loading...
Home » » Cek Kesiapsiagaan Covid-19, Anggota DPD RI Kunjungi Kodam XVIII/Kasuari

Cek Kesiapsiagaan Covid-19, Anggota DPD RI Kunjungi Kodam XVIII/Kasuari

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-01

Kasdam dan staf beri penjelasan kesiagaan Kodam XVIII Kasuari hadapi krisis covid-19 kepada anggota DPD-RI
Manokwari (WartaMerdeka) - Anggota Komite I DPD RI Filep Wamafma dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat bersama Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Andi Mulyono, kunjungi Kodam XVIII/Kasuari, guna mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan dalam hal penanganan Virus Corona (Covid-19) di Kodam (31/3). Kunjungan kerja/kunker anggota DPD RI dan Dosen STIH tersebut diterima Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Ferry Zein mewakili Pangdam.

Kasdam menyampaikan, di jajaran Kodam XVIII/Kasuari terdapat tiga Batalyon yang berada di Kabupaten Manokwari, Kaimana dan Kota Sorong. Ketiga satuan telah diperintahkan selalu siap siaga terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi terkait dampak dari Covid-19. Termasuk apabila timbul kerusuhan sosial, misalnya karena masyarakat kekurangan logistik, dampak dari suatu kebijakan yang diterapkan untuk menangani penyebaran Covid-19.

"Itu sudah kami antisipasi, kita sudah punya kontingensi, maka langkah-langkah tindakan preventif sudah kita siapkan untuk ke depan, terutama di Provinsi Papua Barat ini," ucap Brigjen TNI Ferry Zein. Kodam XVIII/Kasuari, dalam hal ini melalui Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XVIII/Kasuari, selalu memantau dinamika situasi wilayah tugas di Papua Barat. "Tentang korban setiap hari, di kantor Aster selalu memonitor tentang data beberapa korban yang terinfeksi itu. Kami dapat laporan-laporan dari beberapa satuan jajaran Kodam khususnya melalui Kodim-Kodim yang tersebar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Asisten Intelijen Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Wahyu Handoyo menyampaikan pesan Pangdam, memang sudah menyiapkan penanganan tentang masalah ini sejak jauh hari, termasuk menyiapkan rumah sakit. “Kami juga ingin menyampaikan masukan sebagai pesan kepada bapak sebagai yang berwenang dengan ini. Setelah sekian tahun menjadi provinsi, seyogyanya Papua Barat sudah memiliki rumah sakit daerah yang berkemampuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bukan hanya bangunannya saja yang ditingkatkan, tetapi peralatan dan kemampuan tenaga medisnya juga agar lebih ditingkatkan," papar Asintel.

Ditambahkan Kasdam, fasilitas rumah sakit Kodam yang melayani BPJS, saat ini tak hanya menerima pasien dari kalangan personel Kodam saja, namun juga warga masyarakat. “Kita sudah menyiapkan tanah di daerah Warmare, namun sampai saat ini anggarannya belum turun. Seyogyanya untuk Kodam sendiri minimal punya rumah sakit tingkat 2. Saat ini yang ada, rumah sakit kita tingkat 4, itu pun kalau dilihat standar dokter, fasilitas, obat-obatan, dan alat peralatanya, sebetulnya belum sampai tingkat 4," ungkapnya.

Sementara Aster Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Susanto Dwi Asmara menyebut, dari laporan para Komandan Kodim (Dandim), secara umum kondisi wilayah di jajaran Kodam XVIII/Kasuari kondusif dan terdapat dua wilayah yang kini melakukan lockdown, dengan pertimbangannya yang berbeda-beda.

“Sebagai contoh Kabupaten Fakfak. Pertimbangannya mungkin bukan karena takut kedatangan masyarakat dari luar, namun lebih utama karena pertimbangan kemampuan sarana dan prasarana rumah sakit berikut tenaga medisnya yang sangat terbatas, sehingga Bupati pertimbangkan kalau muncul dua atau tiga kasus Covid-19 saja, mereka akan kewalahan dan sudah tidak mampu menanganinya. Hal ini berbeda dengan Kabupaten Sorong, yang mungkin memiliki pertimbangan lain, namun untuk rumah sakit barangkali cukup bagus," cerita Aster (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia