Lagu ‘Demo Integritas’ dari Sumbar Talenta Akan Dirilis KPK RI

Foto bersama Bapak Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK RI, dengan Sumbar Talenta

Padang (WartaMerdeka.id) - Lagu ‘Demo Integritas’ yang dinyanyikan oleh Sumbar Talenta, berhasil masuk 15 besar pada ‘Lomba Lagu Suara Antikorupsi 2017’ yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, setelah meraih juara 2 untuk region Medan. Lagu Demo Integritas ini akan menjadi salah satu dari 15 lagu pada album lagu kompilasi ‘Suara Antikorupsi’ volume 2, yang akan dirilis oleh KPK RI saat malam grandfinal, Jumat 3/11/2017, di Jakarta nanti.


"Dalam masing-masing regional akan diambil 3 pemenang dan karyanya akan masuk dalam album kompilasi 'Suara Antikorupsi vol.2' yang diproduseri oleh musisi Tanahair," kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK RI pada siaran persnya.


Lagu Demo Integritas ini liriknya ditulis oleh Sastri Bakry, salah seorang pendiri Sumbar Talenta, dan lagunya ditulis oleh Erfan Lubis, juri tetap ajang audisi kesenian Sumbar Talenta. Sedangkan musiknya diaransemen oleh Heru Erlangga, di studio musik Soni Audeo Record - Padang.



"Pesan yang ingin saya sampaikan pada lagu Demo Integritas ini adalah untuk menyentuh nurani masyarakat, agar integritas itu dapat diaplikasikan dalam hidup keseharian, senada kata dan aksi, untuk memberantas korupsi.

Festival ini penting dilaksanakan sampai kiamat, untuk menolak korupsi, dan untuk membangun integritas di jalan budaya. Berharap lagu-lagu di album itu nanti tidak sekadar dikompilasi saja, tapi disuarakan secara terus menerus, di channel-channel televisi, dan frekuensi-frekuensi radio," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, yang juga adalah Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia


Lirik lagu Demo Integritas ini adalah puisi yang ditulis oleh Sastri Bakry dan digubah menjadi lagu oleh Erfan Lubis.
"Proses kreatif yang saya lalui dalam membuat lagu ini, pertama dengan memahami tujuan lagu ini diciptakan, kedua memilih beat yang cocok dan sesuai dengan syair yang akan dinyanyikan. Dan saya berusaha menyesuaikan dengan selera umum, yang kira-kira dapat memancing semangat penyanyi dalam menyanyikannya. Lagu ini saya usahakan untuk gampang dinyanyikan dan mudah dihafal. Kita bersyukur atas terpilihnya lagu ini, sebagai salah satu yang terbaik. Sukses lagu itu tergantung pada selera masyarakat nantinya. Jadi, ranking sekarang tidaklah menentukan, apakah lagu kita bagus atau tidak, bisa jadi lagu kita yang paling diminati, atau sebaliknya," kata Erfan Lubis, yang kesehariannya adalah Dosen di Fakultas Bahasa dan Seni - Universitas Negeri Padang.




[caption id="attachment_34027" align="aligncenter" width="468"]Sosialisasi lagu 'Demo Integritas' Sumbar Talenta, di Pelataran Parkir GOR. H. Agus Salim - Padang Sosialisasi lagu 'Demo Integritas' Sumbar Talenta, di Pelataran Parkir GOR. H. Agus Salim - Padang[/caption]

Untuk mensosialisasikan lagu Demo Integritas ini, Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Sumatra Barat beserta Sumbar Talenta, menampilkan lagu ini pada hari Minggu pagi, 24 September 2017 di Pelataran Parkir GOR H. Agus Salim – Padang, yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Kota Padang dan sekitarnya.



"Kami berkesempatan untuk menjelaskan pada masyarakat tentang makna dan poin-poin penting dari integritas itu, dan aplikasinya pada kehidupan sehari-hari," kata Sastri Bakry.

Andha Zulfirman, Koordinator Sumbar Talenta Organization gembira pada keberhasilan lagu Demo Integritas ini, dan mengatakan "Ucapan terima kasih kepada Allah SWT. atas keberhasilan ini. Selamat untuk Tante Sastri dan Om Erfan yang telah menulis lagu Demo Integritas. Semoga pesan lagu Demo Integritas tersebut bisa diterima masyarakat dengan baik, sehingga yang mendengar lagu ini bisa mengambil kesimpulan, dan mengaplikasikannya dalam kehidupannya. Semoga bermanfaat dan berguna untuk rakyat Indonesia, dan semoga integritas membudaya bagi bangsa Indonesia. Di samping lagu kita dijadikan salah satu lagu di album kompilasi, kita juga berharap, semoga KPK memberi kesempatan kepada Sumbar Talenta, untuk selalu bisa ikut serta dalam Kampanye Antikorupsi, lewat kesenian."


Videoklip lagu ‘Demo Integritas’ dari Sumbar Talenta sudah dapat kita nikmati pada link YouTube berikut ini; https://youtu.be/W_o6tFfIqUQ  (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok. Pribadi

Share:

Empat Perantau Muda Minang Prakarsai Festival Kampoeng Minangkabau 2017di Bandung

Jenni Murlita, Dia Anggraini, Celi Parlina, dan Andika Cendikia, para pemrakarsa FKM 2017 di Bandung
Padang (WartaMerdeka.id) - Puncak kemeriahan Festival Kampoeng Minangkabau 2017 yang berlangsung dari tanggal 21 September - 1 Oktober 2017 di Metro Indah Mall - Bandung, akan ditutup dengan Kesenian Irama Minang (KIM). Permainan KIM yang akan ditampilkan pada malam penutupan, Minggu 1 Oktober 2017 ini, dimulai dari jam 20.00 - 22.00 WIB.

Festival ini diprakarsai oleh Jenni Murlita (finance and show content), Andika Cendikia (concept), Dia Anggraini (media social pragmatist), dan Celi Parlina (relationship master). Mereka adalah empat orang generasimuda asal Sumatra Barat yang tinggal diperantauan, yang ingin melestarikan kuliner, kesenian dan kebudayaan Minangkabau dengan mengenalkannya pada masyarakat perantau Minang dan masyarakat setempat, secara berketerusan.

"Sejauh manapun engkau merantau, darah minang akan melekat di tubuhmu. Zaman pasti berubah. Tapi, adat dan budayamu, jangan. Itu adalah warisan terbesar dari nenek moyangmu. Banggalah jadi gadih Minang. Gadih Minang babaju kuruang," kata Dia Anggraini, yang juga dikenal dengan nama Ghea Mirrela dalam dunia kepenulisan.

Permainan KIM yang akan dibawakan oleh Mak Pono dan Upiak Unyuik bersama tim keseniannya pada malam penutupan festival ini nanti, siap untuk menghibur warga Bandung dan sekitarnya. Pada permainan tradisi asal Pariaman - Sumatra Barat ini, para penonton diminta untuk melingkari angka pada kertas yang dibagikan oleh pemandu KIM, sesuai angka-angka yang disebutkan pada lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi KIM. Penonton yang memperoleh sederet angka penuh pada kertasnya, berhak memperoleh hadiah menarik dari panitia. Para penonton yang ikut permainan ini tidak dipungut biaya.

Festival Kampung Minangkabau 2017 Bandung ini juga dimeriahkan oleh penampilan para mahasiswa dari USBM Telkom, dengan membawakan: Tari Piriang, Tari Lauik Sijombang, Tari Pasambahan, dan Randai.

Selain penampilan musik tradisi, nyanyian tradisi, tarian tradisi, dan KIM, Festival Minangkabau 2017 Bandung ini diselerakan oleh wisata kuliner, 25 stand yang disediakan oleh panitia terisi penuh, dengan beragam sajian kuliner asli Minangkabau, dan dapat dikunjungi setiap harinya selama pelaksanaan acara, dari jam 09.00 – 21.00 WIB.

Nasi Padang yang terkenal dengan rendangnya, ternyata juga ada beragam masakan asli Sumatra Barat yang tak kalah menerbitkan selera. Pada festival ini lidah kita bisa digiurkan oleh nikmatnya; martabak Kubang Hayuda, sate Danguang-Danguang, soto Padang, bika Mariani khas Pariaman, karupuak kuah, sala lauak, teh talua, nasi kapau, es tebak, cindua minang, dan beragam sajian lainnya, yang dirindukan oleh para perantau Minang. Selama pelaksanaan berlangsung, festival ini dihadiri oleh warga Bandung dan sekitarnya, juga dari kalangan artis ibukota, dan wisatawan mancanegara.

"Nasi Padang itu kita membeli rasa, bukan gengsi. Harganya yang relatif mahal disebabkan masakan Padang itu kaya rempah. Ada banyak bumbu untuk satu jenis masakan. Dan pada jenis masakan tertentu dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Ironinya, kadang kita rela membayar ratusan ribu untuk jenis masakan luar negeri, yang bahan bakunya murah, demi sebuah gengsi. Mari kita cintai masakan tradisi daerah kita sendiri," tambah Dia Anggraini. (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok Pribadi
Share:

Digemari di Luar Negeri, LARA Dilirik Penikmat Musik Tanah Air

LARA saat talkshow di stasiun radio RRI PRO 2 FM - Padang
Padang (WartaMerdeka.id)  - Sukses dengan single 'Negotiation' dan 'Kamu', LARA makin serius menekuni karir musiknya. Penyanyi Jakarta asal Surabaya ini kembali merilis single terbarunya, yang berjudul sama dengan namanya, 'Lara'.

Terkait dengan rilis single terbarunya ini, penyanyi Jakarta asal Surabaya ini berkunjung ke Kota Padang, dari tanggal 21 - 24 September 2017. Selama di Padang, Perwira Entertainment telah menyiapkan beberapa agenda acara untuk LARA; talkshow di stasiun radio (Sushi FM, Arbes FM, RRI Pro 2 FM, Warna FM), talkshow di PadangTV, dan live perform bareng Rizky Febrian dan Yuni Shara, di Pangeran Beach Hotel.

"Single perdana 'Negotiation', adalah lagu yang aku tulis sendiri, liriknya full english, dan mastering dilakukan di UK. Lagu ini sempat menduduki anak tangga lagu di Inggris, dan juga menembus beberapa radio di Singapura, Hongkong, Malaysia, Inggris, dan Australia. Pada single ke dua 'Kamu' aku bawain lagu karya Dhody Kangen Band. Dan untuk single terbaru 'Lara', aku sendiri yang tulis lagunya," kata LARA, penyanyi kelahiran Surabaya, 6 Maret 1995, mahasiswi di Paramadina University.

Lagu Lara menjalani proses rekaman di Delapan Studio & Fajar (Jion Studio), dan mastering di Sage Audio Nashville (US). Musik dan vokal digarap CongQ, yang didukung oleh beberapa musisi; Adre Rico (piano), Putra Jion (gitar), Qelly (drum), Marcos Mamahani (saxophone), dan maestro violin Indonesia 'Hendri Lamiri' (string).

"Single ketiga berjudul 'Lara' ini menawarkan warna yang berbeda dari single sebelumnya, yang cenderung lebih cheer up, meski tetap happy tapi ada galau-galaunya. Lagunya berkisah tentang seseorang yang kangen dengan seseorang lainnya, tapi tidak kesampaian, karena mereka tidak mungkin bertemu. 'Miss you right now' pada liriknya jadi ruh di lagu ini," kata LARA, yang mengundang penasaran warga Kota Padang saat telpon talkshow interaktif di radio.

Semua karya lagu yang telah dirilis LARA mengusung genre musik berbeda-beda, namun karakter vokal RNB menjadi benang merahnya. Karakter vokal yang cukup jarang dimiliki penyanyi di Indonesia, ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi LARA untuk mendapat ruang di hati penikmat musik di Tanahair.

"Poinnya jadi penyanyi itu kan vokal, sedangkan vokal di Indonesia tidak akan banyak beda notasi. Lagu juga begitu-begitu juga, dan penyampaianpun mentok-mentoknya juga begitu-begitu aja, di luar negeri begitu juga. Untuk aku, lebih kepada be myself, secara vokal natural keluar, cukup jadi diri sendiri agar menjadi ciri khas sendiri," tambah LARA, yang merilis lagunya secara indie dan dipublish oleh Aquarius Musikindo.

LARA juga mengatakan, tengah melakukan event lomba covering untuk lagu Lara. Infonya dapat diakses melalui akun sosial medianya, ‘larassyp’, dan lagu Lara sudah dapat dinikmati pada link Youtube berikut ini; https://youtu.be/TJLQgomm1_4 . (M. Fadhli) | Foto : Dok. Istimewa

Share:

Penjelasan Menko Polhukam tentang Isu Politik Terkini

Jakarta (WartaMerdeka) – Guna menghindari polemik yang berkepanjangan, maka Menko Polhukam mengeluarkan Press Release Ada dua hal yang tercantum dalam press realease tersebut. Pertama, mengenai adanya polemik pemutaran kembali Film Penghianatan G.30S/PKI, dan ajakan untuk nonton bareng bagi beberapa instansi, menurut Wiranto (Menko Polhukam) merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan.
Kedua, mengenai informasi dari Panglima TNI tentang adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5.000 pucuk senjata standard TNI, menurut WIranto tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas.
Setelah dikonfirmasi kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait, terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD (bukan 5000 pucuk dan bukan standar TNI) oleh BIN untuk kepentingan pendidikan intelijen.
Menurutnya, pengadaan seperti ini ijinnya bukand ari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri. Dengan demikian prosedur pengadaannya tidak secara spesifik memerlukan kebijakan Presiden.
Demikian penjelasan dari Press Release tersebut, agar kiranya tidak lagi menjadi polemik di masyarakat.
Foto : Istimewa
Share:

TMMD Kodim Aceh Utara Akan Bedah Rumah Masyarakat Miskin

Lhokseumawe, (WartaMerdeka) – Kodim 0103 Aceh Utara melalui program TMMD(TNI Manunggal Membangun Desa) akan turun membantu masyarakat, mulai dari membedah rumah tidak layak huni hingga membuka jalan. Hal ini dikatakan Dandim ketika dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Jum’at (22/09)

“Ya kita akan bedah rumah milik Ibu Nurhayati (45) di dusun Darusalam dan Bapak Razali Arahman (51) dusun Tumpuk Mesjid desa Alue Dua Kecamatan Nisam Antara yang menjadi skala prioritas karena kondisinya sudah tidak layak untuk di tempati,” tuturnya.
Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari kegiatan TMMD Reguler ke 100 sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat yang kurang mampu serta salah satu upaya membantu Pemda dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara, pungkas Dandim
Foto : Kodim 0103 Aceh Utara
Share:

Lagu ‘Republik Sulap’ Amir Roez Mantan Vokalis Elpamas Setajam Lagu‘Pak Tua’

PADANG  (WartaMerdeka) - Amir Roez, penyanyi yang pernah menjadi vokalis grup musik Elpamas, merilis album bertajuk 'The Album AmirRoez', featuring dengan musisi pelopor reggae di Indonesia, Tony Q Rastafara. Album yang dirilis bulan September 2017 ini, konsep dan proses produksinya dikerjakan dalam waktu satu tahun, dan digarap di tiga studio; DSS Studio, Gana Studio, dan 9 Pro Studio.

The Album AmirRoez yang mengusung tema sosial kehidupan dan semangat untuk meraih kesempatan menang dalam hidup ini, berisi lima lagu; Blue Jeans Boetoet (karya Tony Q Rastafara), Ada Hati Ada Cinta, Ada Rindu Ada Pulang (karya Yono Slalu), The Winner (karya Oetje F. Tekol), Jangan Berpaling (karya Amir Roez), dan Republik Sulap (karya Tony Q Rastafara).

Lirik lagu Republik Sulap mengingatkan kita pada lagu Pak Tua milik Elpamas, yang begitu tajam mengkritik pemerintahan. Lagu ini jadi satu kekuatan tersendiri bagi The Album AmirRoez.
"Semua lagu di dalam mini album ini adalah lagu baru yang belum pernah direkam. Tantangan mewujudkannya adalah waktu juga biaya dan keraguan. Tapi karena tanggungjawab moral sebagai musisi, maka 'harus' jadilah mini album ini. The Album AmirRoez ini mengandalkan lagu Blue Jeans Boetoet, lagu yang memuat pesan bahwa segala sesuatu itu akan tiba waktunya menjadi usang atau tua, tapi tetap berguna. Dengan berjalannya waktu, maka kita mesti sadar pada perputaran nasib," kata Amir Roez, ketika diwawancarai, Sabtu 16/9/2017.

Untuk menghasilkan karya yang makin berkualitas, album lagu ini didukung oleh para musisi yang sudah lama berkiprah di dunia musik, seperti; Noldy B Pamungkas (gitaris Erwin Gutawa Orchestra), Mahir Blues (gitar), Brig. Nuryadin (gitar), Masri A Piliang (gitaris New Rollies), Oetje F Tekol (bassis The Rollies), Tony Q Rastafara (bass), Edi Daromi (keyboardis band Iwan Fals), Amir Roez (keyboard), Darsyah (drum), Indra F Hakim (drum), Ossa Prima (drum), dan Krisna Waluyo Suryowidjoyo (Harmonika).

"Saya sengaja bersama Tony Q Rastafara dalam menggarap album ini, karena adalah sahabat seperjuangan saya dalam bermusik dan juga dalam kehidupan. Saya berteman dengannya sudah lebih dari 34 tahun, he he. Jadi ada semacam kesamaan pandangan dalam hidup, termasuk dalam bermusik. Saya selalu ingin semangat untuk berkarya. Kalaupun jatuh, bangun lagi. Tak ingin menyerah, karena hidup ini indah. Dan album ini merupakan bentuk pengendapan pemikiran dan kepasrahan, sebuah proses bagi saya agar menjadi lebih dewasa dalam bermusik," tambah Amir Roez.

Keberadaan Amir Roez di blantika musik Indonesia sudah mengukir sejarah panjang. Bermula jadi vokalis di album Anak Jalanan dan Kembang-kembang Metropolitan (1984), vokalis album Suara Persaudaraan (garapan James F. Sundah and Friends). Juga menjadi vokalis beberapa soundtrack film; Anak-Anak Malam (Rano Karno - 1985), Macan Kampus (Rano Karno - 1987), Catatan si Boy II (1988), Kristal-Kristal Cinta (1990), Catatan si Boy IV (duet Rita Effendi - 1990). Juga pernah album duet dengan Neno Warisman (1990).
Amir Roez juga pernah menjadi vokalis pada grup musik; Rit Band, Dimensi Band, Sinema Band, Big City Blues, Elpamas, dan juga vokalis pada beberapa album garapan musisi ternama di Indonesia. Amir Roez juga pernah menulis lagu untuk beberapa penyanyi, dan juga mengisi beberapa jingle iklan produk bermerek di Indonesia. Saat ini Amir Roez juga masih aktif sebagai pelatih vokal dan juri nasional tingkat SMA untuk kategori solo vokal di FLS2N, kerjasama dengan Kemendikbud.

The Album AmirRoez merupakan album solo ke dua bagi Amir Roez, setelah 28 tahun yang lalu merilis album solo pertamanya, Goyang Dunia (1989). Kegiatan promo untuk The Album AmirRoez ini selain melalui panggung, juga melalui pemutaran di stasiun radio pada beberapa kota di Indonesia. Dan album ini dipasarkan secara digital lewat manajemen Salam Damai Production, juga melalui penjualan langsung dengan menghubungi 082123709450.

“Halo pecinta musik Indonesia, mari selalu jadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negeri budaya yang kaya ini. Salam damai selalu,” sapa Amir Roez menutup wawancara.
Videoklip lagu andalan di The Album AmirRoez yang berjudul ‘Blue Jeans Boetoet’ sudah tersedia di link Youtube berikut ini; https://youtu.be/dRYpebt6IdU .
(MUHAMMAD FADHLI)

Foto; Poster Amir Roez. (Dok. Pribadi)
Share:

FIB UNJA Muhibah Seni di Tambud Sumbar

Penampilan tari Layang Pari dari FIB Universitas Jambi


PADANG (WartaMerdeka.id) - Para generasi muda dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Muhibah Seni Universitas Jambi 2017 pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 di Teater Utama Taman Budaya Sumatra Barat (Tambud Sumbar). Acara berlangsung dari jam 20.00 WIB hingga jam 22.00 WIB.




[caption id="attachment_29958" align="alignleft" width="232"]Penampilan Komposisi Musik Niti Maligai dari FIB Universitas Jambi Penampilan Komposisi Musik Niti Maligai dari FIB Universitas Jambi[/caption]

"Selama ini Taman Budaya Sumatra Barat telah menggalang kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, secara rutin setiap tahunnya, untuk mempertunjukan karya terbaiknya di sini. Kami berharap, juga dapat berkerjasama dengan FIB UNJA yang baru berdiri tahun 2013, demi memperkaya aktivitas berkesenian di Sumatra Barat. Pada kesempatan ini kami juga menghadirkan para penonton yang berkualitas di bidang tari dan musik dari Sumatra Barat," kata Muasri, Kepala UPTD Tambud Sumbar, saat memberi kata sambutan.


Rombongan muhibah seni FIB UNJA ini mengusung 30 orang, yang terdiri dari 7 orang dosen pendamping dan 21 orang mahasiswa dari Prodi Seni Drama, Tari, dan Musik. Mereka menampilkan 4 karya tari (Layang Pari, Lisek, Sesal Pustaka, dan Jeruji Rasa), 1 karya nyanyian (Muaro Jambi), dan 1 karya komposisi musik (Niti Maligai).




[caption id="attachment_29962" align="alignright" width="232"]Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum., saat memberi kata sambutan Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum., saat memberi kata sambutan[/caption]

"Kegiatan ini juga sekalian penjajakan kerjasama dengan Taman Budaya Sumatra Barat. Karena kami juga menginginkan untuk melakukan pertunjukan karya-karya terbaik mahasiswa kami di sini secara rutin di setiap tahunnya. Kami sangat mengharapkan masukan dari para pegiat tari dari Sumatra Barat, untuk peningkatan kualitas karya para mahasiswa kami. Penampilan yang kami suguhkan malam ini membawa kearifan lokal yang ada di Jambi," kata Prof. Dr. Mahdi Bahar, S.Kar., M.Hum., Ketua Pelaksana acara ini, saat membuka acara.


Acara ini menyerap sekitar tiga ratus orang penonton, dari komunitas tari yang ada di Sumbar, seperti Ladang Nan Jombang, Satampang Baniah, dan lainnya. Juga dari penikmat drama, tari, dan musik di Sumatra Barat.


"Karya-karya yang ditampilkan para mahasiswa kami pada malam ini telah melewati proses pengujian, dan merupakan garapan baru berbasis tradisi. Kota Padang adalah kota pertama bagi para mahasiswa kami untuk melakukan pertunjukan di luar Jambi. Selain karena para dosen kami banyak yang berasal dari Sumbar, juga sebagai bentuk apresiasi kami pada Sumbar khususnya kota Padang. Setelah ini, kami mempersiapkan pertunjukan selanjutnya di Kuala Lumpur, Malaysia," kata Raflesia Meirina, M.Sn, dosen tari di FIB UNJA, yang ikut mendampingi para mahasiswanya pada acara ini.


Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari FIB UNJA untuk keluarga besar Taman Budaya Sumatra Barat, berupa buku. (Muhammad Fadhli)


Foto : M. Fadhli
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar