-->

Notification

×

Indeks Berita

Panglima TNI Ingatkan Pentingnya Menjaga Stabilitas Keamanan

2019-11-14 | 20.34 WIB Last Updated 2019-11-15T03:23:59Z
stabilitas keamanan adalah sinergitas TNI-Polri
Panglima TNi kembali tegaskan salah satu kunci menjaga stabilitas keamanan adalah sinergitas TNI-Polri
Sentul/Bogor (WartaMerdeka) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menjadi narasumber acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menegaskan, guna menjaga stabilitas keamanan dari berbagai ancaman kuncinya adalah kerja sama yaitu sinergitas TNI dan Polri termasuk dengan Pemerintah Daerah. “Kalau stabilitas keamanan terjaga, pembangunan di wilayah akan dapat dilaksanakan dengan baik,” ucapnya (13/11).

Di hadapan sekitar 2.693 peserta Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda, di Sentul, Bogor, mulai dari Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda, Kapolres, Kajari dan Kajati se-Indonesia, Panglima TNI menyampaikan ketika di 2019, stabilitas keamanan di Ibukota Jakarta sedang terganggu karena adanya aksi unjuk rasa atau demonstrasi, tiba-tiba Papua bergejolak sedangkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berjalan. “Jadi ada tiga bentuk ancaman yang saat itu harus diselesaikan bersama-sama. Artinya apa, ancaman itu pola bercampur-campur dan dalam tempo yang cepat,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sifat ancaman di era revolusi industri 4.0 ada tiga. Pertama adalah Eskalatif yaitu tiba-tiba muncul menjadi ancaman yang begitu besar.  Kedua adalah Mixed, bergabung kadang-kadang menjadi dua dan tiga.  Ketiga adalah dalam tempo yang singkat.  “Kita tidak membayangkan apa yang terjadi, tiba-tiba di Medan terjadi bom bunuh diri,” paparnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan dengan adanya tren ancaman maka diperlukan satu organisasi yang adaptif dan TNI baru saja meresmikan organisasi baru yaitu Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang isinya terdiri dari tiga matra. “Kogabwilhan I berkedudukan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Kogabwilhan II di Balikpapan; dan Kogabwilhan III di Biak, Papua,” ucapnya.

“Dulu apabila ada krisis atau masalah, maka TNI membentuk komando bentukan yang saat ini sifatnya permanen, sehingga apabila ada ancaman dimana saja, Panglima langsung bisa bertindak dalam melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” ungkap Panglima TNI (bri).

×
Berita Terbaru Update