Hut ke 35 Pizza Hut di Indonesia

Lomba dekorasi restoran juga warnai hut 35th Pizza Hut
Jakarta (WartaMerdeka– Bagi masyarakat Indonesia, siapa yang tak kenal nama Pizza Hut. Tak terasa Restoran yang pertama kali dibuka di Kansas, Amerika Serikat pada 1958 oleh Dan Carney dan Frank Carney dengan produk awalnya thin ‘n crispy, salad dan soft drink ini,  kehadirannya di Indonesia ternyata telah memasuki tahun ke-35.

Pantas saja di tempat pertama kali Pizza Hut injakkan kaki di bumi Nusantara, pada 1984, di Gedung Djakarta Theatre, dirayakan acara khusus untuk merayakannya. Ada tampilan seragam para pelayan sejak 1984 hingga kini 2019, apresiasi kepada karyawan yang masih bekerja selama 35 tahun, lomba dekorasi ruang restoran Pizza Hut yang tersebar dari Aceh hingga Abepura, promo spesial 35% ekstra keju gratis seluruh menu pizza (kecuali pizza sensasi delight) sepanjang hari untuk dine in, take away, dan delivery setiap Senin hingga Jumat, dari  jam 14.00 sampai 17.00, berlaku hingga 28 April 2019. 

Presdir Sarimelati Kencana Stephen JM bersama pelayan Pizza Hut
Stephen James McCarthy, Presiden Direktur PT. Sarimelati Kencana Tbk yang membawahi seluruh Restoran Pizza Hut yang jumlahnya Juni nanti 500 unit, mengatakan, “selama 35 tahun ini, Pizza Hut menjadi brand restoran pizza nomor 1 di Indonesia berkat peran serta dukungan penuh cinta dari karyawan dan keluarga Indonesia yang menjadi pelanggan setia kami.” katanya  di media gathering 35 tahun Pizza Hut di Menara Cakrawala, Jakarta (27/3).

Makna dalam perayaan 35 tahun "berbagi kebagian", adalah Pizza Hut terus tumbuh dan peduli dengan kondisi di Tanah Air, seperti memberi makanan ke sejumlah panti asuhan, masyarakat terkena musibah bencana alam, penyuluhan untuk petani di sejumlah daerah, dan masih banyak lagi lainnya. Selamat ya untuk Pizza Hut (ma). JIM / JTI

Foto: abri 
Share:

Pameran Golf Singapura Menghasilkan Transaksi 3.8 Milyar untuk Indonesia

Masyarakat Singapura favoritkan wisata golf di Indonesia
Singapura (WartaMerdeka) - Indonesia sukses membukukan transaksi hingga lebih dari Rp3,8 miliar dalam empat hari promosi wisata dalam ajang SPH Golf Travel Fair pada 22-24 Maret 2019 di Takashimaya Shopping Center, Singapura. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dessy Ruhati mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam SPH Golf Travel Fair 2019 merupakan yang pertama, sejak ajang itu diselenggarakan pertama kali pada 2015.

Menurut Dessy, upaya promosi tersebut membawa kabar baik, meskipun baru pertama mengikuti pameran wisata golf, hasil yang didapat sangat memuaskan. Dari hasil evaluasi kuisioner yang dibagikan kepada industri peserta serta penjualan di luar booth Indonesia, tercatat potensial transaksi sebanyak 1.484 pax, dengan nilai sebesar Rp3.876.622.484 (dengan perkiraan nilai tukar 1 dolar Singapura sebesar Rp10.500).

“Sedangkan untuk transaksi di tempat yang dihitung dari penukaran gift redemption sejumlah 336 pax dengan nilai sebesar Rp727.471.836,” jelas Dessy.
Di SPH Golf Travel Fair, Kemenpar fasilitasi 4 pelaku industri (golf course, golf membership, dan golf travel agent) yang berasal dari Jakarta dan Bogor. Mereka sekaligus menjual destinasi golf di seluruh Indonesia antara lain Royal Jakarta Golf Club, Rainbow Hills, Prestige Golf, dan Marc Travel Service.

Aktivitas yang dilakukan di booth Indonesia antara lain transaksi Business to Consumer (B2C), pelayanan informasi pariwisata Indonesia, dan penjualan paket Hot Deals, serta penukaran hadiah (gimmick & gift redemption). Menurut Dessy, lapangan golf Indonesia menjadi yang paling difavoritkan untuk dikunjungi oleh masyarakat Singapura. Wisata golf Indonesia bahkan lebih difavoritkan masyarakat Singapura ketimbang golf yang ditawarkan Malaysia, Thailand, China, dan Vietnam (fm/pn). JIM / JTI

Foto: Dok. Kemenpar
Share:

Provinsi Babel siapkan tiga KEK Pariwisata

Provinsi Bangka Belitung kembangkan KEK di tiga lokasi
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung/Babel menyiapkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, sebagai terobosan transformasi dari non-tambang beralih ke sektor pariwisata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Babel bersama stakeholder pariwisata siap mengembangkan Tiga KEK, salah satunya di Tanjung Kelayang.

Kepulauan Belitung ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas dikembangkan menjadi ‘Bali Baru’, sedangkan 2 KEK lainnya sedang dipersiapkan di Tanjung Gunung, dan Sungailiat, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka.

“KEK Pariwisata ini disiapkan sebagai destinasi kelas dunia. Kepulauan Bangka-Belitung siap menjadi destinasi pariwisata terbaik di Indonesia,” kata Kepala Bappeda Babel Fery Insani mewakili Gubernur dalam acara launching dan press conference Bangka Cultural Wave Festival (BCWF) 2019, yang juga dihadiri Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural yang juga Ketua Pelaksana 100 Calender of Event 100derful Indonesia (CoE WI) 2019 Esthy Reko Astuti hadir di Kantor Kemenpar, Jakarta (25/3).


Sektor pariwisata akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Fery Insani. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Babel tahun lalu sebesar 4,45% atau di bawah pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera sebesar 5,4% dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,17% (rm/pn).
Share:

Normadic Tourism ungkap Keindahan Labuan Bajo

Wisata diving di Labuan Bajo termasuk terindah di dunia

Labuan Bajo/NTT (WartaMerdeka) - "Untuk atraksi, Labuan Bajo sudah tidak perlu ditanyakan lagi, karena sudah terkenal dengan Pulau Komodo dan tempat diving terbaik dunia, sementara untuk amenitas konsep Nomadic Tourism bisa mempercepat pertumbuhan wisatawan," puji Menteri Pariwisata Arief Yahya saat kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (25/3).

Beberapa kali Arief Yahya menyebut Nomadic Tourism (wisatawan yang gemar tinggal di lokasi yang berpindah-pindah di sebuah daerah) sebagai solusi sementara untuk selamanya. “Live a board yang telah berkembang lima hinga tujuh tahun terakhir di Labuan Bajo adalah contoh dari solusi sementara itu. Ini bisa jadi solusi amenitas dan juga akses bagi wisatawan nomad. Dulu kita mengenalnya sebagai wisata minat khusus, tapi seiring perkembangan zaman, tren ini menjelma menjadi wisata minat umum,” ujarnya

Perkembangan amenitas kaum nomad di Labuan Bajo kini kian menjamur. Misalnya Le Pirate boatel, One Tree Hill, The Seraya, sebagai hostel bergaya kekinian untuk glampacker atau kaum pengembara milenial. Juga sejumlah tempat glamping terlihat mulai muncul di di Pulau Saloka,?digarap oleh sebuah social enterprise bernama Pulau Bahagia Ekosistem. Terdapat juga CND Nomadic Huts yang digarap CND Dive Center oleh Condo Subagyo, salah seorang nomad terpandang di dunia diving di Labuan Bajo.

Untuk wisatawan yang ingin melakukan liburan glamor, mereka dapat mencoba mengarungi pantai-pantai indah dengan menggunakan kapal-kapal mewah seperti Sea Safari Cruise, Salila, Grace Alone, Maluku, Plataran Komodo, dan lain-lain. Berbagai kapal mewah ini dapat dengan mudah ditemukan di Kawasan Marina Pelabuhan Labuan Bajo. Beberapa selebriti papan atas seperti Gwyneth Paltrow, Katy Perry, dan Valentino Rossi juga pernah live a broad di tempat tersebut (fm/pn). JIM / JTI
Share:

Sapto Satrio Mulyo : Komitmen saya tentang Kearifan Lokal harga mati

Bogor, (WARTAMERDEKA) - Negara ini dibingkai dengan nilai Kearifan Lokal yang tersusun dalam
makna Bhineka Tunggal Ika, jadi menjaga dan mengedepankan nilai-nilai Kearifan Lokal adalah sebuah keniscayaan dan itu harga mati, setidaknya itulah komitmen moral dari seorang Sapto Satrio Mulyo, sebagai penggiat kearifan lokal di Kabupaten Bogor, pada Depokini saat di jumpai di Bogor, Rabu, (17/10/2018).

Baginya, mengedepankan nilai kearifan lokal menjadi prasyarat utama dalam membangun suatu tatanan peri kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, contohnya gotong royong, itu warisan nilai kearifan lokal, begitu mulianya sikap kegotong-royongan tersebut, katanya memberi contoh tentang nilai kearifan lokal.

Lalu, tambah Sapto lagi, "banyak nilai-nilai kearifan lokal, yang merupakan warisan leluhur bangsa ini yang sudah tergerus oleh modernisasi, saya tidak alergi dengan modernisasi, itu syah syah saja, modernisasi kita terima tetapi nilai nilai kearifan lokal yang sarat dengan tuntunan moral jangan ditinggalkan, agar bangsa ini kelak akan menjadi panutan dunia, bangsa yang modern tetapi nilai kearifan lokal tetap terjaga," imbuh Sapto memaparkan.

Kabupaten Bogor adalah termasuk daerah yang pesat kemajuannya namun nilai kearifan lokalnya, mulai sedikit terusik, dan jika tak segera disikapi maka nilai mulia dari kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Bogor akan pupus, musnah dan hanya menjadi dongeng sebelum tidur. Oleh karenanya harus ada sikap nyata untuk mengajak masyarakat Kabupaten Bogor agar mau kembali kepada kearifan lokal, saya berkomitmen untuk hal tersebut, ungkap caleg DPR RI Partai Nasdem ini.

Dirinya melanjutkan "saya akan terus gelorakan agar masyarakat di Kabupaten Bogor ini tetap menjaga nilai kearifan lokal seraya tidak menolak modernisasi, memang bukan hal yang mudah, oleh karenanya saya ingin hal ini sampai ke konstituen warga masyarakat Kabupaten Bogor, ini loh..ada caleg yang berkomitmen memajukan kabupaten Bogor dengan menjaga kearifan lokalnya," imbuh Sapto sungguh sungguh.

"saya akan sangat bangga dan berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bogor, jika Gerakan Kembali pada Kearifan Lokal mendapat dukungan positif, Yuk..kembali pada kearifan lokal agar tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat lebih mensejahterakan kita semua, saya siap mewujudkannya bersama masyarakat Kabupaten Bogor," pungkas Sapto. (MasGatot)  JIM / JTI
Share:

Potensi Wisata Golf Indonesia Jadi Magnet Besar Sedot Wisatawan

Wisata golf Indonesia kian tenar di mancanegara
Singapura (WARTAMERDEKA) - “Nantinya, Indonesia akan dikembangkan menjadi destinasi golf yang sejati, sekaligus menjadi kompetitor utama Thailand dalam bisnis ini. Untuk itu kami hadir promosikan golf Indonesia dalam ajang Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019, agar pegolf Asia datang menjajal golf di Indonesia,” tutur Kepala Bidang Pengembangan Area III Regional I Florida Pardosi saat SPH di Takashimaya Shopping Center, Singapura (24/3).


Saat ini negara di kawasan Asia berlomba mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) lewat wisata golf ke negaranya. Termasuk Indonesia gencar garap pasar yang saat ini didominasi Thailand sebagai kompetitor utamanya. Merry Kwan, salah satu pelaku usaha golf Indonesia, usulkan langkah strategis bagi promosi wisata golf kepada wisatawan. “Pertama, adalah penyelenggaraan turnamen internasional di Indonesia. Di tengah isu politik dan bencana, turnamen golf internasional bisa menjadi _awareness_ para pegolf asing untuk datang. Hal itu jadi salah satu kebanggaan pegolf untuk menjajal lapangan yang dijadikan turnamen internasional itu. Dan turnamen internasional itu minimum return media valuenya 20 kali lipat dari nilai investasinya, ” katanya.



Kedua, lanjut Merry, mengadakan pameran wisata khusus golf di Indonesia. Hal itu bisa membuat pegolf jajal lapangan berkelas internasional di Indonesia yang tak kalah dengan negara lain. Hal itu juga sudah dilakukan Indonesia melalui Kemenpar beberapa tahun belakangan melalui Sales Mission dan mengikuti travel mart di originasi pegolf di Asia.



Di Indonesia paket wisata golf juga lebih murah dengan cuaca yang lebih bersahabat karena hanya ada dua musim. Rate harga saat weekdays untuk sekali bermain golf berkisar Rp500 ribu - Rp1 juta dan saat weekend di bawah Rp2 juta.
“Itu sekali bermain sudah termasuk layanan caddie dan golf car. Kalo di luar negeri belum termasuk itu semua,” jelasnya. Seorang pegolf asing umumnya rela mengeluarkan US$5.000 hingga US$6.000 dalam setiap kunjungannya ke Indonesia (fm/pn). JIM / JTI



Foto: Dok Rainbowhillsbogor
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar