Walikota Padang Mahyeldi Terima Hibah Film Pendek Karya Asrinaldi

Padang (WartaMerdeka) – Film pendek inspiratif berjudul ‘Ingeklah Sabalun Kanai’ garapan Asrinaldi dihibahkan kepada Pemerintahan Kota Padang. Penyerahan dilakukan oleh Asrinaldi, didampingi tim produksi, Randa dan Muhammad Fadhli, dan diterima oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP., pada hari Senin, 28 Agustus 2017, pada pukul 15.30 WIB, di ruang kerjanya, Kantor Walikota Padang – Air Pacah.
Film pendek Ingeklah Sabalun Kanai ini memberi pesan pada warga kota Padang, agar selalu waspada, dan mematuhi rambu lalu lintas, saat melewati jalur perlintasan keretapi. Mengingat masih banyaknya jalur perlintasan keretapi tanpa palang pintu, dan semoga kejadian-kejadian yang sering menelan korban tidak terulang lagi.
“Film ini belum kami publikasikan di media sosial atau media internet lainnya, karena dari awal sudah diniatkan untuk dihibahkan kepada Pemko Padang. Kami berharap, film ini dipublikasikan oleh Pemko Padang melalui situs resmi dan akun sosial medianya, juga di stasiun televisi lokal yang ada di kota Padang,” kata Asrinaldi, pegiat seni komunikasi visual, yang baru saja memperoleh gelar Master dari Insitut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Jurusan Desain Komunikasi Visual.
Acara hibah ini didahului dengan nonton bareng, dan Mahyeldi memberi apresiasi pada karya komunikasi visual para generasimuda kota Padang ini.
“Terimakasih atas karya yang dihibahkan pada Pemko Padang ini, dan akan saya teruskan ke bagian Humas Pemko Padang, dan juga akan dibahas dengan Dinas Perhubungan Kota Padang,” kata Mahyeldi.
Film pendek inspiratif ini baru saja dipamerkan pada acara Big Exhibition Sambilan Baleh, yang berlangsung 19-23 Agustus 2017 lalu, di Galeri Taman Budaya Sumatra Barat.
Asrinaldi juga mengatakan, “Selain menyampaikan pesan kewaspadaan saat melintasi jalur keretapi, film ini juga memuat pesan kesantunan berbicara, sebagaimana kato nan ampek yang diwariskan oleh leluhur dari Minangkabau, dan juga memuat pesan gemar membaca, dan giat menabung. Film ini adalah bentuk dedikasi saya pada kota Padang Tercinta sebagai pegiat seni komunikasi visual.” (Muhammad Fadhli)
 Foto : Muhammad Fadhli
Share:

Mentawai Gelar Festival Muanggau

Pantai Mapadegat, Sipora, Tuapeijat


Padang (WartaMerdeka.id) - Saat terang bulan memunculkan sebuah fenomena unik dan menarik di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sekitar 120 mil laut barat Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Di daerah terdepan Indonesia di Samudera Hindia yang dijuluki Surga Dunia Negeri Sikerei itu, kepiting yang tiada duanya, Muanggau, bermunculan ke tepi pantai dan gampang sekali ditangkap. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Festival Muanggau, tanggal 5-7 September 2017 mendatang di kawasan wisata pasir putih Pantai Mapadegat, Pulau Sipora, sekitar 5 km dari Tuapeijat.




[caption id="attachment_28970" align="alignleft" width="192"]Bupati Mentawai, Judas Sabagalet Bupati Mentawai, Judas Sabagalet[/caption]

“Kita ingin masyarakat Sumatera Barat, masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia tahu bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki banyak keunikan dan keunggulan dalam bidang pariwisata di dunia, bahkan sejumlah flora dan faunanya tergolong endemik. Hanya ada di Kepulauan Mentawai,” kata Bupati Kepulauan Mentawai, Judas Sabagalet, kepada wartawan Rabu (16/8) di Tuapeijat.


Mentawai adalah daerah otonom sejak 4 oktober 1999 (UU RI Nomor 49 Tahun 1999) yang memiliki luas 6.746 kilometer persegi. Memiliki 323 pulau dan empat di antaranta pulau besar, yakni Pulau siberut (383.825 hektar), Pulau Sipora (65.155 hektar), Pulau Pagai Utara (71.391 hektar), dan Pulau Pagai Selatan (80.764 hektar).




[caption id="attachment_28972" align="alignright" width="232"]Muanggau Muanggau[/caption]

Mentawai adalah kawasan wisata surving terbaik dunia yang digemari para olahragawan dan artis dunia. Dua dari 10 titik berselancar terbaik di dunia terdapat di kepulauan Mentawai. Sedikitnya terdapat 23 jenis gelombang berstandar internasional untuk surving di Mentawai. Mentawai yang juga paru-paru dunia, cagar biosfer, ini memiliki sejumlah kera endemik, seperti joja, bokkoi, simakobu. Di Taman Nasional Siberut (190.500 hektar) juga ditemukan burung kakak tua dan burung hantu endemik. Untuk jenis kepiting, mentawai juga memiliki kekayaan yang tiada duanya, yaitu Muanggau.


Mentawai memiliki flora dan fauna endemik paling langka di dunia, karena terpisah dari daratan kawasan barat Indonesia sejak 500.000 tahun silam. Didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kepulauan Mentawai, Desti Seminora, Bupati Judas Sabagalet menjelaskan, salah satu fauna endemik Mentawai itu adalah kepiting Mentawai atau sering disebut Muanggau. Ciri khas Muanggau adalah warna cangkang badan hitam dan kaki penjepit berwarna kemerahan. Saat musim Muanggau, bisa berton-ton sekali dipanen.


“Wisatawan dan fotografer bisa memanfaatkan momen festival ini untuk menyaksikan dan terlibat langsung menangkap Muanggau,” ujarnya.


Tidak hanya sebatas itu, pengunjung dan wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas Mentawai, khususnya berbahan kepiting endemik, dan hamparan pasir putih yang terbentang luas dengan keindahan yang mempesona. Dinas pariwisata pun sudah menyiapkan sejumlah agenda kegiatan, dalam Festival Munggau ini.


Desti Seminora

Desti Seminora menambahkan, agar populasi Muanggau tetap terjaga, masyarakat punya kebiasaaan untuk memanennya sekali dalam setahun. Karena menarik sebagai atraksi wisata, penangkapan Muanggau secara massal oleh masyarakat dilakukan saat Festival Muanggau Mentawai, yang dilaksanakan di Pantai Mapadegat, Sipora.


“Jika wisatawan sudah terbiasa menikmati kuliner kepiting di daerah-daerah luar Mentawai, maka sensasi kepiting Muanggau Mentawai, akan memberikan kenikmatan dan kelezatan tersendiri. Saat musim Muanggau, adalah surganya pada wisatawan, peneliti, fotografer, dan penyuka kuliner kepiting,” jelas Desti.


Berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menyaksikan Festival Muanggau, transportasi laut relatif lancar. Ada kapal cepat Padang-Tuapeijat pp, di Pelabuhan Muaro Padang, dengan waktu tempuh 3-4 jam, berangkat setiap hari pukul 07.00 WIB. Atau naik kapal motor penyeberangan (KMP) dari Pelabuhan Bungus, Padang, dengan lama perjalanan 11-13 jam, berangkat pukul 16.00 WIB dan biasanya sampai pukul 05.00 WIB esoknya.




[caption id="attachment_28974" align="alignleft" width="232"]Kuliner khas Mentawai, sup Muanggau Kuliner khas Mentawai, sup Muanggau[/caption]

“Penginapan atau homestay juga relatif banyak di daerah pusat ibukota kabupaten Kepulauan Mentawai itu. Di luar agenda Festival Muanggau Mentawai, pengunjung atau wisatawan bisa menikmati obyek wisata pantai yang berpasir putih dan keindahan bawah laut di pulau-pulau terdekat dari lokasi festival. Dan ikan asin Mentawai merupakan salah satu buah tangan yang selalu diburu wisatawan jika berkunjung ke Tuapeijat. Citarasa ikan asinnya jauh beda dan lebih enak dibanding ikan asin manapun,” jelas Desti Seminora yang sebelumnya sukses menggelar Festival Panah Tradisional Mentawai di Muntei, Pulau Siberut, 26-28 Juli 2017 lalu. (YURNALDI/MUHAMMAD FADHLI)


Foto : Dok. Yurnaldi

Share:

Sumbar Talenta Syuting Videoklip Lagu Demo Integritas

Sastri Bakry dan Emma Yohanna saat sosialisasikan integritas pada para nelayan di Muaro Gantiang, 6-8-2017


PADANG (WartaMerdeka.id) - Lagu Demo Integritas yang dinyanyikan oleh Sumbar Talenta bersama Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumbar, videoklipnya tengah proses penggarapan. Syuting telah dilakukan pada hari Minggu, 6 Agustus 2017, di pantai Muaro Gantiang, kelurahan Parupuk Tabing, kota Padang.




[caption id="attachment_26219" align="alignleft" width="232"]Sumbar Talenta dan HWK Sumbar seusai syuting, 6-8-2017 Sumbar Talenta dan HWK Sumbar seusai syuting[/caption]

Penggarapan videoklip dilakukan dengan pengambilan gambar empat puluh orang lebih dari anggota Sumbar Talenta dan ibu-ibu Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumbar. Syuting berlangsung dari jam 7 pagi hingga jam 2 siang, dan penggarapannya dipercayakan pada Soni Audeo Record - Padang.


"Videoklipnya digarap secara kolosal dengan menampilkan usia remaja, dewasa, dan tua. Memaknai bahwa untuk membangun integritas bangsa itu hanya dapat dilakukan secara bersama. Lagu Demo Integritas ini saya tulis karena kegelisahan budaya.


Seharusnya, budaya yang perlu dipelihara adalah budaya positif, yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Tapi sekarang orang juga mengatakan korupsi dan gratifikasi itu juga adalah budaya. Hal itu sebetulnya tak perlu terjadi," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, yang juga adalah Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, ketika kami wawancarai, Minggu 6 Agustus 2017.


Sastri Bakry juga mengatakan, "Sosialisasi untuk membangun budaya integritas bangsa tentu sudah diregulasikan pemerintah, baik melalui Perpres dan Inpres. Dan para koruptor juga sudah banyak yang dipidana hingga dipenjarakan. Namun, masih banyak para pelaku korupsi dan gratifikasi yang belum tersentuh hukuman. Untuk ikut peduli pada kegelisahan budaya, HWK Sumbar dan Sumbar Talenta ingin menyentuh hati mereka lewat seni dan budaya. Sentuhan budaya itu bisa berupa lagu, tari, musik, dan puisi. Oleh karena itu, lagu Demo Integritas ada. Lagu ini memuat pesan bahwa kita jangan hanya bicara, tapi sesuaikan juga dengan perilaku.”


Sementara itu, Hj. Emma Yohanna, Dewan Kebijakan HWK Sumbar, yang juga adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, yang juga ikut shooting videoklip ini, mengatakan, "Secara jujur kita bisa melihat apa yang terjadi di tengah masyarakat, rasa kebangsaan dan rasa kebersamaan sudah mulai terpuruk. Untuk menumbuhkan pemahaman kita pada ketatanegaraan dan kebangsaan, agar dapat mencintai bangsa dan negara kita sendiri, tentu harus dimulai dengan rasa percaya diri, kemudian rasa tanggungjawab kita sebagai warga negara, baik pada skala Sumatra Barat maupun nasional. Kondisi yang terjadi hari ini tentu harus disikapi, salah satunya dengan kegiatan yang dilakukan oleh Sumbar Talenta ini, mengajak masyarakat melakukan berbagai kegiatan, seperti kegiatan kebudayaan dan kegiatan sosial.




[caption id="attachment_26221" align="alignright" width="232"]Para Ibu HWK Sumbar saat syuting, 6-8-2017 Para Ibu HWK Sumbar saat syuting[/caption]

Pembuatan lagu dan videoklip Demo Integritas ini adalah salah satunya.”


Emma Yohanna juga mengatakan bahwa untuk membentuk budaya integritas bangsa tentu tidak saja dengan ceramah-ceramah atau pelajaran-pelajaran saja, tapi juga bisa melalui budaya, nyanyian-nyanyian, dan tarian. Jadi ini adalah langkah yang sangat positif sekali. HWK Sumbar melalui Sumbar Talenta, mengambil bagian untuk menciptakan kecintaan pada negeri, agar menimbulkan rasa tanggungjawab, kejujuran, dalam ruang lingkup integritas. Semoga saja kekhawatiran kita pada kenakalan generasimuda tidak terjadi. Mereka adalah generasi ke depan, para pemimpin masa depan. Untuk itu karakter mereka harus kita bentuk. Dengan memiliki karakter yang baik, kelak mereka pasti akan berintegritas."


Fanny Firgina Aura, salah seorang anggota Sumbar Talenta yang ikut syuting videoklip ini, berpendapat, "Kami bangga. Insya Allah, akan jadi contoh bagaimana menjadi seseorang yang berintegritas. Saat ini banyak orang yang memiliki attitude yang kurang bagus. Lewat lagu dan videoklip ini kita bisa mengajak para generasimuda untuk berintegritas, karena tidak mesti secara formal saja, tapi juga bisa dilakukan lewat kesenian."


HWK Sumbar dan Sumbar Talenta berharapan, semoga pesan pada lagu dan videoklip Demo Integritas ini sampai pada masyarakat luas.


"Videoklipnya juga berisi beberapa gerakan tari, adalah simbol dengan filosofi untuk masyarakat agar berintegritas," kata One, Humas HWK Sumbar.


Meskipun pagi harinya kota Padang diguyur hujan yang melebat, namun tidak melunturkan semangat Sumbar Talenta dan HWK Sumbar untuk datang ke lokasi syuting.


"Kami membuka pendaftaran bagi para anggota Sumbar Talenta dan ibu-ibu HWK Sumbar yang ingin ikut syuting, dan semua yang mendaftar datang menghadiri. Meskipun hujan, kami sabar menunggu. Dan Alhamdulillah, jam sembilan pagi hujan sudah berhenti, dan syuting dapat berjalan dengan lancar dan sukses," kata Yeni Zafitri, Ketua Harian HWK Sumbar.


Lagu Demo Integritas ini liriknya ditulis oleh Sastri Bakry, iramanya ditulis oleh Erfan Lubis, dan diaransemen oleh Heru Erlangga di studio musik Soni Audeo Record. Untuk publikasi diurus oleh Diatunes Management. Lagu Demo Integritas sudah bisa kita download secara gratis lewat link berikut ini, agar dapat kita sebarkan dan pesan lagunya semoga bisa diterapkan pada keseharian kita.


http://www.mediafire.com/file/muqsbzses3m2gy9/Demo+Integritas+-+Sumbar+Talenta+feat.+HWK+Sumbar.mp3

(Oleh Muhammad Fadhli)


Foto : Dok. DIATUNES MANAGEMENT

Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar