Mendorong Destinasi Pariwisata yang Berkelanjutan

Ekowisata yang Berkelanjutan
Jakarta ( WartaMerdeka ) - Menghadapi persaingan industri wisata dunia yang berkelanjutan, sejalan dengan kriteria Global Sustainable Tourism Council/GSTC, sebagai prioritas dunia dan agenda global dari United Nations World Tourism Organization/UNWTO. Dengan menekankan pada empat hal: Ekonomi, Lingkungan, Sosial-Budaya dan Manajemen, juga sejalan dengan kebijakan Menteri Pariwisata No 14/2016 tentang Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. “Salah satu penerapan Permen itu ada yang namanya Indonesia Sustainable Tourism Award/ISTA. Jadi sifatnya masih award, siapa yang mau mendaftar untuk peroleh award,” jelas Mahawan.


Pariwisata berkelanjutan jadi tolok ukur kemajuan Wisata Daerah
“Karena kompleknya untuk mengukur sebuah destinasi sudah tergolong berkelanjutan (sustainable) atau belum, sehingga yang dinilai baru progresnya, capaiannya menuju empat kriteria berkelanjutan,” papar Mahawan. Oleh karenanya, lalu Kemenpar membentuk Monitoring Centre Sustainable Tourism (MCST) menggandeng berbagai perguruan tinggi di daerah guna mengamati program destinasi pariwisata berkelanjutan secara ilmiah.

Saat ini Indonesia sudah memiliki 12 MCST di sejumlah kampus guna memonitor 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan destinasi lainnya. “Di seluruh dunia ada 25 MCST yang telah diakui UNWTO, dan 5 diantaranya di Indonesia. Diharapkan, 7 lainnya segera diakui secara international,” papar Mahawan. Jika ke 12 MCST beroperasi secara maksimal, tentunya dapat mencakup kegiatan lebih luas di sejumlah destinasi wisata, sehingga akan dapat mengawal program Pariwisata Berlanjutan secara optimal.


Dengan pariwisata berkelanjutan, aspek kesejahteraan masyarakat dan pemeliharaan lingkungan lebih mengemuka. “Masyarakat harus meningkat kesejahteraanya dengan konsep ini,” ungkap Mahawan yang juga Ketua Umum APIK (Ahli Perubahan Iklim Kehutanan Indonesia). Karena kalau tidak meningkat, justru menjadi pertanyaan besar. Misalnya, di salah satu wilayah wisata, ada lahan masyarakat direbut paksa oleh perusahaan tertentu. (SSM). | Jaringan Indonesia Mandiri
Share: