2018-04-09

Menpar : GATF Dukung Pariwisata Nasional

Jakarta (WartaMerdeka) - “Salah satu indikasi suksesnya travel fair seperti GATF ini adalah ketika acara belum dibuka, pengunjung yang mau masuk sudah antri. Dan ini terlihat di sini, saya lihat yang antri sudah panjang,” puji Menteri Pariwisata Arief Yahya yang disambut tepuk tangan meriah para tamu saat memberi sambutan dalam pembukaan Garuda Indonesia Travel Fair Phase I di Jakarta Convention Centre (6/4). 

Arief Yahya memberikan apresiasi penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair/GATF dengan konsep More for Less (you get more, you pay less) sebagaimana program sukses ViWI/Visit Wonderful Indonesia 2018 yang menerapkan Hot Deals: More for Less, menjual paket bundling tiket internasional dengan transportasi domestik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia di 2018 bertarget 17 juta wisman. 

Menpar yang hadir bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan terima kasih kepada Garuda Indonesia yang telah membuka penerbangan langsung ke Mumbai, India. “Pasar India sangat penting untuk kita. Pertahun itu kunjungan wisatawannya mencapai lebih 300 ribu orang. Bersrti perhari ada seribu orang India or Indonesia,” jelas Arief Yahya. Pihak Kedutaan Besar India untuk Indonesia pun menyambut positif adanya penerbangan langsung ke Mumbai. Dan di GATF, Kedubes India ikut serta membuka stan. “Ini yang pertama kalinya kami ikut di GATF,” ujar staf pariwisata dari Kedubes India. 

Event GATF diselenggarakan dua kali dalam satu tahun. Pada penyelenggaraan pertama ini berlangsung pada 6-8 April 2018 diikuti 45 booth non-travel agent (hotel, travel equipment, insurance, dan theme park), 13 booth travel agent Umrah dan Haji (MEA), 5 booth NTO, dan 43 booth travel agent regular. 


Dalam dua tahun penyelenggaraan GATF (2015-2017) mencatat pertumbuhan visitor sebesar 30% (117.000 menjadi 153.000) dan sales tumbuh 100% (Rp 240 miliar menjadi Rp 470 miliar), sedangkan tahun 2018 target visitor sebanyak 160.000 dan sales diproyeksikan naik menjadi Rp 530 miliar (ab) | Foto: abri 
Share:

Arsip