Home » » Pushidrosal Temukan Kabel Bawah Laut Membahayakan Di Selat Gelasa

Pushidrosal Temukan Kabel Bawah Laut Membahayakan Di Selat Gelasa

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-03-05

Atas temuan kabel bawah laut di Belitung, Pushidrosal akan laporkan ke Askalsi
Jakarta (WartaMerdeka) - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menemukan kabel bawah laut tidak jelas atau tak bertuan yang tergelar di perairan Selat Gelasa, Pulau Belitung. Kabel bawah laut tersebut ditemukan Tim Survei Pushidrosal saat operasi survei dan pemetaan di Perairan Selat Gelasa guna mendukung Multilateral Naval Exercise Komodo 2020 di Pulau Belitung.

Saat tim melakukan pemeruman untuk memperoleh gambaran topografi dasar laut dengan menggunakan Multibeam Echosounder Reson Teledyn T50-P dengan penentu posisi WADGPS POS M/W dan sebagai kontrol vertikal, kedalaman hasil pemeruman dikoreksi terhadap Lowest Low Water Spring (LLWS). Hasil analisa data pemeruman dengan Multibeam Echosounder, terverifikasi keberadaan kabel laut yang tercantum pada Peta Laut Indonesia nomor 64 edisi Juni 2019 dan terregistrasi di Pushidrosal.


Selain data kabel laut yang ter-registrasi di Pushidrosal, ditemukan tiga kabel laut yang membujur dari Tenggara ke Barat laut. Penampakan yang konsisten Ketiga kabel laut tersebut diduga merupakan kabel laut tidak bertuan yang belum disampaikan kepada Pushidrosal dan belum diketahui siapa pemiliknya.


Menurut Kapushidrosal. Laksda TNI Harjo Susmoro, adanya temuan kabel laut yang tidak teridentifikasi di data Pushidrosal tersebut sangat membahayakan bagi aktivitas bernavigasi di laut, karena keberadaannya tidak tercantum dalam Peta Laut Indonesia. Selain itu, keamanan dan keselamatan instalasi kabel bawah laut tersebut juga tidak terjamin.


“Tentang temuan itu Pushidrosal akan berkoordinasi dengan ASKALSI (Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia) mengenai pemilik kabel bawah laut tersebut. Dan selanjutnya agar kabel laut tersebut dapat terregister di Pushidrosal, dan keberadaanya tercantum dalam peta laut Indonesia, sehingga tidak membahayakan keselamatan pelayaran maupun instalasi kabel bawah laut itu sendiri,” jelas Kapushidrosal (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia