Gatotkaca Curi Perhatian Pengunjung Licensing Expo China Indonesia Mandiri

Gatotkaca ikuti  Intelectual Property di Licencing Expo China
Jakarta (WartaMerdeka) - Tim asal Indonesia berangkat sebagai bagian dari fasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui program KATAPEL. Mereka adalah lima IP terpilih pada KATAPEL batch 1 yaitu Hey Blo!, Komik Ga Jelas, Tahilalats, Garudayana dan Educa Studio, serta lima lainnya yakni Mintchan, Gugug!, Ghfosty’s Comic, Manguni Squad dan Satria Dewa Gatotkaca. 

Sepuluh  IP (Intellectual Property) karya anak bangsa yang dipamerkan pada Licensing Expo China 2019 di Shanghai, 24-26 Juli 2019, banyak mencuri perhatian pengunjung. Ajang ini merupakan kesempatan bagi mereka sebagai generasi mileneal untuk bertemu dengan para Brand Owners, Potential Investors, dan juga License Buyers.

Di hari pertama, seluruh jenama berkesempatan ikut matchmaking yang mempertemukan kreator IP, brand owners dan berbagai pihak. Para peserta Indonesia juga mendapat kesempatan presentasi IP mereka. Selain mengikut gelaran Licensing Expo China 2019, sepuluh jenama ini juga sempat mampir ke kantor Moonton, perusahaan pembuat game Mobile Legend, untuk melihat potensi kerjasama yang bisa dijalin.


Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak menuturkan, “kami ingin IP karya anak bangsa bisa berkembang seluas dan sejauh mungkin, sehingga kelak ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Semoga kelak, berbagai jenama buatan anak bangsa bisa dinikmati dalam skala yang lebih luas, seperti misalnya game, film animasi, sehingga IP kita bisa bukan hanya tuan rumah di negeri sendiri namun juga salah satu pemain utama di level Asia Tenggara, bahkan Asia. Potensi kita masih sangat besar” (29/7).


“Kehadiran sepuluh jenama Indonesia di pameran Licensing Expo China ini adalah upaya untuk mulai menata jalan ke pasar global bagi karya IP Indonesia. Acara ini mendorong kita untuk membuat kegiatan serupa yang dapat memajukan Indonesia menjadi market hub regional untuk karya IP. Menduniakan IP lokal sejalan dengan core dari ekonomi kreatif Indonesia yang berbasis IP. Melalui penjualan license Indonesia akan mendapat devisa masuk berupa royalti. Ini mungkin bukan hal yang baru tetapi merupakan hal yang harus didorong pertumbuhannya,” jelas Joshua Simanjuntak (ma).
Share:

Natuna Miliki Banyak Potensi Strategis

Kemenko Kemaritiman, pengembangan Natuna sebagai daerah terdepan
Natuna/Kepri (WartaMerdeka) - Kunjungqn yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan di Kabupaten Natuna secara langsung. Permasalahan tersebut terkait isu perbatasan, pertahanan keamanan, keselamatan navigasi, dan integrasi pembangunan. Hasil dari pengamatan selama kunjungan kerja dibahas bersama dengan Pemerintahan Kabupaten Natuna untuk menentukan beberapa prioritas yang akan menjadi program jangka pendek, menengah, dan panjang yang akan segera direalisasikan melalui koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Purbaya Yudhi Sadewa, kunjungan kerja dan Rapat Koordinasi Teknis dengan Pemerintah Kabupaten Natuna di Kantor Pemerintahan Kabupaten Natuna, Ranai (23/7).


Deputi Purbaya menyampaikan, “pengembangan Natuna harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi agar fasilitas-fasilitas yang dibangun dapat memberi manfaat yang maksimal bagi perekonomian dan masyarakat Natuna.” Bupati Natuna Hamid Rizal menyebut, daerahnya sebagai salah satu pulau terdepan di utara Indonesia, 90 persen luas wilayahnya adalah laut dengan potensi di dalamnya sangat besar. “Potensi Natuna sangat besar namun belum optimal dirasakan secara langsung masyarakat Natuna melalui pembangunan," ucap Hamid.


Menanggapinya, Deputi Purbaya mengatakan atas dasar fakta geostrategik dan potensi sumber daya alam di Natuna tersebut pemerintah canangkan lima pilar pembangunan Natuna. “Lima pilar pembangunan Natuna tersebut adalah (1) Kelautan dan Perikanan; (2) Pariwisata; (3) Jasa Industri Migas; (4) Lingkungan Laut; dan (5) Pertahanan dan Keamanan. Inilah yang harus diimplementasikan secara terintegrasi, paralel, berimbang, dan saling melegkapi," ujarnya.


Rakor mengidentifikasi beberapa permasalahan yang belum tuntas seperti perundingan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia – Vietnam, _illegal fishing_ yang masih marak, rencana pengembangan maritime domain awareness (MDA), perimbangan keuangan pusat daerah, dukungan transportasi laut dan udara, BBM di Natuna, dan lain sebagainya (ma).
Share:

Biji Alpukat ATASI Cuci Darah


Jakarta, (WartaMerdeka) - Jika Ginjal Anda divonis untuk melakukan cuci darah, jangan buru buru cuci darah !!!
Mungkin cara alami yang ini dapat dicoba terlebih dahulu....

Cara mengkonsumsi BIJI ALPUKAT.
  1. Biji alpokat diiris kecil-kecil lalu jemur sampai kering (spt kerupuk )
  2. Lalu digiling sampai halus
  3. Ambil serbuknya, sedu seperti kita membuat kopia atau teh
  4. Minum seperti kita minum kopi, 3 x sehari
  5. Minumlah sampai kembali normal.
Biji alpukat merupakan bahan herbal yang memiliki manfaat, diantaranya adalah untuk menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menurunkan lemak pada darah. Ketiga manfaat tersebut sudah dibuktikan dalam penelitian yang menggunakan sampel berupa tikus.

*Semoga info ini cocok dan  bermanfaat*

Sumber : Warta WA Terkini
Foto : Istimewa

Sobat suka dengan artikel" di Warta Merdeka Indonesia silahkan Bookmark
Share:

Danau Toba semestnya Dikelola Putra Daerah secara Profesional

Para wisudawan Politeknik Pariwisata Medan
Medan (WartaMerdeka) - Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan didepan 363 lulusan Politektik Pariwisata/Poltekpar Medan bahwa, generasi yang dipersiapkan memasuki persaingan di era digital tourism 4.0 ditandai dengaqn dominasi kaum millennials yang 100% sudah digital. “Kalianlah yang siap menghadapi persiangan di era Digital Tourism 4.0,” kata Arief Yahya dalam Wisuda ke-21 Poltekpar Medan di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan (18/7).


Arief Yahya menegaskan kepada para wisudawan dan wisudawati bahwa disiplin ilmu dan ketrampilan di bidang pariwisata memerupakan pilihan yang tetap atau on the track karena industri jasa memiliki tingkat pertumbuhan devisa yang luar biasa. Pariwisata Indonesia tumbuh signifikan pada Januari-Desember 2018 mencapai 12,58 persen atau jauh di atas pertumbuhan pariwisata di kawasan regional 7,4 persen dan pariwisata dunia tumbuh 5,6%.


Destinasi pariwisata Danau Toba nanti menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Di sana akan banyak berdiri hotel dan resort internasional. “Kalianlah (para lulusan Poltekpar Medan) yang nanti menjadi general manager (GM)-nya. Kalianlah yang akan memenangkan persaingan di era digital tourism 4.0,” tegas Arief Yahya.


Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga sepakat dengan yang diucapkan Menpar. Karena putra daerah harus mampu bersaing dan menguasai segala aset yang ada di daerahnya, termasuk dalam hal ini keberadaan Danau Toba yang telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang harus dikembangkan.


Sementra Direktur Poltekpar Medan Dr Anwari Masatip S.Sos,MM menyatakan, “berdasarkan dari hasil tracer study lulusannya sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaaan selama 3,5 bulan ke depan” (ma).


Foto: Humas Poltekpar Medan
Share:

51 Persen Wisatawan di Indonesia adalah Kaum Milenial

Ketua CoE Kemenpar Esty Reko Asruty
Jakarta (WartaMerdeka) - Pesona alam, budaya Indonesia, memang miliki kekuatan tersendiri bagi wisatawan nusantara/wisnus maupun mancanegara/wisman untuk datang. Tak terkecuali untuk wisatawan mileneal atau sering disebut Generasi Y. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat membuka Coaching Clinic Event bagi staf Kementerian Pariwisata/Kemenpar untuk dongkrak Kalender Even/CoE Berstandar Internasional di Hotel Alila Jakarta (17-18/7), bahwa “trend traveller mileneal memiliki kontribusi 51 persen.”

Potensi ini yang mesti lebih digarap oleh jajaran Kemenpar agar traveller ini kian meningkat kunjungannya ke Tanah Air. Dalam Coaching Clinic dua hari ini, Kemenpar mengundang nara sumber Denny Malik profesional di bidang koreografer yang juga Kurator Bidang Festival dalam TIM CoE; Danny M Noeranto “Ceper” ahli di bidang stage, sounds and lighting, Dewi Gontha (Dirut Java Festival Production) kompeten di bidang musik skala nasional dan internasional, Jamaludin Mahmood (International Commissaire UCI) di bidang sport tourism, dan Intan Ayundavira (Event Director JFC) berkompeten di bidang fashion designer.


Even atraksi wisata Indonesia banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri
Arief Yahya menjelaskan, sesuai data 40% wisatawan melakukan perjalanan karena tertarik dengan adanya atraksi wisata berbagai even. Bersamaan dengan kemajuan teknologi, trend berwisata kaum millenial sarat dengan konten digital itu 70% mereka melakukan Look(Search), Book dan Pay dengan memanfaatkan sosial media. Oleh karenanya, Indonesia yang memiliki potensi atraksi wisata, baik alam, budaya, sport tourism  yang unik, beragam dan memiliki kearifan lokal, dalam menyelenggarakan event perlu dikemas secara professional.


Ketua CoE sekaligus Tenaga Ahli Menteri Bidang Management Calendar Of Events Kemenpar Esty Reko Astuti menyatakan, ratusan even dari 34 provinsi telah dipilih melalui kurasi ketat berdasarkan kriteria yang ditetapkan, yaitu harus mempunyai 3 C; Creative value, Commercial value, serta CEO Commitment yang content digitalnya layak dipromosikan oleh kaum milenial sehingga destinasi/event menjadi viral dan memiliki communication value sehingga wisatawan ingin berkunjung. Adapun event yang digelar untuk kaum milenial diantaranya Soundrenalin, Djakarta Warehouse Project (DWP), Indonesia Color Run, Jogja Air Show, We The Fest, Hodge Podge, Super Adventure Monster Road, The 90s Festivals, Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo, dan Soundsations.


“Kriteria tersebut dimaksudkan agar masyarakat sekitar dapat turut serta menikmati multiplier effect dari terselenggaranya event serta menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab menjaga keberlanjutannya,” ucap Esty (ma).  Foto: abri/Dok Kemenpar | Indonesia Mandiri


Share:

Panglima TNI Ingatkan Prajurit Pelihara Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI

Panglima TNI beri pesan seluruh prajurit pelihara kemanunggalan dengan rakyat
Ambon (IndonesiaMandiri) - Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq selaku Inspektur upacara 17 Juli diikuti personil Militer dan PNS membacakan Amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. 

Pesannya antara lain, sebagai alat pertahanan negara, TNI perlu prajurit profesional. Profesionalisme itu hanya akan bisa dicapai bila setiap prajurit terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih untuk melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Terlebih tantangan yang akan dihadapi kian kompleks.

“Setiap komandan satuan/Dansat bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya. Saudara-saudara bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh setiap anak buah. Komandan satuan adalah tumpuan setiap anggota dalam berbagai hal. Oleh karena itu setiap Dansat harus terlebih dahulu memiliki kemampuan yang tinggi dan wawasan yang luas agar dapat mengarahkan dengan baik”, jelas Panglima TNI.


“Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus mengalir dalam setiap hembusan nafas prajurit dimanapun berada dan bertugas. Pelihara dan tingkatkan terus kemanunggalan dengan rakyat. Kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah urat nadi Sistem Pertahanan Semesta. Sadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, demi kepentingan rakyat”, lanjut Panglima TNI.


“Tanamkan nilai-nilai budaya bangsa yang luhur dalam kehidupan keluarga. Keluarga adalah aset bangsa dan negara serta tempat generasi muda menerima pendidikan awalnya. Keluarga yang baik akan  melahirkan generasi yang siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Pengaruh buruk globalisasi hanya akan dapat dihadapi bila keluarga memiliki ikatan yang kuat dan harmonis. Mari siapkan anak-anak kita menyongsong kejayaaan Indonesia,” harap Panglima TNI (ma). Indonesia Mandiri
Share:

Garuda Indonesia Izinkan Penumpang Berfoto/Video Di Pesawat Selama Tak Mengganggu Kenyamanan

Awak kabin/Pramugari Garuda Indonesia
Cengkareng (WartaMerdeka) - Polemik mengenai “larangan” memotret (foto/video) di dalam pesawat, akhirnya direvisi oleh manajemen Garuda Indonesia. Pihak Garuda Indonesia memastikan, penumpang tetap diperbolehkan mengambil foto/video di dalam pesawat, seperti swafoto dan lain lain, namun dengan tetap menjaga kenyamanan dan privasi penumpang lain.

Hal tersebut diklarifikasi oleh pihak Garuda Indonesia, yang juga telah mengeluarkan himbauan terkait pengambilan gambar di dalam pesawat, yang dimaksudkan untuk menjamin kenyamanan dan privasi penumpang secara keseluruhan.


Himbauan tersebut sudah melalu proses panjang serta pertimbangan yang matang, terutama masukan dan komplain dari para penumpang dan awak pesawat. Aturan tersebut tak bermaksud membatasi keperluan penumpang mengambil gambar dipesawat. 


Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menyatakan, "Penumpang tetap dapat mengambil gambar di pesawat baik itu swafoto dan aktivitas pengambilan gambar lainnya selama memperhatikan dan tidak mengganggu kenyamanan dan privasi penumpang lainnya". Ikhsan menjelaskan, kebijakan aturan mengenai pengambilan gambar di pesawat merupakan hal lumrah ditemui disejumlah maskapai penerbangan global. 


Hal tersebut ditujukan untuk menjamin kenyamanan dan aspek privasi penumpang maupun tatakelola safety penerbangan tetap terjaga. Polemik ini berkembang bermula dari unggahan penumpang ke media sosial yang merasa kurang nyaman dengan pelayanan yang diberikan Garuda Indonesia (ma). Foto: abri | Indonesia Mandiri


Share:

Indonesia Dukung Penanganan Krisis Perubahan Iklim & Berkomitmen 1 juta USD

Menlu Retno Marsudi (kiri), Menko Maritim Luhut&Pejabat UNDP Christophe Bahuet
Jakarta (WartaMerdeka) - “Pendanaan ini akan memperkuat berbagai proyek menyangkut perubahan iklim, perlindungan laut dan memberi dukungan bagi aksi nyata untuk menciptakan solusi keuangan inovatif untuk negara-negara kepulauan, terutama yang kecil dan rentan,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya. Ini merupakan bagian komitmen Pemerintah berkontribusi dalam penanganan dampak perubahan iklim yang diumumkan sejak pertemuan Tingkat Menteri Forum AIS (Archipelagic and Island States) di Manado, November 2018.


Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) menandatangani perjanjian pembiayaan dengan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) di Jakarta (16/7). Secara resmi, pembiayaan yang diinisiasi Pemerintah RI, perjanjiannya diteken oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Purbaya Yudhi Sadewa dan Resident Representative UNDP untuk Indonesia Christophe Bahuet serta disaksikan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menlu Retno Marsudi.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan UNDP menyalurkan USD 1 juta untuk Forum AIS yang tujuannya membuat mekanisme pembiayaan inovatif untuk aksi iklim dan lautan secara berkelanjutan. Sementara itu, untuk pemanfaatan dana USD 1 juta dolar, Menko Luhut menyebutkan akan digunakan untuk mendanai berbagai proyek menyangkut perubahan iklim, perlindungan laut dan dukungan bagi aksi nyata menciptakan solusi keuangan inovatif untuk negara-negara kepulauan, terutama yang kecil dan rentan. "Pendanaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan,” ujar Menko Luhut.


Lebih jauh, Menko Luhut mengatakan bahwa pemanasan global telah mengakibatkan naiknya permukaan laut yang menjadi ancaman bagi negara kepulauan dan negara pulau, terutama yang kecil. Sebagai negara kunci yang mendukung adaptasi perubahan iklim, Indonesia siap untuk berbagi keahliannya dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, manajemen bencana, restorasi mangrove dan terumbu karang.


Sebagai informasi Kemenko Maritim yang membidani dibentuknya forum AIS pada 2017, dan November 2018 resmi berdiri. Kini telah ada 49 negara yang bergabung didalamnya (dh). Indonesia Mandiri
Share:

TNI AL Lumpuhkan Musuh yang Kuasai Pulau Jawa

Mendarat Menyerang Menang
Surabaya (WartaMerdeka) - Tepat di pagi buta (13 Juli 2019) ribuan prajurit TNI Angkatan Laut berhasil melumpuhkan musuh dan merebut kembali wilayah ujung timur Pulau Jawa yang sebelumnya berhasil dikuasai oleh musuh.

Saat Indonesia dengan kekuatan militernya terkonsentrasi akan ancaman di wilayah bagian Utara dan melaksanakan kampanye militer, tiba -tiba negara sekutu di Selatan Indonesia yang sedang melaksanakan latihan militer, mendaratkan satu Divisi pasukannya di wilayah Banyuwangi untuk menginvasi wilayah NKRI.

Negara tersebut berhasil menguasai obyek vital dan telekomunikasi di wilayah tersebut serta menempatkan radarnya di wilayah Pulau Sapudi. Divisi militer musuh itu, bukan saja menguasai Banyuwangi tetapi juga bergerak ke wilayah Jember dan Bondowoso. 

Saat Menggempur tak henti-henti
Invasi ini mengakibatkan eksodus besar-besaran khususnya warga sipil di wilayah Banyuwangi ke kota-kota sekitarnya, dan mengancam seluruh industri yang berada di pesisir pantai Jawa Timur karena memang sasaran utama pengerahan kekuatan itu untuk menguasai Sumber Daya Alam Indonesia.

Atas instruksi Presiden RI, Panglima TNI memerintahkan TNI AL untuk mengerahkan semua kekuatannya. Dengan kekuatan penuh, pasukan TNI AL akhirnya bergerak dari Pangkalan Komando Armada II Surabaya, menuju perairan Laut Jawa pada 10 Juli 2019. Peperangan laut pun tak terelakkan. Kapal perang TNI AL dan semua unsur di dalamnya terlibat pertempuran sengit. Tanpa ampun, rudal-rudal dimuntahkan oleh KRI, menghujani sasaran lawan baik dari permukaan maupun dari dalam laut saat Operasi Laut Gabungan tersebut.

Tepat pukul 03.00 WIB yang ditetapkan sebagai jam “J”, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si selaku Pangkogasgabfib membacakan taklimat untuk mendaratkan pasukan pendarat di wilayah pantai yang dikuasai musuh, didukung dengan bantuan tembakan, hingga akhirnya tumpuan pantai berhasil dikuasai.

Pertempuran tersebut merupakan puncak manuver lapangan saat Latihan Armada Jaya XXXVII 2019, yang dipusatkan di Pantai Banongan, Jawa Timur, Sabtu (13/7/2019).

Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengungkapkan, latihan sekala besar yang melibatkan 8.493 personel, berbagai jenis Kapal Perang (KRI) dan berbagai pesawat udara TNI AL ini, bertujuan meningkatkan kemampuan unsur pimpinan dan staf komando tugas gabungan.
"Latihan ini untuk menguji hasil pembinaan latihan secara bertingkat dan berlanjut, serta menyiapkan unsur-unsur dan prajurit TNI AL," katanya.

Selain melaksanakan latihan operasi militer, TNI AL juga menggelar Bakti Sosial serta pengobatan gratis bagi masyarakat di wilayah Kampung Sumberejo, Asembagus, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas Dukungan Teritorial (Satgas Dukter) TNI AL yang juga masuk dalam skenario latihan Armada Jaya XXXVII tahun 2019.

Foto :  Penerangan Koarmada II
Share:

Bagi Indonesia Pariwisata Penghasil Devisa Paling Cepat

Menko Luhut (tengah) tegaskan untuk memajukan kawasan wisata
Lagubati/Sumut (WartaMerdeka) - Dalam banyak kesempatan Menko Luhut juga mengulang perhatian dan harapan Presiden Joko Widodo mengenai peningkatan kawasan wisata di Indonesia agar lebih berkualitas dari berbagai segi. Terlebih Pemerintah telah tetapkan empat kawasan pariwisata super prioritas di Lombok-Mandalika, Manggarai Barat-Labuan Bajo, Borobudur, dan Danau Toba.

“Pariwisata ini, kita tidak perhatian dan sering melihat sebelah mata. Padahal pariwisata penting karena merupakan penghasil devisa paling cepat. Banyak masalah yang harus diselesaikan, dan memang tidak ada komando yang jelas. Jadi, kita datang kesini bukan untuk berwacana. Kita akan bicara mengenai apa, siapa, dan bagaimana,” ungkap Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan saat Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Gedung Institut Del, Laguboti, Sumatera Utara (12/7).

Nah di lapangan, pengembangan kawasan pariwisata seperti berjalan sangat lamban. Perlu koordinasi lintas lembaga/departemen yang lebih cepat dan tegas. Menko Luhut mempersilakan para bupati yang berada di kawasan Danau Toba untuk menyampaikan program terpadu maupun destinasi pilihan dari masing-masing daerah. Keluhan para Bupati misalnya, tentang belum tuntasnya pembangunan jalan lingkar Samosir.


“Jalan lingkar Samosir saya jadikan dan kerjakan habis-habisan, tapi harus deal. Kalian (para bupati) juga harus serius dan mau bekerja sama. Sampaikan program-program terpadu kalian dan harus fokus. Apa yang harus pemerintah bantu dan teman-teman dari Kementerian tolong dicatat semua,” jelas Menko Luhut yang juga didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Mantan Menteri Pariwisata Marie E. Pangestu. Menteri Sofyan beri isyarat pepatah ibarat tempa besi selagi panas! Lakukan apa saja yang perlu demi mempercepat pariwisata. “Bali dimulai dari sangat kecil, dan hari ini Bali sudah luar biasa,” tuturnya (rm). Indonesia Mandiri
Share:

Awal Peradaban lahir dan tumbuh di Indonesia

"Perang Senjata hanya Memenangkan Kekuasaan Politik saja, sementara Perang Sejarah Memenangkan Kekuasaan Pola Pikir Bangsa" Sapto Satrio Mulyo

Bekasi (WartaMerdeka) - Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai esensial yang sangat lengkap yang terdapat di dalam  sendi-sendi Kehidupan Bangsa Nusantara, yang digali kembali untuk diterapkan Keluhurannya. Pancasila bukan Ideologi yang diciptakan oleh segelintir manusia, tetapi Pancasila merupakan kumpulan nilai-nilai Luhur yang digali kembali sebagai pengingat kita semua, dalam melakukan interaksi di dalam berbangsa dan bernegara.

Mengapa Pancasila begitu membumi, karena  "Awal Peradaban Dunia" tumbuh dan berkembang di Nusantara. Silahkan Anda simak sendiri, pembuktiannya bahwa  "Awal Peradaban Dunia" ada di Indonesia.

Tembok Emas Dipagari Dinding Perak
Filsuf Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam bukunya yang berjudul "Critias dan Timaeus". Dalam buku Timaeus, Plato mencetuskan untuk pertama kalinya mengenai Peradaban Atlantis. Dalam buku tersebut Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. 

Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe, yaitu moyang lelaki Critias. Sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM). Dalam buku Critias, adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialognya. 

Garis besar kisah pada buku tersebut adalah, ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas, dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas, dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya yang sangat memukau.
Peradaban Atlantis, memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan manusia.

Arsitektur Bangsa Agraris
Jika kita amati dari tulisan diatas, maka kita akan berkesimpulan, bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat maju. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu, sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar, dan mempunyai kehidupan yang makmur.

Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan, dalam usaha pencarian, untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.

Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya atau rekayasanya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato, yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.


Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam, orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?

Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?

Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan piranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?

Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal
Peta Nusantara


Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia. Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Baca juga : ATLANTIS ITU INDONESIA dan Atlantis di Dasar Laut Jawa

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sedangkan menurut Plato, Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia saat ini, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan kecil
dikemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda. Letusan Gunung Krakatau adalah letusan yang sangat kecil, jika dibanding dengan Letusan Gunung Toba Tua, apalagi jika dibanding dengan letusan Gunung Rinjani.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair, dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut, membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian, secara beruntun, dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik, yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu, tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis, dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah, atau sedang aktif kembali.
Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan, dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.

Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan

Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa, diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami.

Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin.
Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah, bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh, dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang, setelah disilang di depan dada.
Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna, karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.

Berkomunikasi dengan Hewan
Lumba-lumba
 Sedang Berkomunikasi
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib, dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami.
Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas, sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata, dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.

Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran, atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.

Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan, dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.

Lingkungan yang Indah Permai
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan 
Taman Eden


aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus, dan berkualitas tinggi, serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik, dan mengekstrak sari patinya.

Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati, dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan, juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi, dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.

Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka, mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja, yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.

Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.

Teknologi yang Tinggi

Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan
Relief Piring Terbang


magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga, atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”

Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk, dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.

Pengobatan yang Maju

Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.

Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus, untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik, dan berpengetahuan luas tentang pengobatan, akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.

Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.

Pendidikan Anak yang Ketat

Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat, dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna, dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif, dan kisah bertema filosofis.

Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.

Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh, dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.

Pemikiran maju yang positif, dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik, maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan, dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.

Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa, atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.

Kiamat yang Melanda Atlantis

Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan Hubungan Suami Istri orang Atlantis sangat dinamis, untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan Hubungan Suami Istri, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, Hubungan Suami Istri merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, Hubungan Suami Istri sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.

Ada juga yang orang Berhubungan Suami Istri dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah Hubungan Suami Istri. Orang yang sadar mengetahui, bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas, dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.

Teknologi Maju yang Lalim

Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.

Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.

Menjelang Hari Kiamat
Saat-saat berakhirnya Atlantis

Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar, dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.

Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat (Teori Austronesia). Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.

Baca juga : Sejarah Austronesia dan Austronesia - 2.500 SM

Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.

Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah, dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat, pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah ceret air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.

Sumber Kehancuran
Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam. 

Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang, dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. 
Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak kita renungkan mulai sekarang. Bicara sejarah, pasti hanya waktu yang tidak dapat diubah, karena penggambaran tempat dapat direkayasa sedemikian rupa. Anda tahu kapan Atlantis eksis, dan apakah Anda tahu tahun Jawa yang sesungguhnya eksis; 12.322 JED pada saat 1 Masehi. Sementara tahun Jawa yang terkontaminasi pertama adalah tahun 4425 pada saat 1 Masehi, dan tahun Jawa yang terkontaminasi kedua adalah tahun 78 pada saat 1 Masehi, atau yang sering disebut tahun saka. Dan kontaminasi tahun Jawa yang terakhir adalah kalender Jawa Islam yang diperkenalkan oleh Sultan Agung.
Masyarakat Jawa yang senkretis, terlalu longgar menerima pengaruh luar, hal ini sesuai dengan ingatan “Inggrid Benette” dimana masyarakat Atlantis adalah masyarakat yang sangat menghargai dan mudah menerima nilai-nilai yang dianggap tidak menyakitkan orang lain.
Dari penuturan “Inggrid Benette” percaya atau tidak, itu adalah budaya yang masih hingga kini diterapkan di pedalaman Nusantara, yakni "Kearifan Lokal Indonesia"
Sumber : Dari Berbagai Sumber
Foto : Istimewa

Sapto Satrio Mulyo

Ingin lebih tahu mengenai Kebesaran Leluhur Bangsa Indonesia?
Silahkan kunjungi: http://perpustakaan.tanahimpian.web.id
Share:

Presiden Jokowi Buka Pekan Kesenian Bali

Presiden Jokowi saat membuka Pekan Kesenian Bali
Denpasar (WartaMerdeka) - Ibu Negara Iriana Jokowi yang mengenakan kebaya merah telah lebih dahulu sampai di panggung diiringi para istri menteri yang tergabung dalam organisasi Oase Kabinet Kerja. Dalam acara pembukaan Pekan Kesenian Bali (PKB) ke-41/2019 sebagai ajang promosi budaya khas dari kabupaten/kota seluruh Bali dan provinsi lain bahkan hingga perwakilan dari luar negeri (15/6).

Pekan Kesenian Bali adalah cerminan eksistensi Pancasila

Kedatangan Presiden Jokowi yang didampingi oleh Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung diiringi 100 penari pendet dan baris gede. Dalam laporannya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan PKB merupakan upaya membumikan Pancasila di Bali.


“Di tengah dinamika politik, ada seni yang dapat menyatukan kita kembali. Melalui PKB mari kita kembangkan spirit kebersatuan dan kebhinekaan bangsa,” ucap Wayan. Ketua Tim Pelaksana Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan PKB ajang yang menyatukan Produk, Proses, dan Philosphy atau ajaran agama Hindu “Trihita Karana” (ma/pn) | Foto: Dok.Kemenpar | Jaringan Tanah Impian
Share:

Filosofi Ketupat dalam Perayaan Lebaran

Ilustrasi Lebaran Kupat (istw)
Jakarta, (WartaMerdeka) - Dalam tradisi Suku Jawa, dikenal Lebaran Ketupat, yang dilaksanakan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri. Tetapi, darimana asal muasal dan maknanya ?.... Mungkin tulisan ini bisa sedikit menjelaskannya dan memberi gambaran Lebaran Kupat. 

SEJARAH KETUPAT
Konon adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.  Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Tradisi Lebaran Kupat (istw) 
Arti Kata Ketupat
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. 
Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari :
Ngaku Lepat dan ~ Laku Papat.
Ngaku lepat artinya MENGAKUI KESALAHAN.
Laku papat artinya EMPAT TINDAKAN.

NGAKU LEPAT
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat 
(mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

LAKU PAPAT
1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

LEBARAN
Sudah usai, 
menandakan berakhirnya waktu puasa. 

LUBERAN
Meluber atau melimpah, 
ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.

LEBURAN
Sudah habis dan lebur. 
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis 
karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

LABURAN
Berasal dari kata labur, 
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air 
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET

Ilustrasi membuat kulit Ketupat
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus JANUR ? 
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ). 
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti 
KUPAT YANG DIBELAH, 
pasti isinya putih bersih, 
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? 
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur). 

LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita KUBUR/TUTUP YANG RAPAT.
Jadi setelah ngaku lepet, 
meminta maaf, 
menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, 
jangan diulang lagi, 
agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya KETAN DALAM LEPET.

Semoga bermanfaat.
(MasGatot) | depoKini.web.id

Foto : Istimewa | Jaringan Tanah Impian
Share: