-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Raja dan Ratu Belanda Terpesona Budaya dan Keindahan Alam Danau Toba

2020-03-13 | 22.44 WIB Last Updated 2020-03-21T04:06:25Z
Raja dan Ratu Belanda sempatkan dialog dengan warga sekitar Danau Toba
Parapat/Sumut (WartaMerdeka) - Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menikmati keindahan alam dan budaya Danau Toba di hari terakhir lawatan kenegaraannya di Indonesia (12/3). Raja dan Ratu Belanda beserta rombongan juga singgah ke sejumlah destinasi, setelah sebelumnya mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Candi Prambanan.

"Mereka kagum dan sangat menikmati kebudayaan yang ada serta keindahan alam Indonesia. Di Danau Toba tadi bahkan sempat menyeberang ke Samosir," kata Wishnutama usai mendampingi lawatan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti di Danau Toba.

Kunjungan ini diharapkan meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara, termasuk di bidang ekonomi kreatif/ekraf.
Seperti diketahui, pemerintah tengah mendorong sektor ekraf yang memiliki potensi besar menunjang perekonomian Indonesia ke depan. Terlebih PBB telah menyetujui 2021 sebagai "International Year of Creative Economy for Sustainable Development" dimana Indonesia menjadi inisiator dalam resolusi tersebut.

“Kemitraan Indonesia dengan Belanda ke depan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diharapkan terjalin dengan semakin kuat," ucap Wishnutama.
Raja dan Ratu Belanda didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan, Menparekraf Wishnutama Kusubandio, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dan Dirut BPODT Arie Prasetyo, pertama menuju Bukit Singgolom di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Di lokasi ini rombongan Raja dan Ratu Belanda menikmati lansekap berlatar belakang Danau Toba dengan Pulau Samosir terlihat di kejauhan. Mereka juga mendapat penjelasan tentang asal-usul dan sejarah Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia dan danau terbesar di Indonesia. Danau Toba juga telah didaftarkan sebagai warisan dunia dari UNESCO.
Raja dan Ratu Belanda saat dikenakan kain khas Sumut,  ulos
Setelah itu keduanya melanjutkan kunjungan ke Dusun Siambat Dalan, Kecamatan Tampahan. Di sana, mereka melihat rumah adat Batak yang sudah berdiri sejak 310 tahun lalu. Keduanya disambut suguhan Tari Tor-Tor serta disematkan kain ulos yang kemudian dikenakan keduanya secara bersama. Mereka juga berdialog dengan tokoh masyarakat Desa Siambat Dalan.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Samosir melalui Pelabuhan Balige, Raja dan Ratu Belanda menyempatkan diri mendatangi Institut Teknologi DEL.
Di Pulau Samosir, Raja dan Ratu Belanda mengunjungi Eco Village Samosir dan singgah di Hotel Inna Parapat, sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Belanda melalui Bandara Internasional Kualanamu (ag/dh).

Foto: Dok Kemenparekraf

Iklan

×
Berita Terbaru Update