loading...
Home » , » Potensi Gaharu Bisa Wujudkan Inovasi Hand Soap dan Hand Sanitizer

Potensi Gaharu Bisa Wujudkan Inovasi Hand Soap dan Hand Sanitizer

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-05-02

Bantu cegah covid-19, Pusat Penelitian dan Pengembangan KLHK manfaatkan gaharu untuk bahan sanitasi
Jakarta (WartaMerdeka) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H) Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, melakukan inovasi berupa sabun pencuci tangan (hand soap) dan hand sanitizer gaharu (HaRus) berbahan baku gaharu, guna turut mencegah penyebaran Covid-19.

"Di tengah ancaman krisis kesehatan Covid-19, sabun pencuci tangan menjadi kebutuhan primer. Sabun yang mengandung bahan aktif minyak gaharu (memiliki > 50 senyawa aktif) sangat baik untuk membunuh/membasmi mirkoorganisme (bakteri, jamur termasuk virus), selain manfaat lainnya sebagai pengangkat kotoran, keringat, debu, dan merawat kelembutan kulit," ujar peneliti laboratorium Mikrobiologi Hutan, sekaligus inovator hand soap dan hand sanitizer gaharu Asep Hidayat.

Menurut Asep, hand soap gaharu ini dibuat dalam bentuk cair dengan kandungan SLS 70N (2,5%), Na2SO4 (2%), NaCl (2%), Amphitol (5,6%) ,Tergitol NP10 (0,05%), BKC (0,01%), Gliserin 98% (0,1%), Sodium Benzoat (0,1%), Pewarna (0,005%), Vanilin (0,001%), Minyak Gaharu (0,025%).

"Sebelumnya kami mencoba 0,015% untuk kandungan minyak gaharu, namun setelah dilakukan uji organoleftik terhadap kelembutan, jumlah busa, keharuman dan residu sabun yang tersisa, hasilnya lebih baik jika komposisi minyak gaharunya ditambah," lanjutnya.

Inovasi gaharu untuk hand soap dan hand sanitizer dari gaharu nantinya dapat dipakai umum
Asep juga mengakui, penambahan minyak gaharu cukup berpengaruh terhadap biaya produksi hand soap. "Minyak gaharu menempati komponen biaya produksi yang paling tinggi dibandingkan bahan lainnya. Untuk komposisi 0,025% minyak gaharu diperlukan biaya produksi sekitar 40 ribu rupiah per liter. Sementara tanpa penambahan minyak gaharu hanya dibutuhkan biaya produksi sekitar 3 ribu rupiah per liter. Harga produksi tersebut diluar biaya kemasan dan operasional lainnya," jelasnya.

Sementara itu, pengembangan Hand Sanitizer berbahan dasar gaharu (HaRus) diharapkan mendukung ketersediaan sanitizer yang dibutuhkan. Proses pembuatannya pun cukup mudah, selama tersedia bahan baku. Setidaknya, saat ini P3 telah bikin untuk memenuhi kebutuhan kantor dan pegawai P3H.

“Pembuatan HaRus sama seperti sanitizer pada umumnya, yaitu menggunakan etanol 96%, gliserol 98%, hidrogen peroksida 3%, dan air steril. Hanya disini ada penambahan minyak gaharu sebanyak 0,15 ml untuk produksi 1 liter,” tambahnya. Setelah proses pencampuran dan pengadukan di dalam tabung Erlenmeyer, larutan dipindahkan ke dalam botol kaca bersih. “Larutan kemudian disimpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol, dan hand sanitizer siap digunakan,” paparnya.

Selain HS gaharu, P3H juga memproduksi HS aloe vera, serta HS gaharu sediaan gel. Sebagai permulaan, total telah diproduksi 20 liter HS dari beberapa jenis tersebut, dan sedang dipersiapkan produksi tahap kedua sebanyak 20 liter. Tim peneliti mikrobiologi hutan juga tengah mengembangkan sabun pencuci tangan (hand soap) berbahan baku gaharu. Sebagaimana disampaikan Kepala P3H Kirsfianti L. Ginoga beberapa waktu lalu, kegiatan ini merupakan salah satu langkah P3H mendukung pencegahan Covid-19.

Sebagaimana diketahui, Gaharu merupakan resin yang tersimpan dalam jaringan pohon hidup marga Thymelaeceae, beraroma harum dan berwarna coklat kehitaman sampai hitam. Gaharu banyak digunakan sebagai bahan dasar parfum, farmasi, aromatherapi dan obat tradisional (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia