loading...
Home » » Di Akhir Tugas, Masih Ada Warga Perbatasan Serahkan Senpi Ke Yonif 411 Kostrad

Di Akhir Tugas, Masih Ada Warga Perbatasan Serahkan Senpi Ke Yonif 411 Kostrad

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-22

Warga di perbatasan RI-PNG yang menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela
Merauke (WartaMerdeka) – Semenjak mengemban tugas sekitar 11 bulan di sektor Selatan Merauke, perbatasan Papua dan Papua Niugini (RI-PNG), banyak hal telah dilakukan TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif MR 411/Pdw Kostrad untuk mendampingi dan edukasi masyarakat binaannya, disamping tugas pokoknya dalam pengamanan.


Nah, saat akhir masa tugasnya, Satgas ini menerima penyerahan secara sukarela dua pucuk senjata api rakitan dari warga di perbatasan. Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya menyebut, beberapa waktu lalu menjelang purna tugas, karena rasa aman dan nyaman selama ini dirasakan masyarakat akhirnya berbuah penyerahan dua pucuk sebagai wujud kepercayaan ke TNI.
 “Tepatnya, satu bulan lalu, yakni Pos Rawa Biru yang dipimpin Letda Raden Adiyas telah menerima penyerahan senjata api rakitan kal 5.56 mm secara rukarela dari masyarakat berinisial MHM (59) warga Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Senin (22/5/2020) malam,” katanya. Dansatgas menambahkan, penyerahan senjata didasari rasa simpati MHM (59) selama bersama-sama anggota Pos Rawa Biru, dinilainya banyak membantu masyarakat melalui kegiatan teritorial seperti memberi pengobatan keliling dan menjadi guru bantu di SD Inpres Rawa Biru.
Selang beberapa waktu, Pos Kondo dibawah pimpinan Letda Inf Ulivo Dicky Pambudi juga menerima penyerahan senjata api rakitan kal. 5.56 mm dari MG (39), warga Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai (1/6). Mayor Rizky sangat mengapresiasi kebesaran hati dua warga masyarakat Papua yang dengan sukarela menyerahkan senjata api yang disimpannya, diwaktu menjelang purna tugas ke Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad.
Satgas Yonif 411 yang sudah bersiap kembali ke satuannya di Jawa Tengah setelah hampir setahun bertugas di perbatasan RI-PNG, juga menerima menerima sosialisasi penggunaan aplikasi E-HAC (Electronic-Health Alert Card) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Merauke. E-HAC adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern ditengah pandemi Covid-19.
“Aplikasi E-HAC nantinya wajib di download setiap prajurit, sebagai kartu kesehatan elektronik guna memudahkan petugas kesehatan dalam melakukan kontak tracking, mempercepat koordinasi antar pintu masuk dan tersedianya data perjalanan secara realtime,” jelas Mayor Rizky (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia