Home » » Luhut: Berdamai Dengan Covid-19 Adalah Patuhi Protokol Kesehatan

Luhut: Berdamai Dengan Covid-19 Adalah Patuhi Protokol Kesehatan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-05-21

Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan
Jakarta (WartaMerdeka) – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Marves Luhut B. Pandjaitan menyebut, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Jadi, setiap kebijakan telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan, karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan. Berdamai dengan covid esensinya benar karena menurut WHO, Covid-19 ini tidak akan habis sebelum ada vaksinnya. Berdamai itu maksudnya adalah, tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Pola hidup masyarakat pun harus banyak berubah, harus hidup lebih bersih dan sehat. Saya mohon ini benar-benar disosialisasikan, terutama kepada para mahasiswa untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujar Luhut saat video conference bersama sembilan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Perguruan Tinggi Negeri  (20/5).

Luhut pun kembali mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua. “Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada, kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ini penting sekali,” ujarnya.

“Fokus Pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua, yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri. Kemudian, segi preventif dan promotif dapat dilakukan melalui upaya seperti diseminasi informasi terkait promosi kesehatan melalui media sosial dan media massa, alokasi anggaran promosi kesehatan, pengawasan aktif, dan upaya kesehatan masyarakat,” tambahnya.

“Presiden telah memerintahkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin dan kita dorong ilmunya dari para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai universitas di Indonesia. Saat ini kita harus siap untuk kehidupan baru atau new normal dengan membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mengurangi penyebaran virus ini,“ seru Luhut.

Dalam pertemuan virtual ini dihadiri Rektor UIN SMH Banten, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Rektor IAIN Jember, IAIN Surakarta, UIN Raden Fatah Palembang, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Rektor UIN Alauddin Makassar, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Para rektor ini memberi saran agar pemerintah lebih banyak sosialisasi terkait Covid-19, PSBB, dan TKA China kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat lebih paham akan isu-isu yang bergulir saat ini (ma).Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Marves Luhut B. Pandjaitan menyebut, setiap kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah dalam hal penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, adalah semata-mata demi keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Jadi, setiap kebijakan telah melalui kajian yang cermat dan mendalam, dengan tetap berhati-hati dan melihat perkembangan dinamika yang terjadi.

“Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah, tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan, karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan. Berdamai dengan covid esensinya benar karena menurut WHO, Covid-19 ini tidak akan habis sebelum ada vaksinnya. Berdamai itu maksudnya adalah, tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Pola hidup masyarakat pun harus banyak berubah, harus hidup lebih bersih dan sehat. Saya mohon ini benar-benar disosialisasikan, terutama kepada para mahasiswa untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujar Luhut saat video conference bersama sembilan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Perguruan Tinggi Negeri  (20/5).

Luhut pun kembali mengingatkan, walaupun grafik Covid-19 sudah menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan dan riset juga menunjukkan adanya gelombang kedua. “Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang kedua dan masyarakat tetap displin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada, kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ini penting sekali,” ujarnya.

“Fokus Pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua, yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri. Kemudian, segi preventif dan promotif dapat dilakukan melalui upaya seperti diseminasi informasi terkait promosi kesehatan melalui media sosial dan media massa, alokasi anggaran promosi kesehatan, pengawasan aktif, dan upaya kesehatan masyarakat,” tambahnya.

“Presiden telah memerintahkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin dan kita dorong ilmunya dari para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai universitas di Indonesia. Saat ini kita harus siap untuk kehidupan baru atau new normal dengan membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mengurangi penyebaran virus ini,“ seru Luhut.

Dalam pertemuan virtual ini dihadiri Rektor UIN SMH Banten, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Rektor IAIN Jember, IAIN Surakarta, UIN Raden Fatah Palembang, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Rektor UIN Alauddin Makassar, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Para rektor ini memberi saran agar pemerintah lebih banyak sosialisasi terkait Covid-19, PSBB, dan TKA China kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat lebih paham akan isu-isu yang bergulir saat ini (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia