51 Persen Wisatawan di Indonesia adalah Kaum Milenial

Ketua CoE Kemenpar Esty Reko Asruty
Jakarta (WartaMerdeka) - Pesona alam, budaya Indonesia, memang miliki kekuatan tersendiri bagi wisatawan nusantara/wisnus maupun mancanegara/wisman untuk datang. Tak terkecuali untuk wisatawan mileneal atau sering disebut Generasi Y. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat membuka Coaching Clinic Event bagi staf Kementerian Pariwisata/Kemenpar untuk dongkrak Kalender Even/CoE Berstandar Internasional di Hotel Alila Jakarta (17-18/7), bahwa “trend traveller mileneal memiliki kontribusi 51 persen.”

Potensi ini yang mesti lebih digarap oleh jajaran Kemenpar agar traveller ini kian meningkat kunjungannya ke Tanah Air. Dalam Coaching Clinic dua hari ini, Kemenpar mengundang nara sumber Denny Malik profesional di bidang koreografer yang juga Kurator Bidang Festival dalam TIM CoE; Danny M Noeranto “Ceper” ahli di bidang stage, sounds and lighting, Dewi Gontha (Dirut Java Festival Production) kompeten di bidang musik skala nasional dan internasional, Jamaludin Mahmood (International Commissaire UCI) di bidang sport tourism, dan Intan Ayundavira (Event Director JFC) berkompeten di bidang fashion designer.


Even atraksi wisata Indonesia banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri
Arief Yahya menjelaskan, sesuai data 40% wisatawan melakukan perjalanan karena tertarik dengan adanya atraksi wisata berbagai even. Bersamaan dengan kemajuan teknologi, trend berwisata kaum millenial sarat dengan konten digital itu 70% mereka melakukan Look(Search), Book dan Pay dengan memanfaatkan sosial media. Oleh karenanya, Indonesia yang memiliki potensi atraksi wisata, baik alam, budaya, sport tourism  yang unik, beragam dan memiliki kearifan lokal, dalam menyelenggarakan event perlu dikemas secara professional.


Ketua CoE sekaligus Tenaga Ahli Menteri Bidang Management Calendar Of Events Kemenpar Esty Reko Astuti menyatakan, ratusan even dari 34 provinsi telah dipilih melalui kurasi ketat berdasarkan kriteria yang ditetapkan, yaitu harus mempunyai 3 C; Creative value, Commercial value, serta CEO Commitment yang content digitalnya layak dipromosikan oleh kaum milenial sehingga destinasi/event menjadi viral dan memiliki communication value sehingga wisatawan ingin berkunjung. Adapun event yang digelar untuk kaum milenial diantaranya Soundrenalin, Djakarta Warehouse Project (DWP), Indonesia Color Run, Jogja Air Show, We The Fest, Hodge Podge, Super Adventure Monster Road, The 90s Festivals, Grebeg Suro dan Festival Nasional Reyog Ponorogo, dan Soundsations.


“Kriteria tersebut dimaksudkan agar masyarakat sekitar dapat turut serta menikmati multiplier effect dari terselenggaranya event serta menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab menjaga keberlanjutannya,” ucap Esty (ma).  Foto: abri/Dok Kemenpar | Indonesia Mandiri


Share: