Wisata Religi Borobudur di Hari Waisak

Magelang/Jateng (WartaMerdeka) - Kegiatan perjalanan wisata pengenalan/Famtrip ini mengambil obyek wisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah dan Yogyakarta, berlangsung selama 6 hari dari 27 Mei hingga 1 Juni 2018. 

Peringatan Hari Waisak 2562 BE pada 29 Mei nanti, dimanfaatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) adakan Familirization Trip (Famtrip) dengan mengundang 16 Pemuka Agama Budha (Monk) dan media (jurnalis) dari Thailand dan Vietnam. 

Kegiatan yang digagas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar bekerjasama dengan KBRI Hanoi, Vietnam serta perwakilan Bhante dari Indonesia, merupakan upaya mempromosikan pariwisata Indonesia melalui perayaan Waisak 2018 (2562 BE) yang dirayakan oleh umat Budha di Indonesia dan dari seluruh dunia yang di pusatkan di Kompleks Candi Borobudur pada 29 Mei 2018 mendatang. 

"Kegiatan famtrip ini sebagai upaya mempromosikan Candi Borobudur dan sekitarnya kepada para monk dan pengikutnya; komunitas umat Buddha, dan para jurnalis dari Thailand dan Vietnam guna meningkatkan kunjungan umat Budha sebagai wisman datang ke Indonesia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Prof.DR. I Gde Pitana, M.Sc (27/5). 

Peserta Famtrip Vesak Day 2562 BE, terdiri dari enam jurnalis, sembilan monk dari Thailand dan Vienam, dan satu pendamping dari KBRI Hanoi, akan mengunjungi obyek wisata di sekitar Borobudur Magelang dan Yogyakarta antara lain; Candi Borobudur, Prambanan, Sewu, dan Ratu Boko, Desa Wisata Candirejo, Omah Kecebong Tourism Village, Keraton dan Taman Sari Yogyakarta, serta Malioboro. 

Perjalanan wisata pengenalan perayaan Waisak dimulai dengan prosesi arak-arakan dari pelataran Candi Mendut yang terbagi dalam tiga tahap. Pertama, pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan. Kedua, ritual Pindapatta, yaitu pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/bhiksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan. Ketiga, ritual Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama berdasarkan perhitungan falak sehingga puncak purnama bisa terjadi pada siang hari. 

Foto: Dispen.Kemenpar 
Share:

Sumatera dan Kalimantan Menjadi Perhatian Ekstra Tentang Karhutla

Jakarta (WartaMerdeka) - Sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat tapak gencar dilakukan oleh Pemerintah, baik melalui kampanye simpatik dengan kunjungan sekolah, dan juga anjangsana kepada kelompok masyarakat atau perorangan. 

"Upaya pengendalian karhutla sebagai antisipasi musim kemarau di 2018, tidak hanya dilakukan di wilayah Sumatera, namun juga di wilayah Kalimantan secara intensif dilakukan kegiatan patroli terpadu, selain sosialisasi. Begitu pula halnya penguatan sinergitas terus dibangun oleh KLHK, bersama Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, pelaku usaha, dan masyarakat", tutur Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK. 

Ditambahkan Raffles, pelaksanaan patroli terpadu di Kalimantan Barat telah berlangsung sejak Maret, sedangkan di Kalimantan Tengah pada April, dan di Kalimantan Selatan sejak Mei, serta selanjutnya di Kalimantan Timur akan dilaksanakan pada Juni mendatang. 

Dalam rapat kerja Manggala Agni yang dilaksanakan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan beberapa waktu lalu, Johny Santoso, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, juga menginformasikan, saat ini Balai PPIKHL telah mengaktifkan posko-posko pengendalian karhutla, di setiap markas Daops Satuan Manggala Agni, dan juga posko patroli terpadu. 

“Manggala Agni juga terlibat aktif dalam Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla tingkat provinsi dan kabupaten/kota, khususnya provinsi-provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan”, jelasnya. 

Upaya pencegahan lainnya juga terus ditingkatkan seperti deteksi dini, pengecekan lapangan/groundchek, dan pemadaman dini kebakaran hutan dan lahan. "Manggala Agni cepat merespon hasil pemantauan hotspot, atau pun laporan kejadian karhutla, agar kebakaran tidak membesar dan sampai berdampak pada munculnya asap", tutur Johny. 

Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Selasa (22/05/2018) pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA-19 terpantau tiga hotspot, satu titik di Kalimantan Tengah dan dua titik di Kalimantan Barat, sedangkan berdasarkan Satelit TERRA-AQUA (NASA) juga terpantau tiga titik, masing-masing satu titik di Papua, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (bc/ab). 

Foto: Istimewa 
Share:

“Nirwasita Tantra” Uji Kepala Daerah Tentang Tata Kelola Lingkungan

Jakarta (WartaMerdeka) - Untuk yang ketiga kalinya sejak 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), akan memberikan penghargaan “Nirwasita Tantra” kepada kepala daerah yang berhasil melakukan pengelolaan administrasi dan kepemimpinan lingkungan terbaik, sehingga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Penghargaan ini direncanakan akan diserahkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2018. 

Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono menyampaikan kepada pers bahwa, “Kepala daerah penerima penghargaan “Nirwasita Tantra” mencerminkan adanya leadership yang kuat dalam menjaga lingkungan demi kesejahteraan masyarakat” (22/5). 

Bambang menambahkan bahwa, “diharapkan dari para kepala daerah yang mengikuti ajang penghargaan Nirwasita Tantra adalah munculya inovasi dan terobosan kebijakan dalam mengatasi permasalahan lingkungan, serta bisa melibatkan para stakeholder terkait termasuk dengan unsur legislatif di daerah”. Penghargaan Nirwasita Tantra juga merupakan salah satu upaya Kementerian LHK untuk mendorong percepatan perbaikan lingkungan khususnya terkait dengan target peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup. 

45 Kepala daerah terbaik yang berasal dari 12 provinsi, 15 kotamadya, dan 18 kabupaten akan bersaing di dalam penilaian melalui tiga tahap, yaitu penapisan (administrasi), analisis isu prioritas daerah, dan diskusi panel. Penilaian akan dilakukan oleh Tim Penilai Independen yang dibentuk oleh Menteri LHK, tim ini melibatkan unsur akademisi (Prof. Hariadi Kartodiharjo, Prof. Soeryo Adi Wibowo, dan Prof. Lilik Budi Prasetyo), LSM (Chalid Muhammad, Hendri Subagyo), dan media (Brigitta Isworo Laksmi). 

Dasar pemberian penghargaan Nirwasita Tantra dinilai dari Dokumen Laporan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) yang disusun setiap tahun oleh provinsi, kabupaten/kota. DIKPLHD disusun oleh Tim yang dibentuk oleh Kepala Daerah, yg keanggotaannya melibatkan unsur-unsur Organisasi Perangkat Daerah terkait, Perguruan Tinggi, & Lembaga Masyarakat. Tim tersebut harus dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Daerah agar terbina relasi yang harmonis antara pihak eksekutif dan pihak legislatif di daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup yang baik. 

Prof. Suryo Adi Wibowo mewakili Tim Penilai Independen memaparkan bahwa, “Selain penilaian melalui Dokumen IKPLHD, Kepala daerah harus diuji oleh Tim Penilai Independen dalam diskusi panel untuk menggali sejauh mana pemahaman para kepala daerah terhadap permasalahan lingkungan di daerahnya dan langkah tindak lanjut apa yang sudah dilaksanakan". 

“Pada tahun 2018 selain kepala daerah, unsur Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai unsur legislatif di daerah juga akan diberikan penghargaan. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup di daerah selayaknya merupakan hasil upaya bersama pihak eksekutif dan legislatif”, tambah Bowo. 

Dijadwalkan pada akhir Juni 2018 atau setelah Hari Raya Idul Fitri akan dilakukan Diskusi Panel Terhadap 15 Kotamadya yang masuk lolos tahap penapisan dan analisis isu prioritas daerah. Selanjutnya terhadap 12 Propinsi dan 18 Kabupaten yang lolos dari tahap penapisan administrasi akan dilakukan tahapan analisis isu prioritas daerah dengan Diskusi Panel. 

Pada 2018 kategori daerah khususnya Kabupaten dan Kotamadya berubah dari tahun sebelumnya yaitu adanya 3 kategori: besar, sedang dan kecil yang didasarkan kepada kepadatan penduduk dan pendapatan daerahnya. 

Keikutsertaan pemerintah daerah dalam ajang ini terus meningkat setiap tahunnya, dimana pada 2016, daerah yang ikut sebanyak 86, yakni 29 propinsi, 36 kabupaten, dan 21 kota. Di 2017 mengalami peningkatan peserta menjadi 174 daerah (meningkat 102%), 24 propinsi, 41 kota, dan 109 kabupaten. Kemudian pada 2018 kembali meningkat menjadi 217 daerah (meningkat 24%), 26 Propinsi, 52 kota, dan 139 kabupaten. 

“Nirwasita Tantra” diambil dari bahasa Sansekerta, Nirwasita artinya bijaksana, sedangkan Tantra adalah niatan yang tulus/komitmen (lw). Foto: Dok.KLHK 
Sumber - IM
Share:

Hutan Adat Tabanan Turut Serta Melestarikan Satwa Liar

Tabanan/Bali (WartaMerdeka) - Hutan adat sebagai kawasan yang bernilai penting bagi masyarakat adat, tidak hanya dapat berperan sebagai sumber ekonomi masyarakat, sebagaimana skema Perhutanan Sosial, namun juga berperan sebagai tempat atau habitat pelestarian satwa liar dari kepunahan.


Menyadari hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama dengan Yayasan Pencinta Taman Nasional (Friend of National Park Foundation), melakukan pelepasliaran satwa di Hutan Adat Pura Besikalung dan Pura Petali, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali (19/05).


Jenis satwa yang dilepasliarkan yaitu tujuh ekor Landak (Histrix brachyura), satu ekor Trenggiling (Manis javanica), satu ekor Elang paria (Milvus migran), satu ekor Sanca batik (Phyton reticulatus) dan beberapa jenis ular. 


"Keseluruhan satwa tersebut merupakan hasil sitaan dan penyerahan masyarakat, yang telah menjalani rebahilitasi dan habituasi di Pusat Penyelamat Satwa (PPS) Bali dan Bali Reptile Rescue", tutur Dadang Wardhana, Kepala BKSDA Bali.


Dadang juga menambahkan bahwa pelepasliaran satwa merupakan salah satu upaya konservasi untuk mencegah kepunahan. "Selain kesesuaian habitat, komitmen masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian satwa, menjadi pertimbangan pemilihan Pura Besikalung dan Pura Petali sebagai lokasi pelepasliaran", lanjutnya.


Pusat Penyelamat Satwa (PPS) Bali dan Bali Reptile Rescue merupakan lembaga dibawah pengelolaan Yayasan Pencinta Taman Nasional. Turut hadir mendukung kegiatan pelepasliaran tersebut, perwakilan Danramil, Kapolsek dan Camat Penebel, akademisi FKH Universitas Udayana, serta masyarakat Desa Babahan, Kecamatan Penebel (jwh).


Foto: Dok.KLHK
Share:

Semua Sekolah Indonesia Wajib Memasang Peta NKRI

Jakarta (WartaMerdeka) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiatuti, merasa penting untuk memahami peta laut yang membentang di peraian Indonesia dengan sangat luas ini. Karena dalam tugasnya memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ia wajib memahami setiap jengkal perairan yang membentang dari Sabang hingga Merauke dan Miangas hingga Rote.

Itu salah satu intisari dari diskusi ringan Susi saat menerima kunjungan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., dan rombongan di ruang kerjanya KKP (19/4).

Susi juga akan membantu menyuarakan kepada Kementerian dan Lembaga Negara lainnya agar melibatkan Pushidrosal dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan laut, khususnya penggunaan Peta Laut Indonesia (PLI), karena setiap aktivitas di laut tidak akan terlepas dengan hidrografi.

Kedatangan Kapushidrosal dan rombongan selain untuk meningkatkan kerjasama kedua institusi, juga sebagai wahana diskusi dan sharing tentang penggunaan data-data kelautan yang ada di Pushidrosal, Peta-peta khusus (tematik) wilayah laut Indonesia dari sisi hidro-oseanografi.

Pada pertemuan ini, Kapushidrosal memaparkan tentang tugas pokok yang diembannya sebagai penyedia data dan informasi hidrografi dan oseanografi untuk keselamatan pelayaran, serta kiprah dan peran yang telah dilakukan Pushidrosal, baik di tingkat nasional, regional, serta internasional dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Ditambahkannya, saat ini Pushidrosal telah aktif mengembangkan implementasi berbagai teknologi survei dan pemetaan terkini guna lebih meningkatkan akurasi dan ketepatan dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi yang memuat tentang informasi data batimetri dasar laut, geologi, kewilayahan dan batas laut, area konservasi, habitat laut dan oseanografi. Hal ini merupakan upaya guna menjadikan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan terbaik di dunia.

Menteri Susi, yang merupakan penggemar peta ini menyampaikan bahwa merupakan hal yang baik bila setiap sekolah wajib memasang peta NKRI di setiap ruang kelas disamping peta wilayah sekolah tersebut berada. Dengan kondisi ini, maka rasa cinta terhadap NKRI akan kembali tumbuh karena generasi muda/pelajar dapat melihat langsung betapa luar biasanya Indonesia terutama dari sisi kelautan.

Keinginan Menteri yang selalu melihat dan menyiapkan peta wilayah/daerah yang akan dikunjungi tersebut disambut positif oleh Pushidrosal. Kapushidrosal akan membantu menyiapkan peta-peta khusus kelautan dan peta NKRI, agar rasa cinta, rasa memiliki dan rasa bangga terhadap NKRI akan kembali tumbuh pada generasi muda/pelajar (dn/ab). Sumber : Indonesia Mandiri


Foto: Dok.Pushidrosal
Share:

Jelang Asian Games, Pemerintah Siaga Terus Tanggulangi Karhutla

Ogan Ilir/Sumsel (WartaMerdeka) - Mendukung pernyataan Raffles, Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, juga menekankan pentingnya tindakan yang tepat dalam pengendalian karhutla, terutama upaya pencegahan. "Pemerintah baik pusat maupun daerah, masyarakat, dan juga pihak swasta diharapkan dapat terlibat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan", tuturnya.

“Pelaksanaan Asian Games 2018 semakin dekat. Manggala Agni dan para pihak lainnya perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan, baik kesiapan personil maupun peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” jelas Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Hutan dan Kebakaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, saat hadiri Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya, Kabupatan Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (16/05).

Dengan dipimpin oleh Danrem 044/Garuda Dempo, Imam Budiman, selaku Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan, apel ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang.

“Sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla, serta deteksi dini kathutla terus dilakukan. Selain upaya-upaya pencegahan karhutla, penegakan hukum juga sangat penting untuk menimbulkan efek jera bagi setiap pihak yang terbukti melakukan pembakaran,” papar Danrem.

Dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Sumatera Selatan, telah disiapkan juga Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)-hujan buatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Upaya ini untuk mendukung Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan, dalam penanganan karhutla pada musim kemarau.

Selain dihadiri Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kemenko Perekonomian, apel ini juga diikuti oleh kurang lebih 1.500 peserta yang berasal dari instansi Korem 044/ Garuda Dempo, Kodim 0402 OKI/OI 60, Polres Ogan Ilir /Brimob Polda Sumsel, Satpol PP, Bidang Pemadam Kebakaran Ogan Ilir, Perwakilan Dinas Sosial Ogan Ilir, Perwakilan Dinas kesehatan Ogan Ilir yang terdiri dari Dokter dan paramedis, BPBD Ogan Ilir, Masyarakat Peduli Api (MPA) wilayah Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumsel, Relawan Destana Kabupaten Ogan Komering Ilir, MPA Kabupaten Muara Enim, Perusahaan pemegang konsesi, Polhut Dinas Kehutanan Sumsel, dan Brigade Pengendalian Karhutla KLHK-Manggala Agni (bc/ab). Foto: Dok.KLHK
Share:

Pertumbuhan Ekonomi Bagus, Iklim Investasi Depok Menjanjikan

Walikota Depok, KH. DR. Muhammad Idris, MA
Depok, (WartaMerdeka) - Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil positif. Salah satunya ditunjukkan dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik.
“Tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, kepada depok.go.id, Jumat (11/05/2018).
Ilustrasi Pertumbuhan ekonomi
 di Depok meningkat
Termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.
Di antara faktor pendorong LPE, kata Mohammad Idris, dikarenakan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur. Berdasarkan data dari  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan. Properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen.
Kepala DPMPTSP Kota Depok, Yulistiani Mohtar mengatakan, pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Sekaligus, menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.
“Misalnya, memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” katanya.
Share:

Bersepeda Nusantara 2018 untuk Membangun Indonesia

Jakarta (WartaMerdeka) – Sebuah even besar olahraga bersepeda, tiga bulan jelang perhelatan besar Asian Games di Jakarta dan Palembang. Even yang diberi nama Sepeda Nusantara 2018 dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi beserta isteri, anaknya dan jajaran kementeriannya di Gedung Kemenpora (13/5).

"Saya senang. Setelah saya lepas tadi, ini menandakan bahwa kegiatan Sepeda Nusantara 2018 ini sudah dimulai. Diawali dari ibu kota dan akan langsung dilanjutkan dengan titik-titik yang lain. Ini juga menjadi penanda Sepeda Jelajah Nusantara juga mulai bergerak dari Jakarta untuk menyinggahi titik-titik lainnya," tutur Imam yang sering  memperkenalkan tagline “ayo olahraga”.

Even bersepeda yang sekaligus menyemarakkan masyarakat untuk gemar berolahraga ini, saat dilepas Menpora, dihadiri lebih dari lima ribu masyarakat yang hobi bersepeda plus komunitas sepeda yang ada di berbagai kota. Kegiatan ini nantinya akan berkembang di seantero Indonesia, meliputi 34 provinsi. Imam juga mencontohkan bahwa programnya ini sekaligus menngkampanyekan kebiasaan presiden RI Joko Widodo saat dalam berbagai kesempatan sering menghadiahi sepeda. "Ini implementasi kebiasaan Bapak Presiden Jokowi, yang selalu berikan semangat dengan hadiah sepeda. Kegiatan ini semangatnya adalah mengajak masyarakat Indonesia tetap sehat, bugar, dan selalu ceria dengan semua keadaan," tegas Menpora (ab)  Foto: Istimewa
Share:

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Depok Masih Stabil

Kepala Dinas Perdagangan Dan Perindustrian (Kadis Dagin) Kota Depok, Kania Parwanti
Depok, (WartaMerdeka)- Menjelang bulan Ramadan, harga bahan pokok di Kota Depok masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. Hal tersebut berdasarkan pantauan yang rutin dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok di lima pasar tradisional yang dikelola pemerintah.
“Pada dasarnya bahan pokok yang kami pantau adalah yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu beras, daging, minyak goreng, dan gula pasir,” tutur Kepala Disdagin Kania Parwanti,  kepada depok go.id, belum lama ini.
Dikatakannya, untuk harga beras kualitas medium masih stabil yaitu Rp 9.141/kg, daging sapi murni Rp 111.964/kg, daging ayam broiler Rp 61.929/ekor. Sedangkan untuk telur ayam broiler Rp 22.767, minyak goreng curah Rp 11.157/liter dan gula pasir Rp 12.583/kg.
“Untuk bawang merah juga belum mengalami kenaikan yang drastis yaitu Rp 32.680/kg dari harga sebelumnya Rp 32.332/kg, bawang putih Rp 31.619/kg dari sebelumnya Rp 32.553/kg, dan cabai merah keriting Rp 35.646/kg dari harga sebelumnya Rp 36.062/kg,” ujarnya.
Kania menjelaskan, beberapa pekan lalu memang harga cabai sempat mengalami kenaikan. Namun, saat ini harga cabai sudah mengalami penurunan.
“Harga cabai ini bergantung pada kondisi tanam dan panen. Jadi, tidak berpengaruh pada bulan Ramadan dan kalau ada kenaikan, itu pun belum telalu tinggi dan masih dalam tingkat yang wajar,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, guna mengatisipasi kenaikan harga jelang Ramadan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Diantaranya menggelar operasi pasar murah dan melakukan pemantauan harga secara ketat.
“Kalau ada harga eceran yang tinggi kita cek, berapa lama naiknya, cek dimana supliernya apakah kurang atau tidak di suplier, seperti itu,” tandasnya.
Share:

Produksi Cabai Sumatera Selatan Meningkat Pesat

Palembang (WartaMerdeka) - Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, memantau produksi cabai di Sumatera Selatan. Hal ini guna memastikan pasokan aneka cabai khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018. 

“Iya kami pantau produksi cabai di Sumatera Selatan, setelah usai menghadiri acara pencanangan proyek NPK 2,4 juta ton dan peresmian Pabrik PUSRI IIb di Palembang,” ujar Suwandi. 

Menurut Suwandi, karakteristik produksi cabai di Sumatera Selatan ini berbeda dengan daerah lain. Di sini pertanaman cabai ada sepanjang waktu, ditanam pada musim yang berbeda pada lima tipe lahan yang berbeda. “Tipe pertama, cabai ditanam di lahan pasang surut ini berada di Banyuasin,” katanya. 

Kedua, lanjut Suwandi, ditanam pada lahan lebak berada di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin. Ketiga pada lahan tadah hujan yakni berada di Kabupaten OKI. 

“Keempat, ditanam pada lahan sawah berada di Musi Rawas dan OKU Timur, serta kelima dilahan dataran tinggi berada di OKU Selatan, Muara Enim dan Pagar Alam,” sebutnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Sri Indah Mulyati mengatakan luas panen cabai setahun sekitar 5000 hektar, memasok ke Pasar Induk Jakabering dan pasar daerah lain. Pasar Induk Jakabering dipasok 25 ton cabai perhari, bawang merah 30 ton perhari dan bawang putih 50 ton perhari. Kebutuhan bawang putih memang tinggi untuk cuka. 

“Untuk produksi cabai ini cukup guna memenuhi kebutuhan Sumatera Selatan, bahkan sebagian produksi dipasarkan ke Jambi, Bengkulu, Lampung dan lainnya. Harga cabai rawit maupun cabai merah keriting di petani berkisar Rp 30 ribu perkg,” terangnya. 

Beberapa sentra produksi misalnya di Lais Kabupaten MUBA, cabai rawit merah keriting varietas lokal. Dengan teknologi sederhana biaya minim sekitar Rp 20 juta per hektar, bisa menghasilkan 6 ton setara Rp 120 juta perhektare. 

Sementara itu, Ketua Gapoktan Semontor Jaya, Desa Pedu, Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI, Kasnadik mengatakan anggota Gapoktannya menanam 43 hektare cabai dengan varietas local, pemupukan sederhana dengan biaya Rp 16 juta perhektare. Sementara dirinya mengelola cabai 1,5 hektar. 

“Hasilnya sekitar Rp 60 juta, masih lumayan. Pertanaman 43 hektare sekarang siap akan dipanen pada Mei hingga Juni 2018 nanti saat Ramadhan dan Idul Fitri siap memasok Pasar Induk Jakabering,” paparnya. 

Sedangkan Abdul Ghopur, petani di desa yang sama, menyampaikan optimis dengan benih unggul hibrid dan pemupukan yang cukup akan menaikkan produksi. 


Foto: Dok.Kementan | Sumber : IM
Share:

TNI AD 11 Kali Jawara Lomba Tembak AASAM

Jakarta (WartaMerdeka) - Ajang lomba menembak bergengsi antar negara yang digelar di Australia pada 27 April- 10 Mei 2018 dalam lomba yang bertajuk AASAM (Australian Army Skill-At-Arms Meeting), mencatatkan kembali Kontingen TNI AD sebagai juara umum menyisihkan 17 negara peserta lainnya. 

Di AASAM tahun ini, dua prajurit TNI meraih gelar _One Shoot Two Kills_, 1 peluru 2 sasaran kena tembak. Keduanya adalah Serka Yuda Irawan (Kopassus) dan Serka Novian Budiyanto dari (Kopassus). Pada materi _Champion_ perorangan AASAM terjadi _all Indonesian final_ antara Letda Inf Herlansyah melawan Serka Sugeng Widodo, dimenangkan oleh Letda Inf Herlansyah. 

Selain itu tujuh dari 10 petembak terbaik dalam ajang lomba ini dari terbaik pertama hingga ketujuh ditempati petembak TNI masing-masing atas nama Lettu Inf Poltak Siahaan, Letda Inf Herlansyah, Serka Sugeng Widodo, Sertu Misran, Sertu Woly Hamsan, Sertu Eko dan Pratu Ismail dengan Komandan Kontingen Kolonel Inf. Khabib Mahfud. 

Kontingen terdiri dari tim Kopassus, Kostrad, Kodam Jaya dan Kodam XIV/Hasanuddin yang mengikuti lomba AASAM di Puckapunyal ini memboyong piala bergilir untuk yang kesebelas kalinya dengan raihan medali 36 emas, 24 perak dan 12 perunggu. 

Pencapaian menjuarai lomba tembak se-Asia Pasifik ini membuktikan bahwa kemampuan prajurit TNI AD dan senjata produksi industri pertahanan dalam negeri /Pindad dapat disejajarkan bahkan melebihi kemampuan prajurit negara maju dan produksi Alutsista luar negeri. 

Diposisi kedua ditempati Kontingen menembak tuan rumah Australia dengan 9 emas, 4 perak dan 10 perunggu, serta tempat ketiga diraih oleh Kontingen menembak dari negara Malaysia dengan 8 emas, 6 perak, 2 perunggu. 

Lomba tembak ini diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara wilayah Asia Pasifik dan beberapa negara dari benua Amerika dan Eropa menjadi ajang bergengsi untuk menunjukkan kemampuan menembak senjata ringan, yang merupakan kemampuan yang sangat penting bagi seorang prajurit. 

“Kita berharap semoga kedepan TNI AD tetap menjadi yang terbaik diantara kontingen beberapa negara. Karena kejuaraan ini merupakan lomba tembak ini diikuti oleh angkatan darat dari negara-negara wilayah Asia Pasifik dan beberapa negara dari benua Amerika dan Eropa, dan telah menjadi ajang bergengsi untuk menunjukkan kemampuan menembak senjata ringan, yang merupakan kemampuan yang sangat penting bagi seorang prajurit,” tegas Kasad saat melepas keberangkatan tim AASAM ke Australia. 

Harapan Kasad dan seluruh rakyat Indonesia kembali dibuktikan oleh para petembak TNI AD pada ajang lomba tembak ini yang kembali menorehkan sejarah dengan menjuarai lomba tembak bergengsi ini untuk yang kesebelas kalinya secara berturut-turut sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 2008. 

Berikut Klasemen akhir dan perolehan medali masing-masing negara: 

1. Indonesia : 36 Emas, 24 Perak, 12 Perunggu 
2. Australia : 9 Emas, 4 Perak, 10 Perunggu 
3. Malaysia : 8 Emas, 6 Perak, 2 Perunggu 
4. Filipina : 6 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu 
5. Jepang : 4 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu 
6. New Zealand : 4 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu 
7. Thailand : 2 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu 
8. Amerika Serikat: 2 Emas, 1 Perak 
9. Korea : 2 Emas, 1 Perunggu 
10. Canada : 3 Perak 
11. Singapura : 1 Perak, 1 Perunggu 
12. Brunei : 1 Perak, 1 Perunggu 
13. UEA : 1 Perak 
14. Inggris : 2 Perunggu 
15. Fiji : - 
16. Tonga : - 
17. Timur Leste : - 
18. Kamboja : - 
(tim). 


Foto: Dispenad | Sumber : IM
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar