Home » » Penglipuran Village Festival Gairahkan Potensi Desa Wisata Di Bali

Penglipuran Village Festival Gairahkan Potensi Desa Wisata Di Bali

Posted by WARTA MERDEKA on 2019-12-11

Panglipuran Village Festival jadi bagian program Recovery Bali
Bali (WartaMerdeka) - Penglipuran Village Festival (PVF) yang berlangsung setiap awal Desember di Desa Penglipuran, Bangli, Bali diharapkan menjadi sarana promosi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun nusantara (wisnus).

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Pemasaran dan Kerja sama Pariwisata Kemenparekraf I Gde Pitana ketika membuka PVF mengatakan even ini merupakan upaya meningkatkan kualitas desa wisata Penglipuran serta desa lainnya di kawasan Bangli. Festival budaya PVF diselenggarakan oleh masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Bangli serta pengelola Desa Wisata Penglipuran dan telah memasuki tahun ke-7.

Ini menjadi salah satu program Bali Recovery yang didukung Kemenparekraf. “Dalam program Bali Recovery, Kemenparekraf selain memberikan dukungan pada event PVF juga pada Festival Kintamani dalam upaya meningkatkan kualitas serta citra pariwisata di Kabupaten Bangli dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan,” katanya.

Menurut I Gde Pitana, even PVF yang sudah berlangsung secara rutin ini merupakan suatu wujud nyata komitmen daya tarik wisata di Desa Penglipuran untuk senantiasa melestarikan seni dan budaya Bali serta pada saat yang sama menghidupkan pariwisata untuk menyejahterakan masyarakat lokal.
“Pengalaman menunjukan bahwa suatu festival harus dipastikan tempat, waktu, dan berbagai agendanya setahun sebelum hari H. Kelemahan kita selama ini adalah kurang promosi dan kurang pastinya tanggal pelaksanaan festival-festival yang begitu banyak yang kita lakukan di Bali maupun di seluruh Indonesia,” jelas I Gde Pitana.

Pelaksanaan sebuah festival, kata Pitana, juga mempunyai visi yang pada ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sebuah festival yang penuh dengan nilai kreativitas yang tinggi dengan cultural values harus mampu dikonversi ke arah nilai ekonomi yaitu kesejahteraan masyarakat (rm/pn).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia