Komitmen Airlines dan Wholesaler Dukung Target 17 Juta Wisman 2018

Jakarta (WartaMerdeka) - Pelaku usaha di bidang penerbangan (airlines) dan biro perjalanan wisata (BPW/wholesaler) berkomitmen akan menghasilkan 730.669 pax wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama periode Agustus - Desember 2018 untuk mendukung target 17 juta kunjungan wisman tahun ini. Demikian salah satu hasil kesimpulan dan rumusan dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2018 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta 26/07).

Komitmen _airlines_ dan _wholesaler_ itu di antaranya diwujudkan dalam penandatanganan kerja sama promosi terpadu antara Kemenpar dengan 15 _airlines_ dan 8 _wholesaler_ yang dituangkan dalam bentuk Letter of Intent/LoI (16 dokumen), Memorandum of Understanding/MoU (2 dukumen), dan Memorandum of Implementation Arrangement/MoIA (5 dokumen) yang ditandangani di acara Rakornas.

Hingga penutupan, sudah ditandatangani kesepakatan dengan 25 Mitra Inisiatif Strategis yang terdiri dari 23 Mitra Insentif Aksesibilitas (5 MoIA, 2 MoU, 16 LoI), Mitra Hot Deals sebanyak 1 Mitra (PKS - Eksisting), dan Mitra CDM masih dalam tahap lelang.

"Dari mitra tersebut, diperoleh komitmen penambahan wisman ( _incremental pax_) sejumlah 1.230.669 wisman. Diantaranya dengan mitra insentif aksesibilitas sebesar 730.669 Wisman tambahan dan mitra Hot Deals (Kepri) sebesar 500.000 wisman tambahan," jelas Nia Niscaya selaku Ketua Rakornas saat membacakan hasil Kesimpulan pada penutupan Rakornaspas II-2018.

Jumlah ini diharapkan akan membantu untuk mengejar target 17 juta kunjungan wisman 2018. Dengan rata-rata jumlah kunjungan wisman sebesar 1,25 juta perbulan menunjukkan bahwa akhir tahun ini akan diperoleh 15 juta wisman, sehingga perlu tambahan dua juta wisman untuk mencapai target 17 wisman pada 2018. Tambahan dua juta wisman itulah akan dikejar Kemenpar melalui tiga program marketing khusus yang menjadi fokus dalam Rakornas kali ini yaitu Incentive Airlines atau Wholesalers, Hot Deals Visit Wonderful Indonesia, dan yang ketiga CDM (Competing Destination Model) dengan target menghasilkan 2,5 juta kunjungan wisman (gs/fm). Foto: Dok.Kemenpar - Sumber: Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

TNI Kirim Tim Kesehatan Bantu korban Gempa ke Lombok

Jakarta (WartaMerdeka) - Menyikapi bencana alam gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto perintahkan segera mengirim Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan membantu penanggulangan korban bencana. 


Hal tersebut dikatakan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung pada saat memimpin pemberangkatan 80 personel Satgas Kesehatan terdiri dari Tim Dokter dan Paramedis dengan menggunakan Pesawat C-130 Hercules type L-100 milik TNI AU, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (29/7). 

Asops Panglima menekankan kepada satgas bahwa tugas kemanusian ini merupakan suatu tugas mulia untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa bencana alam gempa bumi. “Oleh karena itu laksanakanlah tugas ini dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, Aamiin,” pesannya. 

Pada kesempatan sama, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dihadapan awak media menjelaskan bahwa Kodam setempat sudah memberikan bantuan secara langsung terlebih dahulu terhadap penanggulangan bencana alam gempa bumi. “Sedangkan bantuan yang dikirimkan ini bersifat tambahan khususnya Tim Dokter dan Paramedis,” jelasnya. 

“Bantuan yang dikirimkan terdiri atas Tim Dokter dan Paramedis sebanyak 80 personel dari Yonkes 1 Divif 1 Kostrad, yaitu obat-obatan, rumah sakit lapangan, bahan makanan dan ransum T2 ABC sebanyak 800 unit, TB1 sebanyak 800 unit, KLP sebanyak 80 buah, BBP sebanyak 240 pack serta alat komunikasi Vsat, dipimpin oleh Danyonkes 1 Kostrad Letkol Ckm dr Khairan Irmansyah Sp THT-KL. Bantuan tersebut akan di terbangkan menuju Lanud Rembiga, Lombok,” ungkap Kapuspen TNI (ar/ab). 

Foto: PuspenTNI 
Share:

Panglima TNI Kunjungi Robertson Barracks di Parlmestoninteern

Darwin/Australia (WartaMerdeka) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi Robertson Barracks dalam rangkaian kegiatan sidang ke-6 Australia-Indonesia High Level Committee  (Ausindo HLC) di Parlmeston, Australia (26/7). 


Kunjungan Panglima TNI dan rombongan disambut  Kepala Staf Angkatan Udara (Chief of Air Force) Australia Air Marshall Leo Davies dan  Commander 1st Brigade Brigadier General Matthew Pearse dilanjutkan dengan upacara tradisional penyambutan tamu khas Aborigin. 

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI menerima paparan tentang United State – Force Posture Initiative (US FPI) dengan materi kebijakan US FPI oleh perwakilan International Policy Division Zoe Cameron. Selanjutnya dilaksanakan paparan tentang Marines Rotational Force - Darwin (MRF-D) Training oleh SeniorUS FPI Program Office Brigadier General Mark Brewer dan perspektif MRF-D Brigade and 1st Brigade terkait US FPI oleh Colonel Jay Schnelle. 

Panglima TNI juga mengunjungi fasilitas MRF-D dan melihat demo latihan personel dari Australian Defence Force (ADF) dan MRF-D dengan materi antara lain drill artilleri, in country training US dan Australian Army, simulated artillery training dan flying pass Eurocopter Tiger helicopter. 

Dalam kunjungan tersebut Panglima TNI didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Aslog Panglima TNI Laksda TNI Dr. Ir. Bambang Nariyono, M.M., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Waasops Panglima TNI Laksma TNI M. Khairil Lubis, Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr (Han) dan Athan RI untuk Australia Laksama TNI R. Teguh Isgunanto, M.A. Foto: Dok.PuspenTNI - Sumber : Jaringan Indonesia Mandiri

Share:

Guna Raih 17 Juta Wisman pada 2018, Kemenpar Gunakan Program Khusus


Jakarta (WartaMerdeka) - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan dalam mengejar target 17 juta kunjungan mancanegara (wisman) di 2018 ini, akan melakukan tiga program terobosan, yaitu insentif kepada airlines/wholesaler, Hot Deals Visit Wonderful Indonesia, dan CDM (Competing Destination Model). Dengan rata-rata jumlah kunjungan wisman sebesar 1,25 juta perbulan nantinya menunjukkan bahwa akhir tahun ini bisa diperoleh 15 juta wisman, sehingga perlu tambahan dua juta wisman untuk mencapai target 17 juta. Hal tersebut dipaparkan Menpar Arief Yahya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2018 yang mengangkat tema ‘Raih Target 2018: 17 Juta Wisatawan Mancanegara’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kementerian Pariwisata/Kemenpar (26/07).



Menpar Arief menjelaskan dari tiga program terobosan Kemenpar itu diproyeksikan akan diperoleh tambahan sekitar 1,95 juta wisman hingga akhir tahun ini, sehingga masih dibutuhkan tambahan 50.000 wisman. “Proyeksi tambahan 1,95 juta ini sebagai target realistik yang akan kita capai meski di bawah target optimistis yang kita tetapkan,” urai Menpar Arief. Ia memberi contoh untuk program insentif airlines/wholesaler target optimis ditetapkan sebesar satu juta wisman, namun hasil pembicaraan dengan pelaku bisnis (_airlines/wholesaler) sebanyak 750 ribu wisman. 



Sementara untuk target program Hot Deals Visit Wonderful Indonesia ditetapkan sebesar 2,5 juta wisman, terdiri dari Paket Hot Deals Great Kepri 500 ribu wisman; Paket Hot Deals Great Jakarta satu juta wisman; Paket Hot Deals Great Bali satu juta wisman. Dengan angka target realistis sebesar 750 ribu dan target program CDM satu juta diproyeksikan akan diperoleh angka nyata sebesar 500.000 wisman.



Menpar Arief menjelaskan pada Rakornas kali ini fokus membahas masalah akses pariwisata khususnya Terminal Low Cost Carrier (LCCT), karena pertumbuhan trafiknya di atas 20% dan sejalan dengan target pertumbuhan pariwisata 21%, sedangkan kalau mengandalkan Terminal Full Service Carrier (FSCT) pertumbuhannya di bawah 5% sehingga sulit diandalkan untuk mencapai target pariwisata.



Seperti diketahui, program kerjasama promosi dengan _airlines_ dan _wholesaler_ sangat strategis dalam mendatangkan wisman karena 80% wisman yang datang ke Indonesia melalui konektivitas udara (airlines) baik regular maupun _chartered flight_. Selain itu pola pembelian paket wisata ke Indonesia dilakukan melalui _wholesaler_ dan _retailers_, bahkan pada pasar tertentu pembelian paket wisata melalui _wholesaler_ sangat dominan.  Promosi terpadu dilaksanakan bersama dalam bentuk _sales mission, trade show, festival, fam trip_, publikasi dan pemberian insentif.



Sementara program Hot Deals, yakni program untuk mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai atau _idle capacity_, diutamakan pada tiga pintu masuk utama yaitu Great Bali (40%), Great Jakarta (30%) dan Great Kepri (20%). Ketika _idle capacity_ pada faktor 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) digabungkan dan dimanfaatkan dalam sebuah _platform_ akan tersedia layanan turisme yang mudah dan murah, atau disebut _more for less tourism_. Karena itu, program Hot Deals menjadi hal yang atraktif dan kompetitif dalam meningkatkan kunjungan wisman. Paket Hot Deals diproyeksikan akan dapat menambah 2,5 juta wisman pada 2018.



Sementara Competing Destination Model (CDM) adalah metode yang dilakukan penyedia _platform_ data _driven marketing_ dalam mengarahkan calon wisman yang sudah memiliki tujuan wisata ke destinasi tertentu. Dengan CDM memungkinkan mengambil data _travellers_ dari berbagai sumber online; _profiling_ dan segmentasi data _travellers_; lalu menargetkan _travellers_ tersebut dengan kampanye iklan yang _customised_ dan _targeted_.



Rangkaian kegiatan Rakornas Pariwisata II-2018 yang diikuti sekitar 250 perserta dari kalangan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas dan media (Pentahelix) antara lain diisi dengan diskusi/workshop terbagi dalam sesi; insentif aksesibilitas; hot deals; dan CDM dengan menghadirkan nara sumber dari kalangan pelaku bisnis dan professional (gs/ab). - Foto: abri - Sumber : Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Kunjungan Kerja Panglima TNI ke Darwin-Australia

Darwin/Australia (WartaMerdeka) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta  Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Bambang Nariyono, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Waasops Panglima TNI Laksma TNI M. Khairil Lubis dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono tiba di Royal Australian Air Force (RAAF), Darwin, Australia untuk menghadiri sidang ke-6 Australia-Indonesia High Level Committee/Ausindo-HLC  (25/7).

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di RAAF disambut Commander 1st Brigade Brigadier General Matthew Pearse, AM, Deputy Commander Northern Command Captain Bryan Parker, RAN, Athan Australia untuk Indonesia Commodore Robert Plath, RAN, Commanding Officer 13 Squadron Wing Commander Steven Parson Steven Parsons, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Athan RI untuk Australia Laksama TNI R. Teguh Isgunanto, M.A., Politik Khusus KBRI di Canberra Brigjen TNI Aang Suherlan, Konsul RI di Darwin Dicky Djukarja Soerjanatamihardja dan Atase Udara Kolonel Pnb Riva Yanto (ar).- Foto: Dok.PuspenTNI - Sumber : Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Latihan Kesiapsiagaan Operasi Jala Krida 18 Antisipasi Terorisme di Laut

Surabaya (WartaMerdeka) - Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Erwin S. Aldedharma selaku Komandan Satgas Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Jala Krida-18, memimpin manouver lapangan/manlap kesiapsiagaan penanggulangan tindak pidana terorisme di laut yang berlangsung di kawasan pesisir laut Megamas, Manado (19/7).

Selain memiliki tugas pokok untuk melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP), TNI juga mengemban tugas melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya adalah penanggulangan terorisme. Pada manouver lapangan penanggulangan terorisme kali ini, melibatkan empat KRI antara lain KRI Multatuli – 561, KRI Diponegoro – 365, KRI Badik – 623, dan KRI Sultan Nuku – 373, serta melibatkan unsur lain yaitu dua Sea Rider Satkopaska Koarmada II, KAL Patola – 1827, KAL Tedung Naga – 1825 dari jajaran Lantamal VIII Manado.

Dalam latihan pengendalian anti teror tersebut disimulasikan, Pangkoarmada II menerima direktif Panglima TNI bahwa telah terjadi pembajakan oleh sekelompok teroris yang bernama kelompok Farel, yang telah berhasil menguasai kapal tanker MT. Pancalima sedang berlayar dari Bitung menuju Tahuna, yang saat itu diperankan oleh KRI Multatuli – 561.

Taklimat rencana operasi selanjutnya menjadi perintah operasi oleh Panglima TNI dengan sandi Satgas Jala Krida 18, ditindak lanjuti oleh Pangkoarmada II dengan melaksanakan briefing awal untuk siapkan rencana penindakan dan pembentukan Satgas, serta menunjuk Laksma TNI Erwin S. Aldedharma, selaku Komandan Satgas.

Dalam skenario tersebut, kelompok pembajak bersenjata tersebut menyandera 24 Anak Buah Kapal (ABK) dan meminta beberapa tuntutan antara lain mendatangkan pihak otoritas Manado, pembebasan salah satu rekan mereka yang ditahan di lapas Manado serta permintaan negosiator untuk berkomunikasi dengan kelompok mereka. Kelompok pembajak mengancam akan mengintimidasi dengan cara menyakiti salah satu ABK jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Kemudian Kaskoarmada II beserta staf menghadiri penyampaian keputusan Pangkoarmada II dan melaksanakan uji rencana operasi Jala Krida 18 serta melaksanaka gelar pasukan oleh unsur-unsur Koarmada II yaitu KRI DPN – 365, KRI SNU – 373, KRI BDK – 623, KAL TDN, KAL PTL, 2 Sea Rider, Pesawat Cassa – U 6216, Panther AS565, dan 2 tim Detasemen anti teror dari Satkopaska Koarmada II.

Berbekal informasi posisi terakhir MT Pancalima dari pesawat Cassa – U 6216 yang melaksanakan Surveillance, maka Dansatgas yang saat itu onboard di atas KRI DPN – 365 memerintahkan seluruh jajaran untuk melaksanakan penyekatan terhadap kapal target dan menerbangkan Heli Panther AS – 565 untuk mengelabui kelompok pembajak. Kemudian Rigid Hulled Inflateble Boat (RHIB) meluncur dari KRI DPN – 365 dengan membawa 1 tim pasukan Visit Board Search and Seizure (VBSS) yang terdiri dari prajurit pilhan KRI DPN – 365 untuk melaksanakan pengelabuhan, sehingga 2 Sea Rider Satkopaska Koarmada II dapat melaksanakan infiltrasi ke kapal target.

Setelah berhasil masuk ke kapal target, pasukan anti teror Satkopaska Koarmada II malakukan pertempuran jarak dekat dengan kelompok pembajak tersebut,  dengan cepat dapat melumpuhkannya dan melaksanakan sterilisasi terhadap kapal tersebut. Usai berhasil mengambil alih kapal dan mengamankan seluruh kelompok pembajak, pasukan anti teror Satkopaska Koarmada II mengevakuasi korban untuk dibawa menuju ambulan (rm). Foto: Dispen Armada II
Share:

Pemkot Depok Bantu Siswa Miskin Sekolah Gratis di Swasta

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)  Kota Depok, M.Thamrin (foto. Dok. Diskominfo Kota Depok) 
Depok, (WartaMerdeka) - Siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri dikarenakan melampaui kuota penerimaan tidak perlu khawatir. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan membantu membiayai siswa miskin untuk mendapat pendidikan di sekolah swasta melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di semester I tahun ajaran 2018/2019, dana BOS APBD yang diberikan ke 160 SMP swasta akan dialokasikan untuk kebutuhan siswa miskin, sehingga mereka tidak dibebankan biaya atau gratis di sekolah swasta,” tutur Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin kepada depok.go.id belum lama ini.

Dikatakan Thamrin, untuk jumlah dana BOS APBD yang dialokasikan untuk siswa miskin di sekolah swasta sebesar Rp 3 juta per siswa setiap tahun. Dana tersebut akan ditransfer ke sekolah setiap semester sebesar Rp 1,5 juta.

“Untuk pencairannya menunggu APBD Perubahan Kota Depok. Kemudian, bagi sekolah swasta yang tidak menerima siswa miskin, maka sekolah tersebut tidak mendapatkan dana BOS APBD dan bantuan Kesejahteraam Rakyat (Kesra) untuk guru swasta,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan daya tampung dan jumlah sekolah negeri yang terbatas,  Disdik pun menentukan kuota penerimaan siswa miskin hanya sebesar 20 persen. Sedangkan, untuk jumlah sekolah negeri yang ada di Depok ada 272 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 26 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

“Jadi, bukan penolakan oleh sekolah negeri terhadap siswa miskin, tetapi karena daya tampung yang terbatas, sehingga kami membatasi penerimaan siswa miskin sebesar 20 persen di setiap sekolah negeri. Misalnya, daya tampungnya 300 siswa maka siswa miskin yang diterima hanya 60 siswa. Sementara yang mendaftar sekitar 200 siswa miskin di sekolah negeri,” tandasnya.  (SSM)
Share:

Nadia Purwoko dari Bengkulu raih Miss Grand Indonesia


Jakarta (WartaMerdeka) - Acara gelar Miss Grand Indonesia diraih oleh putri asal Bengkulu, Nadia Purwoko. Nadia mendapatkan piala kehormatan yang diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sebagai Runner-Up I dan Runner-Up II yakni finalis asal Sumatera Utara, Vivi Wijaya dan finalis asal DKI Jakarta, Stephanie Cecilia Munthe.

Miss Grand Indonesia mengemban misi membawa nama bangsa Indonesia ke jenjang internasional melalui kontes kecantikan, sekaligus mempromosikan kebudayaan, keindahan dan wisata Indonesia.

Selain itu, Miss Grand Indonesia juga turut mendukung tujuan Miss Grand International, mengkampanyekan “STOP THE WAR AND VIOLENCE” bagi masyarakat Indonesia khususnya dan dunia umumnya.

Menpar Arief dipilih sebagai juri kehormatan pada acara puncak yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center (21/7). Acara tersebut mengangkat tema _Beauty in Diversity_, serta diikuti oleh 30 kontestan dari seluruh Indonesia yang mewakili provinsi masing-masing.

_"Miss Grand International_ adalah salah satu kontes kecantikan terbesar selain _Miss Universe_. Impact-nya juga besar. Kemajuan industri Pariwisata Indonesia pun salah satunya dari peran para endorser. Putri kecantikan Miss Grand Indonesia, nantinya harus memiliki misi sama dengan Kementerian Pariwisata, mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia di kancah dunia,” papar Menpar.

Sementara itu, _National Director of Miss Grand Indonesia_, Dikna Faradiba mengatakan, “pemenang Miss Grand Indonesia akan mewakili Indonesia di ajang Miss Grand International 2018 yang diadakan di Myanmar Oktober mendatang.”

Turut menjadi juri adalah Dirut Bank BCA Bapak Jahja Setiaatmadja, Jacky Mussry dari Markplus, Sophia Latjuba, Wulan Guritno, Ferry Salim, Dian Muljadi, Ivan Gunawan dan Dikna Faradiba sebagai ketua Yayasan Dharma Gantari (fm). Foto: Dok.Kemenpar - Sumber : Jaringan Indonesia Mandiri

Share:

Anak Petani, Anak Dayak, Toraja dan Papua Dilantik di Istana

 

Jakarta (WartaMerdeka) - Acara pelantikan lulusan akademi atau Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta memberi kesan mendalam pada sejumlah Taruna dan Taruni yang berasal dari keluarga pra sejahtera dan suku pedalaman (19/7). Karena mereka bisa menjadi calon Perwira tanpa bermodal biaya ataupun sogokan. 

Letda Nanda Arwin, lulusan Akmil asal Langkat, Sumatera Utara, mengaku tak pernah terlintas di benaknya bisa masuk sekolah Perwira Akademi Militer/Akmil di Magelang. Ia selama ini beranggapan Akmil hanya untuk anak-anak dari keluarga mampu. 

"Melihat orang tua saya hanya sebagai petani dan memang segi ekonominya lemah, saya berusaha mencari sekolah gratis," aku sulung dari 3 saudara ini dengan polos. 

Awalnya, ia mendaftar masuk ke Akmil namun gagal seleksi. Lalu mencoba masuk Sekolah Calon Bintara (Secaba), tapi gagal juga. Berbekal kemauan dan semangat yang pantang menyerah, dirinya kembali lagi mendaftar masuk Akmil dan hasilnya pada kesempatan kedua lolos tanpa dikenakan biaya sama sekali. 

Nanda menuturkan, berbekal tekad dan kemauan, dia selalu menanamkan dalam diri untuk bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya, dan orang tua menjadi motivasi terbaik dalam dirinya. "Syukur Alhamdulillah, bangganya luar biasa dan orang tua baru pertama kali menginjak di Istana Negara," ucapnya. 

Cerita senada juga disampaikan Letda Moch Alpian Pribadi yang berasal dari suku Bima, Nusa Tenggara Barat. Ia bisa berhasil masuk Akmil berbekal kemauan dan kerja keras serta dukungan dan doa dari orang tua, karena pada dasarnya keberhasilan seorang anak terletak pada doa orang tua. 

Dirinya juga menceritakan untuk menjadi seorang Perwira lulusan Akmil butuh kemauan dan kerja keras serta semangat pantang menyerah, apalagi pada seleksi tahun pertama belum berhasil lulus. “Saya mengevaluasi diri dan belajar dari kegagalan, dan pada seleksi tahun kedua lah maka berhasil lulus. 

Menurut Alpiah sapaan akrabnya, dirinya termotivasi untuk berjuang bercermin dari perjuangan seorang ibu mendidik dan menyekolahkannya menjadi sumber inspirasi, apalagi ayahnya sudah meninggal pada 2007. Ibunya berjuang mencari nafkah untuk menyekolahkan dirinya bersama adik-adiknya. 

Lain lagi dengan Letda Ruben Gerit Trapen yang berasal dari Papua. Dirinya termotivasi untuk menjadi seorang prajurit TNI karena melihat dari daerahnya tidak banyak pemuda yang menjadi seorang prajurit. "Ini suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya selaku putra asli Papua karena lulus menjadi seorang Perwira TNI AD,” ungkapnya. 

Dia menuturkan, darah militer sama sekali tak mengalir dalam tubuh kedua orangtuanya, di mana sang ayah seorang Pegawai Negeri Sipil. Hanya saja Ruben kecil telah menanamkan cita-citanya untuk menjadi seorang tentara, karena melihat figur tentara yang penuh dedikasi terhadap bangsa dan negara serta memiliki kedisiplinan yang tinggi. 

Kisah berbeda dari Letda Niko T yang berasal dari suku Toraja, menjadi seorang prajurit TNI sudah merupakan cita-citanya sejak kecil karena dirinya dibesarkan dalam lingkungan militer. “Bapak saya pangkatnya hanya Kopral,” ceritanya. 

“Bisa seperti sekarang ini merupakan suatu kebanggan yang tak terhingga. Awalnya saya tidak bisa membayangkan masuk Akmil, karena pangkat bapak saya hanya seorang Tamtama. Tetapi berbekal kemauan dan kerja keras, dari manapun latar belakang orang tua kita, itu bukan menjadi faktor utama, yang utama adalah kerja keras, kemauan dan doa orang tua,” jelas Niko. 

Sementara itu, Letda (K) Alberta Injilia menyatakan kebanggaanya bisa menjadi seorang Perwira Wanita lulusan Akmil. Menjadi TNI merupakan cita-citanya sejak kecil. “Saya mempersiapkan diri secara matang ketika akan ikut seleksi. Yang paling utama disiapkannya adalah fisik seperti lari, push up, renang, dan lainnya.” 

Ketika dinyatakan lulus menjadi Taruni Akmil, kebanggaan anak ketiga dari empat bersaudara ini bertambah besar. Apalagi tidak banyak dari suku Dayak yang mengabdikan diri menjadi seorang prajurit TNI. “Jika saya bisa, kalian pun pasti bisa,” tuturnya memberi tips bagi perempuan lainnya bila ingin menjadi prajurit TNI (ded/ab). Foto : Dispenad - Sumber : Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan


Jakarta (WartaMerdeka) - Menteri LHK, Siti Nurbaya mengunjungi pameran Pekan Lingkungan Hidup Kehutanan/PLHK 2018 di JCC Senayan (21/7/90). Berbagai stan yang berjumlah 48 didatangi. Salah satunya ke stan Direktorat Pengelolaan Sampah, KLHK, guna melihat smart dropbox, yaitu sarana yang disediakan bagi konsumen untuk menukarkan sampah berupa botol plastik dengan saldo uang elektronik T-cash. 

Satu sampah botol plastik dihargai 50-60 rupiah di smart dropbox ini. Konsep smart dropbox adalah model kerjasama KLHK, Telkomsel, Alfamart, Danone dan pengembang aplikasi Smash. Smart dropbox masih dalam uji coba di sekitar 80 gerai ritel Alfamart. Targetnya dalam setahun mendatang, smart dropbox ini dapat tersedia di seluruh gerai ritel Alfamart di Indonesia. 

Menteri Siti kemudian bercakap dengan pelajar SMKN 27 Jakarta di booth Dinas Lingkungan Hidup Pemprov. DKI Jakarta. SMKN 27 Jakarta merupakan salah satu sekolah Adiwiyata Mandiri yang pernah melakukan beberapa kegiatan diantaranya adalah membentuk bank sampah, menciptakan lubang resapan biopori, menciptakan pupuk kompos dan mengolah sampah menjadi biogas. 

Menurut para siswa, adanya biogas menjadikan pihak sekolah tak perlu lagi membeli gas. Hal tersebut dapat mengurangi pengeluaran sekolah. Terlebih lagi di sekolah tersebut terdapat jurusan tata boga yang memerlukan bahan bakar untuk praktek memasak, sehingga biogas tersebut dapat digunakan untuk praktek. 

Pameran bertema Kendalikan Sampah Plastik yang berlangsung 19-21 Juli 2018 ditutup Direkur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati. Total pengunjung PLHK kali ini mencapai 11.833 pengunjung yang mengisi formulir pengunjung. Namun menurutnya, pengunjung kali ini lebih dari 20.000 orang, karena banyak juga yang tidak mengisi form kunjungan. 

Kegiatan PLHK 2018 ini menganut prinsip less waste event. Sehingga sampah yang ditimbulkan oleh peserta maupun pengunjung, dikendalikan dan dikelola dengan baik. Hingga penyelenggaraan hari kedua, total timbulan sampah dari kegiatan ini adalah 126,5 kg. Jumlah sampah yang dapat dipilah 49 kg, yang kemudian dikirim ke bank sampah guna dimanfaatkan kembali. Sedangkan jumlah residu yang timbul mencapai 78 kg yang langsung dikirim ke tempat pembuangan sampah. 

Pada acara penutupan ini juga diberikan penghargaan kepada pemenang stand terbaik. Untuk Kategori pemerintahan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh raih juara pertama. Juara kedua dan ketiga diraih oleh KLHK dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan untuk kategori perusahaan, juara pertama diraih oleh Holding Industri Pertambangan. Juara kedua diraih oleh Tetrapack, dan juara ketiga adalah Crop Life. 

Selain stand terbaik, diberikan juga penghargaan untuk lomba-lomba yang dilaksanakan selama penyelenggaraan PLHK 2018. Yaitu lomba-lomba menggambar dan mewarnai, insinyur cilik, kreasi musik dari musisi jalanan, dan fun rally eco-driving. 

Khusus fun rally eco-driving, kegiatan ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat untuk berkendara lebih ramah lingkungan. Berkendara dengan lebih hemat bahan bakar, dan tetap mengutamakan keselamatan menjadi salah satu tujuannya (ab). Foto: Dok.KLHK - Sumber :  Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Jelang Asian Games Rekayasa di Jalan Tol terus dikoordinasikan ke Semua Pihak


Jakarta (WartaMerdeka) - Penerapan rekayasa lalu lintas (lalin) di jalan tol dalam kota untuk kelancaran transportasi penyelenggaraan Asian Games di Jakarta Agustus mendatang masih perlu dikoordinasikan dengan semua instansi yang terlibat. Namun tidak benar informasi yang beredar viral saat menyebutkan bahwa 40 pintu tol di jalan tol dalam kota akan ditutup sebagai bentuk rekayasa lalin tersebut.

Rekayasa lalin di jalan tol dalam kota yang diusulkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meliputi penutupan beberapa pintu tol secara tetap (permanen) dalam jam-jam tertentu, buka tutup pintu tol sesuai kondisi di lapangan (diskresi petugas di lapangan) serta penyediaan lajur khusus angkutan umum (bus) yang akan digunakan juga untuk lajur kendaraan official dan atlet. 

Penutupan pintu tol diprioritaskan pada rute terkait dengan Gelora Bung Karno (GBK), Veledrome dan Cibubur dengan rincian bahwa penutupan pintu tol secara permanen pada pukul 06.00 s/d 17.00 WIB yaitu,

1. Ancol Barat
2. Jembatan Tiga 1
3. Angke 2
4. Tanjung Duren
5. Off Ramp RS Harapan Kita 6. Slipi 2
7. Podomoro
8. Rawamangun 
9. Pedati
10. TMII

Penutupan pintu tol secara permanen pada pukul 12.00 s/d 21.00 WIB 
1. Gedong Panjang 2
2. Jembatan Tiga 2
3. Angke 1
4. Jelambar 1
5. Slipi 1
6. Sunter
7. Jatinegara
8. Kebon Nanas 
9. TMII

Usulan BPTJ dilakukan berdasarkan kajian komprehensif yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Hasil kajian BPTJ menunjukkan tidak cukup hanya perluasan kebijakan ganjil genap di arteri guna menunjang kelancaran transportasi Asian Games. Oleh karenanya BPTJ merekomendasikan paket 3 kebijakan yang saling terkait. Paket kebijakan tersebut adalah pertama manajemen rekayasa lalu lintas, kedua penyediaan angkutan umum dan ketiga pengaturan lalu-lintas angkutan barang. 

Perluasan ganjil genap di arteri dan rekayasa lalu lintas di jalan tol dalam kota merupakan bagian dari kebijakan pertama yaitu manajemen rekayasa lalu lintas. Pada saat penyelenggaraan Asian Games nanti hampir 15 ribu atlit dan official akan melakukan pergerakan dari Wisma Atlet Kemayoran ke 8 venue pertandingan yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya dari mulai pukul 05.00 s/d 21.00 WIB. 

Selain official dan atlet terdapat juga pergerakan antar venue dari para supporter termasuk dari mancanegara, media dan VIP . Hal-hal inilah yang mendasari perlunya kebijakan transportasi yang komprehensif yang diharapkan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan Asian Games dan mengelola dampaknya.

BPTJ dan keseluruhan instansi yang terkait seperti Korlantas Polri, Kementerian PUPR, Ditlantas Polda Metro, Dishub DKI Jakarta, Badan Pengatur Jalan Tol dan Operator Jalan Tol terus melakukan koordinasi dan uji coba. Diharapkan hasil koordinasi dan uji coba ini akan semakin memperjelas gambaran implementasi kebijakan transportasi yang akan dilakukan.

Demikian keterangan pers yang dikeluarkan oleh Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan Budi Raharjo (dh). Foto: abri - Sumber :  Jaringan Indonesia Mandiri

Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip