Kementan Pantau Peredaran Daging untuk Kebutuhan Kurban Idul Adha


Jakarta (WartaMerdeka) - "Daging Hewan Kurban harus memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh dan halal/asuh,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH-Kementan) I Ketut Diarmita, mewakili Menteri Pertanian saat sosialisasi pemantauan daging hewan sambut Hari Raya Idul Adha 2018, di Pemotongan Hewan Sentra Primer, Masjid Al Azhar, Jakarta Timur (3/8). 


Dalam acara yang digagas Kementan dan Pemprov DKI Jakarta ini, dihadir lebih dari seratus ibu-ibu PKK sewilayah DKI Jakarta, wakil ketua komisi IV DPR RI Viva Yoga dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta serta masyarakat sekitarnya. 




Secara simbolik Ditjen PKH melepas Tim Terpadu Pemantauan Hewan Tahun 2018, yang akan beranggotakan 2.698 orang petugas terdiri dari Tim Ditjen PKH, Dinas DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Kementerian Agama BPJPH, FKH IPB dan PDHI. 


I Ketut Diarmita menegaskan, Kementan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No. 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Peraturan ini mengatur: (a). Persyaratan minimal tempat penjualan hewan kurban, pengangkutan, kandang penampungan dan tempat pemotongan hewan kurban; (b). Tata cara penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging kurban sesuai aspek teknis dan syariat Islam. 



Oleh karenanya, Kementan fokus utama dalam pengawasan pemotongan hewan kurban meliputi: Kesehatan hewan kurban untuk menjamin hewan kurban bebas penyakit zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia); Proses penyembelihan hewan kurban untuk menjamin pemenuhan syariat Islam dan kesejahteraan hewan; serta Distribusi daging hewan kurban kepada Mustahiq untuk menjamin pemenuhan persyaratan higiene sanitasi dan keamanan pangan. 



Itu sebabnya, dalam sosialisasi ini juga peserta diajak melihat ke tempat pemotongan yang baik dan higiene di salah satu dari lima tempat yang telah ada di Jakarta. “Tempat di Al Azhar Sentra Primer ini menjadi percontohan yang baik,” ujar I Ketut. Secara keseluruhan di Indonesia ada 12 lokasi serupa untuk pemotongan hewan. 



I Ketut Diarmita menambahkan, kebutuhan hewan kurban untuk tahun 2018 diprediksi sebanyak 1.504.588 ekor, naik sekitar 5% dari pemotongan hewan kurban tahun 2017. Kebutuhan hewan kurban tersebut terdiri dari: Sapi sebanyak 462.339 ekor, Kerbau sebanyak 10.344 ekor; Kambing sebanyak 793.052 ekor dan Domba sebanyak 238.853 ekor (ab/hy). Foto: abri - Sumber : Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar