loading...
Home » » Layanan Pangan Online Kementan Harus Diikuti Perlindungan Kepada Petani

Layanan Pangan Online Kementan Harus Diikuti Perlindungan Kepada Petani

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-08

Pengamat ingatkan layanan online belanja pangan juga harus untungkan petani
Jakarta (WartaMerdeka) - Kementerian Pertanian baru-baru ini luncurkan jasa layanan online, seperti Gojek, agar masyarakat terlayani dengan mudah belanja pangan yang aman dan nyaman ditengah merebaknya pandemi covid-19.

Salah satu bentuk kerja sama yang disepakati adalah menjaga ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga 11 komoditas pangan melalui pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi online untuk penyaluran atau distribusi barang.

Menangapi hal itu, Iwan Subakti, petani sekaligus pengusaha asal Banten yang pernah mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara mengatakan, terobosan dilakukan Kementan sudah tepat di era revolusi industri 4.0. “Rantai pasok itu sampai ke retail, tidak berhenti di on farm. Dalam hal ini Kementan masih bertanggung jawab terhadap distribusi pangan segar,” kata Iwan saat dihubungi lewat telepon, Selasa (7/4).

Menurut Iwan, kerja sama yang dilakukan sebaiknya juga melibatkan perusahaan angkutan online lain. Ini akan memperluas nilai manfaat dan menangkis tudingan miring adanya monopoli. “Sebagai implementasi social dan physical distancing, kerja sama ini bisa dibilang efektif. Namun alangkah baiknya hal ini tidak bersifat temporal, muncul pada saat-saat tertentu. Mudah-mudahan terus berlanjut,” harap Iwan.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai teken kerja sama dengan Gojek (3/4) menegaskan, “dua hal yang penting dalam ketersediaan pangan adalah supply dan demand. Kita semua harus ikut berperan dalam hal ketersediaan pangan dan stabilisasi harga.

Pemerintah, menurut Iwan Subakti, saat kondisi seperti ini, harus memberikan perhatian kepada petani. “Karena tugas petani adalah produksi bukan distribusi. Maka perlu ada pihak tengah untuk menjembatani distribusi ini. Yang kita jaga bersama adalah jangan sampai ada pihak yang bermain menguasai satu komoditas,” unkap Iwan yang pernah mengekspor golden melon-nya ke Singapura (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia