Danau Toba semestnya Dikelola Putra Daerah secara Profesional

Para wisudawan Politeknik Pariwisata Medan
Medan (WartaMerdeka) - Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan didepan 363 lulusan Politektik Pariwisata/Poltekpar Medan bahwa, generasi yang dipersiapkan memasuki persaingan di era digital tourism 4.0 ditandai dengaqn dominasi kaum millennials yang 100% sudah digital. “Kalianlah yang siap menghadapi persiangan di era Digital Tourism 4.0,” kata Arief Yahya dalam Wisuda ke-21 Poltekpar Medan di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan (18/7).


Arief Yahya menegaskan kepada para wisudawan dan wisudawati bahwa disiplin ilmu dan ketrampilan di bidang pariwisata memerupakan pilihan yang tetap atau on the track karena industri jasa memiliki tingkat pertumbuhan devisa yang luar biasa. Pariwisata Indonesia tumbuh signifikan pada Januari-Desember 2018 mencapai 12,58 persen atau jauh di atas pertumbuhan pariwisata di kawasan regional 7,4 persen dan pariwisata dunia tumbuh 5,6%.


Destinasi pariwisata Danau Toba nanti menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Di sana akan banyak berdiri hotel dan resort internasional. “Kalianlah (para lulusan Poltekpar Medan) yang nanti menjadi general manager (GM)-nya. Kalianlah yang akan memenangkan persaingan di era digital tourism 4.0,” tegas Arief Yahya.


Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga sepakat dengan yang diucapkan Menpar. Karena putra daerah harus mampu bersaing dan menguasai segala aset yang ada di daerahnya, termasuk dalam hal ini keberadaan Danau Toba yang telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang harus dikembangkan.


Sementra Direktur Poltekpar Medan Dr Anwari Masatip S.Sos,MM menyatakan, “berdasarkan dari hasil tracer study lulusannya sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaaan selama 3,5 bulan ke depan” (ma).


Foto: Humas Poltekpar Medan
Share: