikan dengan sekolah dan kuliah yang tekun, mendaftar kursus di bidang yang kira-kira bakal terpakai di saat Anda bekerja kelak dan juga mencoba ikut program-program pertukaran atau beasiswa yang ditawarkan sekolah atau kampus Anda. Tak mau kan kelak di usia tua menyesal karena nggak sungguh-sungguh menimba ilmu di bangku sekolah?
5. Properti
Sekarang untuk urusan investasi properti rasanya sudah semakin mudah, dan sudah banyak juga orang-orang yang sudah terlebih dulu terjun ke dunia investasi properti. Untuk investasi di bidang ini, terutama dengan sistem kredit seperti KPR, Anda wajib untuk banyak-banyak melakukan riset dan bertanya kepada orang yang sudah lebih berpengalaman daripada Anda. Di masa depan nanti akan ada untuk besar yang menanti Anda.
Nah, dari sejumlah jenis investasi tersebut, kira-kira Anda tertarik untuk mencoba yang mana? Jangan lupa untuk menyesuaikan jenis investasi dengan kemampuan masing-masing.
Semoga Bermanfaat
Sudah Siapkah Anda di Tahun 2018? Apakah Goal Secara Finance Anda Sudah Tercapai di Tahun 2017 Ini? Download Sekarang Juga Rangkuman “Financial Revolution” 3 Hari Seminar seharga Rp 1.997.000.
Khusus Untuk 97 Orang Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Beri GRATIS + Anda Berkesempatan Mendapatkan Kalender Tung Desem Waringin Edisi 2018 Yang Dijual Rp 99.000 Secara GRATIS, Klik di Sini Untuk Download(ang/ang)
Sumber RSS / Copyright : detik.com
Share:

HPN 2018 Undang Wartawan Se-Indonesia Terbitkan Buku ‘Wartawan JugaPenyair’

Koordinator Bidang Sastra HPN 2018 ‘Syarifuddin Arifin’ (nomor dua dari kanan)

bersama para penyair Sumatra Barat.

Koordinator Bidang Sastra HPN 2018 ‘Syarifuddin Arifin’ (nomor dua dari kanan) bersama para penyair Sumatra Barat.
Padang (WartaMerdeka.id) – Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang diselenggarakan di Kota Padang pada hari Jumat 9 Februari 2018 akan meluncurkan buku puisi wartawan se-Indonesia.

Untuk itu, sejak tanggal 27 Desember 2017, Panitia Bidang Sastranya telah membuka penerimaan naskah puisi bertema ‘Metafora Minangkabau di Mata Jurnalis (alam sebagai sumber kearifan budaya)’, dan ‘Wartawan Juga Penyair (puisi penyampai ide yang tak terungkapkan)’, dan penerimaan naskah akan ditutup pada tanggal 13 Januari 2018. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat ini direncanakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.


“Kami mengundang para penulis puisi / penyair yang kesehariannya bergerak di bidang kewartawanan, baik: reporter, kontributor, penyiar, fotografer, dan atau redaktur budaya, untuk ikut menerbitkan puisinya di buku antologi puisi ini,” kata Syarifuddin Arifin, Sastrawan Nasional yang dipercaya menjadi Koordinator Bidang Sastra di perhelatan HPN 2018, ketika diwawancarai, Kamis 28/12/2017.


“Calon peserta adalah wartawan yang dibuktikan dengan KTA dari organisasi kewartawanan di daerah masing-masing, atau rekomendasi dari Pimpinan Redaksi tempatnya bekerja dan mengirim 3 (tiga) judul puisinya dengan tema tersebut. Panjang puisi per judul tidak lebih 30 baris,” jelas Syarifuddin.

Lebih rinci Syarifuddin menyampaikan, calon peserta juga diminta untuk melampirkan biodata tentang kewartawanan dan kepenyairan serta foto wajah terbarunya. Naskah puisi dan berkas pendukung ini ditulis dengan jenis huruf Times New Roman dalam ukuran 12 pt, dilampirkan pada attachment dan dikirim ke alamat surel syrf_arifin@yahoo.com. Juga bisa dikirim atau diantar langsung ke Kantor Sekretariat PWI Sumbar, Jalan Bagindo Aziz Chan No. 8A, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat – 25900. Kepada calon peserta tidak dipungut biaya.

HPN 2018 ini turut diprakarsai oleh masyarakat pers nasional yang terdiri dari Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

“Peluncuran buku puisi dan pertunjukan baca puisi "Wartawan Juga Penyair" akan dilaksanakan pada tanggal 7 - 8 Februari 2017 di Padang,” kata Syarifuddin menutup wawancara. (M. Fadhli) | Foto : Istimewa
Share:

Raja Penyair Pinto Janir Tantang Pengunjung di Konser Puisi Musik 2

Padang (WartaMerdeka.id) - Mewarnai pergantian tahun di Kota Wisata Bukittinggi dan untuk menutup kegiatan sastra di akhir tahun 2017, manajemen Lapau Kito - UNP Residence Bukittinggi akan menggelar acara 'Konser Puisi Musik 2 bersama Raja Penyair Pinto Janir dan Pengunjung'. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Minggu 31/12/2017 mulai jam 20.00 WIB di Evo Garden - Hotel UNP Residence, Jalan Kehakiman, Belakang Balok, Kota Bukittinggi.



“Kita tahu, Pinto Janir adalah penyair unik dan tipikal seniman multitalenta. Ia adalah pembawa ruh baru dalam dunia perpuisian di Indonesia. Ia mendobrak panggung puisi dengan menggabungkan unsur puisi dan musik. Tapi, bukan musikalisasi puisi. Pinto adalah penyair eskpresif yang lahir dari Minangkabau. Baik puisi maupun aksi tampil baca puisinya adalah sesuatu yang unik. Musik dan puisinya menyatu dalam mat, ritme dan suasana yang kental dalam teaterikal," kata Santi Martin, General Manager UNP Residence, ketika diwawancarai, Minggu 24/12/2017.


Santi juga mengatakan bahwa Pinto Janir adalah penyair yang romantik dan memiliki rasa musikal yang tajam, baik dalam puisi maupun dalam pembacaan. Ia, penyair garang yang mengingatkan kita pada sosok Chairil Anwar. Bahkan, sekiranya Chairil masih hidup, saya bermimpi mempertemukan mereka dalam satu panggung.


“Acara ini dimaksudkan untuk menyemarakkan dunia sastra di Minangkabau. Apalagi, Bukittinggi dan Minangkabau adalah nagari yang melahirkan sejumah sastrawan dan penyair terkenal seperti Chairil Anwar, Taufik Ismail, Motinggo Busye, Nasrul Siddik dan lain sebagainya. Minangkabau adalah negeri yang pernah berjaya dalam pentas kesusasteraan nusantara. Kita jemput kembali kejayaan sastra untuk negeri ini,” tambah Santi, yang juga dikenal sebagai penyanyi Minang.


Santi yang juga adalah pegiat sastra dan penyair serta praktisi pariwisata juga menginformasikan bahwa kegiatan ini juga akan diramaikan dengan agenda 'Dialog Sastra Sampai Pagi' bersama Muhammad Fadhli (pegiat sastra/penyair/wartawan), Ardian Tedjakusuma (pegiat seni), dan Santi Martin (seniman).




[caption id="attachment_41056" align="aligncenter" width="359"]Poster Konser Puisi Musik 2 Poster Konser Puisi Musik 2[/caption]

"Uniknya, peserta boleh pasang tenda dan berkemah di areal yang sudah disediakan. Areal kemah kita bagi dua, yakni areal untuk putri dan untuk putra. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi 081363037165," kata Santi di akhir wawancara. M. Fadhli | Foto : Istimewa

Share:

Endah Akan Tampil pada Opening Konser Giant Step di Jakarta

PADANG (WartaMerdeka.id)- Giant Step, band progressive rock legendaris Indonesia yang pernah populer pada tahun 70-an hingga 80-an.

Giant Step kembali bersinar, sejak mereka merilis album terbaru bertajuk Life's Not the Same, di Singapura Mei 2017.


Eksistensi Giant Step di era milineal ini masih dilantunkan oleh vokalis aslinya, Benny Soebardja, diperkuat oleh musisi legendaris Indonesia.


Debby Nasution (keyboard), dan tiga orang musisi muda Jordan (gitar/flute), Audi Adhikara (bass), dan Rhama (drum).

Melanjutkan rangkaian konser di Tanahair, Giant Step akan menggelar konser 'a Progressive Night with Giant Step' pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Music Room - Hotel Borobudur, Jakarta. Acara akan digelar dari jam 19.00 - 22.00 WIB.

Keunikan konser Giant Step ini, opening-nya akan menampilkan Endah, penyanyi perempuan asal Bandung, pendatang baru di blantika musik Indonesia.

Single perdana Endah berjudul 'Astaghfirullah' dirilis Agustus 2016. sempat masuk Chart Nasheed Islamic Tunes (tangga lagu religi di Asia Tenggara).

Sedangkan single ke duanya yang berjudul Rasaku, dirilis pada bulan Januari 2017.

"Endah tak pernah menyangka diberi kesempatan untuk menjadi opening konser Giant Step, band rock legendaris di Indonesia. Endah akan berusaha memberikan penampilan terbaik, semoga dapat memberikan opening yang bagus untuk konser band rock besar di Indonesia ini, Giant Step," kata Endah, saat kami wawancarai, 28/11/2017.
Endah juga mengatakan, bahwa pada opening konser nanti ia akan tampil membawakan tiga lagu, berjudul 'Rasaku', 'Tuhan Kan Obati', dan ‘Astaghfirullah’. Lagu-lagu tersebut adalah karyanya sendiri, bernuansa slowrock.

Lagu Rasaku mengisahkan jodoh itu ada di tangan Tuhan. Sebagai hambanya, kita hanya bisa berdoa dan berusaha mendapatkan yang terbaik.

Pada lagu Tuhan Kan Obati liriknya memuat pesan, bahwa cukup Allah saja yang benar-benar kita cintai, dan hanya pada-Nya tempat untuk mengobati luka hati. Sedangkan lagu Astaghfirullah mengajak kita agar selalu berusaha memperbaiki kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

"Kami menampilkan Endah di opening konser nanti karena tertarik dengan potensi yang dimilikinya. Endah punya karakter vokal yang khas, dan punya kans untuk berkembang, dan akan lebih menarik kalau tampil sambil main gitar akustik," kata Benny Soebardja, pendiri grup musik Giant Step, saat diwawancari, 28/11/2017.

Saat menutup wawancara, Endah menambahkan, "Semoga setelah tampil di opening Giant Step, mudah-mudahan Yang Maha Kuasa semakin membuka jalan untuk Endah, dan ada musisi atau produser yang mau mendukung Endah agar lebih produktif lagi untuk berkarya." (M. Fadhli) | Foto : Istimewa
Share:

Sumbar Talenta Berangkat ke PSBNS 2017 Brunei

Padang (WartaMerdeka) - Sumbar Talenta membawakan Puisi Sastrawan Nasional Sastri Bakry. Dalam rangka mewakili Indonesia di acara Pertemuan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun 2017 Brunei, Sumbar Talenta pun berangkat tinggalkan Padang, hari Kamis 16/11/2017 melalui Bandara International Minangkabau (BIM) - Padang Pariaman, pada penerbangan pukul 08.30 WIB.

Acara yang akan dihadiri oleh Sumbar Talenta ini diadakan oleh Perhimpunan Sasterawan Budayawan Negera Serumpun dalam wadah organisasi Angkatan Sasterawan dan Sasterawani (Asterawani), dan Perhimpunan Sastera Budaya Negara Serumpun (PSBNS) Brunei Chapter, dari tanggal 17-22 November 2017 di Park View Hotel - Kota Jerudong, Brunei. Sumbar Talenta berangkatkan 13 orang dalam rombongan keseniannya itu, dan kegiatan ini diikuti oleh 5 negara; Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei.

"Untuk ke Brunei, kami telah mempersiapkan beberapa pertunjukan, seperti tarian dan nyanyian. Dan Sumbar Talenta juga akan menampilkan pertunjukan spesialnya, musikalisasi puisi ‘Truth Without Fear’ karya Sastri Bakry, sastrawan nasional yang puisinya ini juga telah dipentaskan di Eropa pada bulan Juli 2017 lalu," kata Chairita Chaidir, Pimpinan Produksi Sumbar Talenta untuk tampil di Brunei ini.

Saat melepas rombongan Sumbar Talenta di BIM, Ketua Harian HWK Sumbar, Yeni Zafitri pada pidato pelepasannya mengatakan, "Semoga anak-anak Sumbar Talenta kami yang berangkat ke Brunei agar selalu menjaga kesehatan, supaya dapat memberikan penampilan terbaik. Semoga perjalanannya menyenangkan, selamat pergi dan pulangnya."

Seperti yang disampaikan oleh Chairita Chaidir, adapun nama-nama anggota dari Sumbar Talenta yang diberangkatkan pada acara PSBNS 2017 Brunei, adalah sebagaimana berikut; Syafira Salsabilla, David Putra Yudha, Putri Aulia Handayani, Gilang Dwi Nanda, Chairita Chaidir, Martalina Salim, Murni binti Ahmad Siar, Mahya Retty Mahyudin, Zusrneli Zubir, Roslainy, Haslinda, Sastri Yunizarti Bakry, dan Bu Vita Gamawan Fauzi.

Adapun pertunjukan yang akan ditampilkan Sumbar Talenta pada PSBNS 2017 Brunei dirincikan oleh Yeni Zafitri, sebagaimana berikut; Tari Marawa (David Talenta), Musikalisasi Puisi ’Truth Without Fear’ (Sastri Bakry, Gilang, Putri, Syafira, David), Lagu Risaulai (Gilang Talenta), Lagu Sabda Cinta (Putri Talenta), Dramatisasi Puisi ‘Dalam Balutan Ibu’ (Chairita, Syafira, Gilang), Tari Rantak (David Talenta), Lagu Fatwa Pujangga (Gilang Talenta), Lagu Si Nona (Sastri Bakry), Tari Piriang Malayang (David Talenta, Gilang Talenta, Syafira Talenta), dan Lagu Ayam Den Lapeh (Sumbar Talenta).

Bagi Sumbar Talenta, pertunjukan di PSBNS 2017 Brunei ini adalah pertunjukan penutup untuk di luar negeri pada tahun 2017 ini.

"Pada tanggal 16 Desember 2017 nanti akan ada acara Kemilau Budaya Indonesia bagian barat. Mengevaluasi aktivitas di tahun 2017 ini, kita menyadari persaingan semakin ketat, karena itu kita akan kembangkan kapasitas Sumbar Talenta, berbasis penguatan kelembagaan. Untuk tahun ke depan, Sumbar Talenta akan fokus konser ke daerah-daerah yang besar, dan mulai memikirkan pengembangan koperasi. Dan di tahun 2018, insya Allah kami akan menggelar Sumbar Talenta ke-13, untuk kids dan senior," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, organisasi yang menaungi Sumbar Talenta Organization (STO). (M. Fadhli) | Foto : Istimewa
Share:

Fris Okta Falma Sukses Meriahkan Panggung Musik MTQ Sumbar ke-37

Pariaman (WartaMerdeka) – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat ke-37 Tahun 2017 yang digelar di Kota Pariaman, Sumatra Barat, telah ditutup pada jam 23.30 WIB Jumat malam (10/11). Di acara penutupannya menampilkan paduan suara, orkestra, combo band, dan solo vokal, arahan musisi muda Fris Okta Falma, S.Sn, M.Pd, yang berperan sebagai Pimpinan Produksi dan Music Director. Acara berlangsung dengan khidmat dan meriah.

"Materi yang kami tampilkan pada acara penutupan adalah lagu-lagu religi yang mengajak kita agar meningkatkan keimanan, terutama bagi para siswa SMA yang ikut dalam paduan suara ini. Dengan menghafal lirik shalawat badar yang mereka nyanyikan, semoga membiasakan mereka bershalawat. Untuk pesan moral ada pada lagu hymne dan mars, yang mengajak kita agar selalu bermoral, loyal, dan totalitas mencintai negara dalam ruang berketuhanan," kata Fris, musisi muda asal Koto Subarang - Padangpanjang, kelahiran Bukittinggi 4 Oktober 1989, ketika diwawancarai, (12/11).

Sementara itu, pada acara pembukaan MTQ Sumbar ke-37 ini, Fris juga bertindak sebagai Pimpinan Produksi dan Music Director untuk orkestra Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang dan paduan suara Andalaswara.
"Di acara pembukaannya kita menampilkan kolaborasi musik orkestra dengan musik tradisi Minangkabau, yang mengiringi paduan suara, pengibaran bendera MTQ, dan beberapa lagu religi. Untuk aransemen musiknya dibantu oleh beberapa orang dosen dan alumni ISI Padangpanjang," kata Fris, anak dari pasangan Syafrudin (asal Muaralabuh) dan Sulastri.

Seperti yang dikatakan Fris, keikutsertaannya mengurus orkestra, paduan suara, dan grup band untuk memeriahkan acara pembukaan dan penutupan MTQ Sumbar ke-37, adalah atas kepercayaan dari PT. Octaviany Pariwisata dan Pemko Pariaman.

"Ini pengalaman perdana saya dipercaya untuk mengurus event sebesar ini, pertunjukan kesenian musik yang melibatkan ratusan orang, dengan berbagai sajian pertunjukan. Secara tidak langsung saya dapat ilmu untuk memanajemeni lebih dari 150 orang. Hal ini tentu tidak mudah. Acara yang diadakan di Pantai Kata – Pariaman ini sangat menunjang pariwisata, dapat menghibur para kafilah. Namun kendalanya, kondisi cuaca yang saat ini mudah berubah membuat kewalahan," kata Fris, yang pada bulan Juli 2017 mengomposeri penampilan Sumbar Talenta di 51’st International Folklore Festival – Zagreb, Kroasia.

Atas kesempatan untuk tampil di MTQ Sumbar ke-37, Fris mengucapkan, “Terimakasih kepada Allah SWT. atas rahmat-Nya, dan juga untuk PT. Ocyaviany Pariwisata serta Pemko Pariaman atas amanahnya. Juga rasa terimakasih untuk orkestra ISI Padangpanjang dan paduan suara Andalaswara, serta para siswa di SLTA Kota Pariaman. Dan tak lupa ucapan terimakasih kepada rekan kerja; Ioqo Alhamra Fikri, S. Sn, Hafif H. R, M. Sn, Rozalvino, M. Sn, dan Agung perdana, M. Sn yang telah memberikan sentuhan untuk produksi ini.”

Fris merincikan pengalaman yang pernah didapatkannya selama menekuni dunia musik; pemusik Tari Piring Seribu di Lapangan Merdeka – Kualalumpur - Malaysia (2010), pemusik Merpatih Taman Budaya Seremban - Negeri Sembilan Malaysia (2011 - mewakili Kabupaten Solsel), musisi event Payakumbuh World Music Festival (2012, 2013), komposer di event Malay Herritage - Singapura (2015 – bersama Sumbar Talenta), komposer terbaik se-Sumatra di Festival Komposisi Musik Taman Budaya (2011), The Best Talent Sumbar Talenta (2015), juara 2 A MILD LIVE WANTED Sumatra (2012 - mewakili Sumatra bagian tengah), komposer penampilan Sumbar Talenta di 51’st International Folklore Festival Zagreb – Kroasia (2017), dan menjadi juri musik di beberapa event tingkat provinsi dan nasional.

“Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, saya belajar musik secara otodidak. Selanjutnya, bakat ini saya gali dengan kuliah strata satu di ISI Padangpanjang dan Pasca Sarjana di Universitas Negeri Padang – Jurusan Seni Budaya, dan HWK Sumbar dan Sumbar Talenta Organization ikut membesarkan saya di dunia musik. Yang mendukung dari awal adalah kedua orangtua saya, yang berangsur-angsur dari kecil memfasilitasi saya dengan alat-alat musik,” kata Fris.

Fris juga mengatakan, “Musik itu sesuatu yang sangat berharga, apalagi biaya hidup saya sekarang dipenuhi dengan bermusik, membina pergaulan juga karena musik. Saya bisa bina silaturahmi dengan para pejabat dalam negeri maupun luar negeri juga karena musik. Bagi saya, musik sudah ikut mengalir dalam darah saya. Awal ketertarikan dengan musik hanya karena hobi saja, terbawa pergaulan di sekitar rumah. Lama kelamaan hobi ini menjadi profesi.

Sekarang saya jadi dosen musik di kampus STKIP Adzkia - Padang.”
Membagi suka dukanya dalam menekuni dunia musik, Fris menceritakan, “Pengalaman manis dalam menekuni dunia musik, saya jadi bisa jalan-jalan ke luar negeri. Terutamanya bisa beramal, dengan berbagi ilmu bermanfaat untuk orang banyak. Saya berusaha untuk menghargai suatu proses, karena untuk berprestasi itu butuh proses.

Untuk memperoleh ilmu kita harus tabah dan ulet. Dalam berproses kadang kita harus siap menerima caci maki, bentakkan, tamparan, pukulan, dan lainnya. Kalau saya tidak tahan menghadapi itu semua, mungkin saya tidak akan berada di posisi sekarang ini. Semakin tinggi pohon, tentu semakin kencang angin yng menerpanya.

Kesuksesan kadang juga ada ujiannya, rasa iri muncul pada orang-orang tertentu. Tapi itu dijadikan motivasi buat ke depannya, yang penting bagaimana kita menyikapinya, dan harus tetap baik pada semua orang.”

Berbagi pandangan terhadap industri musik saat ini, Fris mengatakan, “Berkaitan dengan kemajuan teknologi saat ini kita dituntut untuk lebih kreatif. Teknologi kini memudahkan kita untuk produktif berkarya, juga dalam memasarkan karya. Inovasi sangat dibutuhkan, mengingat kemajuan teknologi juga berdampak buruk terhadap perlindungan karya cipta, karena mudah dicuri atau diplagiat.”

Terhadap Pemerintah, Fris berharapan, “Pemerintah diharapkan lebih mewadahi kreativitas para pegiat musik, khususnya dalam kesenian tradisi, mengingat derasnya perkembangan musik modern. Miris terasa, para generasimuda lebih minat dengan musik remix, dibandingkan batalempong. Mereka lebih minat band dari pada bagandang. Namun, kita tidak bisa salahkan penetrasi budaya luar. Kerjasama Pemerintah dengan para seniman dibutuhkan, untuk mewujudkan wadah kreatif musik tradisi agar selalu terjaga kelestariannya. Kita bisa contoh Saung Udjo – Kota Bandung,. Salah satu cara mereka mempertahankan budaya Sunda dengan menjadikan alat musik tradisi mereka sebagai ikon kota. Saya saat kunjungan seni ke luar negeri, selalu membawa alat-alat musik tradisi Minangkabau kita. Saya sangat berharap, semoga suatu saat akan ada wadah kreativitas seperti itu di Sumatra Barat.”

Melanjutkan aktivitasnya di dunia musik, Fris punya target, “Untuk jangka pendek, saya lagi mempersiapkan pertunjukan karya musik tradisional yang akan dimainkan oleh anak-anak disabilitas. Dengan berkarya, semoga mereka tidak lagi dipandang sebelah mata. Untuk jangka panjang, saya ingin mediasi dengan Pemprov dan Dinas terkait, membahas Saung Udjo, agar hal serupa bisa diadakan juga di Sumatra Barat.”

Sebagai musisi yang menguasai permainan berbagai alat musik, baik combo band dan juga alat musik tradisi Minangkabau, Fris menyampaikan pesan untuk para generasimuda, “Ada baiknya kita bisa menguasai permainan berbagai alat musik, baik modern dan terutama alat musik tradisi, karena ini akan lebih memudahkan kita untuk berkembang.” (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok. Istimewa

Foto 1 - Fris Okta Falma, Musisi. (Dok. Istimewa)
Foto 2 - Fris Okta Falma, Musisi. (Dok. Istimewa)
Share:

Penghayat Kepercayaan Sambut Baik Putusan MK soal Kolom Agama di KTP

Mahkamah Konstitusi (MK) hari Selasa (7/11) mengeluarkan keputusan yang membatalkan Pasal 61 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 Undang-Undang (UU) Administrasi Kependudukan karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dengan keputusan ini, negara wajib mengakui dan menulis "Penghayat Kepercayaan" dalam kolom agama, yang terdapat dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Keputusan ini disambut baik dan rasa syukur warga penganut Penghayat Kepercayaan di Indonesia, termasuk di Surabaya.

Masyarakat penganut Penghayat Kepercayaan di Surabaya mengungkapkan rasa syukurnya, atas keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judisial review Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Keputusan MK itu memungkinkan Penghayat Kepercayaan dituliskan dalam kolom Agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selama ini warga Indonesia penganut Penghayat Kepercayaan menerima KTP dengan kolom agama yang dikosongi atau tidak diisi.

Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia Pusat, Naen Soeryono berharap keputusan ini berdampak positif bagi pemenuhan hak sipil penganut Penghayat Kepercayaan, sebagai sesama warga negara yang berhak memperoleh pelayanan publik yang sama dengan penganut agama pada umumnya.

“Sangat bersyukur bahwa ini berdampak positif, terutama berdampak pada hak-hak sipil masyarakat Penghayat Kepercayaan, ya mulai dari pendidikan, KTP, hak Akta Perkawinan, dan seluruhnya,” kata Naen.

Pengurus Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Pusat, Otto Bambang Wahyudi mengatakan, dirinya juga mensyukuri putusan MK yang merupakan hasil perjuangan warga Penghayat Kepercayaan, untuk memperoleh hak sebagai sesama warga negara.

“Kalau melihat dari saksi-saksi ahli, kemudian dari ungkapan Ketua MK sendiri, yang menyebutkan kalau agama-agama yang dari luar diakui, kenapa yang dari lokal sendiri, yang dari dalam negeri sendiri tidak diakui, itu namanya diskriminasi. Sehingga saya pada waktu itu sudah mengasumsikan kalau MK itu pasti akan menyetujui JR (judisial review) kita,” tukas Otto.

Di Indonesia, ada sekitar 190 organisasi atau kelompok Penghayat Kepercayaan, dengan jumlah pengikut yang diperkirakan mencapai 12 juta. Sementara di Jawa Timur saja, terdapat sekitar 60 organisasi dengan anggota sebanyak 2,4 juta.


Menurut Naen Soeryono, sebelumnya banyak hak warga Penghayat Kepercayaan yang diabaikan dan cenderung mendapat perlakuan diskriminatif dalam layanan kependudukan, pendidikan, hingga penerimaan pegawai negeri sipil dan TNI-Polri.


“Masih banyak pengurusan KTP yang masih dikosongkan, tidak ditulis, dengan demikian maka interprestasi dari masyarakat umum kalau KTP agama terus kosong, itu menimbulkan stigma yang negatif pada masyarakat Penghayat Kepercayaan. Misalnya, mereka dikatakan tidak beragama dan atheis, serta sebagainya. Yang kedua, diskriminasi terhadap masalah-masalah pendidikan, anak-anak Penghayat Kepercayaan, mereka tidak boleh mengatakan bahwa saya orang Penghayat Kepercayaan. Guru selalu mengatakan, kalian harus tunduk pada salah satu agama. Yang ketiga adalah, penerimaan pegawai negeri sipil (PNS), terus masalah-masalah yang muncul yaitu sumpah jabatan, ini masih ada kendala,” tambah Naen.

Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Heather Variava ketika berkunjung ke Surabaya hari Rabu (8/11) menyempatkan diri berkunjung ke Sanggar Penghayat Kepercayaan di kota pahlawan ini. Usai dialog, Heather Variava mengatakan kepada VOA bahwa keberagaman di Indonesia termasuk dalam hal agama dan kepercayaan, adalah karakteristik yang menjadikan Indonesia negara yang kuat.


“Surabaya seperti Indonesia umumnya adalah kota dan negara yang sangat beragam, dan keberagaman agama di Indonesia salah satu karakteristik yang membantu Indonesia menjadi negara yang snagat kuat, damai, dan terbuka. Dan nilai-nilai ini, keterbukaan terkait dengan agama adalah nilai-nilai yang berada di Amerika Serikat dan juga di Indonesia,” ujar Heather.


Pengamat Sosial dan Dekan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Sucahyo Tri Budiono mengungkapkan, keputusan MK terkait pengisian dan pengakuan Penghayat Kepercayaan pada kolom agama di KTP, dapat dipastikan menimbulkan pro dan kontra. Meski demikian, pengakuan hak sipil yang sama bagi warga Penghayat Kepercayaan, menunjukkan kebesaran Indonesia yang beragam dalam persatuan.

“Dari sisi orang agamis memandang bahwa, mereka mungkin agak keberatan, dalam tanda kutip, karena menyetarakan Penghayat Kepercayaan itu dengan Agama, tapi dari sisi penganut Penghayat Kepercayaan itu merupakan sesuatu berkah, karena mereka bisa mengekspresikan eksistensi dirinya lebih terang-terangan. Nah dengan adanya keputusan MK ini merupakan angin segar. Kalah saya sih memandangnya, inilah sebenarnya Indonesia yang bersatu dalam keberagaman, yang beragam dalam satu kesatuan. Mereka ada sebelum agama-agama formal itu ada,” tutur Sutjahjo.


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam siaran pers yang diterima VOA menyatakan, akan menerima dan melaksanakan putusan MK terkait pengisian Penghayat Kepercayaan pada kolom KTP. Selain itu pihak pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, untuk mendapatkan data Penghayat Kepercayaan yang ada di Indonesia. Data itu akan dipakai untuk memperbaiki aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan), serta mensosialisasikan keputusan MK itu pada masyarakat. [pr/em]





Sumber / Copyright : voaindonesia.com
Share:

Pembukaan MTQ Sumbar ke 37 Akan Tampilkan Tari Kolosal Unik Karya Harhy Syafmitha

Saat geladi resik tari kolosal 'Budi Baguno Syarak Mamakai' karya Harhy Syafmitha


PADANG (WartaMerdeka.id) - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat ke 37 yang dipercayakan kepada Kota Pariaman sebagai tuanrumahnya, akan digelar pada tanggal 4 – 11 November 2017. Kegiatan lomba ini akan dibuka oleh Menteri Agama RI, Bapak Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, pada hari Sabtu 4 November 2017, mulai jam 20.00 WIB. Acara pembukaan ini akan turut dimeriahkan oleh penampilan Tari Pasambahan dan tari kolosal unik berjudul ‘Budi Baguno Syarak Mamakai’ karya Harhy Syafmitha, S.Sn, M.Sn.




[caption id="attachment_38528" align="alignleft" width="295"]Harhy Syafmitha  Koreografer Harhy Syafmitha Koreografer[/caption]

Seperti dikatakan oleh Harhy Syafmitha, tari kolosal ini akan dibawakan oleh 40 orang penari dari SMAN 1 Pariaman, diiringi oleh 22 orang pemusik dari putra-putri daerah Kota Pariaman yang kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Untuk Tari Pasambahan akan ditampilkan saat menyambut kedatangan tamu VVIP.
Menyelaraskan event keagamaan dengan pelestarian seni budaya, Harhy Syafmitha menjelaskan pesan-pesan yang ingin disampaikannya lewat tari ‘Budi Baguno Syarak Mamakai’ yang akan ditampilkannya.


"Tari ini menceritakan bagaimana aktivitas masyarakat Minangkabau yang memegang teguh agama dan adat, yang tentu juga menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Pariaman. Kearifan lokal yang dikandung karya ini adalah penyebaran agama Islam yang disyiarkan oleh Syeikh Burhanuddin, dan juga pelestarian budaya surau yang telah membentuk budaya di Minangkabau, karena menjadi media pendidikan agama, yang kristalisasinya melahirkan kesenian tradisi Silek (silat) dan Indang," kata Harhy, anak dari pasangan Syafmal Kamil bin Kamil Abdullah dan Aswita binti Zaidi (asal Kampung Dalam – Pariaman).


Harhy juga mengatakan pernah tampil di beberapa event nasional; SEAGAMES, PON, PORPROV, dan beberapa opening MTQ Tingkat Sumbar. Ia juga pernah tampil pada event luarnegeri; ASEAN, Eropa Barat dan Timur, dan Afrika Selatan.


"Menampilkan karya di MTQ Sumbar ke 37 di Kota Pariaman adalah tantangan tersendiri dan sangat istimewa bagi saya, karena tampil di daerah asal saya sendiri. Saya ingin memberikan yang terbaik. Terimakasih kepada Pemerintahan Kota Pariaman dan PT. Octaviany Event, atas kepercayaannya pada saya untuk menampilkan karya. Dan karya ini adalah wujud terimakasih saya kepada para guru, dan dosen saya di ISI Padang Panjang, juga untuk HWK Sumbar dan Sumbar Talenta yang membesarkan saya. Dan spesialnya untuk orangtua serta saudara-saudara saya yang selalu memberikan dukungan dan doa terbaiknya," kata Harhy Syafmitha, koreografer kelahiran Jambi 7 Agustus 1991, keturunan Padangpariaman.


Harhy menambahkan, “tari kolosal ‘Budi Baguno Syarak Mamakai’ akan ditampilkan secara unik, karena disajikan dengan pengolaborasian tari, musik, serta atraksi cahaya dan kembang api. Terwujudnya karya ini berkat kerjasama AR Community dengan Heru Rizal Luthan, ST. (CEO di Helashaka Event Organizer).”


Harhy yang pernah meraih TheBest Dancer Sumbar Talenta X saat ini juga dipercaya sebagai penata tari untuk pertunjukan Sumbar Talenta, baik di dalam negeri dan juga di luar negeri. Bakatnya di bidang koreografi semakin tergali, setelah menuntaskan pendidikan strata satu dan program magister di ISI Padang Panjang.


"Untuk melestarikan kesenian tradisi Minangkabau, selain dukungan dari Pemerintah, saya juga berharap kepada seluruh pihak, baik para seniman, akademisi, budayawan, dan orangtua, agar generasimuda lebih aktif dan kreatif dalam berkarya. Demi kemajuan mereka, dan menghindari generasimuda dari perilaku yang dicemaskan," kata Harhy, yang juga berbakat di bidang tata busana dan rias wajah. (Muhammad Fadhli) | Foto : Istimewa

Share:

Ziarah Kesenian Nusantara 2017 Sumatra Barat, Harmonisnya Indonesia-Malaysia

Ketua ZK Indonesia Syarifuddin Arifin bersama Taufiq Ismail


PADANG (WartaMerdeka.id)- Romantisnya hubungan dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, jelas terlihat pada sulam silaturahmi antar pegiat seni dan budayanya, dari dulu hingga saat ini. Para akademisi, budayawan, dan seniman Malaysia dan Indonesia akan datang ke Sumatra Barat dalam rangka Ziarah Kesenian Nusantara 2017. Acara Perkampungan Tamadun Budaya Melayu yang mengangkat tema ‘Menjayakan Bahasa dan Sastra’ ini akan berlangsung dari tanggal 2 sampai 5 November 2017.


Sebagai salah seorang Pembicara pada kegiatan ini, Rektor/Naib Consuler University Sultan Azlan Shah (USAS) Perak, Malaysia akan berorasi tentang Perkembangan Pemikiran Budaya Melayu ditinjau dari ajaran Islam di FBS UNP Padang, 2/11.




[caption id="attachment_38520" align="alignleft" width="300"]Persiapan panitia ZKN 2017 Sumbar di Padang pada momen kunjungan penyair Budhi Setyawan 11-10-2017 Persiapan panitia ZKN 2017 Sumbar di Padang pada momen kunjungan penyair Budhi Setyawan 11-10-2017[/caption]

Tan Sri ke Padang sehubungan dengan pelawatan sejumlah budayawan, seniman Malaysia ke Sumatra Barat, dalam rangka membangun jembatan hati, yang mereka sebut ‘Ziarah Kesenian’. Rombongan yang terdiri dari kalangan akademisi, budayawan dan seniman yang berjumlah 22 orang itu, akan mengunjungi dan berorasi budaya di beberapa perguruan tinggi (UNP, UIN Imam Bonjol, dan Universitas Bung Hatta), silaturahmi/ceramah, dan diskusi masalah sastra dan bahasa ke beberapa komunitas seni.


"Selain Tan Sri, akan bicara juga Dato' Nasharudin Hashim (ADUN, Timbalan speaker DUN Perak), Shamsudin Osman (Presiden PAKSI), dan Yassin Salleh (Presiden ZK) di Univ. Bung Hatta dan UIN Imambonjol pada Jumat 3/11)," kata Syarifuddin Arifin, Sastrawan Asia Tenggara, Ketua ZK Indonesia.




[caption id="attachment_38523" align="alignright" width="300"]Brosur Ziarah Kesenian Nusantara 2017 Sumatra Barat Brosur Ziarah Kesenian Nusantara 2017 Sumatra Barat[/caption]

Ziarah Kesenian Nusantara 2017 yang dipimpin oleh Yassin Salleh BT ini juga akan ke Rumah Puisi Taufiq Ismail, FPL Padangpanjang, pesantren Sumatera Thawalib Parabek, dan pentas sastra di Taman Jam Gadang - Bukittinggi. Dari Bukittinggi, rombongan ini meneruskan perjalanannya ke Pekanbaru. (Muhammad Fadhli) | Foto : Istimewa

Share:

Wee Cho Yaw pensiun dari UOB

Jakarta, (WartaMerdeka) - Veteran United Overseas Bank Wee Cho Yaw pensiun setelah 60 tahun bersama perusahaan.

Menginjak usia 89 pada Januari nanti, Mr Wee akan mengundurkan diri dari dewan UOB pada pertemuan pemegang saham tahunan, pada bulan April, demikian keterangan dari fihak bank tersebut.

Dirinya akan melepaskan semua tanggung jawab dewan, tetapi akan tetap mempertahankan gelar emeritus ketua, dan juga akan ditunjuk sebagai penasihat kehormatan untuk dewan, kata UOB.

Dewan tersebut menjelaskan bahwa Mr Wee sebagai salah satu pengusaha legendaris Singapura yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan industri.

Mr Wee, yang merupakan ketua dan kepala eksekutif UOB dari tahun 974 hingga tahun 2007 ini, memiliki lebih dari 18 persen perusahaan, yang dikutip dari laporan tahunan 2016.

UOB juga mengumumkan kemarin, bahwa mereka telah menominasikan mantan wakil perdana menteri Wong Kan Seng untuk menggantikan ketua non-eksekutif independen Hsieh Fu Hua, yang akan pensiun tahun depan.

Mr Hsieh sendiri, 67, akan menjabat enam tahun di Dewan, saat dia mundur pada 14 Februari.

Disadur dari : http://www.tnp.sg/news/business/wee-cho-yaw-retire-uob | Foto : Istimewa


Share:

Penyanyi Legendaris Irma June Rilis Album it’s Me! dengan Kemasan Unik

Padang (WartaMerdeka) - Penikmat musik di Tanahair pada era 80-an hingga 90-an pernah dipikat oleh seorang penyanyi imut bersuara lembut dan merdu, yang tentu masih lekat di ingatan kita, Irma June.

Dengan penampilan kasual dan sederhana, ia mengusung genre pop jazz yang eksklusif. Ini tentu jadi daya tarik tersendiri saat itu. Menandai eksistensinya lagi di dunia musik, pada tanggal 2 Oktober 2017 Irma June kembali mengeluarkan album terbarunya, bertajuk it's Me!, dirilis di 35 digital store yang bisa diakses di seluruh dunia.
"Semoga album terbaru saya ini disukai oleh berbagai kalangan usia. Lirik-lirik lagunya bersifat positif dan membangun. Saya ingin ikut terlibat dalam membawa perubahan positif di dunia musik, dan jadi inspirasi buat berbagai generasi," kata Irma June, penyanyi yang memulai karir musiknya dari penyanyi cilik, seangkatan dengan Anggun C. Sasmi.
Pada album ini terdapat lima lagu; it's Me! (song writer: Roedyanto & Irma June), What Love Is (song writer: Oscar Ciptajaya dan Irma June), I'll Be There For You (song writer: Naratama), Art Of Love (song writer: Angie Yasashi), dan Do Your Best (song writer: Irma June). Dubbing vokal dan arransemen musik dilakukan di tiga studio: iSound, Spoon Master dan ICM. Untuk mixing di dua studio: ICM dan Spoon Master. Sedangkan untuk mastering dilakukan di Nashville (USA - engineer: Steve Carrao).
"it's Me! jadi tajuk di album ini, untuk memberitahukan kehadiran saya kembali di industri musik. Dan saya kembali dengan apa adanya saya, baik dari sisi bermusik maupun penampilan. Itu ditujukan bagi orang-orang yang memang sudah tahu saya sebagai penyanyi sejak dulu. Tapi bagi generasi sekarang yang belum pernah mengenal saya, terimalah saya sebagai pendatang baru dalam dunia musik saat ini, dengan apa adanya saya. it's Me!,” kata Irma June, yang sebelumnya pernah merilis empat album lagu.

Irma June menyebutkan orang-orang yang telah mendukungnya untuk mewujudkan Album it’s Me!, “Saya sejak awal berpartner dengan mas Roedyanto (Emerald BEX Band), mulai dari single it's Me! sampai sekarang menjadi EP. Ada empat orang juga yang sejak awal setia membantu saya di album ini, dengan menuangkan ide-ide kreatif mereka: Oscar Ciptajaya, Angie Yasashi, Very Good Bless, dan Irene Tandiali. Ditambah dengan masuknya satu lagu dari Mas Naratama, seorang Producer TV yang tinggal di New York. Sisanya adalah additional musicians. Dan dukungan dari suami saya, Martin Lengkey, selaku Executive Producer di album ini. Album it’s Me! menjalani proses penggarapan selama satu tahun, dengan adanya revisi kecil maupun besar, agar dapat melekat di hati para pendengarnya.”

Meskipun album it's Me! ini target pemasarannya sampai ke seluruh dunia dan promosinya juga didukung penuh oleh rekan-rekan Irma June yang bergerak di bidang musik dan pertelevisian di Amerika, namun penikmat musik di Tanahair tetap jadi prioritas utama baginya. Bersama manajemen, Irma June sudah mengatur waktu untuk talkshow dan meet and greet di beberapa kota di Indonesia.
"Saya akan aktif membuat meet and greet di berbagai kota, supaya lebih dekat dengan para peggemar saya di Tanahair. Target saya tak berlebihan, hanya ingin pesan-pesan positif yang saya sampaikan lewat lagu-lagu di album terbaru saya ini bisa sampai secara meluas di tengah masyarakat," kata Irma June, yang vokalnya juga memikat hati sepupu Whitney Houston.
Kecenderungan generasi sekarang menggemari lagu-lagu luar negeri yang terkadang mengindikasikan imperialisme terhadap budaya timur yang kita miliki, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Irma June. Mereka menelan mentah-mentah karya luar negeri tersebut, meskipun lirik lagunya bermuatan kata-kata kotor dan jauh dari nilai-nilai luhur budaya di Indonesia. Agar tidak berlarut, album it’s Me diharapkan mampu mengalihkan perhatian mereka. Album it’s Me ini juga dipasarkan dalam bentuk CD, dengan sampul kemasan yang unik.
“Kotak CD album it’s Me! kita desain berbeda dari yang biasa. Kotaknya empuk, seperti squishy. Enak dipencet-pencet. Kalau dipukul ke kepala, bisa dipastikan ngga sakit,” kata Irma June, saat FB Live beberapa hari yang lalu melalui akun sosial medianya. (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok. Pribadi
Share:

Festival Pekan Seni Nan Tumpah 2017 Catat Rekor Penonton Terbanyak

Pertunjukan "Alam Takambang Jadi Batu" - Komunitas Seni Nan Tumpah


Padang (WartaMerdeka.id) - Ajang festival dua tahunan Pekan Seni Nan Tumpah 2017 telah resmi ditutup pada Jumat (29/9) malam, ditandai dengan penampilan Sanggar Seni Dayung-Dayung yang begitu manis dan memikat.



Aneka pertunjukan seni dihelat selama sepekan di Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat.

[caption id="attachment_34549" align="alignleft" width="300"]Pertunjukan Memoirs dan Huhh Hahh Hiih dari Sherlilab di Festival Seni Pekan Nan Tumpah 2017 "Memoirs dan Huhh Hahh Hiih" - Sherlilab[/caption]

Disebutkan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah selaku panitia sampai hari terakhir festival, tercatat 2650 penonton betul-betul tumpah meramaikan acara ini.


Sejak dibuka pada pada Sabtu (23/9/2017) acara yang rutin digelar sejak tahun 2011 tersebut memang menjadi magnet bagi kunjungan masyarakat ke Taman Budaya Sumatera Barat. Ada tujuh kelompok seni yang mengisi acara.


Selain Komunitas Seni Nan Tumpah, berturut-turut Komunitas Seni Hitam-Putih, Teater Jengkal Bengkulu, Sherlilab, Sanggar Seni Dayung-Dayung, Kelompok musik Balega, dan Galang Dance Community sebagai penampil seni pertunjukan.


Di samping itu, digulirkannya kegiatan berdurasi panjang bertajuk Liga Baca Puisi Kreatif yang telah dimulai sejak Juni 2017 hingga babak semi final sepanjang festival, tentu saja berperan menghadirkan penonton dari berbagai kalangan.


Para penonton memadati Festival Seni Pekan Nan Tumpah 2017.

Pameran Seni Rupa yang ditaja oleh Randy Otonk berjudul ‘Perkawinan Akal’ memberikan nuansa dunia imajinatif yang bahagia selama sepekan penuh itu.

“Festival seni dua tahunan yang dikelola KSNT ini lahir dari program kerja jangka panjang anggota KSNT guna merespons minimnya festival seni yang diadakan dan dikelola oleh sebuah kelompok/komunitas seni di Sumatera Barat.


Sebagai komunitas yang ingin dan terus berupaya membangun iklim seni pertunjukan dengan penonton baru, didukung oleh kerja manajemen kelompok yang cukup baik, berupaya untuk menjawab sekaligus membantah hal tersebut,” kata Mahatma Muhammad, Pimpinan KS Nan Tumpah yang diamini Karta Kusumah, penyair dan juga Sekretaris komunitas seni yang telah memenangkan berbagai penghargaan seni pertunjukan nasional itu.


Nama Festival Seni Pekan Nan Tumpah sendiri resmi digunakan pada gelaran festival pada 24-27 Desember tahun 2013, dengan menghadirkan 4 (empat) pertunjukan teater, 2 (dua) pertunjukan tari, serta 2 (dua) pertunjukan musikalisasi puisi dari 8 (delapan) komunitas seni independen dari Sumatera Barat.



Tercatat panitia berhasil menjaring sedikitnya 1.300 penonton baru seni di Sumatera Barat, yang membeli tiket dari total 1.864 daftar di buku tamu kegiatan Pekan Nan Tumpah 2013.

“Seniman pertunjukan saat ini harus aktif menjaring penonton. Jangan pasif. Sebuah kelompok seni pertunjukan pada saat ini harus memiliki semacam manajemen modern dan profesional. Harus pula pandai menangkap ketertarikan publik, penonton serta bisa menaja pertunjukan yang berkelanjutan, layak ditonton berkali-kali oleh penikmat seni dan masyarakat,” ujar Mahatma kepada media ini, di sela kesibukannya memonitor berlangsungnya kegiatan ini.


Taufik Effendi, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat mendukung usaha-usaha kerja kreatif pegiat kesenian di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan ketika didapuk untuk membuka gelaran Pekan Seni Nan Tumpah 2017, “Ada ketidaksepahaman ideologi antara seniman dengan masyarakat.


Sebab itu Dinas Kebudayaan mempunyai tugas untuk menjembatani dan memfasilitasi kreatifitas pegiat seni dan budaya di Sumatera Barat khususnya dapat memasyarakat, menjadi semacam kebutuhan batin bagi masyarakat.



Ke depan kita akan coba menggratiskan fasilitas semacam panggung utama Gedung Teater di Taman Budaya ini, agar lebih bisa dimanfaatkan oleh berbagai kalangan.

Sehingga Taman Budaya khususnya, kembali menjadi ruang berkegiatan bagi seniman, sastrawan dan budayawan Sumatera Barat,” terangnya.


Emilia Dwi Cahya selaku Ketua Panitia mengatakan, “Rangkaian kegiatan dalam Festival Seni Pekan Nan Tumpah, 23-29 September 2017 telah berakhir.


Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh penonton dan pengunjung pameran. Tercatat dalam buku tamu dan penjualan tiket festival dua tahunan edisi ke empat ini berhasil menjaring sedikitnya 2650 penonton seni pertunjukan,” pungkasnya. ( Denni Meilizon / Muhammad Fadhli)


Foto : Dok. Arief Pebrianto

Share:

Jadwal Lengkap Tahapan Pemilu 2019

Jakarta, (WartaMerdeka) - Jadwal Lengkap Tahapan Pemilu 2019, sebagai berikut :
  1. Pendaftaran parpol peserta Pemilu: 3-16 Oktober 2017
  2. Penelitian administrasi: 17 Oktober-15 Desember 2017
  3. Verfikasi faktual kepengurusan di tingkat pusat dan provinsi: 15 Desember 2017-3 Januari 2018
  4. Verfikasi faktual kepengurusan di tingkat kabupaten/kota : 15 Desember 2017-5 Februari 2018
  5. Rekapitulasi hasil verifikasi faktual: 6-17 Februari 2018
  6. Pengumuman parpol peserta pemilu: 18 - 20 Februari 2018
  7. Penyelesaian sengketa penetapan parpol peserta pemilu: 19 Februari-17 April 2018
  8. Pembentukan badan-badan penyelenggara: 9 Januari-10 April 2018
  9. Pendaftaran calon anggota DPD: 26 Maret-26 April 2018
  10. Pendaftaran anggota DPR dan DPRD: 4-17 Juli 2018
  11. Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden: 4-10 Agustus 2018 
  12. Masa kampanye: 23 September 2018-13 April 2019
  13. Masa tenang: 14-16 April 2019
  14. Pemungutan suara: 17 April 2019
  15. penetapan hasil pemilu pasca putusan MK: 17-23 September 2019
  16. Peresmian keanggotaan DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR dan DPD: Juli-September 2019
  17. Sumpah janji pelantikan presiden dan wakil presiden: 20 Oktober 2019
Share:

Lagu ‘Demo Integritas’ dari Sumbar Talenta Akan Dirilis KPK RI

Foto bersama Bapak Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK RI, dengan Sumbar Talenta

Padang (WartaMerdeka.id) - Lagu ‘Demo Integritas’ yang dinyanyikan oleh Sumbar Talenta, berhasil masuk 15 besar pada ‘Lomba Lagu Suara Antikorupsi 2017’ yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, setelah meraih juara 2 untuk region Medan. Lagu Demo Integritas ini akan menjadi salah satu dari 15 lagu pada album lagu kompilasi ‘Suara Antikorupsi’ volume 2, yang akan dirilis oleh KPK RI saat malam grandfinal, Jumat 3/11/2017, di Jakarta nanti.


"Dalam masing-masing regional akan diambil 3 pemenang dan karyanya akan masuk dalam album kompilasi 'Suara Antikorupsi vol.2' yang diproduseri oleh musisi Tanahair," kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK RI pada siaran persnya.


Lagu Demo Integritas ini liriknya ditulis oleh Sastri Bakry, salah seorang pendiri Sumbar Talenta, dan lagunya ditulis oleh Erfan Lubis, juri tetap ajang audisi kesenian Sumbar Talenta. Sedangkan musiknya diaransemen oleh Heru Erlangga, di studio musik Soni Audeo Record - Padang.



"Pesan yang ingin saya sampaikan pada lagu Demo Integritas ini adalah untuk menyentuh nurani masyarakat, agar integritas itu dapat diaplikasikan dalam hidup keseharian, senada kata dan aksi, untuk memberantas korupsi.

Festival ini penting dilaksanakan sampai kiamat, untuk menolak korupsi, dan untuk membangun integritas di jalan budaya. Berharap lagu-lagu di album itu nanti tidak sekadar dikompilasi saja, tapi disuarakan secara terus menerus, di channel-channel televisi, dan frekuensi-frekuensi radio," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, yang juga adalah Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia


Lirik lagu Demo Integritas ini adalah puisi yang ditulis oleh Sastri Bakry dan digubah menjadi lagu oleh Erfan Lubis.
"Proses kreatif yang saya lalui dalam membuat lagu ini, pertama dengan memahami tujuan lagu ini diciptakan, kedua memilih beat yang cocok dan sesuai dengan syair yang akan dinyanyikan. Dan saya berusaha menyesuaikan dengan selera umum, yang kira-kira dapat memancing semangat penyanyi dalam menyanyikannya. Lagu ini saya usahakan untuk gampang dinyanyikan dan mudah dihafal. Kita bersyukur atas terpilihnya lagu ini, sebagai salah satu yang terbaik. Sukses lagu itu tergantung pada selera masyarakat nantinya. Jadi, ranking sekarang tidaklah menentukan, apakah lagu kita bagus atau tidak, bisa jadi lagu kita yang paling diminati, atau sebaliknya," kata Erfan Lubis, yang kesehariannya adalah Dosen di Fakultas Bahasa dan Seni - Universitas Negeri Padang.




[caption id="attachment_34027" align="aligncenter" width="468"]Sosialisasi lagu 'Demo Integritas' Sumbar Talenta, di Pelataran Parkir GOR. H. Agus Salim - Padang Sosialisasi lagu 'Demo Integritas' Sumbar Talenta, di Pelataran Parkir GOR. H. Agus Salim - Padang[/caption]

Untuk mensosialisasikan lagu Demo Integritas ini, Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Sumatra Barat beserta Sumbar Talenta, menampilkan lagu ini pada hari Minggu pagi, 24 September 2017 di Pelataran Parkir GOR H. Agus Salim – Padang, yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Kota Padang dan sekitarnya.



"Kami berkesempatan untuk menjelaskan pada masyarakat tentang makna dan poin-poin penting dari integritas itu, dan aplikasinya pada kehidupan sehari-hari," kata Sastri Bakry.

Andha Zulfirman, Koordinator Sumbar Talenta Organization gembira pada keberhasilan lagu Demo Integritas ini, dan mengatakan "Ucapan terima kasih kepada Allah SWT. atas keberhasilan ini. Selamat untuk Tante Sastri dan Om Erfan yang telah menulis lagu Demo Integritas. Semoga pesan lagu Demo Integritas tersebut bisa diterima masyarakat dengan baik, sehingga yang mendengar lagu ini bisa mengambil kesimpulan, dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya. Semoga bermanfaat dan berguna untuk rakyat Indonesia, dan semoga integritas membudaya bagi bangsa Indonesia. Di samping lagu kita dijadikan salah satu lagu di album kompilasi, kita juga berharap, semoga KPK memberi kesempatan kepada Sumbar Talenta, untuk selalu bisa ikut serta dalam Kampanye Antikorupsi, lewat kesenian."


Videoklip lagu ‘Demo Integritas’ dari Sumbar Talenta sudah dapat kita nikmati pada link YouTube berikut ini; https://youtu.be/W_o6tFfIqUQ  (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok. Pribadi

Share:

Empat Perantau Muda Minang Prakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017di Bandung

Jenni Murlita, Dia Anggraini, Celi Parlina, dan Andika Cendikia, para pemrakarsa FKM 2017 di Bandung
Padang (WartaMerdeka.id) - Puncak kemeriahan Festival Kampoeng Minangkabau 2017 yang berlangsung dari tanggal 21 September - 1 Oktober 2017 di Metro Indah Mall - Bandung, akan ditutup dengan Kesenian Irama Minang (KIM). Permainan KIM yang akan ditampilkan pada malam penutupan, Minggu 1 Oktober 2017 ini, dimulai dari jam 20.00 - 22.00 WIB.

Festival ini diprakarsai oleh Jenni Murlita (finance and show content), Andika Cendikia (concept), Dia Anggraini (media social pragmatist), dan Celi Parlina (relationship master). Mereka adalah empat orang generasimuda asal Sumatra Barat yang tinggal diperantauan, yang ingin melestarikan kuliner, kesenian dan kebudayaan Minangkabau dengan mengenalkannya pada masyarakat perantau Minang dan masyarakat setempat, secara berketerusan.

"Sejauh manapun engkau merantau, darah minang akan melekat di tubuhmu. Zaman pasti berubah. Tapi, adat dan budayamu, jangan. Itu adalah warisan terbesar dari nenek moyangmu. Banggalah jadi gadih Minang. Gadih Minang babaju kuruang," kata Dia Anggraini, yang juga dikenal dengan nama Ghea Mirrela dalam dunia kepenulisan.

Permainan KIM yang akan dibawakan oleh Mak Pono dan Upiak Unyuik bersama tim keseniannya pada malam penutupan festival ini nanti, siap untuk menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Pada permainan tradisi asal Pariaman - Sumatra Barat ini, para penonton diminta untuk melingkari angka pada kertas yang dibagikan oleh pemandu KIM, sesuai angka-angka yang disebutkan pada lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi KIM. Penonton yang memperoleh sederet angka penuh pada kertasnya, berhak memperoleh hadiah menarik dari panitia. Para penonton yang ikut permainan ini tidak dipungut biaya.

Festival Kampung Minangkabau 2017 Bandung ini juga dimeriahkan oleh penampilan para mahasiswa dari USBM Telkom, dengan membawakan: Tari Piriang, Tari Lauik Sijombang, Tari Pasambahan, dan Randai.

Selain penampilan musik tradisi, nyanyian tradisi, tarian tradisi, dan KIM, Festival Minangkabau 2017 Bandung ini diselerakan oleh wisata kuliner, 25 stand yang disediakan oleh panitia terisi penuh, dengan beragam sajian kuliner asli Minangkabau, dan dapat dikunjungi setiap harinya selama pelaksanaan acara, dari jam 09.00 – 21.00 WIB.

Nasi Padang yang terkenal dengan rendangnya, ternyata juga ada beragam masakan asli Sumatra Barat yang tak kalah menerbitkan selera. Pada festival ini lidah kita bisa digiurkan oleh nikmatnya; martabak Kubang Hayuda, sate Danguang-Danguang, soto Padang, bika Mariani khas Pariaman, karupuak kuah, sala lauak, teh talua, nasi kapau, es tebak, cindua minang, dan beragam sajian lainnya, yang dirindukan oleh para perantau Minang. Selama pelaksanaan berlangsung, festival ini dihadiri oleh warga Bandung dan sekitarnya, juga dari kalangan artis ibukota, dan wisatawan mancanegara.

"Nasi Padang itu kita membeli rasa, bukan gengsi. Harganya yang relatif mahal disebabkan masakan Padang itu kaya rempah. Ada banyak bumbu untuk satu jenis masakan. Dan pada jenis masakan tertentu dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Ironinya, kadang kita rela membayar ratusan ribu untuk jenis masakan luar negeri, yang bahan bakunya murah, demi sebuah gengsi. Mari kita cintai masakan tradisi daerah kita sendiri," tambah Dia Anggraini. (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok Pribadi
Share:

Digemari di Luar Negeri, LARA Dilirik Penikmat Musik Tanah Air

LARA saat talkshow di stasiun radio RRI PRO 2 FM - Padang
Padang (WartaMerdeka.id)  - Sukses dengan single 'Negotiation' dan 'Kamu', LARA makin serius menekuni karir musiknya. Penyanyi Jakarta asal Surabaya ini kembali merilis single terbarunya, yang berjudul sama dengan namanya, 'Lara'.

Terkait dengan rilis single terbarunya ini, penyanyi Jakarta asal Surabaya ini berkunjung ke Kota Padang, dari tanggal 21 - 24 September 2017. Selama di Padang, Perwira Entertainment telah menyiapkan beberapa agenda acara untuk LARA; talkshow di stasiun radio (Sushi FM, Arbes FM, RRI Pro 2 FM, Warna FM), talkshow di PadangTV, dan live perform bareng Rizky Febrian dan Yuni Shara, di Pangeran Beach Hotel.

"Single perdana 'Negotiation', adalah lagu yang aku tulis sendiri, liriknya full english, dan mastering dilakukan di UK. Lagu ini sempat menduduki anak tangga lagu di Inggris, dan juga menembus beberapa radio di Singapura, Hongkong, Malaysia, Inggris, dan Australia. Pada single ke dua 'Kamu' aku bawain lagu karya Dhody Kangen Band. Dan untuk single terbaru 'Lara', aku sendiri yang tulis lagunya," kata LARA, penyanyi kelahiran Surabaya, 6 Maret 1995, mahasiswi di Paramadina University.

Lagu Lara menjalani proses rekaman di Delapan Studio & Fajar (Jion Studio), dan mastering di Sage Audio Nashville (US). Musik dan vokal digarap CongQ, yang didukung oleh beberapa musisi; Adre Rico (piano), Putra Jion (gitar), Qelly (drum), Marcos Mamahani (saxophone), dan maestro violin Indonesia 'Hendri Lamiri' (string).

"Single ketiga berjudul 'Lara' ini menawarkan warna yang berbeda dari single sebelumnya, yang cenderung lebih cheer up, meski tetap happy tapi ada galau-galaunya. Lagunya berkisah tentang seseorang yang kangen dengan seseorang lainnya, tapi tidak kesampaian, karena mereka tidak mungkin bertemu. 'Miss you right now' pada liriknya jadi ruh di lagu ini," kata LARA, yang mengundang penasaran warga Kota Padang saat telpon talkshow interaktif di radio.

Semua karya lagu yang telah dirilis LARA mengusung genre musik berbeda-beda, namun karakter vokal RNB menjadi benang merahnya. Karakter vokal yang cukup jarang dimiliki penyanyi di Indonesia, ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi LARA untuk mendapat ruang di hati penikmat musik di Tanahair.

"Poinnya jadi penyanyi itu kan vokal, sedangkan vokal di Indonesia tidak akan banyak beda notasi. Lagu juga begitu-begitu juga, dan penyampaianpun mentok-mentoknya juga begitu-begitu aja, di luar negeri begitu juga. Untuk aku, lebih kepada be myself, secara vokal natural keluar, cukup jadi diri sendiri agar menjadi ciri khas sendiri," tambah LARA, yang merilis lagunya secara indie dan dipublish oleh Aquarius Musikindo.

LARA juga mengatakan, tengah melakukan event lomba covering untuk lagu Lara. Infonya dapat diakses melalui akun sosial medianya, ‘larassyp’, dan lagu Lara sudah dapat dinikmati pada link Youtube berikut ini; https://youtu.be/TJLQgomm1_4 . (M. Fadhli) | Foto : Dok. Istimewa

Share:

Penjelasan Menko Polhukam tentang Isu Politik Terkini

Jakarta (WartaMerdeka) – Guna menghindari polemik yang berkepanjangan, maka Menko Polhukam mengeluarkan Press Release Ada dua hal yang tercantum dalam press realease tersebut. Pertama, mengenai adanya polemik pemutaran kembali Film Penghianatan G.30S/PKI, dan ajakan untuk nonton bareng bagi beberapa instansi, menurut Wiranto (Menko Polhukam) merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan.
Kedua, mengenai informasi dari Panglima TNI tentang adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5.000 pucuk senjata standard TNI, menurut WIranto tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas.
Setelah dikonfirmasi kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait, terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD (bukan 5000 pucuk dan bukan standar TNI) oleh BIN untuk kepentingan pendidikan intelijen.
Menurutnya, pengadaan seperti ini ijinnya bukand ari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri. Dengan demikian prosedur pengadaannya tidak secara spesifik memerlukan kebijakan Presiden.
Demikian penjelasan dari Press Release tersebut, agar kiranya tidak lagi menjadi polemik di masyarakat.
Foto : Istimewa
Share:

TMMD Kodim Aceh Utara Akan Bedah Rumah Masyarakat Miskin

Lhokseumawe, (WartaMerdeka) – Kodim 0103 Aceh Utara melalui program TMMD(TNI Manunggal Membangun Desa) akan turun membantu masyarakat, mulai dari membedah rumah tidak layak huni hingga membuka jalan. Hal ini dikatakan Dandim ketika dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Jum’at (22/09)

“Ya kita akan bedah rumah milik Ibu Nurhayati (45) di dusun Darusalam dan Bapak Razali Arahman (51) dusun Tumpuk Mesjid desa Alue Dua Kecamatan Nisam Antara yang menjadi skala prioritas karena kondisinya sudah tidak layak untuk di tempati,” tuturnya.
Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari kegiatan TMMD Reguler ke 100 sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat yang kurang mampu serta salah satu upaya membantu Pemda dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara, pungkas Dandim
Foto : Kodim 0103 Aceh Utara
Share:

Lagu ‘Republik Sulap’ Amir Roez Mantan Vokalis Elpamas Setajam Lagu‘Pak Tua’

PADANG  (WartaMerdeka) - Amir Roez, penyanyi yang pernah menjadi vokalis grup musik Elpamas, merilis album bertajuk 'The Album AmirRoez', featuring dengan musisi pelopor reggae di Indonesia, Tony Q Rastafara. Album yang dirilis bulan September 2017 ini, konsep dan proses produksinya dikerjakan dalam waktu satu tahun, dan digarap di tiga studio; DSS Studio, Gana Studio, dan 9 Pro Studio.

The Album AmirRoez yang mengusung tema sosial kehidupan dan semangat untuk meraih kesempatan menang dalam hidup ini, berisi lima lagu; Blue Jeans Boetoet (karya Tony Q Rastafara), Ada Hati Ada Cinta, Ada Rindu Ada Pulang (karya Yono Slalu), The Winner (karya Oetje F. Tekol), Jangan Berpaling (karya Amir Roez), dan Republik Sulap (karya Tony Q Rastafara).

Lirik lagu Republik Sulap mengingatkan kita pada lagu Pak Tua milik Elpamas, yang begitu tajam mengkritik pemerintahan. Lagu ini jadi satu kekuatan tersendiri bagi The Album AmirRoez.
"Semua lagu di dalam mini album ini adalah lagu baru yang belum pernah direkam. Tantangan mewujudkannya adalah waktu juga biaya dan keraguan. Tapi karena tanggungjawab moral sebagai musisi, maka 'harus' jadilah mini album ini. The Album AmirRoez ini mengandalkan lagu Blue Jeans Boetoet, lagu yang memuat pesan bahwa segala sesuatu itu akan tiba waktunya menjadi usang atau tua, tapi tetap berguna. Dengan berjalannya waktu, maka kita mesti sadar pada perputaran nasib," kata Amir Roez, ketika diwawancarai, Sabtu 16/9/2017.

Untuk menghasilkan karya yang makin berkualitas, album lagu ini didukung oleh para musisi yang sudah lama berkiprah di dunia musik, seperti; Noldy B Pamungkas (gitaris Erwin Gutawa Orchestra), Mahir Blues (gitar), Brig. Nuryadin (gitar), Masri A Piliang (gitaris New Rollies), Oetje F Tekol (bassis The Rollies), Tony Q Rastafara (bass), Edi Daromi (keyboardis band Iwan Fals), Amir Roez (keyboard), Darsyah (drum), Indra F Hakim (drum), Ossa Prima (drum), dan Krisna Waluyo Suryowidjoyo (Harmonika).

"Saya sengaja bersama Tony Q Rastafara dalam menggarap album ini, karena adalah sahabat seperjuangan saya dalam bermusik dan juga dalam kehidupan. Saya berteman dengannya sudah lebih dari 34 tahun, he he. Jadi ada semacam kesamaan pandangan dalam hidup, termasuk dalam bermusik. Saya selalu ingin semangat untuk berkarya. Kalaupun jatuh, bangun lagi. Tak ingin menyerah, karena hidup ini indah. Dan album ini merupakan bentuk pengendapan pemikiran dan kepasrahan, sebuah proses bagi saya agar menjadi lebih dewasa dalam bermusik," tambah Amir Roez.

Keberadaan Amir Roez di blantika musik Indonesia sudah mengukir sejarah panjang. Bermula jadi vokalis di album Anak Jalanan dan Kembang-kembang Metropolitan (1984), vokalis album Suara Persaudaraan (garapan James F. Sundah and Friends). Juga menjadi vokalis beberapa soundtrack film; Anak-Anak Malam (Rano Karno - 1985), Macan Kampus (Rano Karno - 1987), Catatan si Boy II (1988), Kristal-Kristal Cinta (1990), Catatan si Boy IV (duet Rita Effendi - 1990). Juga pernah album duet dengan Neno Warisman (1990).
Amir Roez juga pernah menjadi vokalis pada grup musik; Rit Band, Dimensi Band, Sinema Band, Big City Blues, Elpamas, dan juga vokalis pada beberapa album garapan musisi ternama di Indonesia. Amir Roez juga pernah menulis lagu untuk beberapa penyanyi, dan juga mengisi beberapa jingle iklan produk bermerek di Indonesia. Saat ini Amir Roez juga masih aktif sebagai pelatih vokal dan juri nasional tingkat SMA untuk kategori solo vokal di FLS2N, kerjasama dengan Kemendikbud.

The Album AmirRoez merupakan album solo ke dua bagi Amir Roez, setelah 28 tahun yang lalu merilis album solo pertamanya, Goyang Dunia (1989). Kegiatan promo untuk The Album AmirRoez ini selain melalui panggung, juga melalui pemutaran di stasiun radio pada beberapa kota di Indonesia. Dan album ini dipasarkan secara digital lewat manajemen Salam Damai Production, juga melalui penjualan langsung dengan menghubungi 082123709450.

“Halo pecinta musik Indonesia, mari selalu jadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negeri budaya yang kaya ini. Salam damai selalu,” sapa Amir Roez menutup wawancara.
Videoklip lagu andalan di The Album AmirRoez yang berjudul ‘Blue Jeans Boetoet’ sudah tersedia di link Youtube berikut ini; https://youtu.be/dRYpebt6IdU .
(MUHAMMAD FADHLI)

Foto; Poster Amir Roez. (Dok. Pribadi)
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip