Jelang Asian Games Rekayasa di Jalan Tol terus dikoordinasikan ke Semua Pihak


Jakarta (WartaMerdeka) - Penerapan rekayasa lalu lintas (lalin) di jalan tol dalam kota untuk kelancaran transportasi penyelenggaraan Asian Games di Jakarta Agustus mendatang masih perlu dikoordinasikan dengan semua instansi yang terlibat. Namun tidak benar informasi yang beredar viral saat menyebutkan bahwa 40 pintu tol di jalan tol dalam kota akan ditutup sebagai bentuk rekayasa lalin tersebut.

Rekayasa lalin di jalan tol dalam kota yang diusulkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meliputi penutupan beberapa pintu tol secara tetap (permanen) dalam jam-jam tertentu, buka tutup pintu tol sesuai kondisi di lapangan (diskresi petugas di lapangan) serta penyediaan lajur khusus angkutan umum (bus) yang akan digunakan juga untuk lajur kendaraan official dan atlet. 

Penutupan pintu tol diprioritaskan pada rute terkait dengan Gelora Bung Karno (GBK), Veledrome dan Cibubur dengan rincian bahwa penutupan pintu tol secara permanen pada pukul 06.00 s/d 17.00 WIB yaitu,

1. Ancol Barat
2. Jembatan Tiga 1
3. Angke 2
4. Tanjung Duren
5. Off Ramp RS Harapan Kita 6. Slipi 2
7. Podomoro
8. Rawamangun 
9. Pedati
10. TMII

Penutupan pintu tol secara permanen pada pukul 12.00 s/d 21.00 WIB 
1. Gedong Panjang 2
2. Jembatan Tiga 2
3. Angke 1
4. Jelambar 1
5. Slipi 1
6. Sunter
7. Jatinegara
8. Kebon Nanas 
9. TMII

Usulan BPTJ dilakukan berdasarkan kajian komprehensif yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Hasil kajian BPTJ menunjukkan tidak cukup hanya perluasan kebijakan ganjil genap di arteri guna menunjang kelancaran transportasi Asian Games. Oleh karenanya BPTJ merekomendasikan paket 3 kebijakan yang saling terkait. Paket kebijakan tersebut adalah pertama manajemen rekayasa lalu lintas, kedua penyediaan angkutan umum dan ketiga pengaturan lalu-lintas angkutan barang. 

Perluasan ganjil genap di arteri dan rekayasa lalu lintas di jalan tol dalam kota merupakan bagian dari kebijakan pertama yaitu manajemen rekayasa lalu lintas. Pada saat penyelenggaraan Asian Games nanti hampir 15 ribu atlit dan official akan melakukan pergerakan dari Wisma Atlet Kemayoran ke 8 venue pertandingan yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya dari mulai pukul 05.00 s/d 21.00 WIB. 

Selain official dan atlet terdapat juga pergerakan antar venue dari para supporter termasuk dari mancanegara, media dan VIP . Hal-hal inilah yang mendasari perlunya kebijakan transportasi yang komprehensif yang diharapkan mampu mendukung kelancaran penyelenggaraan Asian Games dan mengelola dampaknya.

BPTJ dan keseluruhan instansi yang terkait seperti Korlantas Polri, Kementerian PUPR, Ditlantas Polda Metro, Dishub DKI Jakarta, Badan Pengatur Jalan Tol dan Operator Jalan Tol terus melakukan koordinasi dan uji coba. Diharapkan hasil koordinasi dan uji coba ini akan semakin memperjelas gambaran implementasi kebijakan transportasi yang akan dilakukan.

Demikian keterangan pers yang dikeluarkan oleh Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan Budi Raharjo (dh). Foto: abri - Sumber :  Jaringan Indonesia Mandiri

Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip