Home » , » Menko Luhut Puji Terobosan Kementan Optimalisasi Data Potensi Pertanian

Menko Luhut Puji Terobosan Kementan Optimalisasi Data Potensi Pertanian

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-02-05

Menko Luhut bersama Mentan dan MenATR/BPN saat meluncurkan AWR Kementan
Jakarta (WartaMerdeka) - “Saya bangga dengan Mentan karena sekarang semua mainnya data. Kita lihat launching luas lahan baku sawah dari kementerian pertanian yang dibuat oleh Pak Syahrul Limpo (Mentan) dan juga ada Pak Sofyan (MenATR/BPN) dan impresif sekali karena adanya penambahan sekitar 300an hektar lahan. Dengan begitu ke depan nanti data kita itu sudah bisa menggiring ke informasi yang akurat,” ujar Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan saat hadiri Perilisan Data Luas Lahan Baku Sawah 2019 KSA Padi 2019 dan Softlaunching AWR (Agriculture War Room) Kementerian Pertanian, di Jakarta (04/02).

Adapun penambahan luas lahan baku sawah tersebut, tercatat semula 7.105.145 hektar pada 2018 menjadi 7.463.958 hektar di 2019. “Penambahan tersebut diketahui setelah dilakukannya verifikasi ulang ke beberapa provinsi di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam upaya merealisasikan program 100 hari kerja, yakni sunergikan data pertanian, terutama luas baku sawah,” ucap Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Sementara Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyebut penambahan lahan itu berawal dari adanya beberapa daerah komplain karena banyak data yang belum tercover secara akurat. “Lalu kita lakukan verifikasi ulang. Maka setelah melihat komplain itu kita akomodasi sehingga bertambah 300an hektar,” jelas Sofyan Djalil. Wilayah yang mengalami penambahan lahan yakni di Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Sedangkan daerah yang menjadi perubahan luas lahan sawah signifikan adalah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Barat dan Riau.

“Saya sangat menikmati, tentu teknologi akan berkembang ke depan, sekarang baru 4G nanti 5G dan seterusnya, akan buat tentu lebih cepat lagi, ini suatu langkah yang menurut saya luar biasa. Marilah kita bangun teamwork, untuk kepentingan rakyat kita, kalau ada yang perlu dibantu ayuk kita bantu,” puji Luhut tentang AWR Kementan.

Luhut juga memberi sinyal positif, adanya Investor asal Australia akan investasi dalam bidang cattle/ternak di Indonesia.
“Jadi Andrew Forrest (Investor Asal Australia) ingin masuk dalam bidang cattle (ternak), karena dia adalah pengusaha cattle terbesar di Australia,” ungkap Luhut. Untuk investasi tersebut, akan bernilai sampai sekitar 1 Juta ekor pertahun. “Dan ini memang sesuai arahan Presiden yang disampaikan ke Mentan,” jelasnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia