2018-03-17

Aceh Upayakan Peningkatan Pangan


Banda Aceh (WartaMerdeka) - Mukti Sardjono Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan menjelaskan, ”sesuai arahan Menteri Pertanian, pertemuan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja upsus untuk menjamin peningkatan produksi, meningkatkan serapan gabah petani untuk menjamin ketersediaan dan stock pangan pangan dan optimasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang telah didistribusikan ke petani dalm tiga tahun terakhir.” 

Aceh menargetkan 507.549 hektar luas tanam padi untuk Musim Tanam (MT) 2017/2018, yang terbagi MT Rendeng dan MT Gadu. Dalam MT Rendeng Oktober 2017 hingga Maret 2018 (posisi 14 Maret 2018) telah terealisasi seluas 271.884 ha (data LTT harian). Pada Periode yang sama jagung terealisasi 36.681 ha dan kedele 8.518 ha”,” ucap Mukti dalam acara pembukaan Pertemuan Percepatan Upsus Pajale dan Optimasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian serta Serapan Gabah Aceh (15/3). 


Pertemuan ini juga di hadiri Kasdam Iskandar Muda, Sekretaris Badan SDM Pertanian, Danrem Teuku Umar, Kadivre Bulog, Seluruh Dandim se Aceh dan Kepala Dinas Pertanian kabupaten se Aceh. 



Saat ini Kementerian Pertanian telah membentuk Tim Optimasi Alsintan yang bertugas memantau pendistribusian dan pemanfaatan alsintan secara optimal diseluruh propinsi. Karena secara quantity jumlahnya sudah sebanding dengan luas lahan, tinggal bagaimana alat dan mesin pertanian tersebut dioptimalkan pemanfaatannya. "Jika tidak dimanfaatkan, maka kami akan menarik dan memindahkannya kepada wilayah/kelompok tani lain yang lebih membutuhkannya, jelas Mukti 



Mukti juga meyampaikan bahwa Kementan saat ini telah berkoordinasi dengan Jajaran Dinas Partanian dan jajaran TNI AD untuk memantau secara harian pemanfaatan alsintan dalam pengolahan lahan dan pemanenan, katanya 



Sementara itu Kasdam Iskandar Muda Brugjen Achmad Daniel Chardin menegaskan jajaran TNI AD terus mengawal dan berperan dalam peningkatan luas tanam, serapan gabah dan optimasi alsintan. "Sesuai pedoman teknisnya alsintan yang tidak dioperasionalkan setempat, kita dorong untuk dicabut dan dipindahkan ke tempat yang lain yang membutuhkannya, alsintan tidak boleh berhenti pengoperasiannya, yang boleh berhenti manusianya atau berganti orang yang mengoperasikannya". 



Daniel juga mengatakan bahwa jajarannya tetap berkomitmen dengan Kementerian Pertanian dan Pemda Aceh untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu lumbung pangan nasional (hy/ab) | Foto: Istimewa | IM
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip