loading...
Home » » Sektor Parekraf Bakal Bangkit Lebih Cepat Dengan Standar Baru

Sektor Parekraf Bakal Bangkit Lebih Cepat Dengan Standar Baru

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-05-27

Protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat di sektor Parekraf agar masyarakat lebih disiplin
Jakarta (WartaMerdeka) – Penerapan prosedur standar tatanan atau kenormalan baru di sarana publik akan memberi kesempatan yang baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk bangkit lebih cepat dari terpaan Covid-19.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam keterangannya (27/5) menyebut, sesuai disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau kesiapan penerapan prosedur standar tatanan baru atau new normal di sarana publik (26/5),  aturan standar di sarana publik bertujuan lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan.
Protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan Kemenkes, dan disosialisasikan secara masif sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilakukan, seperti jaga jarak,  pakai masker, cuci tangan, dan dilarang berkerumun dalam jumlah banyak. Sehingga diharapkan kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat. "Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat menjalankan kenormalan baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Ari Juliano Gema.
Kemenparekraf/Baparekraf tengah menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air, bertujuan tak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan target Pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.
Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan pada akhir Mei ini standar dan pedoman penerapan CHS sudah dapat ditetapkan dan disimulasikan. Kemudian dilanjutkan verifikasi CHS di destinasi pada Juni hingga Juli 2020. Selanjutnya penerapan skema dan program sertifikasi yang ditargetkan berlangsung selama Agustus hingga Desember 2020. Program CHS rencananya lebih dulu akan dijalankan di Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau serta secara bertahap di 5 destinasi super prioritas untuk kemudian di seluruh daerah tanah air.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia