2018-04-13

Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengapresiasi Kinerja Mentan

Jakarta (WartaMerdeka) - Swasembada pangan, antara lain; bawang merah, jagung, beberapa komoditas peternakan dan perkebunan, sebagai wujud dari kerja keras Menteri Pertanian/Mentan, yang ternyata menjadi perhatian dari lembaga internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal tersebut diungkapkan oleh Mrs Hilal Ever, Reporter Khusus dari PBB saat berkunjung ke Kementerian Pertanian, di Jakarta (9:4), yang diterima langsung oleh Mentan Amran beserta jajaran, diantaranya Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Staf Khusus Bidang Hubungan Masyarakat, dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Tata Hubungan Kerja. 

Menurut Mrs Hilal, apresiasi diberikan PBB atas upaya Mentan didalam melindungi petani, dengan memberikan bantuan-bantuan sarana produksi (benih, pupuk dan pestisida), alat dan mesin pertanian, serta memperpendek rantai pasar produk pertanian. 

“Sebuah prestasi yang sangat besar. Semuanya didedikasikan untuk meningkatkan pendapatan petani dan pengentasan kemiskinan,” tegasnya. 

Sementara, Mrs Hilal pun mengagumi pandangan Mentan Amran terkait kegigihannya melindungi petani sawit. Menurutnya, Mentan Amran memandang bahwa kesejahteraan jutaan keluarga pekebun yang hidup dari sawit lebih patut dilindungi dibandingkan orang hutan yang menghuninya, sehingga kampanye hitam tentang sawit Indonesia adalah sesuatu yang tidak berdasar. Indonesia sudah memiliki sistem budidaya sawit berkelanjutan (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang ramah lingkungan. 

“PBB terus mendukung upaya-upaya Mentan dalam melindungi petani termasuk dalam mendorong perlindungan pada varietas-varietas padi, dan komoditi lainnya yang dikembangkan petani di daerah-daerah atau varietas lokal,” ujarnya. 

Akan hal ini, Mentan Amran mengungkapkan kebijakan dan Program Utama Kementan untuk mencapai target-target swasembada komoditas pangan strategis yang harus dicapai dalam waktu tiga tahun khususnya beras, sebagaimana ditargetkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Pertama, melakukan perubahan kebijakan pengadaan barang terutama untuk saprodi dan alsintan dari Sistem Tender menjadi Penunjukan Langsung melalui e-katalok, sehingga pengadaan bisa cepat dan tepat waktu. 

“Kedua, kami fokus melakukan perbaikan infrastruktur, dengan memperbaiki sistem jaringan irigasi tersiet seluas 3 jt ha yang diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun dan pengadaan alat mesin pertanian yang meningkat lebih dari 2000 persen, mencapai 80.000 unit per tahun, yang sebelumnya hanya 4000 unit,” ungkapnya. 

Ketiga, lanjut Amran, melakukan Upaya Khusus (UPSUS) pencapaian swasembada padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, gula, dan Sapi Indukan Betina Wajib Bunting (SIWAB) untuk daging sapi. Keempat, melakukan hilirisasi pertanian. Kelima, memperpendek rantai pasok produk pertanian. 

“Terakhir, penting untuk diketahui, kami melakukan padat karya sebagai program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan keluarga tani,” tuturnya (DE) | Foto: istimewa
Share:

Arsip