loading...
Home » » Menteri Siti Nurbaya Perkokoh Jajaran Dan Kebijakan Hadapi Ancaman Covid 19

Menteri Siti Nurbaya Perkokoh Jajaran Dan Kebijakan Hadapi Ancaman Covid 19

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-03-22

KLHK keluarkan berbagai kebijakan strategis antisipasi merebaknya covid 19
Jakarta (WartaMerdeka) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyatakan kebijakan dan langkah Presiden sangat jelas, dan terukur serta dapat dijalankan oleh K/L, termasuk KLHK dalam penanganan penyebaran covid 19. Rapat terbatas kabinet dilakukan Presiden setiap hari memantau perkembangan. Juga rapat tingkat Menko dilakukan, seperti dilakukan Rakor Kemenko Maritim, dan Investasi Jumat sore setelah Rapat terbatas, atau Ratas Kabinet pagi hari dipimpin Presiden.

Dalam keterangan tertulis Sabtu (21/3), Siti Nurbaya menjelaskan pengendalian Covid-19 dijajarannya, sepertibekerja di rumah atau work from home (WFH) dijalankan, dan pelayanan publik berjalan normal, karena ada piket kantor. “Sekjen membentuk posko informasi online untuk menerima laporan perkembangan staf yang sakit atau alami gejala seperti bersin, batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Laporan disiapkan harian oleh posko secara berantai melalui sekretaris komponen eselon 1 melalui kepegawaian/bagian umum,” ujar Siti. Dalam hal adanya personil yang hasil testnya positif covid, atau sebagai OPD, dibimbing untuk self isolation, dan dipantau secara ketat mengikuti arahan Satgasnas atau rumah sakit (RS).

Meski situasi mengharuskan pembatasan kerja di rumah, tetapi kegiatan KLHK disesuaikan dan direncanakan serta dilaksanakan. Dijelaskan, kegiatan crowd Hari Peduli Sampah Nasional/HPSN agenda PSLB3 15 Maret di Borobudur, 22 Maret di Mandalika, dan 25 Maret di Likupang, ditunda dan akan dilaksanakan setelah krisis Covid ini selesai.

Siti Nurbaya menugaskan Dirjen PSKL untuk sedapat mungkin paket-paket bantuan yang mendorong ekonomi masyarakat seperti di Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) agar direalisasikan dan dilaksanakan terbatas (tidak crowded tapi well recorded). “Yang penting bisa terus men-generate aktivitas masyarakat dan para pendampingnya di lapangan, karena aktivitas tidak boleh ada yang terhenti karena Corona," ujar Siti.

Dalam kaitan hasil kelompok tani hutan seperti madu, empon-empon/bahan jamu, minyak kayu putih, dan lain-lain, perlu segera dibeli dan dikumpulkan oleh KLHK melalui Dirjen PSKL dan disiapkan ruangan di kantor pusat Gedung Manggala untuk distribusi kepada paramedis, wellness paramedis dan masyarakat. Bersamaan dengan kesediaan masker dan hand sanitizer yang terbatas disediakan bila masyarakat atau pegawai memerlukan.

Guna menenangkan pekerja dunia usaha, Siti mengungkapkan, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari ( PHPL) sudah mengeluarkan Surat Edaran/SE kepada pemegang ijin untuk tidak ada PHK dan memantau perkembangan dunia usaha kehutanan. “Ditjen PHPL menyiapkan surat MenLHK kepada Menkeu untuk segera meminta relaksasi kewajiban PNBP terkait industri kayu lapis yang mengalami penyendatan ekspor,” tambah Siti.

Dalam kaitan langkah-langkah konservasi, Menteri Siti Nurbaya menjelaskan, dari sebanyak 54 TN sudah dilakukan penutupan untuk wisatawan pada sebanyak 15 Taman Nasional (TN) dan juga Taman Wisata Alam (TWA) oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) termasuk Labuan Bajo, Rinjani, Ijen, Kepulauan Seribu, Merapi, Tangkuban perahu, dan lain lain. Data 2019 mencatat sebanyak 7.464.828 wisnus dan 466.460 wisman. Dalam record KSDAE saat ini sudah ada penurunan visitor sekitar 10-20 %.

Dirjen KSDAE sudah mengeluarkan juga SE untuk semua Lembaga Konservasi agar menjaga berkembangnya penyakit dari dan kepada hewan seperti Tbc, hepatitis, salmonela dan lain-lain yang tidak boleh terjadi. “Hewan dan petugasnya harus sama-sama dijaga untuk tetap sehat dan segar," tegas Siti.

Dalam bidang pendidikan, Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) sudah dalam kendali Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BP2SDM. “Terhadap kegiatan sebanyak 1.437 murid SKMA tidak ada belajar dengan tatap muka, tapi dialihkan ke belajar dari rumah dan sistem online,” ujarnya. Bagi siswa yang sudah ujian dan menunggu kelulusan dipulangkan ke rumah masing-masing dan diwajibkan menulis "Apresiasi keilmuan di sekolah dalam penerapannya di lingkungan masyarakat", case studi lingkungan masyarakat tempat tinggalnya. “Tulisan akan dilombakan dan Menteri LHK menyiapkan hadiah lomba bagi seluruh pemenangnya sebanyak total 25 juta rupiah,” imbuh Siti.

Disebutkan juga oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, Sekjen dan Biro Perencanaan menyiapkan pengaturan ulang program dan refocusing APBN KLHK serta persiapan revisi DIPA. Self blocking sebanyak lebih kurang 200 milyar untuk keseluruhan KLHK untuk kegiatan perjalanan dinas dan paket meeting, serta kegiatan yang tidak prioritas (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia