Endah Akan Tampil pada Opening Konser Giant Step di Jakarta

PADANG (WartaMerdeka.id)- Giant Step, band progressive rock legendaris Indonesia yang pernah populer pada tahun 70-an hingga 80-an.

Giant Step kembali bersinar, sejak mereka merilis album terbaru bertajuk Life's Not the Same, di Singapura Mei 2017.


Eksistensi Giant Step di era milineal ini masih dilantunkan oleh vokalis aslinya, Benny Soebardja, diperkuat oleh musisi legendaris Indonesia.


Debby Nasution (keyboard), dan tiga orang musisi muda Jordan (gitar/flute), Audi Adhikara (bass), dan Rhama (drum).

Melanjutkan rangkaian konser di Tanahair, Giant Step akan menggelar konser 'a Progressive Night with Giant Step' pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Music Room - Hotel Borobudur, Jakarta. Acara akan digelar dari jam 19.00 - 22.00 WIB.

Keunikan konser Giant Step ini, opening-nya akan menampilkan Endah, penyanyi perempuan asal Bandung, pendatang baru di blantika musik Indonesia.

Single perdana Endah berjudul 'Astaghfirullah' dirilis Agustus 2016. sempat masuk Chart Nasheed Islamic Tunes (tangga lagu religi di Asia Tenggara).

Sedangkan single ke duanya yang berjudul Rasaku, dirilis pada bulan Januari 2017.

"Endah tak pernah menyangka diberi kesempatan untuk menjadi opening konser Giant Step, band rock legendaris di Indonesia. Endah akan berusaha memberikan penampilan terbaik, semoga dapat memberikan opening yang bagus untuk konser band rock besar di Indonesia ini, Giant Step," kata Endah, saat kami wawancarai, 28/11/2017.
Endah juga mengatakan, bahwa pada opening konser nanti ia akan tampil membawakan tiga lagu, berjudul 'Rasaku', 'Tuhan Kan Obati', dan ‘Astaghfirullah’. Lagu-lagu tersebut adalah karyanya sendiri, bernuansa slowrock.

Lagu Rasaku mengisahkan jodoh itu ada di tangan Tuhan. Sebagai hambanya, kita hanya bisa berdoa dan berusaha mendapatkan yang terbaik.

Pada lagu Tuhan Kan Obati liriknya memuat pesan, bahwa cukup Allah saja yang benar-benar kita cintai, dan hanya pada-Nya tempat untuk mengobati luka hati. Sedangkan lagu Astaghfirullah mengajak kita agar selalu berusaha memperbaiki kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

"Kami menampilkan Endah di opening konser nanti karena tertarik dengan potensi yang dimilikinya. Endah punya karakter vokal yang khas, dan punya kans untuk berkembang, dan akan lebih menarik kalau tampil sambil main gitar akustik," kata Benny Soebardja, pendiri grup musik Giant Step, saat diwawancari, 28/11/2017.

Saat menutup wawancara, Endah menambahkan, "Semoga setelah tampil di opening Giant Step, mudah-mudahan Yang Maha Kuasa semakin membuka jalan untuk Endah, dan ada musisi atau produser yang mau mendukung Endah agar lebih produktif lagi untuk berkarya." (M. Fadhli) | Foto : Istimewa
Share:

Sumbar Talenta Berangkat ke PSBNS 2017 Brunei

Padang (WartaMerdeka) - Sumbar Talenta membawakan Puisi Sastrawan Nasional Sastri Bakry. Dalam rangka mewakili Indonesia di acara Pertemuan Sastrawan Budayawan Negara Serumpun 2017 Brunei, Sumbar Talenta pun berangkat tinggalkan Padang, hari Kamis 16/11/2017 melalui Bandara International Minangkabau (BIM) - Padang Pariaman, pada penerbangan pukul 08.30 WIB.

Acara yang akan dihadiri oleh Sumbar Talenta ini diadakan oleh Perhimpunan Sasterawan Budayawan Negera Serumpun dalam wadah organisasi Angkatan Sasterawan dan Sasterawani (Asterawani), dan Perhimpunan Sastera Budaya Negara Serumpun (PSBNS) Brunei Chapter, dari tanggal 17-22 November 2017 di Park View Hotel - Kota Jerudong, Brunei. Sumbar Talenta berangkatkan 13 orang dalam rombongan keseniannya itu, dan kegiatan ini diikuti oleh 5 negara; Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei.

"Untuk ke Brunei, kami telah mempersiapkan beberapa pertunjukan, seperti tarian dan nyanyian. Dan Sumbar Talenta juga akan menampilkan pertunjukan spesialnya, musikalisasi puisi ‘Truth Without Fear’ karya Sastri Bakry, sastrawan nasional yang puisinya ini juga telah dipentaskan di Eropa pada bulan Juli 2017 lalu," kata Chairita Chaidir, Pimpinan Produksi Sumbar Talenta untuk tampil di Brunei ini.

Saat melepas rombongan Sumbar Talenta di BIM, Ketua Harian HWK Sumbar, Yeni Zafitri pada pidato pelepasannya mengatakan, "Semoga anak-anak Sumbar Talenta kami yang berangkat ke Brunei agar selalu menjaga kesehatan, supaya dapat memberikan penampilan terbaik. Semoga perjalanannya menyenangkan, selamat pergi dan pulangnya."

Seperti yang disampaikan oleh Chairita Chaidir, adapun nama-nama anggota dari Sumbar Talenta yang diberangkatkan pada acara PSBNS 2017 Brunei, adalah sebagaimana berikut; Syafira Salsabilla, David Putra Yudha, Putri Aulia Handayani, Gilang Dwi Nanda, Chairita Chaidir, Martalina Salim, Murni binti Ahmad Siar, Mahya Retty Mahyudin, Zusrneli Zubir, Roslainy, Haslinda, Sastri Yunizarti Bakry, dan Bu Vita Gamawan Fauzi.

Adapun pertunjukan yang akan ditampilkan Sumbar Talenta pada PSBNS 2017 Brunei dirincikan oleh Yeni Zafitri, sebagaimana berikut; Tari Marawa (David Talenta), Musikalisasi Puisi ’Truth Without Fear’ (Sastri Bakry, Gilang, Putri, Syafira, David), Lagu Risaulai (Gilang Talenta), Lagu Sabda Cinta (Putri Talenta), Dramatisasi Puisi ‘Dalam Balutan Ibu’ (Chairita, Syafira, Gilang), Tari Rantak (David Talenta), Lagu Fatwa Pujangga (Gilang Talenta), Lagu Si Nona (Sastri Bakry), Tari Piriang Malayang (David Talenta, Gilang Talenta, Syafira Talenta), dan Lagu Ayam Den Lapeh (Sumbar Talenta).

Bagi Sumbar Talenta, pertunjukan di PSBNS 2017 Brunei ini adalah pertunjukan penutup untuk di luar negeri pada tahun 2017 ini.

"Pada tanggal 16 Desember 2017 nanti akan ada acara Kemilau Budaya Indonesia bagian barat. Mengevaluasi aktivitas di tahun 2017 ini, kita menyadari persaingan semakin ketat, karena itu kita akan kembangkan kapasitas Sumbar Talenta, berbasis penguatan kelembagaan. Untuk tahun ke depan, Sumbar Talenta akan fokus konser ke daerah-daerah yang besar, dan mulai memikirkan pengembangan koperasi. Dan di tahun 2018, insya Allah kami akan menggelar Sumbar Talenta ke-13, untuk kids dan senior," kata Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt. M.Si. CA. QIA., Ketua HWK Sumbar, organisasi yang menaungi Sumbar Talenta Organization (STO). (M. Fadhli) | Foto : Istimewa
Share:

Fris Okta Falma Sukses Meriahkan Panggung Musik MTQ Sumbar ke-37

Pariaman (WartaMerdeka) – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat ke-37 Tahun 2017 yang digelar di Kota Pariaman, Sumatra Barat, telah ditutup pada jam 23.30 WIB Jumat malam (10/11). Di acara penutupannya menampilkan paduan suara, orkestra, combo band, dan solo vokal, arahan musisi muda Fris Okta Falma, S.Sn, M.Pd, yang berperan sebagai Pimpinan Produksi dan Music Director. Acara berlangsung dengan khidmat dan meriah.

"Materi yang kami tampilkan pada acara penutupan adalah lagu-lagu religi yang mengajak kita agar meningkatkan keimanan, terutama bagi para siswa SMA yang ikut dalam paduan suara ini. Dengan menghafal lirik shalawat badar yang mereka nyanyikan, semoga membiasakan mereka bershalawat. Untuk pesan moral ada pada lagu hymne dan mars, yang mengajak kita agar selalu bermoral, loyal, dan totalitas mencintai negara dalam ruang berketuhanan," kata Fris, musisi muda asal Koto Subarang - Padangpanjang, kelahiran Bukittinggi 4 Oktober 1989, ketika diwawancarai, (12/11).

Sementara itu, pada acara pembukaan MTQ Sumbar ke-37 ini, Fris juga bertindak sebagai Pimpinan Produksi dan Music Director untuk orkestra Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang dan paduan suara Andalaswara.
"Di acara pembukaannya kita menampilkan kolaborasi musik orkestra dengan musik tradisi Minangkabau, yang mengiringi paduan suara, pengibaran bendera MTQ, dan beberapa lagu religi. Untuk aransemen musiknya dibantu oleh beberapa orang dosen dan alumni ISI Padangpanjang," kata Fris, anak dari pasangan Syafrudin (asal Muaralabuh) dan Sulastri.

Seperti yang dikatakan Fris, keikutsertaannya mengurus orkestra, paduan suara, dan grup band untuk memeriahkan acara pembukaan dan penutupan MTQ Sumbar ke-37, adalah atas kepercayaan dari PT. Octaviany Pariwisata dan Pemko Pariaman.

"Ini pengalaman perdana saya dipercaya untuk mengurus event sebesar ini, pertunjukan kesenian musik yang melibatkan ratusan orang, dengan berbagai sajian pertunjukan. Secara tidak langsung saya dapat ilmu untuk memanajemeni lebih dari 150 orang. Hal ini tentu tidak mudah. Acara yang diadakan di Pantai Kata – Pariaman ini sangat menunjang pariwisata, dapat menghibur para kafilah. Namun kendalanya, kondisi cuaca yang saat ini mudah berubah membuat kewalahan," kata Fris, yang pada bulan Juli 2017 mengomposeri penampilan Sumbar Talenta di 51’st International Folklore Festival – Zagreb, Kroasia.

Atas kesempatan untuk tampil di MTQ Sumbar ke-37, Fris mengucapkan, “Terimakasih kepada Allah SWT. atas rahmat-Nya, dan juga untuk PT. Ocyaviany Pariwisata serta Pemko Pariaman atas amanahnya. Juga rasa terimakasih untuk orkestra ISI Padangpanjang dan paduan suara Andalaswara, serta para siswa di SLTA Kota Pariaman. Dan tak lupa ucapan terimakasih kepada rekan kerja; Ioqo Alhamra Fikri, S. Sn, Hafif H. R, M. Sn, Rozalvino, M. Sn, dan Agung perdana, M. Sn yang telah memberikan sentuhan untuk produksi ini.”

Fris merincikan pengalaman yang pernah didapatkannya selama menekuni dunia musik; pemusik Tari Piring Seribu di Lapangan Merdeka – Kualalumpur - Malaysia (2010), pemusik Merpatih Taman Budaya Seremban - Negeri Sembilan Malaysia (2011 - mewakili Kabupaten Solsel), musisi event Payakumbuh World Music Festival (2012, 2013), komposer di event Malay Herritage - Singapura (2015 – bersama Sumbar Talenta), komposer terbaik se-Sumatra di Festival Komposisi Musik Taman Budaya (2011), The Best Talent Sumbar Talenta (2015), juara 2 A MILD LIVE WANTED Sumatra (2012 - mewakili Sumatra bagian tengah), komposer penampilan Sumbar Talenta di 51’st International Folklore Festival Zagreb – Kroasia (2017), dan menjadi juri musik di beberapa event tingkat provinsi dan nasional.

“Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, saya belajar musik secara otodidak. Selanjutnya, bakat ini saya gali dengan kuliah strata satu di ISI Padangpanjang dan Pasca Sarjana di Universitas Negeri Padang – Jurusan Seni Budaya, dan HWK Sumbar dan Sumbar Talenta Organization ikut membesarkan saya di dunia musik. Yang mendukung dari awal adalah kedua orangtua saya, yang berangsur-angsur dari kecil memfasilitasi saya dengan alat-alat musik,” kata Fris.

Fris juga mengatakan, “Musik itu sesuatu yang sangat berharga, apalagi biaya hidup saya sekarang dipenuhi dengan bermusik, membina pergaulan juga karena musik. Saya bisa bina silaturahmi dengan para pejabat dalam negeri maupun luar negeri juga karena musik. Bagi saya, musik sudah ikut mengalir dalam darah saya. Awal ketertarikan dengan musik hanya karena hobi saja, terbawa pergaulan di sekitar rumah. Lama kelamaan hobi ini menjadi profesi.

Sekarang saya jadi dosen musik di kampus STKIP Adzkia - Padang.”
Membagi suka dukanya dalam menekuni dunia musik, Fris menceritakan, “Pengalaman manis dalam menekuni dunia musik, saya jadi bisa jalan-jalan ke luar negeri. Terutamanya bisa beramal, dengan berbagi ilmu bermanfaat untuk orang banyak. Saya berusaha untuk menghargai suatu proses, karena untuk berprestasi itu butuh proses.

Untuk memperoleh ilmu kita harus tabah dan ulet. Dalam berproses kadang kita harus siap menerima caci maki, bentakkan, tamparan, pukulan, dan lainnya. Kalau saya tidak tahan menghadapi itu semua, mungkin saya tidak akan berada di posisi sekarang ini. Semakin tinggi pohon, tentu semakin kencang angin yng menerpanya.

Kesuksesan kadang juga ada ujiannya, rasa iri muncul pada orang-orang tertentu. Tapi itu dijadikan motivasi buat ke depannya, yang penting bagaimana kita menyikapinya, dan harus tetap baik pada semua orang.”

Berbagi pandangan terhadap industri musik saat ini, Fris mengatakan, “Berkaitan dengan kemajuan teknologi saat ini kita dituntut untuk lebih kreatif. Teknologi kini memudahkan kita untuk produktif berkarya, juga dalam memasarkan karya. Inovasi sangat dibutuhkan, mengingat kemajuan teknologi juga berdampak buruk terhadap perlindungan karya cipta, karena mudah dicuri atau diplagiat.”

Terhadap Pemerintah, Fris berharapan, “Pemerintah diharapkan lebih mewadahi kreativitas para pegiat musik, khususnya dalam kesenian tradisi, mengingat derasnya perkembangan musik modern. Miris terasa, para generasimuda lebih minat dengan musik remix, dibandingkan batalempong. Mereka lebih minat band dari pada bagandang. Namun, kita tidak bisa salahkan penetrasi budaya luar. Kerjasama Pemerintah dengan para seniman dibutuhkan, untuk mewujudkan wadah kreatif musik tradisi agar selalu terjaga kelestariannya. Kita bisa contoh Saung Udjo – Kota Bandung,. Salah satu cara mereka mempertahankan budaya Sunda dengan menjadikan alat musik tradisi mereka sebagai ikon kota. Saya saat kunjungan seni ke luar negeri, selalu membawa alat-alat musik tradisi Minangkabau kita. Saya sangat berharap, semoga suatu saat akan ada wadah kreativitas seperti itu di Sumatra Barat.”

Melanjutkan aktivitasnya di dunia musik, Fris punya target, “Untuk jangka pendek, saya lagi mempersiapkan pertunjukan karya musik tradisional yang akan dimainkan oleh anak-anak disabilitas. Dengan berkarya, semoga mereka tidak lagi dipandang sebelah mata. Untuk jangka panjang, saya ingin mediasi dengan Pemprov dan Dinas terkait, membahas Saung Udjo, agar hal serupa bisa diadakan juga di Sumatra Barat.”

Sebagai musisi yang menguasai permainan berbagai alat musik, baik combo band dan juga alat musik tradisi Minangkabau, Fris menyampaikan pesan untuk para generasimuda, “Ada baiknya kita bisa menguasai permainan berbagai alat musik, baik modern dan terutama alat musik tradisi, karena ini akan lebih memudahkan kita untuk berkembang.” (Muhammad Fadhli) | Foto : Dok. Istimewa

Foto 1 - Fris Okta Falma, Musisi. (Dok. Istimewa)
Foto 2 - Fris Okta Falma, Musisi. (Dok. Istimewa)
Share:

Penghayat Kepercayaan Sambut Baik Putusan MK soal Kolom Agama di KTP

Mahkamah Konstitusi (MK) hari Selasa (7/11) mengeluarkan keputusan yang membatalkan Pasal 61 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 Undang-Undang (UU) Administrasi Kependudukan karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dengan keputusan ini, negara wajib mengakui dan menulis "Penghayat Kepercayaan" dalam kolom agama, yang terdapat dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Keputusan ini disambut baik dan rasa syukur warga penganut Penghayat Kepercayaan di Indonesia, termasuk di Surabaya.

Masyarakat penganut Penghayat Kepercayaan di Surabaya mengungkapkan rasa syukurnya, atas keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judisial review Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Keputusan MK itu memungkinkan Penghayat Kepercayaan dituliskan dalam kolom Agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selama ini warga Indonesia penganut Penghayat Kepercayaan menerima KTP dengan kolom agama yang dikosongi atau tidak diisi.

Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia Pusat, Naen Soeryono berharap keputusan ini berdampak positif bagi pemenuhan hak sipil penganut Penghayat Kepercayaan, sebagai sesama warga negara yang berhak memperoleh pelayanan publik yang sama dengan penganut agama pada umumnya.

“Sangat bersyukur bahwa ini berdampak positif, terutama berdampak pada hak-hak sipil masyarakat Penghayat Kepercayaan, ya mulai dari pendidikan, KTP, hak Akta Perkawinan, dan seluruhnya,” kata Naen.

Pengurus Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Pusat, Otto Bambang Wahyudi mengatakan, dirinya juga mensyukuri putusan MK yang merupakan hasil perjuangan warga Penghayat Kepercayaan, untuk memperoleh hak sebagai sesama warga negara.

“Kalau melihat dari saksi-saksi ahli, kemudian dari ungkapan Ketua MK sendiri, yang menyebutkan kalau agama-agama yang dari luar diakui, kenapa yang dari lokal sendiri, yang dari dalam negeri sendiri tidak diakui, itu namanya diskriminasi. Sehingga saya pada waktu itu sudah mengasumsikan kalau MK itu pasti akan menyetujui JR (judisial review) kita,” tukas Otto.

Di Indonesia, ada sekitar 190 organisasi atau kelompok Penghayat Kepercayaan, dengan jumlah pengikut yang diperkirakan mencapai 12 juta. Sementara di Jawa Timur saja, terdapat sekitar 60 organisasi dengan anggota sebanyak 2,4 juta.


Menurut Naen Soeryono, sebelumnya banyak hak warga Penghayat Kepercayaan yang diabaikan dan cenderung mendapat perlakuan diskriminatif dalam layanan kependudukan, pendidikan, hingga penerimaan pegawai negeri sipil dan TNI-Polri.


“Masih banyak pengurusan KTP yang masih dikosongkan, tidak ditulis, dengan demikian maka interprestasi dari masyarakat umum kalau KTP agama terus kosong, itu menimbulkan stigma yang negatif pada masyarakat Penghayat Kepercayaan. Misalnya, mereka dikatakan tidak beragama dan atheis, serta sebagainya. Yang kedua, diskriminasi terhadap masalah-masalah pendidikan, anak-anak Penghayat Kepercayaan, mereka tidak boleh mengatakan bahwa saya orang Penghayat Kepercayaan. Guru selalu mengatakan, kalian harus tunduk pada salah satu agama. Yang ketiga adalah, penerimaan pegawai negeri sipil (PNS), terus masalah-masalah yang muncul yaitu sumpah jabatan, ini masih ada kendala,” tambah Naen.

Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Heather Variava ketika berkunjung ke Surabaya hari Rabu (8/11) menyempatkan diri berkunjung ke Sanggar Penghayat Kepercayaan di kota pahlawan ini. Usai dialog, Heather Variava mengatakan kepada VOA bahwa keberagaman di Indonesia termasuk dalam hal agama dan kepercayaan, adalah karakteristik yang menjadikan Indonesia negara yang kuat.


“Surabaya seperti Indonesia umumnya adalah kota dan negara yang sangat beragam, dan keberagaman agama di Indonesia salah satu karakteristik yang membantu Indonesia menjadi negara yang snagat kuat, damai, dan terbuka. Dan nilai-nilai ini, keterbukaan terkait dengan agama adalah nilai-nilai yang berada di Amerika Serikat dan juga di Indonesia,” ujar Heather.


Pengamat Sosial dan Dekan FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Sucahyo Tri Budiono mengungkapkan, keputusan MK terkait pengisian dan pengakuan Penghayat Kepercayaan pada kolom agama di KTP, dapat dipastikan menimbulkan pro dan kontra. Meski demikian, pengakuan hak sipil yang sama bagi warga Penghayat Kepercayaan, menunjukkan kebesaran Indonesia yang beragam dalam persatuan.

“Dari sisi orang agamis memandang bahwa, mereka mungkin agak keberatan, dalam tanda kutip, karena menyetarakan Penghayat Kepercayaan itu dengan Agama, tapi dari sisi penganut Penghayat Kepercayaan itu merupakan sesuatu berkah, karena mereka bisa mengekspresikan eksistensi dirinya lebih terang-terangan. Nah dengan adanya keputusan MK ini merupakan angin segar. Kalah saya sih memandangnya, inilah sebenarnya Indonesia yang bersatu dalam keberagaman, yang beragam dalam satu kesatuan. Mereka ada sebelum agama-agama formal itu ada,” tutur Sutjahjo.


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam siaran pers yang diterima VOA menyatakan, akan menerima dan melaksanakan putusan MK terkait pengisian Penghayat Kepercayaan pada kolom KTP. Selain itu pihak pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, untuk mendapatkan data Penghayat Kepercayaan yang ada di Indonesia. Data itu akan dipakai untuk memperbaiki aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan), serta mensosialisasikan keputusan MK itu pada masyarakat. [pr/em]





Sumber / Copyright : voaindonesia.com
Share:

Pembukaan MTQ Sumbar ke 37 Akan Tampilkan Tari Kolosal Unik Karya Harhy Syafmitha

Saat geladi resik tari kolosal 'Budi Baguno Syarak Mamakai' karya Harhy Syafmitha


PADANG (WartaMerdeka.id) - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat ke 37 yang dipercayakan kepada Kota Pariaman sebagai tuanrumahnya, akan digelar pada tanggal 4 – 11 November 2017. Kegiatan lomba ini akan dibuka oleh Menteri Agama RI, Bapak Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, pada hari Sabtu 4 November 2017, mulai jam 20.00 WIB. Acara pembukaan ini akan turut dimeriahkan oleh penampilan Tari Pasambahan dan tari kolosal unik berjudul ‘Budi Baguno Syarak Mamakai’ karya Harhy Syafmitha, S.Sn, M.Sn.




[caption id="attachment_38528" align="alignleft" width="295"]Harhy Syafmitha  Koreografer Harhy Syafmitha Koreografer[/caption]

Seperti dikatakan oleh Harhy Syafmitha, tari kolosal ini akan dibawakan oleh 40 orang penari dari SMAN 1 Pariaman, diiringi oleh 22 orang pemusik dari putra-putri daerah Kota Pariaman yang kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Untuk Tari Pasambahan akan ditampilkan saat menyambut kedatangan tamu VVIP.
Menyelaraskan event keagamaan dengan pelestarian seni budaya, Harhy Syafmitha menjelaskan pesan-pesan yang ingin disampaikannya lewat tari ‘Budi Baguno Syarak Mamakai’ yang akan ditampilkannya.


"Tari ini menceritakan bagaimana aktivitas masyarakat Minangkabau yang memegang teguh agama dan adat, yang tentu juga menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Pariaman. Kearifan lokal yang dikandung karya ini adalah penyebaran agama Islam yang disyiarkan oleh Syeikh Burhanuddin, dan juga pelestarian budaya surau yang telah membentuk budaya di Minangkabau, karena menjadi media pendidikan agama, yang kristalisasinya melahirkan kesenian tradisi Silek (silat) dan Indang," kata Harhy, anak dari pasangan Syafmal Kamil bin Kamil Abdullah dan Aswita binti Zaidi (asal Kampung Dalam – Pariaman).


Harhy juga mengatakan pernah tampil di beberapa event nasional; SEAGAMES, PON, PORPROV, dan beberapa opening MTQ Tingkat Sumbar. Ia juga pernah tampil pada event luarnegeri; ASEAN, Eropa Barat dan Timur, dan Afrika Selatan.


"Menampilkan karya di MTQ Sumbar ke 37 di Kota Pariaman adalah tantangan tersendiri dan sangat istimewa bagi saya, karena tampil di daerah asal saya sendiri. Saya ingin memberikan yang terbaik. Terimakasih kepada Pemerintahan Kota Pariaman dan PT. Octaviany Event, atas kepercayaannya pada saya untuk menampilkan karya. Dan karya ini adalah wujud terimakasih saya kepada para guru, dan dosen saya di ISI Padang Panjang, juga untuk HWK Sumbar dan Sumbar Talenta yang membesarkan saya. Dan spesialnya untuk orangtua serta saudara-saudara saya yang selalu memberikan dukungan dan doa terbaiknya," kata Harhy Syafmitha, koreografer kelahiran Jambi 7 Agustus 1991, keturunan Padangpariaman.


Harhy menambahkan, “tari kolosal ‘Budi Baguno Syarak Mamakai’ akan ditampilkan secara unik, karena disajikan dengan pengolaborasian tari, musik, serta atraksi cahaya dan kembang api. Terwujudnya karya ini berkat kerjasama AR Community dengan Heru Rizal Luthan, ST. (CEO di Helashaka Event Organizer).”


Harhy yang pernah meraih TheBest Dancer Sumbar Talenta X saat ini juga dipercaya sebagai penata tari untuk pertunjukan Sumbar Talenta, baik di dalam negeri dan juga di luar negeri. Bakatnya di bidang koreografi semakin tergali, setelah menuntaskan pendidikan strata satu dan program magister di ISI Padang Panjang.


"Untuk melestarikan kesenian tradisi Minangkabau, selain dukungan dari Pemerintah, saya juga berharap kepada seluruh pihak, baik para seniman, akademisi, budayawan, dan orangtua, agar generasimuda lebih aktif dan kreatif dalam berkarya. Demi kemajuan mereka, dan menghindari generasimuda dari perilaku yang dicemaskan," kata Harhy, yang juga berbakat di bidang tata busana dan rias wajah. (Muhammad Fadhli) | Foto : Istimewa

Share:

Ziarah Kesenian Nusantara 2017 Sumatra Barat, Harmonisnya Indonesia-Malaysia

Ketua ZK Indonesia Syarifuddin Arifin bersama Taufiq Ismail


PADANG (WartaMerdeka.id)- Romantisnya hubungan dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, jelas terlihat pada sulam silaturahmi antar pegiat seni dan budayanya, dari dulu hingga saat ini. Para akademisi, budayawan, dan seniman Malaysia dan Indonesia akan datang ke Sumatra Barat dalam rangka Ziarah Kesenian Nusantara 2017. Acara Perkampungan Tamadun Budaya Melayu yang mengangkat tema ‘Menjayakan Bahasa dan Sastra’ ini akan berlangsung dari tanggal 2 sampai 5 November 2017.


Sebagai salah seorang Pembicara pada kegiatan ini, Rektor/Naib Consuler University Sultan Azlan Shah (USAS) Perak, Malaysia akan berorasi tentang Perkembangan Pemikiran Budaya Melayu ditinjau dari ajaran Islam di FBS UNP Padang, 2/11.




[caption id="attachment_38520" align="alignleft" width="300"]Persiapan panitia ZKN 2017 Sumbar di Padang pada momen kunjungan penyair Budhi Setyawan 11-10-2017 Persiapan panitia ZKN 2017 Sumbar di Padang pada momen kunjungan penyair Budhi Setyawan 11-10-2017[/caption]

Tan Sri ke Padang sehubungan dengan pelawatan sejumlah budayawan, seniman Malaysia ke Sumatra Barat, dalam rangka membangun jembatan hati, yang mereka sebut ‘Ziarah Kesenian’. Rombongan yang terdiri dari kalangan akademisi, budayawan dan seniman yang berjumlah 22 orang itu, akan mengunjungi dan berorasi budaya di beberapa perguruan tinggi (UNP, UIN Imam Bonjol, dan Universitas Bung Hatta), silaturahmi/ceramah, dan diskusi masalah sastra dan bahasa ke beberapa komunitas seni.


"Selain Tan Sri, akan bicara juga Dato' Nasharudin Hashim (ADUN, Timbalan speaker DUN Perak), Shamsudin Osman (Presiden PAKSI), dan Yassin Salleh (Presiden ZK) di Univ. Bung Hatta dan UIN Imambonjol pada Jumat 3/11)," kata Syarifuddin Arifin, Sastrawan Asia Tenggara, Ketua ZK Indonesia.




[caption id="attachment_38523" align="alignright" width="300"]Brosur Ziarah Kesenian Nusantara 2017 Sumatra Barat Brosur Ziarah Kesenian Nusantara 2017 Sumatra Barat[/caption]

Ziarah Kesenian Nusantara 2017 yang dipimpin oleh Yassin Salleh BT ini juga akan ke Rumah Puisi Taufiq Ismail, FPL Padangpanjang, pesantren Sumatera Thawalib Parabek, dan pentas sastra di Taman Jam Gadang - Bukittinggi. Dari Bukittinggi, rombongan ini meneruskan perjalanannya ke Pekanbaru. (Muhammad Fadhli) | Foto : Istimewa

Share:

Wee Cho Yaw pensiun dari UOB

Jakarta, (WartaMerdeka) - Veteran United Overseas Bank Wee Cho Yaw pensiun setelah 60 tahun bersama perusahaan.

Menginjak usia 89 pada Januari nanti, Mr Wee akan mengundurkan diri dari dewan UOB pada pertemuan pemegang saham tahunan, pada bulan April, demikian keterangan dari fihak bank tersebut.

Dirinya akan melepaskan semua tanggung jawab dewan, tetapi akan tetap mempertahankan gelar emeritus ketua, dan juga akan ditunjuk sebagai penasihat kehormatan untuk dewan, kata UOB.

Dewan tersebut menjelaskan bahwa Mr Wee sebagai salah satu pengusaha legendaris Singapura yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan industri.

Mr Wee, yang merupakan ketua dan kepala eksekutif UOB dari tahun 974 hingga tahun 2007 ini, memiliki lebih dari 18 persen perusahaan, yang dikutip dari laporan tahunan 2016.

UOB juga mengumumkan kemarin, bahwa mereka telah menominasikan mantan wakil perdana menteri Wong Kan Seng untuk menggantikan ketua non-eksekutif independen Hsieh Fu Hua, yang akan pensiun tahun depan.

Mr Hsieh sendiri, 67, akan menjabat enam tahun di Dewan, saat dia mundur pada 14 Februari.

Disadur dari : http://www.tnp.sg/news/business/wee-cho-yaw-retire-uob | Foto : Istimewa


Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar