2018-03-13

Seluruh wilayah Indonesia adalah Killing Ground bagi Musuh NKRI


Padalarang/Jawa Barat (WartaMerdeka) - Kepala Staf Angkatan Darat/Kasad Jenderal Mulyono membuka Apel Komandan Satuan (Dansat) serta Rapat Pembinaan Tekhnis Kecabangan (Rabinniscab) Angkatan Darat tahun 2018 yang digelar di Pusat Pendidikan Kavaleri Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklat TNI AD (Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad) Padalarang, Bandung, Jawa Barat (12/3). 

Apel Dansat dan Rabinniscab merupakan program rutin TNI AD yang diselenggarakan diawal tahun, sebagai wadah bagi Pimpinan TNI AD untuk menyampaikan berbagai kebijakan terkait dengan pembinaan teknis kecabangan dan kepemimpinan, guna meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas pokok. 

Kasad menyampaikan saat ini TNI memasuki tahun keempat Tahap II MEF (minimum esential forces). Dalam rangka modernisasi dan bentuk komitmen peningkatan profesionalisme serta peningkatan detterent effect TNI AD, berbagai Alutsista telah didatangkan. Dampaknya, hasil penilaian Global Fire Power 2017 menempatkan TNI pada peringkat ke-14 dunia, ke-8 Asia, dan pertama di Asia Tenggara. 

Modernisasi alutsista yang sedang dilaksanakan TNI AD sebagai bagian dari pembangunan kekuatan dan kemampuan, tentunya membutuhkan perubahan taktik bertempur yang adaptif disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks. Kegiatan Apel Dansat dan Rabinniscab ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran pemikiran yang inovatif dalam pengembangan taktik bertempur TNI AD. 

“Sebagaimana doktrin pertahanan kita yang bermuara pada perang semesta, artinya kita tidak boleh melupakan core competency TNI AD, yaitu perang gerilya atau perang hutan, yang telah diakui oleh militer lain di dunia. Esensi dari perang gerilya adalah penguasaan wilayah hutan, gunung, rawa, sungai dan pantai, yang merupakan kontur utama tanah air kita. Jika kita menguasainya dengan baik dan disertai kemampuan gerilya yang tangguh, maka seluruh wilayah Indonesia akan menjadi killing ground bagi musuh yang mencoba menguasai negara Indonesia,” ujar Kasad. Demikian juga dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ancaman perang Hibrida yang kompleks dan dinamis tidak boleh dikesampingkan. 

Dihadapan peserta Apel Dansat Dan Rabinniscab ini, Kasad berpesan kepada seluruh Panglima Kotama, Komandan Satuan dan seluruh prajurit TNI untuk bersikap netral menghadapai Pemilukada serentak 2018. 

“Kesempatan ini dapat menjadi wahana penyamaan persepsi tentang tugas-tugas yang harus dilakukan oleh para Dansat termasuk tim pengawas netralitas Kotama serta forum sosialisasi dan implementasi tentang MoU TNI-Polri dalam hal penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat, yang telah ditandatangani oleh Panglima TNI dan Kapolri beberapa waktu lalu, “ tegas Kasad (ab) | Foto: Istimewa | Sumber : Indonesia Mandiri
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip