2018-03-25

Prajurit Satkorarmabar Harus Bermental Baja


Jakarta (WartaMerdeka) - Dansatkorarmabar menyampaikan kepada prajurit Satkorarmabar harus mampu bergerak cepat menyesuaikan kondisi yang terus berkembang dan menyikapi dinamika lingkungan strategis global, regional dan nasional. 

“Gelorakan kebanggaan prajurit pengawal samudera menghadapi tantangan penugasan”. Hal tersebut disampaikan Komandan Satuan Kapal Eskorta/Dansatkorta Komando Armada RI Kawasan Barat Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, saat memberikan Entry Briefing pengarahan awal kepada seluruh prajurit yang bertugas dijajaran Satkorarmabar, di geladak KRI Wiratno-379 Dermaga JICT II,Tanjung Priok, Jakarta Utara (23/3).


Lalu dalam pembinaan material, Kapal Perang merupakan sarana utama pendukung tugas pokok maupun tugas tugas lainnya, oleh karenanya Kapal Perang tampilannya harus membanggakan, kesiapan teknisnya harus dipertahankan, serta kebersihannya harus diutamakan. Tampilan kapal perang harus dapat dijadikan wahana membanggakan baik untuk misi dalam maupun luar negeri dalam mendukung peran universal AL dalam peran sebagai kekuatan militer, wahana diplomasi dan dalam penyelenggaraan penegakkan hukum. 



Disamping kesiapan alutsista, profesionalitas prajurit juga harus dalam kondisi prima. Teknologi informasi harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan naluri intelijen pendukung penyelenggaraan operasi seperti pemanfaatan Informasi AIS dan VMS 

Terkait ancaman narkoba, juga dalam acara ini diingatkan. “Oleh karena itu prajurit Satkorarmabar harus memiliki daya tangkal yang kuat melalui pembinaan spritual, mental maupun fisik yang terpola,” ujarnya. 



Makna "TANGGWA AJU MANGGALA YUDHA" jangan hanya dijadikan semboyan, namun harus menjadi motivasi dalam membangun jati diri prajurit Satkorarmabar yang tanggap, tanggon dan trenginas. 



“Setiap prajurit harus memiliki kesadaran akan kodrat sekaligus pilihan hidup sebagai prajurit matra laut melalui mengasah diri dengan berbagai pengetahuan yang mendukung profesi sebagai pelaut, memiliki karakter prajurit yang religi sekaligus Sapta Margais, melakukan pembinaan fisik yang prima serta pembinaan mental dan moral yang tangguh,” pesannya (ab) | Foto: DispenArmabar 
Share:

Arsip