2018-04-23

Indonesia Berhasil Halau Transboundary Haze

Jakarta (WartaMerdeka) - Kabut asap lintas batas atau yang biasa disebut transboundary haze menjadi salah satu isu lingkungan yang penting bagi negara-negara di regional ASEAN. Hal tersebut mengemuka pada acara Diskusi dan Konsultasi Publik di Palembang, Sumatera Selatan (18/04). 

Kini Indonesia telah berhasil menghentikan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2017. Padahal jika menengok 2015, kabut asap yang melintas ke negara tetangga terjadi selama 20 hari, kemudian di 2016 menurun drastis hanya selama empat hari. Berikutnya, 2017 bahkan sama sekali tidak terjadi. 

Dalam diskusi publik tersebut, Kepala Sub Direktorat Perencanaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Sumantri, menyampaikan bahwa, sejauh ini KLHK terlibat aktif dalam sidang-sidang di lingkup regional ASEAN. Indonesia telah memperoleh capaian positif dalam pengendalian pengendalian karhutla dan perubahan iklim, khususnya mengenai kabut asap lintas batas. 

“Dampak positif capaian Indonesia dalam pengendalian karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia”, jelas Sumantri. 

Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL), Israr, menyampaikan bahwa upaya pemerintah dalam pencapaian lingkungan yang berkelanjutan khususnya mengenai kabut asap lintas batas ini, utamanya di Sumatera Selatan sangat erat kaitannya dengan kesiapan upaya pencegahan karhutla guna menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018. 

“Di Sumatera Selatan sekurangnya 733 desa teridentifikasi rawan karhutla. Untuk mengcover desa-desa ini kita akan melakukan patroli pencegahan karhutla. Secara teknis kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menentukan sasaran-sasaran prioritas lokasi patroli terpadu yang akan dilaksanakan”, tambah Israr. 

Dengan tema Tantangan dan Peluang Pencapaian Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan (Sustainable Environment) di Kawasan Asia Tenggara, acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri dan Pusat Studi ASEAN Universitas Sriwijaya ini, dilaksanakan sebagai implementasi dari Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN (MSBA) 2025. 

Sehari setelahnya, KLHK juga menyelenggarakan Seminar Konsultasi Publik dilaksanakan di SMAN 1 Palembang (19/04) dengan tema “Meningkatkan Pengetahuan Siswa/Siswi SMA akan Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup” (lw) | Foto: istimewa 
Share:

Arsip