Pemanfaatan Sampah Plastik dan Kertas Bisa Dorong Peluang Usaha Masyarakat


Jakarta (WartaMerdeka) - Jumlah timbulan sampah nasional mencapai angka 65 juta ton per hari, dari jumlah tersebut, 16% merupakan sampah plastik dan 10% adalah sampah kertas. Proporsi sampah plastik dan kertas yang sangat besar tersebut merupakan potensi besar untuk dikelola secara berkelanjutan yang salah satu imbasnya bisa menumbuhkan kesempatan ekonomi baru mendukung terciptanya circular economy. Hal ini terungkap pada acara “Konsultasi Publik Sinkronisasi Standar Operasional Pemanfaatan Material Menuju Circular Economy” di Kantor Pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, Jakarta (2/8). 

“Pada linear economy, material kertas dan plastik yang digunakan sisanya dibuang menjadi sampah, namun sebenarnya sampah ini dapat diolah menjadi bentuk baru yang dapat dimanfaatkan dan menghasilkan nilai ekonomi baru, inilah salah satu bentuk circular economy,” papar Direktur Pengelolan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mewakili Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3. 

"Material yang kali ini dibahas adalah material kertas dan kantong belanja plastik. Material ini harus dimanfaatkan dengan baik, dan setelah dimanfaatkan harus juga didaur ulang dengan baik. Saat ini pemanfaatan material tersebut belum baik sehingga limbahnya mencemari lingkungan," tegas Noer Adi Wardojo Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pustanlinghut). 

Pembentukan standar operasional pemanfaatan material kertas dan plastik adalah upaya KLHK agar pemanfaatan dan proses pengelolaan sampah kertas dan plastik menjadi lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Hal ini akan berimbas pada pengurangan pencemaran lingkungan serta dapat mendorong circular economy. 

Usaha ini memiliki efek besar dalam menggerakkan perekonomian di masyarakat karena rantai produksinya yang melibatkan banyak pihak mulai dari pemulung, pelapak hingga kepada industri rakyat maupun industri besar daur ulang sampah kertas dan plastik. 

Selain itu perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah kertas dan plastik menjadi unsur yang juga penting dalam mendorong terwujudnya circular economy. Perubahan perilaku dari hanya membuang sampah menjadi memilah sampah dan mendaur ulangnya adalah hal mendasar yang menjadi kunci keberhasilan. 

“Circular economy menjadi mudah diwujudkan jika ada kekuatan kolektif nasional, kita punya potensi ekonomi yang besar dalam pengelolaan sampah, ini tidak akan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat tanpa perubahan perilaku yang masif di dalam masyarakat dalam memperlakukan sampah,” pungkas Novrizal. 

Acara “Konsultasi Publik Sinkronisasi Standar Operasional Pemanfaatan Material Menuju Circular Economy” merupakan forum konsultasi sekaligus sosialisasi yang diselenggarakan Pustanlinghut bertujuan mendorong kesepahaman para pihak di bidang pemanfaatan plastik dan kertas agar melakukan sinkronisasi penanganan material kertas dan plastik, mulai dari produksi material hingga pada daur ulangnya menjadi produk akhir untuk konsumen (jh). Foto: Dok.KLHK -  Sumber :  Foto: Dok.KLHK  Foto: Dok.KLHK  Foto: Dok.KLHK  Foto: Dok.KLHK  Foto: Dok.KLHK Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar