loading...
Home » » Universitas Airlanngga Terus Lakukan Inovasi Tangkal Covid-19

Universitas Airlanngga Terus Lakukan Inovasi Tangkal Covid-19

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-03

Pimpinan Universitas Airlangga dan RSUA saat beri keterangan tentang kinerjanya kepada media
Surabaya (WartaMerdeka) - Gerak cepat ditunjukkan Universitas Airlangga (Unair) sebagai salah satu lembaga yang menangani wabah covid 19 dengan membentuk Tim Satgas Pencegahan Corona.  Unair telah melakukan berbagai upaya cepat dan responsif dengan sejumlah aktivitas. Di antaranya penelitian, tes laboratorium, dan pelayanan kesehatan.

Unair juga membentuk Tim Riset diketuai Prof. Soetjipto dr., M.S., Ph.D. Untuk layanan pasien terjangkit virus dipimpin Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM di Rumah Sakit Unair. Untuk identifikasi virus oleh Prof. Maria Lucia Inge Lusida, dr., M.Kes., Ph.D di Lembaga Penyakit Tropis (LPT). Di bagain produk yang bisa memberi manfaat, baik mencegah maupun mengobati Covid-19, dikepalai Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si.

Setelah 3 minggu berjalan, Tim Satgas berikan laporan perkembangan di depan awak media (1/4). Rektor Unair Prof. Dr. Moh. Nasih SE., MT., Ak., CMA menyatakan, Rumah Sakit Universitas Airlangga/RSUA telah menangani dan merawat pasien dari berbagai status yaitu ODP, PDP hingga positif. Dari beberapa pasien positif, 2 pasien di antaranya dinyatakan negatif dan diperkenankan untuk keluar dari rumah sakit.

“Sampai saat ini LPT UNAIR melakukan tes swab dengan memeriksa 1434 sampel pasien. Sementara spesimennya 1900 sampai dengan 31 Maret 2020. Dari angka tersebut jumlah pasien positif yang sudah dilaporkan kepada Kementerian yaitu 152 orang,” jelasnya.

Selain itu, Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati Unair miliki 3 program, seperti pengembangan kit deteksi covid-19 portabel berbasis biosensor RNA. Alat ini sedang dalam proses perkembangan. Prof Nasih berharap dalam waktu dua bulan, kit detekai covid-19 portabel biosensor RNA tersebut bisa beroperasi..

“Kit ini akan memeriksa dengan relatif lebih cepat dan tepat melalui swab,” ujarnya. Kedua, pengembangan vaksin berbasis protein rekombinan untuk covid-19 yang saat ini sedang dalam proses. Jika pembuatan vaksin itu berjalan dengan lancar maka dapat diperoleh dalam jangka waktu 1 tahun. Ketiga, sintesis kandidat obat anti covid 19 dan analisis binding energy dengan metode molecular docking,” ungkapnya.

Sementara dr. Niko Azhari Hidayat selaku dokter RSUA menyebut, kini Unair kerjasama dengan ITS membuat robot layanan kesehatan atau robot pro nakes (tenaga kesehatan). Robot ini dilengkapi monitor yang bisa berkomunikasi dua arah. Sehingga dapat meringankan kinerja tim tenaga medis dan mengurangi kontak langsung dengan pasien serta mengurangi penggunaan APD.

“Dalam aplikasinya, robot ini akan mengirimkan obat, makanan, minuman dan pakaian kepada pasien. Tentu akan ada kontrol dengan menggunakan monitor atau handphone,” tuturnya.
Rencananya, produk ini diperkirakan akan dilaunching sekitar satu hingga dua minggu kedepan. “Robot tersebut juga dilengkapi dengan desinfektan untuk pasien yang akan digunakan di RSKI,” paparnya. Selain itu, Direktur RSUA Prof. Dr. Nasronuddin, dr., Sp.PD.,KPTI-FINASIM juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung RSUA dalam pengadaan distribusi APD. RSUA kini memiliki target yaitu zero kematian pasien akibat covid, dan zero transmisi kepada tenaga medis dan keluarga, serta zero diskriminasi terhadap jenazah (unairnews/ma).

Foto: Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia