loading...
Home » » Industri Nikel Indonesia Bakal Tumbuh Secara Terpadu

Industri Nikel Indonesia Bakal Tumbuh Secara Terpadu

Posted by WARTA MERDEKA on 2019-11-10

Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan optimis ekspor nikel Indonesia tumbuh

Jakarta (WartaMerdeka) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan pemerintah telah menindaklanjuti ekspor biji nikel yang belum lama ini dihentikan sementara. Menurutnya ekspor boleh dilakukan, namun harus sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
“Sekarang posisinya (ekspor biji nikel) sedang dirapatkan oleh Pak Bahlil (Kepala BKPM), tetapi kira-kira jika semua sudah memenuhi ketentuan itu akan dilepas. Sebagian sudah selesai. Kira-kira begitu (sudah boleh ekspor). Saya tidak tahu detailnya, Pak Bahlil nanti biar yang ngomong,” kata Menko Luhut kepada media (7/11).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 di era Pemerintahan Jokowi, berada di bawah kewenangan Kemenko Maritim dan investasi. “Kan dia wakil saya dalam investasi,” ucap Luhut. Untuk masalah inj, Luhut memaparkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Hal itu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Presiden Jokowi, dalam menertibkan proses investasi di Indonesia.

“Jadi banyak sekarang investasi yang sudah siap, tetapi terhambat berbagai masalah. Kasang-kadang terhambat sampai 3-4 tahun. Presiden memerintahkan saya agar segera dituntaskan, dan saya berharap itu bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

Kini diarahkan untuk berintegrasi dalam industri hingga turunannya ke bawah. Misalnya nikel dengan copper concentrate agar punya nilai tambah bagi negera.
“Misalnya Freeport itu kita temukan turunannya, turunan daripada copper concentrate itu bisa 10-15 kali nilai tambah. Tadi saya lapor Presiden untuk membuat industri terpadu untuk itu,” ujarnya.

“Jadi tinggal kita lihat smelter dari Freeport itu tidak hanya di Gresik, tapi mungkin nanti di Morowali atau Weda Bay, sehingga Freeport nanti aman. NTB itu jadi ngirim dia punya produksi sampai 500 ribu ton masuk ke sana. Sehingga dari smelting nanti produk turunannya bisa dikerjasamakan. Di samping itu kita juga mendapatkan mother machine. Itu ibunya mesin, yang membuat alat-alat mesin. Indonesia belum punya, kita tidak perlu mengimpor lagi mesin, karena kita bisa buat mesin mungkin sampai pada mesin mobil, perkakas, dan sebagainya,” pungkasnya (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia