Arti Bela Negara Bagi Warga Binaan di LP Cipinang

Jakarta (WartaMerdeka) -  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Yasonna Laoly untuk pertama kalinya melakukan kegiatan bersama tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta (29/3).
“Acara ini merupakan momen yang sangat penting dan strategis serta tepat waktu ditengah upaya pemerintah untuk terus menggalakan nilai-nilai Kesadaran Bela Negara sebagai bagian integral dari program revolusi mental dalam visi negara kita Presiden Jokowi. Tak terkecuali warga binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari komponen bangsa Indonesia yang setara. Keberadaan negara kita ini baik atau tidaknya semua tergantung dari warga masyarakat Indonesia,” jelas Menhan.
Lebih lanjut Menhan menyampaikan bahwa bila seseorang sudah memiliki cinta yang mendalam maka dia akan tulus dan ikhlas ingin membangun negaranya bahkan rela berkorban dan siap mati untuk membela tanah airnya. Terlebih guna menghadapi segala bentuk ancaman, semua rakyat wajib ikut dalam mempertahankan bangsa dan negara kesatuan, salah satunya adalah program bela negara menghadapi ancaman yang nyata berupa teroris, bencana alam, masalah perbatasan, pencurian sumber daya alam, perdagangan narkoba dan manusia, cyber juga yang lainnya.
Sedangkan Menteri Hukum dan HAM menekankan bahwa Bela Negara bukan hanya tanggung jawab dari Kementerian, TNI-Polri atau TNI saja tetapi seluruh anak-anak bangsa wajib hukumnya untuk membela negara termasuk anak-anak ku semua warga binaan. “Walaupun kamu berada di dinding terbatas namun kreatifitas kalian tidak boleh terbatas dan harus mampu berimajinasi melampaui dinding-dinding ini dan membuktikan kepada dunia dan Indonesia bahwa kalian dapat berkontribusi untuk bangsa ini,” jelas Menkumham.
“Tidak ada manusia yang sempurna yang ada di dunia ini dalam kehidupannya pernah terjatuh melakukan sesuatu yang salah. Tetapi manusia punya kemampuan untuk merobah dirinya menjadi orang yang bertobat, menunjukan dirinya mampu berbuat kembali, mampu menjadi anak-anak bangsa yang dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara ini dan kalian dapat buktikan itu,” hibur Menkumham (aa) | Foto: istimewa
Share:

Prajurit Satkorarmabar Harus Bermental Baja


Jakarta (WartaMerdeka) - Dansatkorarmabar menyampaikan kepada prajurit Satkorarmabar harus mampu bergerak cepat menyesuaikan kondisi yang terus berkembang dan menyikapi dinamika lingkungan strategis global, regional dan nasional. 

“Gelorakan kebanggaan prajurit pengawal samudera menghadapi tantangan penugasan”. Hal tersebut disampaikan Komandan Satuan Kapal Eskorta/Dansatkorta Komando Armada RI Kawasan Barat Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, saat memberikan Entry Briefing pengarahan awal kepada seluruh prajurit yang bertugas dijajaran Satkorarmabar, di geladak KRI Wiratno-379 Dermaga JICT II,Tanjung Priok, Jakarta Utara (23/3).


Lalu dalam pembinaan material, Kapal Perang merupakan sarana utama pendukung tugas pokok maupun tugas tugas lainnya, oleh karenanya Kapal Perang tampilannya harus membanggakan, kesiapan teknisnya harus dipertahankan, serta kebersihannya harus diutamakan. Tampilan kapal perang harus dapat dijadikan wahana membanggakan baik untuk misi dalam maupun luar negeri dalam mendukung peran universal AL dalam peran sebagai kekuatan militer, wahana diplomasi dan dalam penyelenggaraan penegakkan hukum. 



Disamping kesiapan alutsista, profesionalitas prajurit juga harus dalam kondisi prima. Teknologi informasi harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan naluri intelijen pendukung penyelenggaraan operasi seperti pemanfaatan Informasi AIS dan VMS 

Terkait ancaman narkoba, juga dalam acara ini diingatkan. “Oleh karena itu prajurit Satkorarmabar harus memiliki daya tangkal yang kuat melalui pembinaan spritual, mental maupun fisik yang terpola,” ujarnya. 



Makna "TANGGWA AJU MANGGALA YUDHA" jangan hanya dijadikan semboyan, namun harus menjadi motivasi dalam membangun jati diri prajurit Satkorarmabar yang tanggap, tanggon dan trenginas. 



“Setiap prajurit harus memiliki kesadaran akan kodrat sekaligus pilihan hidup sebagai prajurit matra laut melalui mengasah diri dengan berbagai pengetahuan yang mendukung profesi sebagai pelaut, memiliki karakter prajurit yang religi sekaligus Sapta Margais, melakukan pembinaan fisik yang prima serta pembinaan mental dan moral yang tangguh,” pesannya (ab) | Foto: DispenArmabar 
Share:

TNI AU-USAF Mengadakan Latihan Bersama


Manado (WartaMerdeka) - Asisten Operasi/Asops Kasau Marsekal Muda Barhim mengatakan, latihan bersama antara TNI AU dan Angkatan Udara Amerika Serikat/USAF dengan sandi Cope West 2018 dan Spear Iron, yang digelar 12 - 23 Maret 2018 di Manado, Sulawesi Utara membawa dampak positif bagi Angkatan Udara kedua negara. 


Asops Kasau berharap, ke depan Latihan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme penerbang, crew dan prajurit Paskhas dalam mengembangkan taktik dan teknik operasi udara ini, dapat terus berlanjut. 



Saat menutup Latihan di apron bandara Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado, Jumat (23/3), Asops Kasau menegaskan, hal positif yang dapat di ambil dari Latma yang melibatkan 300 personel kedua negara ini, adalah terbangunnya kerjasama dan kesepahaman serta saling tukar pengetahuan antara peserta latihan. 



“Hal terpenting, bahwa latihan ini menjadi ajang yang baik guna mempererat persahabatan dan memperkuat hubungan kedua Angkatan Udara" tegas Asops Kasau. 



Ditambahkan, Latma juga bermanfaat sebagai referensi TNI AU, khususnya para penerbang tempur karena dapat saling tukar ilmu dan kemampuan taktik pertempuran udara terkini, mulai penggunaan smart weapon berkemampuan Beyond Visual Range (BVR) hingga Close Combat (pertempuran jarak dekat). 



Sementara Mobilization Assitance to Commander US PACAF, Major General Walter J Sams menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, sehingga latihan dapat berjalan dengan baik. Kepada Asops Kasau, Major General Walter J. Sams berhadap, interaksi kedua Angkatan Udara dapat terus berlanjut. 



“Saya berharap interaksi diantara kita terus berlanjut, sehingga tercipta persahabatan dan saling percaya yang kuat, guna memahami kedua Angkatan Udara,” puji Mayjen Walter J.Sams. 



Latma Cope West 2018 dan Spear Iron, melibatkan unsur pesawat tempur F-16 dari Skadron 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru dan 13th Figther Squadron USAF yang berhome base di Misawa Jepang serta prajurit Wing II Paskhas. 



Turut hadir dalam Upacara Penutupan Latihan tersebut adalah para pejabat dari Mabesau, Dankorpaskhas Marsda TNI T. Seto Purnomo, para pejabat FKPD Provinsi Sulawesi Utara dan pejabat Delegasi Militer Amerika Serikat serta Danlanud Sam Ratulangi Kolonel Nav Insan Nanjaya (sa) | Foto: Dispenau 
Share:

Tolak Politisasi Tempat Ibadah

Jakarta, (WartaMerdeka) - Jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, terindikasi akan bermunculan berbagai kepentingan yang masuk ke berbagai elemen, bahkan tanpa terkecuali termasuk tempat ibadah.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Forum Rembuk Masjid Indonesia (Formasi), KH Sholeh Marzuki  meminta para Takmir Masjid menjaga tempat ibadah agar tidak disusupi kelompok tertentu yang memiliki agenda politik praktis.

"Para DKM dan Takmir Masjid dihimbau menyerukan agar Masjid jangan dikotori oknum yang mempunyai kepentingan sesaat dan hanya mencari suara dengan menguasai masjid. Jangan masjid dijadikan tempat mengamankan suara yang ujung-ujungnya menjelekkan kelompok sana kelompok sini," tegas Kyai Marzuki di Jakarta (19/3)


Senada dengan Kyai Marzuki, KH Nuril Arifin alias Gus Nuril (Pondok Pesantren Soko Tunggal Rawamangun dan Semarang), menyayangkan jika masjid yang merupakan tempat mulia itu disalah artikan fungsi hanya karena tahun politik dan meminta Takmir Masjid serta para jamaah untuk tidak menggunakan Masjid sebagai ajang kepentingan politik praktis, partisan dan jual beli suara.

"Masjid jangan digunakan kepentingan politik praktis dan partisan. Mari belajar dewasa, bersikap patriot hilangkan ego. Ketika Politik, Pilkada, dan Pilpres berjalan maka masuk ke Masjid dan tenangkan hatimu. Ke Masjid itu mau ketemu Allah apa ketemu calon Gubernur atau calon Presiden," ujar Gus Nuril.

Gus Nuril juga menghimbau masyarakat secara kompak menyerukan untuk mencegah oknum yang memfungsikan Masjid dari unsur Politik praktis dan mengutamakan fungsi Masjid untuk tempat beribadah kepada Allah SWT.  Menjadikan Masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan.

“sudah saatnya menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan caci maki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan.” Pungkasnya. 
Share:

Perlunya Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Even Pariwisata

Jakarta (WartaMerdeka) - Arief Yahya (Menteri Pariwisata)  menyatakan, segera dibuat pedoman atau SOP penyelenggaraan even di Indonesia, agar lebih berkualitas dan sesuai standar nasional, sehingga target cultural values dan commercial values dapat tercapai. 


“Dalam membuat SOP ini kita bisa mengambil pengalaman dari penyelenggaraan 100 Calender of Event (CoE) 2018,” kata Menpar Arief Yahya seusai membuka Workshop/Coaching Penyelenggaraan CoE 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kementerian Pariwisata (19/3). 

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Indonesia baru pertama kali mempunyai calender of event nasional (100 CoE) 2018, setelah tiga tahun Malaysia mempunyai Top 50 CoE. Penetapkan 100 CoE 2018 ini dikelola oleh tim kurator dengan standar nasional, sedangkan dalam menetapkan nilai budaya (cultural values) dan nilai ekonomi komersialnya (commercial values) belum ada   pedoman dan perlu segera dibuat SOP dan petunjuk pelaksanaan teknis (Juknis)nya. 

“Target dari penyelenggaraan workshop/coaching hari ini adalah kita segera mempunyai SOP atau pedoman teknis penyelenggaraan even di Indonesia dengan memanfaatkan momentum 100 CoE 2018,” papar Arief Yahya. Perlu ada pendampingan di lapangan dalam penyelenggaraan. Top 100 CoE 2018 terdiri dari 50 even budaya, 30 alam, dan 20 buatan yang memiliki nilai komersial (commercial values) tinggi sehingga diminati pihak ketiga untuk melakukan kerjasama sebagai sponsor atau menjadi co-branding. 

“Untuk nilai budaya (cultural values) kita belum punya data dan sebagai tahap awal perlu dilakukan survey ke beberapa daerah seperti Bali dan Banyuwangi yang mempunyai nilai indeks kebahagiaan tingkat nasional tinggi," ujar Menpar. 

Sementara itu ahli pemasaran dari MarkPlus Jacky Murrsy menggaris bawahi bahwa kurator even terdiri dari produser dan director yang keduanya mempunyai tujuan sama agar target penyelenggaraan event tercapai. “Produser mengurusi dari sisi komersialnya, sedangkan director fokus pada kualitas penyelenggaraan yang target akhirnya adalah return berapa hasil komersial yang diperoleh. Return dari even itu bisa juga berupa seberapa besar kepuasan para pengunjung. Ini penting dievaluasi untuk menentukan strategi penyelenggaraan event ke depan,” kata Jacky Murrsy (fm) | Foto: Istimewa 
Share:

PBNU : Adanya Ketimpangan Harga Pangan


Jakarta (WartaMerdeka) - Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama/PBNU ), menyoroti disparitas atau ketimpangan harga pangan. Seperti harga bawang merah dan cabai yang cukup jauh antara harga di tingkat petani dengan ditingkat konsumen. 

Menurut Kiai Said Aqil, disparitas harga di atas merupakan faktor yang menyebabkan ummat selalu berada di garis kemiskinan. Pasalnya, banyak biaya yang mereka keluarkan saat menanam, akan tetapi ketika panen dihadapkan dengan harga jual yang cukup rendah sehingga dipastikan rugi. 

“Banyak ummat menanam cabai dan bawang merah. Harga di petani hanya Rp 8.000 per kilogram, tapi di konsumen sangat tinggi mencapai Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per kilogram,” demikian ungkapnya dalam acara "Road To Pesantren Agro" yang diselenggarakan Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal serta beberapa Bank BUMN di Gedung PBNU (19/3). 

“Solusinya, tata kelola perdagangan pangan harus diperbaiki. Rantai pasok pangan dari petani ke konsumen harus dipangkas sehingga harga di petani tidak jatuh dan harga di konsumen tidak terlalu tinggi. Ini harus dilakukan agar mensejahterakan ummat benar-benar terwujud,” tegasnya. 

Di sisi lain, Kiai Said Aqil mengakui kebijakan pangan di bidang produksi saat ini mampu menyentuh masyarakat yang paling kecil dan bawah. Problem strategi ini memang tidak mudah namun harus tetap ditemukan. Tantangan yang tidak sederhana karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas. 

"Pemerintah sudah lama mencari pola efektif membangun masyarakat. Pak Amran sudah mulai menemukan caranya. Bismillah, teruskan dan semoga Bapak selalu dalam ridha Allah," kata Kiai Said sambil menepuk tangan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang ada di sampingnya. 

Perlu diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di tahun ini kembali bekerjasama dengan PBNU. Kiai Said Aqil menilai langkah terobosan Mentan ini sudah lama ditunggu masyarakat petani. 

"Saya senang melihat kerja konkret yang berpihak. Petani butuh air, disiapkan, Begitu pun butuh traktor dikasih, butuh benih dibantu. Inilah fungsi pemerintah yang efektif," puji Kiai Said Aqil ke kinerja Kementan. 

“Kalau ingin pertumbuhan ekonomi kuat, kita dorong ekspor dan investasi. Ekspor naik, investasi akan ikut bergerak. Karena akan berdiri pabrik-pabrik di daerah-daerah. Sekarang ini ada pembangunan gudang kapasitas tiga juta ton di seluruh Indonesia. Ini salah satu upaya nyata memotong rantai pasok, harga di petani tidak jatuh ketika panen,” jelas Amran (ag) | Foto: Istimewa 
Share:

Koarmabar meningkatkan Profesionalisme prajurit dalam tindakan Perlawanan Ranjau


Jakarta (WartaMerdeka) - Dalam rangka peningkatan kemampuan dan keterampilan, serta profesionalisme prajurit dalam tindakan perlawanan ranjau, Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmabar melaksanakan latihan Penyapuan Ranjau (20/3). 

Latihan yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Dodi Agus Prasetyo selaku Komandan Satuan Kapal Ranjau Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatranarmabar) sekaligus sebagai Papelat dengan melibatkan seluruh prajurit Satran Koarmabar. 

Satuan Kapal Ranjau Koarmabar merupakan komando pelaksana pembinaan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur unsur organiknya dalam bidang peperangan ranjau dan peperangan anti udara dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur Koarmabar. 

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, latihan yang dilaksanakan selama sembilan hari dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah teori berupa penyampaian materi baik tentang berbagai macam jenis ranjau, daerah penyebaran, prosedur penyebaran maupun prosedur tindakan perlawanan ranjau yang meliputi analisa data kontak bawah air dan  penyapuan ranjau. 

Pada tahap selanjutnya adalah praktik dan drill gelar Alat Penyapu Ranjau (APR) jenis Mekanik MSG 25 yang dilaksanakan di geladak KRI Pulau Rusa-726 dengan Komandan KRI Mayor Laut (P) Fitriana C Ardi yang sedang bersandar di dermaga Fasilitas Pemeliharaan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi. 

Dansatranarmabar menegaskan bahwa untuk mengasah profesionalisme harus dilaksanakan pembinaan secara terus menerus bertingkat dan berlanjut, sehingga ketrampilan prajurit dalam melaksanakan gelar peralatan peranjauan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel maupun materiil dalam setiap latihan (bp) | Foto: DispenArmabar 
Share:

Gubernur Lemhanas : Pelihara Kemajemukan Bangsa


Ternate (WartaMerdeka) - Acara yang dihadiri Plt. Gubernur Malut Natsir Thaib, Para Deputi Lemhanas, Forkopimda Malut, Sultan Tidore dan diikuti oleh 100 orang peserta dari kalangan Birokrat, Akademisi, Tokoh Masyarakat serta TNI dan Polri. 

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo membuka kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Birokrat, Akademisi, Tokoh masyarakat, TNI dan Polri di wilayah Maluku Utara, yang diselenggarakan di Ball Room Grand Dafam International Hotel, Ternate Provinsi Maluku Utara/Malut (20/3). 

Kegiatan ini dilaksanakan selama sepekan (20-27/3), diisi dengan berbagai materi nilai dan wawasan kebangsaan, diskusi kelompok, simulasi dan Out Bond untuk penyegaran. Seusai mengikuti kegiatan ini, diharapkan peserta memiliki kemampuan untuk memahami nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, memahami paradigma nasional yaitu wawasan nusantara, ketahanan nasional, kepemimpinan nasional, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan sesuai dengan peran dan posisinya masing-masing di masyarakat. 

“Sebagai bangsa yang disatukan karena perbedaan dan kemajemukan, nilai-nilai dan wawasan kebangsaan merupakan prasyarat mutlak yang harus senantiasa dijaga. Melihat kondisi SDM yang cukup besar secara kuantitas, tetapi masih belum memenuhi harapan dari segi kualitas. Mentalitas dan moralitas, termasuk di dalamnya etos kerja, nasionalisme, dan patriotisme perlu untuk ditanamkan dan ditumbuhkembangkan”, ujar Gubernur Lemhanas. 

Sementara itu dalam keterangannya Ws. Kapenrem 152/Babullah Kapten Inf Heru Darujito menyampaikan pentingnya acara tersebut, sebab melihat kondisi bangsa saat ini dimana nilai-nilai kebangsaan sudah tergerus akibat derasnya arus globalisasi sehingga banyak dari kita kehilangan jati diri dan tidak mengenal siapa dirinya. Oleh karenanya diharapkan, purna kegiatan para peserta dapat menjadi agen penyebaran nilai kebangsaan kepada lingkungan sekitarnya sehingga dengan segera nilai-nilai tersebut dapat kembali menjadi nafas hidup bangsa Indonesia melalui pengamalan dalam kehidupan sehari-hari (rm) | Foto: Penrem152. 
Share:

MATTA Fair menampilkan Kapal Pinisi


Kuala Lumpur (WartaMerdeka) - Dalam pameran MATTA (Malaysian Association of Tour and Travel Agents - Biro Perjalanan dan Wisata di Malaysia), Kementerian Pariwisata RI turut hadir dengan tampilan seni unggulannya: kapal pinisi. Acara yang digelar sejak 16-18 Maret ini, diadakan di Putra World Trade Center Kuala Lumnpur Hall 3. 


Adapun kehadiran Gubernur Sumatera Selatan/Sumsel Alex Noerdin, yang memberikan perhatian khusus, serta ia mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang terus mendukung semua kegiatannya di tanah air, maupun di pentas dunia yang kaitannya dengan mengangkat pariwisata daerah dan menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara. ”Tidak bosan-bosannya kami bersinergi dengan Kemenpar, memahami potensi, dan mempromosikan dengan sangat baik bersama-sama, ini semua demi tanah air,” kata pria yang juga pembina klub bola ternama, Sriwijaya FC Palembang itu. 



Kehadiran Alex di MATTA juga terkait perhelatan akbar Asian Games yang Agustus mendatang digelar di Jakarta dan Palembang. Karena akan datang sekitar 12 ribu atlet, official, media dan semua perangkat pendukung ke Sumsel dan menikmati pertandingan serta keindahan kota-kota di Sumsel. ”Belum itu dengan supporternya. Saya prediksi akan lebih banyak lagi masuk Sumsel.  Belum mulai saja dampak ke masyarakat sudah sangat terasa, hotel sudah mulai dipesan, rental mobil sudah mulai penuh. Begitulah Sport Tourism, sangat mensejahterakan masyarakat kami,” kata Gubernur Sumsel. 



Sumsel memang sering mengusung Sport Tourism di wilayahnya. Sebut saja Sea Games, Asian Games 2018, Musi Triboatton, Turnamen Sepak Bola Internasional, Beach Volley se Asia Pacific, Asian Triathlon 2017 bahkan rencananya akan digelar Moto GP di Sumsel. ”Kami tahun ini saja mempersiapkan 39 event sport tourism kelas dunia di Sumsel. Kami sangat optimis mengusung ini dan bisa berdampak kepada pariwisata Indonesia,” ujar Alex Noerdin. 



Deputi Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional II Sumarni mengatakan, Kemenpar memang akan menjadikan Sumsel menjadi model nasional untuk penyelenggaraan _sport tourism. "Secara atraksi sudah bagus, kuliner bagus, budaya bagus. Nah kalau wisata Man Made termasuk di dalamnya ada sport tourism, inilah yang jadi keunggulan Sumsel,” papar Pitana yang juga diamini Sumarni (EW) | Foto: Istimewa 

Share:

PBNU dukung Kementan Dongkrak Produksi Jagung


Jakarta (WartaMerdeka) - PBNU mendukung ajakan Kementerian Pertanian, untuk bekerjasama menggenjot pruduksi jagung di seluruh Indonesia. Kerjasama ini diharapkan tidak hanya mampu mengangkat kesejahteraan petani, tapi juga mendorong laju ekspor jagung ke Malaysia dan Filipina. 

“Ini kerjasama dengan PBNU sudah masuk tahun kedua. Alhamdulillah, tahun kemarin berhasil. Nah tahun ini dilanjutkan dengan kerjasama jagung 100 ribu ha di seluruh Indonesia,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai penandatanganan kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Kantor Pusat PBNU,.Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat (19/3), 

Dalam penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri antara lain; Dirjen Prasarana dan Sarana Kementan Pending Dadih Permana, Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj beserta sejumlah pengurus PBNU. Adapun bentuk kerjasama ini berupa pembagian benih, pupuk dan alsintan gratis. 

Pak Menteri menegaskan, bahwa kerjasama ini bertujuan bukan hanya berupaya meningkatkan produksi jagung, tapi jauh lebih penting mampu mengangkat kesejahteraan umat, mengentaskan kemiskinan dan juga mendorong ekspor. Sebab dari kerjasama penanaman jagung di areal seluas 100 ha, pendapatan yang bisa diperoleh petani bisa mencapai Rp 2 Triliun. 

“Jadi kalau bisa 100 ribu, Insya Allah bisa menghasilkan 1 juta ton. Katakanlah separuhnya saja 500 ribu ton jagung. Nilainya itu 500 ribu ton kali Rp 3000 per kilogram, sekitar Rp 1,5 hingga 2 Triliun. Jadi luar biasa buat umat,” jelas Mentan. 

Filipina saat ini membutuhkan jagung sebesar satu juta ton, sementara Malaysia tiga juta ton. “Karena jagung sudah berkembang pesat ada pembangunan gudang kapasitas tiga juta ton di seluruh Indonesia. Gudang ini ada di sentra-sentra jagung seperti Lampung, Jatim, Sulsel, Banten, Bengkulu, Sumbawa dan Gorontalo. 

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj mengapresiasi kerjasama ini. Apalagi di tahun kemarin, kerjasama Kementan-PBNU terbukti berhasil meningkatkan produksi jagung. “Dari kerjasama dengan berbagai kementerian, hanya dengan Kementan nyata memberikan hasil yakni peningkatan kesejahteraan ummat dari peningkatan produksi jagung,” aku orang nomor satu NU ini. “Beliau adalah Menteri Pertanian yang sesungguhnya,” puji Said Agil (EW) | Foto: Istimewa 
Share:

DPR RI mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian


Jakarta (WartaMerdeka) - Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi atas realisasi APBN 2017 Kementerian Pertanian/Kementan sebesar Rp 21.9 Triliun atau 90.44 persen dari Pagu APBN Tahun 20 17 sebesar Rp 24.226 Triliun," kata Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV bersama Mentan di Gedung DPR RI (14/3). 

Komisi IV DPR RI mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pertanian (APBN) di kementerian yang dinahkodainya untuk Tahun Anggaran 2017. Hasilnya, beberapa komoditas pertanian strategis seperti padi, jagung, dan bawang merah melonjak signifikan bahkan ekspor. 

"Selanjutnya Komisi IV DPR RI meminta Kementan untuk meningkatkan realisasi APBN pada 2018 khususnya untuk program kegiatan perlindungan dan pemberdayaan petani yang targetnya belum terpenuhi pada 2017," ujar Ketua Komisi IV DPR RI Edi Prabowo. 

“Beliau ini selalu konsisten perjuangkan petani. Sama mitra juga. Mentan ini berdiri tegak lurus, luruskan yang bengkok-bengkok. Nah ini baru ada 2-3 menteri yang punya pendirian kuat. Salah satunya Mentan, puji Roem Kono, Wakil Ketua Komisi IV. 

Sedangkan anggota Komisi IV lainnya, seperti Daniel Djohan, menggarisbawahi bahwa Kementan saat ini merupakan tulang punggung keberhasilan pemerintah. Dia pun berharap dengan lonjakan produksi ini, kesejahteraan petani juga meningkat. 

"Jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam, produktifitas kita masih lebih tinggi. Rata-rata produktifitas nasional itu 6 ton bahkan bisa 9 ton per hektar. Kalau produktifitas naik maka tentu kesejahteraan petani naik. Makanya ke depan Kementan buat program hi 11risasi pertanian. Caranya industrialisasi buat petani sehingga petani tidak lagi kerja keras produksi padi tapi juga bisa menguasai pasar, bisa jual beras langsung kekonsumen sehingga nilai tambah tidak lagi ke tengkulak tapi langsung ke petani," katanya. 

Rahmat Nasution Hamka juga dari Komisi IV memberikan apresiasi dan catatan yang gemilang atas kinerja Menteri Pertanian yang telah sukses mengangkat produksi jagung bahkan sampai ekspor, ke negara Filipina dan Malaysia. Adanya perhatian pemerintah terhadap jagung pula, yang membuat petani di daerah pemilihannya di Kalimantan Tengah semangat untuk menanam jagung. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak larut begitu saja dengan berbagai pujian itu. Justru ia terus bekerja keras dan memastikan bahwa stok beras saat ini masih cukup mengingat banyak sentra produksi padi panen raya. Nah untuk selesaikan pertanian, kata Amran, tak ada cara selain menggunakan mekanisasi, perbaikan infrastruktur pertanian dan benih berkualitas. "Kemudian meningkatkan produktifitas lahan pasang surut yang ada di Kalimantan, Sumatera, yang potensi besarnya seluas satu juta hektar. Makanya kami beli excavator. Kenapa? Karena ini murah. Bisa 5 tahun kerja tanpa biaya lagi," katanya. 

Menteri Amran juga memastikan kendati bukan tupoksi Kementan, pihaknya juga berupaya keras membantu Bulog menggenjot cadangan beras pemerintah melalui serap gabah petani di lapangan. Amran bahkan rela menguras duit dari kantong pribadinya untuk membantu Bulog menambah cadangan beras pemerintah. "Itu kami lakukan karena begitu cintanya kami kepada Bulog," tegasnya. Karena dengan kinerja Bulog optimal, petani pun turut sejahtera (ag/ab) | Foto: Istimewa 
Share:

Info Telur Palsu adalah Hoax

Jakarta (WartaMerdeka) - Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/3), Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Maarif menegaskan, isu yang viral mengenai telur palsu adalah hoax. 


Adanya isu telur palsu marak di media sosial akhir-akhir ini sangat meresahkan konsumen, dan membuat Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Mabes Polri bergerak cepat dalam menyikapi beredarnya berita hoax tersebut. Selain membuat resah konsumen, isu tersebut juga akan sangat merugikan peternak ayam petelur. 

Kementan telah terjun ke lapangan untuk mencari tahu kebenaran info itu. Setelah diteliti, ternyata itu telur asli, namun kondisinya dalam keadaan yang tidak baik (sudah terlalu lama penyimpananya). 
Terkait telur yang diduga palsu beredar masyarakat, Pihaknya sudah menguji ke laboratorium telur yang diduga palsu di masyarakat. Hasilnya dipastikan bahwa telur tersebut asli. 

“Mungkin cuma sudah terlalu lama. Makanya kita jangan simpan telur lama lama, lebih dari empat minggu,” ujarnya. 
Syamsul mengatakan, adanya telur palsu sangat tidak mungkin. Menurutnya, secara akal sehat, harga telur yang dipalsukan pasti lebih mahal. "Harganya bisa mencapai 1,5 kali lebih tinggi dari aslinya. Sebab, hal itu membutuhkan teknologi untuk merekayasa produk biologis," ungkapnya. 

Ditemukannya telur-telur dengan ciri tidak normal seperti kuningnya yang lembek, putih telur terlalu cair, atau tidak lengket di tangan kemungkinan karena faktor alam akibat penyimpanan yang terlalu lama. 

"Biasanya telur itu sudah terlalu lama atau ayamnya sakit, sehingga mempengaruhi kondisi telur," papar Syamsul. 

Dikatakan pula bahwa telur tidak bisa disimpan terlalu lama karena akan memengaruhi konsistensinya. Di peternakan, tidak ada telur yang disimpan lebih dari seminggu. Begitu bertelur, keesokan harinya langsung didistribusikan ke konsumen. Idealnya, jangan simpan telur lebih dari empat minggu. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sugiono meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan info hoaks itu karena telur tidak dapat dipalsukan. “Telur produk biologis, tidak akan dapat dipalsukan, harga telur per kilogram jelas Rp. 20-23 ribu," kata Sugiono. 

Sugiono menjelaskan, telur sama seperti sperma yakni produk biologis, sehingga mustahil dipalsukan. “Nanti ada sperma palsu, nanti ada produk biologis lain yang palsu. Itu impossible," tandasnya. 

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, adanya video singkat tentang telur palsu itu sangat meresahkan konsumen. "Masyarakat jadi tidak yakin dan ragu saat mau beli di pasar atau toko," kata Setyo. 

Kepala Satuan Tugas Pangan tersebut juga mengatakan, isu telur palsu yang pertama kali diketahui di Sumbawa/NTB, sangat meresahkan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Polri memastikan bahwa itu hoaks, karena sudah diselidiki ternyata tak benar ada telur palsu. 

Setyo mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan informasi telur palsu di media sosial. Jika kedapatan bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik/ITE (ag) | Foto: Istimewa 
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip