2018-03-19

DPR RI mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian


Jakarta (WartaMerdeka) - Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi atas realisasi APBN 2017 Kementerian Pertanian/Kementan sebesar Rp 21.9 Triliun atau 90.44 persen dari Pagu APBN Tahun 20 17 sebesar Rp 24.226 Triliun," kata Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV bersama Mentan di Gedung DPR RI (14/3). 

Komisi IV DPR RI mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pertanian (APBN) di kementerian yang dinahkodainya untuk Tahun Anggaran 2017. Hasilnya, beberapa komoditas pertanian strategis seperti padi, jagung, dan bawang merah melonjak signifikan bahkan ekspor. 

"Selanjutnya Komisi IV DPR RI meminta Kementan untuk meningkatkan realisasi APBN pada 2018 khususnya untuk program kegiatan perlindungan dan pemberdayaan petani yang targetnya belum terpenuhi pada 2017," ujar Ketua Komisi IV DPR RI Edi Prabowo. 

“Beliau ini selalu konsisten perjuangkan petani. Sama mitra juga. Mentan ini berdiri tegak lurus, luruskan yang bengkok-bengkok. Nah ini baru ada 2-3 menteri yang punya pendirian kuat. Salah satunya Mentan, puji Roem Kono, Wakil Ketua Komisi IV. 

Sedangkan anggota Komisi IV lainnya, seperti Daniel Djohan, menggarisbawahi bahwa Kementan saat ini merupakan tulang punggung keberhasilan pemerintah. Dia pun berharap dengan lonjakan produksi ini, kesejahteraan petani juga meningkat. 

"Jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam, produktifitas kita masih lebih tinggi. Rata-rata produktifitas nasional itu 6 ton bahkan bisa 9 ton per hektar. Kalau produktifitas naik maka tentu kesejahteraan petani naik. Makanya ke depan Kementan buat program hi 11risasi pertanian. Caranya industrialisasi buat petani sehingga petani tidak lagi kerja keras produksi padi tapi juga bisa menguasai pasar, bisa jual beras langsung kekonsumen sehingga nilai tambah tidak lagi ke tengkulak tapi langsung ke petani," katanya. 

Rahmat Nasution Hamka juga dari Komisi IV memberikan apresiasi dan catatan yang gemilang atas kinerja Menteri Pertanian yang telah sukses mengangkat produksi jagung bahkan sampai ekspor, ke negara Filipina dan Malaysia. Adanya perhatian pemerintah terhadap jagung pula, yang membuat petani di daerah pemilihannya di Kalimantan Tengah semangat untuk menanam jagung. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak larut begitu saja dengan berbagai pujian itu. Justru ia terus bekerja keras dan memastikan bahwa stok beras saat ini masih cukup mengingat banyak sentra produksi padi panen raya. Nah untuk selesaikan pertanian, kata Amran, tak ada cara selain menggunakan mekanisasi, perbaikan infrastruktur pertanian dan benih berkualitas. "Kemudian meningkatkan produktifitas lahan pasang surut yang ada di Kalimantan, Sumatera, yang potensi besarnya seluas satu juta hektar. Makanya kami beli excavator. Kenapa? Karena ini murah. Bisa 5 tahun kerja tanpa biaya lagi," katanya. 

Menteri Amran juga memastikan kendati bukan tupoksi Kementan, pihaknya juga berupaya keras membantu Bulog menggenjot cadangan beras pemerintah melalui serap gabah petani di lapangan. Amran bahkan rela menguras duit dari kantong pribadinya untuk membantu Bulog menambah cadangan beras pemerintah. "Itu kami lakukan karena begitu cintanya kami kepada Bulog," tegasnya. Karena dengan kinerja Bulog optimal, petani pun turut sejahtera (ag/ab) | Foto: Istimewa 
Share:

Arsip