loading...
Home » » Kelompok Tani Hutan Sosial Terbantu Adanya E-Learning KLHK

Kelompok Tani Hutan Sosial Terbantu Adanya E-Learning KLHK

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-05-03

Lewat e-learning, para petani diajari hal baru dengan manfaatkan teknologi yang dimiliki
Jakarta (WartaMerdeka) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama empat hari sejak 27 - 30 April 2020 gelar pelatihan jarak jauh atau e-learning untuk pendamping dan petani Perhutanan Sosial. Kegiatan ini merupakan kerjasama lintas Eselon I antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) dan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL).

E-learning gelombang pertama untuk angkatan 1 dan 2, diselenggarakan oleh Pusdiklat LHK dan 7 Balai diklat LHK di seluruh Indonesia. Jumlah peserta yang mengikuti kurang lebih 500 orang pendamping dan petani dari kelompok Perhutanan Sosial dari berbagai tempat di Indonesia. Kepala BP2SDM, KLHK Helmi Basalamah secara resmi menutup kegiatan e-learning ini melalui video conference (30/04). Diharapkan pelatihan dapat menciptakan tenaga pendamping Perhutanan Sosial di berbagai wilayah Indonesia, sehingga percepatan dan peningkatan kualitas program Perhutanan Sosial dapat tercapai.

Helmi dalam laporannya kepada Menteri LHK menyampaikan, peserta sangat antusias terhadap pembelajaran jarak jauh ini, meski merupakan hal baru bagi petani, dan menyadari ternyata hanya dengan menggunakan smartphone atau laptop dan koneksi internet dapat mengikuti pelatihan dan mendapatkan pengetahuan dari narasumber yang kompeten tanpa harus pergi dari tempat tinggalnya.

Berkarya sambil belajar dan efisien dengan e-learning KLHK kepada kelompok tani hutan sosial
Helmi menerangkan, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik sampai dengan mendapat predikat lulus. Peserta kemudian berhak mendapatkan sertifikat pelatihan dengan memenuhi aspek penilaian yang meliputi: Kehadiran/Partisispasi (bobot 10%), Nilai Akademis (menjawab soal di setiap materi/kuis) (bobot 40%), Tugas catatan mandiri (bobot 20%), Tugas Rencana Tindak Lanjut Paska Pelatihan (bobot 20%), Sikap dan Prilaku (bobot 10%)

Direktur Jenderal PSKL Bambang Supriyanto menyebut, “antusiasme kelompok tani hutan sangat luar biasa, ditunjukan dengan kehadiran di TC dan mengerjakan exercise tata kelola hutan sosial di belajar mandiri, menjadikan e-learning gelombang 1 ini sukses mencapai sasaran” (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia