-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Antisipasi Bencana, Disiapkan Prosedur Jamin Keamanan Dan Kenyamanan Wisatawan

2020-03-10 | 09.02 WIB Last Updated 2020-03-10T02:02:56Z
Pemerintah siapkan aturan menambah rasa aman dan nyaman bagi wisatawan
Jakarta (WartaMerdeka) - “Kita harus menjaga keselamatan dan kenyamanan kepada siapapun yang berkunjung ke Indonesia. Untuk itu kami sedang menyusun prosedur khusus keamanan dan keselamatan di mana salah satu tujuannya selain meningkatkan rasa aman dan nyaman juga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 20-30 persen,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Wishnutama Kusubandio di Forum Group Discussion/FGD bertema “Sistem Keselamatan dan Keamanan Terpadu Dalam Rangka Menunjang Pariwisata di 5 Destinasi Super Prioritas” berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta (9/3).

Wishnutama menjelaskan saat ini status Indonesia dalam travel advisory negara-negara tetangga cenderung digambarkan dalam kondisi kuning (hati-hati untuk dikunjungi) dan bukan hijau (aman untuk dikunjungi). “Prosedur keamanan dan keselamatan ini salah satu upaya untuk mengubah dan memberi perhatian lebih kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia,” jelasnya.

Presiden Jokowi, ucap Wishnutama, beberapa waktu lalu secara khusus datang ke Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi super prioritas untuk melihat langsung dan mengintruksikan kepada TNI, POLRI, BNPB, BASARNAS, dan kementerian lain membentuk organisasi terpadu di destinasi wisata. “Itu untuk menunjukkan kehadiran kita secara fisik di destinasi wisata. Bila di destinasi wisata itu terlihat tim patroli hadir secara wujud, tentu membuat perasaan wisatawan itu semakin aman dan nyaman,” paparnya.

Staf Ahli Bidang Keamanan Kemenparekraf Adi Deriyan pada kesempatan sama berharap aturan khusus keamanan dan keselamatan ini jadi rintisian awal bagi Indonesia untuk memiliki tata cara atau prosedur keamanan dan kenyamanan. Sehingga wisatawan tidak ragu merencanakan kunjungannya ke Indonesia.

“Pada 24 April kita akan melakukan skenario planing. Sebuah kegiatan dari apa yang sudah kita buat dan kerjakan, akan diwujudkan dan diimplementasikan dalam skenario planing yang akan dilakukan dalam tiga tahap di Labuan Bajo,” lanjut Wishnutama. Ketiga tahap itu mengatur bagaimana wisatawan yang mengalamai kecelakaan individu seperti sakit jantung dan lainnya saat berada di destinasi wisata. Lalu tentang kasus kapal terbalik hingga bencana alam termasuk misalnya gempa bumi (ma/ag).

Iklan

×
Berita Terbaru Update