loading...
Home » , » Dibalik Sukses Penangkaran Burung di Klaten Ada Andil Peran Perempuan

Dibalik Sukses Penangkaran Burung di Klaten Ada Andil Peran Perempuan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-02

Peran perempuan ikut menentukan keberhasilan penangkaran burung di Klaten
Klaten/Jateng (WartaMerdeka) - Pepatah mengatakan, dibalik pria hebat terdapat seorang wanita hebat dibelakangnya. Hal ini terlihat dalam keberhasilan Kelompok Tani Hutan (KTH) “AJS Sukses Bersama”, sebagai salah satu terdepan dalam budidaya burung endemik Indonesia, khususnya burung Jalak Suren.

Dalam menangkarkan burung, KTH “AJS Sukses Bersama” yang merupakan binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, memakai pembagian peran antara kaum laki dan perempuan. Lelaki umumnya mengerjakan pembuatan kandang, tempat makan dan minum burung, perawatan atau pemeliharaan kandang dan lain-lain. Sementara perempuan, dengan sifat telatennya, memberikan makan “loloh” pada anak burung jalak suren.

Pekerjaan tersebut, memerlukan tenaga kerja yang tekun, karena loloh burung dilakukan setiap 2 jam sekali, sampai anakan burung dapat makan sendiri atau sekitar 45 hari. Ini tentu saja memberi peluang bagi penyerapan tenaga kerja, terutama perempuan. “Keberhasilan ini, tidak terlepas dari peran wanita atau ibu-ibu. Dimana wanita atau ibu-ibu ini bisa menambah perekonomian keluarga, dengan cara meloloh anakan burung. Bahkan ada juga wanita atau ibu-ibu berprofesi sebagai penangkar burung untuk menambah penghasilan keluarga,” tutur Kepala BP2SDM KLHK Helmi Basalamah.

Kelompok Tani Hutan “AJS Sukses Bersama” ini merupakan Wanawiyata Widyakarya, atau disebut LP2UKS (Lembaga Pelatihan dan Pemagangan Usaha Kehutanan Swadaya), berada di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. “AJS Sukses Bersama” berdiri pada Februari 2008, dan mulai berbadan hukum 18 Februari 2010. KTH yang diketuai Sugiharto, memiliki jumlah anggota saat berdiri sebanyak 40 orang dan di 2019 berkembang menjadi 335 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten Klaten.

Awalnya, “AJS Sukses Bersama” dibentuk karena kesamaan tujuan mempersatukan para penangkar burung di wilayah Klaten dan untuk menyetarakan harga burung khususnya anakan burung (piyikan bahasa jawa). Melihat potensi “AJS Sukses Bersama” dan antusias dari masyarakat yang ingin belajar cara merawat burung, “AJS Sukses Bersama” mengajukan permohonan fasilitasi Wanawiyata Widyakarya ke KLHK Cq Badan P2SDM dan difasilitasi pada 2015.

Sesuai tujuan Wanawiyata Widyakarya, yaitu sebagai percontohan, tempat pelatihan dan magang bagi masyarakat lainnya secara swadaya. Jadi Wanawiyata Widyakarya “AJS Sukses Bersama” sudah beberapa kali mendapatkan kunjungan, baik kunjungan dengan tujuan belajar teknik penangkaran burung dan studi banding, maupun penelitian mahasiswa.

Seiring keberhasilannya membudidayakan aneka burung endemik Indonesia dan impor maka pengurus AJS sering menjadi narasumber pada berbagai pelatihan dan menjadi pendamping peserta studi banding dari KTH Lampung, Temanggung atau penelitian mahasiswa. Materi yang disampaikan mulai Teknik pembuatan kandang, pemilihan jenis kelamin burung, budidaya burung Jalak suren, jalak bali, cucak rowo, murai batu, dan lain-lain sampai pemeliharaan anakan burung serta pemasaran.

Untuk menjaga kekompakan anggota kelompok, Wanawiyata Widyakarya “AJS Sukses Bersama” membentuk arisan anakan burung jalak suren. Jumlah anggota arisan 140 orang, setiap anggota arisan membayar anakan burung 1 ekor, setiap penarikan yang mendapatkan arisan 7 orang, sehingga 1 orang mendapatkan 20 anak burung. Bila tak punya anakan burung maka anggota membayar uang dengan jumlah seharga anakan burung jalak suren. Harga tersebut sekaligus sebagai kesepakatan anakan burung jalak suren. Lembaga ini lalu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, seperti kondisi sosial ekonomi membaik serta dapat membiayai anaknya sampai ke Perguruan Tinggi.

Wanawiyata Widyakarya “AJS Sukses Bersama” mendapatkan pembinaan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam/BKSDA Jawa Tengah berkaitan dengan izin penangkaran dan izin pengedar tumbuhan dan satwa liar (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia