Kemilau Sumbar Talenta di Langit Eropa

Padang (WartaMerdek) – Berdasarkan buku Atlantis The Lost Continent Finally Found yang ditulis oleh Prof. Arysio Nunes dos Santos, Ph.D, seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi asal Brasil, Indonesia dikatakan sebagai negeri Atlantis yang hilang, merujuk kepada kesuburan alam serta kekayaan seni budaya yang dimilikinya, sehingga menjadi surga bagi masyarakat dunia untuk menikmati liburan demi melepas penat rutinitas di jiwa.

Minangkabau merupakan alam pemikiran di Sumatra Barat, adalah satu kekayaan seni dan budaya milik Indonesia. Negeri yang berada di pesisir barat pulau Sumatra ini terdapat beragam jenis tempat kunjungan wisata, mulai dari pantai, pegunungan, ombak tertinggi di dunia untuk penggila surfing, ngarai, goa, sungai, danau, pulau, dan lainnya.

Desa Pariyangan, sebagai desa terindah di dunia juga berada di Sumatra Barat, dan Sumatra Barat juga memiliki Rendang yang ditetapkan sebagai masakan terlezat di dunia. Masih banyak kekayaan seni budaya dimiliki Sumatra Barat untuk dapat dijadikan ikon wisata, tinggal dikemas dengan baik agar jadi katalis selera bagi kunjungan wisata domestik dan mancanegara, seperti; keunikan rumah adatnya, beragam kuliner menggugah selera, seni silat dan randai, seni tari, seni musik tradisi dan lainnya.

Kekayaan seni dan budaya yang dimiliki tentu tidak cukup dengan itu saja untuk menarik minat kunjungan wisata dunia. Berkenaan dengan itu, komunitas seni Sumbar Talenta, binaan Sumbar Talenta Organization, yang dibentuk oleh Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumatra Barat, melakukan konser seni dan budaya di Croatia, atas undangan Medunarodna Smota Folklora Zagreb – Croatia, dalam rangka ajang tahunan The 51'st International Folklore Festival. Pada tahun ini diselenggarakan di kota Zagreb, ibu kota negara Croatia, dari tanggal 19 – 23 Juli 2017.

Sumbar Talenta mewakili Indonesia di festival kesenian rakyat dunia ini, yang juga diikuti oleh 50 negara lainnya, seperti; Argentina, Brazil, Italia, Macedonia, Paraguay, Spanyol, Amerika Serikat, Turki, Canada, Irak, tuan rumah Croatia, dan lainnya. Selain di Kota Zagreb, Sumbar Talenta tampil di beberapa kota di Croatia, dan sudah dijadwalkan untuk melakukan pertunjukan kesenian dan kebudayaan setiap harinya, selama pelaksanaan festival ini. Sumbar Talenta membawa konsep Enchanting of Minangkabau (Kemilau Ranah Bundo) ke Croatia, dengan menyiapkan pertunjukan Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring, Peragaan Busana Minangkabau oleh Bundo Kanduang, dan lagu-lagu tradisi Minangkabau.

“Duta Besar RI di Croatia, Syachroedin Pagar Alam, menyambut dengan antusias penampilan Sumbar Talenta di The 51’st International Folklore Festival. Dari banyak negara peserta, Sumbar Talenta dari Indonesia sebagai satu-satunya delegasi dari Asia yang memberikan warna lain pada festival ini, dibanding negara-negara dari benua Amerika dan benua Eropa. Penampilan paket seni Sumbar Talenta dan peragaan pakaian adat Minangkabau dari ibu-ibu HWK Sumbar juga mendapat sambutan hangat dari tuan rumah, dan memukau para penonton," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, salah seorang pendiri Sumbar Talenta, yang ikut mendampingi Sumbar Talenta ke Croatia.

Sastri Bakry juga mengatakan, “Saat gladiresik untuk penampilan hari ketiga, detik perdetik dihitung oleh stage manager dan crew televise. Jika durasinya berlebih, langsung dihentikan mereka, karena acara disiarkan secara langsung pada media televisi di Gradec- Croatia. Dan penampilan Sumbar Talenta juga dihadiri oleh Walikota Zagreb, Menteri Pendidikan, dan Direktur IFF, serta VIP lainnya. Alhamdulillah, festival ini selain menampilkan etnographic heritage of banovina and the Una River region Majur dari provinsi sekitar untuk promosi daerahnya, Indonesia termasuk di antara lima negara terpilih untuk ikut mempromosikan kesenian dan kebudayaannya.”

Kita mesti belajar pada India, Korea, Afrika Selatan, bagaimana mereka mampu membuat perekonomian negaranya jadi maju pesat dengan mengeksplor seni dan budaya. Kemilau Sumbar Talenta di langit Eropa yang berusaha memukau pandangan penduduk dunia dengan pamor kesenian dan kebudayaan Minangkabau ini, tentu kita harapkan terus bersinar. Kerjasama antara pegiat seni, budayawan, sejarahwan, dengan pemerintahan, secara terpola dan berkelanjutan tentu sangat dibutuhkan. Agar kemilau ini menjadi bintang, bukan sekadar kilau letupan mercun yang kemudian hangus dan kembali jatuh ke bumi.

Sumbar Talenta telah duapuluhlima kali melakukan pertunjukan di luar negeri. Wajarkan saja bila julukan ‘pejuang kesenian dan kebudayaan’ kita sematkan di dadanya. (*)

M. Fadhli
Share:

Sumbar Talenta Wakili Indonesia di International Folklore Festival ke51 Croatia

PADANG (WartaMerdeka) Memenuhi undangan dari Medunarodna Smota Folklora Zagreb - Croatia, Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumbar mengirim Sumbar Talenta untuk tampil konser di ajang pertunjukan kesenian rakyat ‘The 51’st International Folklore Festival’, yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 - 23 Juli 2017 di kota Zagreb, Croatia. Rombongan Sumbar Talenta yang terdiri dari 24 orang, telah diberangkatkan pada hari Minggu, 16 Juli 2017.

"Rombongan Sumbar Talenta ini mengikutkan pemenang pertama Sumbar Talenta XII, sebagai realisasi dari hadiah yang telah kami janjikan. Dan secara keseluruhannya adalah para grand finalis Sumbar Talenta I hingga XII, yang aktif bergiat di Sumbar Talenta Organization (STO), serta para bundo kanduang dari HWK Sumbar," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, dan salah seorang pendiri Sumbar Talenta.

Sumbar Talenta membawa konsep Enchanting of Minangkabau (Kemilau Ranah Bundo) ke Croatia, dengan menyiapkan pertunjukan Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring, Peragaan Busana Minangkabau oleh Bundo Kanduang, dan lagu-lagu tradisi Minangkabau. Sumbar Talenta menjadi wakil dari Indonesia untuk tampil di The 51’st International Folklore Festival di Zagreb – Croatia ini.

"Persiapan untuk tampil di Croatia sudah kami lakukan sejak bulan Februari 2017, didukung oleh ibu-ibu dari HWK Sumbar dan teman-teman di STO," kata Yeni Zafitri, Ketua Harian HWK Sumbar, ketika kami wawancarai, Minggu (16/7/2017).

Selain Sumbar Talenta, The 51'st International Folklore Festival ini juga diikuti oleh komunitas seni dari beberapa negara lain, seperti; Argentina, Brasil, Italia, Macedonia, Paraguay, Spanyol, dan dua komunitas seni dari Amerika Serikat dan Turki. Sebagai tuan rumah, Croatia mengikutkan 26 komunitas seninya dan juga komunitas seninya yang berkiprah di Bosnia, Herzegovina, dan Serbia. Adapun nama-nama peserta dari Sumbar Talenta adalah Sastri Bakry, Emma Yohanna, Remon, Yeni Zafitri, Era, Ermiwati, Zusneli, Hallen, Linda, Rini, Mimi, Andha Zulfirman, Harhy Syafmitha, Rezi, Rifki, Fris, David, Agung, Beping, Fanny Firgina Aura, Salsa, Laura, Yani, dan Tata.
Sesuai informasi dari Zeljka Janes Beneti, Produser The 51'st International Folklore Festival, Sumbar Talenta akan menampilkan pertujukannya setiap hari selama berada di Croatia, sebagaimana jadwal berikut ini;

19 Juli 2017: di Gedung Ban Jelacic Square - Kota Zagreb, jam 10.00, waktu setempat.

20 Juli 2017: di Gedung Ban Jelacic Square - Kota Zagreb, jam 10.00, waktu setempat. Pada malam harinya tampil di Kota Sveta Nedelja, Kabupaten Istria. Sumbar Talenta tampil bersama negara-negara peserta The 51'st International Folklore Festival.

21 Juli 2017: di Stage Gradec, Kota Zagreb, jam 21.00, waktu setempat.

22 Juli 2017: di Gedung Ban Jelacic Square, Kota Zagreb, jam 10.00, waktu setempat. Pada malam harinya tampil pada Harvest Festivities di Kota Zapresic.

23 Juli 2017: di Gedung Ban Jelacic Square - Kota Zagreb, jam 10.00, waktu setempat. Pada malam di Palace Dverce - Kota Zagreb, reservasi bagi negara yang ingin ikut berpartisipasi di International Folklore Festival berikutnya.

"Sudah lebih dari 25 kali membawa Sumbar Talenta konser di luar negeri, baru kali ini tanpa didampingi oleh drg. Riflaini, Ketua Harian HWK Sumbar yang telah mendahului kita. Tapi kami tetap optimis dan semangat untuk tampil di IFF ke 51 ini," kata Sastri Bakry, yang juga adalah Inspektur Khusus di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Sastri Bakry juga mengatakan, "Untuk mempersiapkan penampilan di The 51'st International Folklore Festival di Croatia ini, pasti ada kendalanya. Yang menyedihkan, perhatian Pemerintahan Provinsi tidak ada, walaupun sudah kami minta untuk melihat anak-anak tampil. Namun berkat rasa kekeluargaan yang cukup erat antara sesama pengurus, jadi mempermudah kami untuk saling bekerjasama dalam mengangkat kesenian tradisi dan kebudayaan Minangkabau di luar negeri, dan juga belajar dari pengalaman sebelumnya. Semoga saja penampilan Sumbar Talenta di Croatia nanti dihadiri oleh Duta Besar Indonesia beserta staf di Croatia."

"Kesenian tradisi dan kebudayaan Minangkabau sungguh luar biasa, anggun dan mewah. Kita semua harus merawatnya," pungkas Sastri Bakry menutup wawancara. (M. Fadhli) | Foto : Talenta Organization
Share:

Mentawai Akan Buka Rahasia Racikan Racun pada Alat Panah Tradisionalnya

PADANG (WartaMerdeka.id) Berwisata ke Mentawai, jajaran kepulauan terdepan di Samudera Hindia, Provinsi Sumatera Barat, jangan jadi mimpi terus. Tiba saatnya untuk segera diagendakan berwisata ke daerah yang memiliki tujuh keunikan dunia, yang tiada duanya. Dalam waktu dekat, tanggal 26-28 Juli mendatang, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, menggelar Festival Panah Tradisional Mentawai untuk pertama kalinya, di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Pulau Siberut.


“Wisatawan Nusantara dan Mancanegara yang berkunjung untuk menyaksikan Festival Padang Tradisional Mentawai ini tidak saja sekadar menyaksikan lomba memanah dengan alat panah tradisional, tetapi juga bisa mengetahui bagaimana meracik racun anak panah yang selama berabad-abad dirahasiakan dan menjadi senjata andalan masyarakat Mentawai,” kata Desti Seminora, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, dalam bincang-bincang hari Jumat (07/07/2017) di Tuapeijat, Pulau Sikakap, Mentawai.


Desti Seminora, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai

Desti Seminora menjelaskan, panah yang dalam bahasa Mentawai “rourou” bagi laki-laki Mentawai adalah benda penting yang selalu dibawa, terutama kalau pergi ke hutan. Fungsi utama panah bagi laki-laki Mentawai adalah sebagai senjata jika menemukan binatang buruan yang kemudian dibawa pulang ke rumah untuk dimakan sekeluarga. Dan panah adalah benda yang selalu ada di rumah orang-orang Mentawai.

Hampir semua panah Mentawai dibubuhi racun yang tujuannya untuk mempercepat kematian binatang buruannya. Bahan racun panah Mentawai berasal dari tumbuhan yang diracik secara khusus yang kemudian dioleskan pada ujung anak panah. Jika tepat sasaran maka seketika buruan akan lemas terkena racun panah tersebut. Manusia juga harus berhati-hati agar tidak tersentuh racun tersebut. Tersedia juga obat penawar dari racun yang juga diracik dari tumbuhan yang berasal dari hutan sekitar rumah.


“Panah adalah sesuatu yang sudah dikenalkan pada semua anak laki-laki Mentawai bahkan kepada anak balita, pengenalan benda ini biasanya dirayakan dengan pesta adat. Tentunya dengan jenis panah yang berbeda sesuai dengan usia dari anak laki-laki tersebut,” ujar Desti.


Akan tetapi seiring dengan modernisasi yang mulai memasuki Mentawai, demikian Desti menegaskan, telah terjadi pergeseran pemakaian senjata khas berburu Mentawai yakni mulai menggunakan senapan angin daripada panah itu sendiri. Dan melalui kegiatan Festival Panahan Tradisional Mentawai ini, ditanamkan kembali kecintaan dan kebanggaan bagi masyarakat Mentawai tentang budayanya sendiri yakni salah satunya adalah “rourou” Mentawai.


Menurut Desti, Festival Panah Tradisional Mentawai ini selain bertujuan untuk pelestarian nilai-nilai luhur kebudayaan Mentawai dan upaya penyatuan para pemanah tradisional Mentawai, juga untuk mengangkat budaya Mentawai yang unik dan eksotis sebagai kalender tahunan event pariwisata Mentawai.


Sekaligus untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Mentawai.Memperkenalkan kembali benda budaya Mentawai yakni panah Mentawai yang merupakan senjata khas Mentawai.


Menanamkan rasa bangga dan cinta generasi muda Mentawai akan budaya Mentawainya sendiri dan menjaring bibit-bibit pemanah tradisional yang andal yang bisa menjadi cikal bakal atlet panah nasional.


Karena itu, peserta terbuka bagi siapa saja. Bahkan pihak panitia juga mengundang atlet panahan nasional dan provinsi di Indonesia untuk berpartisipasi, uji nyali memanah dengan alat panah tradisional khas Mentawai.


Didampingi Kabid Pemasaran Aban Barnabas Sikaraja dan Kasi Sarana Promosi Kepariwisataan, Kepala Dinas Pariwisata Pemudan dan Olahraga Desti Seminora menambahkan, pada Festival Panah Tradisional Mentawai juga akan ditampilkan tarian Mentawai oleh Sikerei dan bazar cendera mata serta kuliner khas Mentawai.


“Jadi ini kesempatan langka bagi wisatawan untuk menambah pengetahuan dan menikmati seni-budaya dan keindahan alam Mentawai, khususnya Pulau Siberut yang menjadi paru-paru dunia dengan jenis kera endemik seperti joja, bokkoi, simakobu, dan beragam jenis hutan yang asri dan lestari di kawasan Taman Nasional Siberut Selatan,” kata Desti Seminora.


(Yurnaldi / M. Fadhli)


red
Share:

Menari di Atas Pecahan Kaca, Sumbar Talenta Pukau Dunia

Padang (WartaMerdeka) - Setelah menampilkan kesenian dan kebudayaan Minangkabau di festival dunia 'The 51'st International Folklore Festival' 19 – 23 Juli 2017 di Croatia, rombongan Sumbar Talenta bersama bundo kaduang dari ibu-ibu Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Sumatra Barat kembali tiba di Ranah Minang, pada hari Rabu 26 Juli 2017, jam 08.15 WIB.

Perjalanan pulang dari Bandar Udara Franjo Tudman Zagreb – Croatia dengan melakukan dua kali transit, untuk sampai di Bandara International Minangkabau (BIM) - Padang Pariaman. Pertama di Dubai International Airport, dan keduanya di Kuala Lumpur International Airport.

"Melihat dari dokumentasi foto dan video, kami ikut bangga dengan penampilan Sumbar Talenta di Croatia. Mereka ini adalah industri kreatif bagi Sumatra Barat. Namun, apa yang telah mereka berikan pada Sumatra Barat pada saat ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah provinsi," kata Yasnida Syamsuddin, Wakil Ketua HWK Sumbar, ketika menyambut kedatangan rombongan.

Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, salah seorang pendiri Sumbar Talenta, yang ikut mendampingi Sumbar Talenta ke Croatia mengatakan, "Pengalaman paling berharga selama di sana, kami sebelum pertunjukan diundang secara khusus untuk menghadiri pesta tradisi panen gandum. Mereka menyanyi, menari, makan minum dengan bersama-sama. Kami juga diajak menyabit gandum, menikmati gandum mentah langsung dari batangnya dan yang telah diolah menjadi kue. Kami menghadiri pesta tradisi itu dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau, sehingga mereka berebut minta foto bersama."

Kesuksesan Sumbar Talenta di pesta kesenian rakyat sedunia ini juga disampaikan oleh Hj. Haslinda, S.Pd, MM, Wakil Ketua HWK Sumbar, yang juga ikut mendampingi Sumbar Talenta ke Croatia, waktu kami wawancarai di BIM saat kedatangan kembali di Ranah Minang, "Para penonton di sana takjub melihat penampilan Sumbar Talenta, terutama dengan Tari Piring, mereka sangat terpukau melihat penari melonjak-lonjak di atas pecahan kaca. Bagitu juga mendengar permainan alat musik Talempong, unik dan baru bagi mereka."

Sumbar Talenta terus melakukan penjaringan dan pembinaan bakat bagi generasimuda di Sumatra Barat. Pada tahun 2017 ini, ajang audisi tahunannya telah digelar untuk ke duabelas kalinya.

Menghadiri The 51'st International Folklore Festival di Croatia ini, Sumbar Talenta juga mengikutkan Thata Zata Lini, juara pertama Sumbar Talenta XII, sebagai realisasi dari hadiah yang telah dijanjikan.

"Saya bangga bisa ikut membawa kebudayaan kita ke kancah international, dan menikmati rasa kebersamaan yang ada di Sumbar Talenta. Dan banyak pengalaman lainnya saya dapatkan," kata Thata, yang sempat jadi foto sampul pada suratkabar di Croatia.

Sementara itu, Hallen, Sekretaris HWK Sumbar juga mengatakan, "Penampilan Sumbar Talenta mendapat apresiasi dari Walikota Zagreb dan Duta Besar Indonesia untuk Croatia. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari Asia yang mengikuti The 51'st International Folklore Festival di Croatia, Sumbar Talenta secara tidak langsung menjadi wakil Asia untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan di festival kesenian rakyat sedunia ini. Dari 50 negara peserta, Indonesia termasuk dari lima negara yang diberi kesempatan untuk ikut pada pesta tradisi panen gandum di sana, untuk menampilkan kesenian dan kebudayaan Minangkabau. Sumbar Talenta menampilkan Tari Pasambahan, Tari Indang, dan Tari Piring."

Haslinda juga mengatakan. “Sebagai bentuk apresiasi dari Walikota Zagreb, HWK Sumbar diberi cinderamata berupa pigura berisi maket kota Zagreb. Dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Croatia berniat mengundang dan mendanai Sumbar Talenta untuk tampil pada perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang diadakan di Croatia nantinya. Melihat penampilan Sumbar Talenta, negara India dan Taiwan mengundang Sumbar Talenta untuk menampilkan pertunjukan kesenian dan kebudayaannya pada tahun 2018 nanti.”

Sukses dengan program Sumbar Talenta Goes to Croatia 2017 ini, HWK Sumbar akan melaksanakan program kerja 2017 berikutnya, seperti bakti sosial, pendidikan guru bertalenta, agama, ekonomi. Juga mematangkan persiapan konser The Best Sumbar Talenta untuk kegiatan sastra di Brunei dan konser seni budaya di Malaysia.
“Mari berkarya merawat budaya, dengan mengapresiasi karya kita maupun karya orang lain. Tidak saatnya lagi mengecilkan orang untuk membesarkan diri sendiri, ketika orang asing sangat menghargai seni budaya Minangkabau. Entaskanlah rasa sinis yang tidak menghargai pada aktivitas yang dilakukan oleh Sumbar Talenta,” kata Sastri Bakry.

Berikut link video penampilan Sumbar Talenta menari di atas pecahan kaca pada The 51’st International Folklore Festival 2017 : https://youtu.be/CgIEyEqSEOc
Share:

Latihan Bersama TNI AL dan US Navy Siap Dilaksanakan

Surabaya (WartaMerdeka) – Untuk melaksanakan latihan bersama antara TNI AL dan United States/US. Navy dengan sandi Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2017, kedua belah pihak melaksanakan Rapat Final Planning Conference di Terrace Room Hotel Sheraton, Surabaya (13/07).
Dalam rapat yang diselenggarakan mulai tanggal 12 hingga 14 Juli 2017, Ketua Delegasi Indonesia dari TNI AL Kolonel Laut (P) Agus Hariadi dan Ketua Delegasi Amerika dari US. Navy Comdesron 7 Captain Alexis T. Walker menyampaikan bahwa sebelum melaksanakan latihan bersama Carat 2017, agar tiap-tiap kelompok melaksanakan working group discussion, sehingga rencana yang telah disepakati dapat dipertajam dan tentunya terlaksana dengan baik dan sesuai prosedur.
Selama tersebut, selain melaksanakan diskusi grup, latihan akan melibatkan kapal perang kedua negara, Pesud dari Puspenerbal dan US.Navy, serta Navy Seal, Satkopaska Koarmatim, Penyelam dan Marinir dari kedua negara yang selanjutnya melaksanakan survey lokasi yang akan menjadi tempat melaksanakan latihan.
Kegiatan Carat 2017 tidak hanya melaksanakan latihan tempur akan tetapi dalam grup Comserv dan Public Affair, serta TNI AL dan US Navy mendekatkan diri dengan masyarakat Surabaya melalui kolaborasi Joint Band ke SMA 9 Surabaya, SMA Barunawati dan Universitas Airlangga melaksanakan Performance dari Seventh Fleet Band US.Navy di Mall Tunjungan Plaza, Surabaya Town Square dan radio RRI. Selain itu adapun kegiatan sosial dari TNI AL dan US.Navy yaitu mengunjungi Sekolah Panti Asuhan Yayasan Mandiri di Sidoarjo.
Rencana kegiatan yang akan berlangsung pada September 2017, dijelaskan oleh Ketua Delegasi Indonesia, diyakini dan percaya akan profesionalisme kedua angkatan laut yaitu Indonesia dan Amerika dapat berkerjasama dalam Carat. Karena kegiatan ini merupakan kegiatan ke sekian kalinya di gelar dan semakin mempererat hubungan antara kedua negara (TQM).
Foto: Dispenarmatim
Share:

KRI Usman Harun-359 Menuju Lebanon

Surabaya (WartaMerdeka.id) – Kapal Perang Republik Indonesia/KRI Usman Harun – 359 dari Jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim menuju Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian dunia.
KRI Usman Harun akan tergabung dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/UNIFIL 2017, atau Maritime Task Force (MTF) in Lebanon XXVIII-J/UNIFIL, dan diberangkatkan langsung oleh Pangarmatim Laksda Darwanto, yang didampingi oleh Ketua Daerah Jalasenastri Armada Timur Ina Darwanto di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya (24/07).
Dalam misi perdamaian dunia ke Lebanon yang ke-10 kalinya, TNI Angkatan Laut mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL KRI Usman Harun-359, dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.T., untuk menggantikan KRI Bung Tomo-347, dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo yang saat ini masih menjalakan tugas MTF XXVIII-I/UNIFIL sejak 2016.
Sebelum acara pelepasan, Pangarmatim memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota Satgas agar selalu melaksanakan perawatan kapal dan perhatikan selalu kebersihan kapal. “Misi perdamaian PBB, para prajurit merupakan perwakilan Negara di dunia Internasional, dan akan bekerja sama dengan berbagai Negara. Untuk itu, tampilkan yang terbaik dengan cara memahami dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai mandat PBB, jaga nama baik Bangsa Indonesia dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. Pahami dan pelajari kebiasaan dalam pergaulan Internasional serta kebiasaan masyarakat setempat guna memperlancar keberhasilan tugas”, pesan Pangarmatim.
Sedangkan menurut Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut Alan Dahlan selaku Komandan Satgas MTF XXVIII-J/UNIFIL yang sempat berpamitan bersama istri dan putranya, mengatakan bahwa, KRI Usman Harun-359 akan mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon selama enam bulan, dan perjalanan laut selama dua bulan pulang pergi. Dalam pelayaran ke Lebanon, KRI yang merupakan Kapal Perang kelas Multi Role Light Frigate (MRLF) kedua, setelah KRI Bung Tomo akan singgah di Jakarta untuk melaksanakan upacara pelepasan Satgas oleh Panglima TNI (SSM).
Foto: Dispenarmatim
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar