loading...
Home » » Upaya Selamatkan Industri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

Upaya Selamatkan Industri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-09

Menparekraf Wishnutama saat diskusi virtual dengan forwaparekraf dan pelalu industri
Jakarta (WartaMerdeka) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan beberapa langkah strategis untuk mengatasi dampak Covid-19 bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif/parekraf di tanah air.
Ini diutarakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio saat diskusi virtual dengan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) Jakarta (7/4).

Ada tiga tahapan disiapkan merespon dampak Covid-19 yaitu tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi.
“Di tahap tanggap darurat ini kami memberikan support kepada tenaga kesehatan untuk menyiapkan akomodasi, makanan, hingga transportasi. Karena tenaga kesehatan saat ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus COVID-19 agar tidak meluas. Untuk itu kita perlu support yang luar biasa juga dari berbagai pihak. Selain berkoordinasi dengan Kementerian1Lembaga (K/L) dan berbagai pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah untuk mendukung industri atau pelaku pariwisata Indonesia,” kata Wishnutama.

Bwrikutnya tahap kedua pemulihan, akan melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan K/L lain untuk mengindentifikasi dampak secara detail akibat wabah Covid-19. Selanjutnya memberi dukungan kepada para pelaku parekraf dari sisi ketenagakerjaan, utilitas, keringanan retribusi, relaksasi pinjaman, pemanfaatan kartu pra kerja, hingga pelatihan online untuk SDM.

Ketiga, lanjut Menparekraf adalah normalisasi, yakni melakukan promosi kembali baik di dalam maupun luar negeri, hingga menyiapkan insentif untuk industri pariwisata sekaligus pelaku ekraf. Kemenparekraf juga akan kembali menyusun keterlibatan dalam agenda-agenda internasional dan kalender event nasional untuk menunjang kegiatan wisata. Selanjutnya, membenahi destinasi khususnya dari sisi keamanan dan keselamatan, sumber daya manusia, serta daya tarik setiap destinasi.

“Dan yang harus kita pelajari nantinya adalah bagaimana psikologis para traveler yang berbeda-beda. Ada yang trauma dengan wabah Covid-19 ini. Ada juga pandangan traveler karena terlalu lama di rumah sudah ingin cepat-cepat keluar untuk berwisata. Kita ingin psikologi dan pandangan traveler yang seperti ini yang berkembang,” jelasnya.

Pada langkah awal pasca-pemulihan nantinya, Wishnutama menekankan pentingnya lebih dahulu memobilisasi wisatawan nusantara (wisnus). “Sudah tentu di tahap awal kita menggerakkan wisnus terlebih dahulu. Saya harap juga teman-teman wartawan, bersama-sama kita optimistis dan membantu menumbuhkan sikap positif hingga pandemi ini usai. Tentunya agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini kembali normal dalam waktu yang lebih cepat,” harapnya.

Industri Parekraf terus didata yang terdampak krisis covid-19 agar segera ditentukan langkah pemulihannya
Kemenparekraf telah membuka jalur pengaduan dan pelaporan melalui call center dan website untuk melaporkan kondisi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan membentuk Pusat Krisis Terintegrasi. “Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri parekraf yang terdampak Covid-19 di seluruh daerah. Kemudian, bersama Pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor parekraf dalam menghadapi pandemi Covid-19,” papar Wishnutama saat diskusi virtual yang dihadiri pula Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dan Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nunung Rusmiati.

Hariyadi Sukamdani menjelaskan, dari data PHRI saat ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di 31 provinsi. Meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, dipredikai lebih 150 ribu karyawan berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan. Sementara Nunung Rusmiati menjelaska, dari anggota ASITA sekitar 7.000 di 34 provinsi, sudah ada yang mengurangi gaji karyawan sebanyak 25 persen (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia