loading...
Home » , » Mudahkan Survei Hidros Tiga Negara, Pushidrosal Pasang Stasiun Telemetri Di Riau

Mudahkan Survei Hidros Tiga Negara, Pushidrosal Pasang Stasiun Telemetri Di Riau

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-03-25

Indonesia, Malaysia dan Singapura akan survei hidros bersama di perairan yang melalui tiga negara
Jakarta (WartaMerdeka) - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyiapkan stasiun pasang surut Telemetri di Tanjung Medang, Riau guna mendukung survei hidrografi tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura di area perairan Selat Malaka dan Selat Singapura. Mulai 1 Maret 2020, tiga negara tersebut terlibat dalam “3rd Phase Joint Hydrographic Survey of Malacca and Singapore Straits", di Peraian Selat Malaka dan Singapura.

Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro mengatakan, ini merupakan survei hidrografi untuk memutakhirkan data kedalaman dan posisi Sarana Bantu Navigasi (SBNP) di sepanjang alur pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura, khususnya Peta Laut Elektronik Selat malaka dan Selat Singapura (Malacca Singapore Strait – Electronic Navigational Charts/MSS-ENC).

“Pelaksanaan survei bersama meliputi survei batimetri area di perairan Selat Malaka, pengukuran posisi SBNP serta pengukuran pasang surut untuk koreksi hasil survei. Untuk mendukung survei tersebut, Pushidrosal mendukung menyiapkan stasiun pasang surut telemetri di Tanjung Medang Riau” ucap Kapushidrosal (24/3).

Stasiun pasang surut Pushidrosal dipasang dengan sistem telemetri, telah dilengkapi berbagai perangkat yang mampu merekam data, mengirimkan dan menyimpan pada cloud server, serta menampilkan data secara realtime sehingga dapat diakses melalui perangkat seperti komputer personal, laptop dan telepon android (multiple devices).

“Stasiun pasang surut Tanjung Medang didirikan di Dermaga Posal Tanjung Medang Provinsi Riau. Lokasi Tanjung Medang dipilih karena paling dekat dengan area survei batimetri Selat Malaka yang saat ini sedang berlangsung” tambah Kapushidrosal. Selain bertujuan mendukung data pasang surut untuk koreksi vertikal hasil survei batimetri Selat Malaka, pengukuran pasang surut ini berlangsung rentang waktu panjang guna mendapat data perhitungan Lowest Astronomical Tide (LAT) perairan sekitar Selat Malaka.

“Pelaksanaan survei hidrografi tiga negara ini diawali dari hasil pertemuan Tripartite Technical Experts Group (TTEG) ke-38 pada 2013 di Bali. Saat itu Jepang menyatakan akan berkontribusi untuk pelaksanaan survei hidrografi di 5 titik kritis di Selat Malaka dan Selat Singapura yang 3 lokasi di antaranya berada di Indonesia” jelas Harjo yang juga Chief Hydrographer Indonesia tersebut. Survei ini berlangsung selama 60 hari di area perairan traffic separation scheme (TSS) Selat Malaka dengan kedalaman kurang dari 30 meter (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia