loading...
Home » » Enam Ekor Buaya Muara Dilepasliarkan Di Taman Nasional Way Kambas

Enam Ekor Buaya Muara Dilepasliarkan Di Taman Nasional Way Kambas

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-22

Enam Buaya setelah dirawat di BKSDA Yogyakarta, kemudian dilepas di TN Way Kambas
Lampung (WartaMerdeka) – Sebanyak enam ekor buaya muara dilepasliarkan di Sungai Way Kanan, Resort Way Kanan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Way Kanan, Taman Nasional (TN) Way Kambas (19/06). Proses pelepasliaran buaya muara dipimpin langsung Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno didampingi Kepala Balai TN Way Kambas, Subakir dan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi.


Buaya yang dilepasliarkan di TN Way Kambas ini merupakan satwa titipan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, sebelumnya direhabilitasi di Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta atau yang saat ini dikenal dengan nama Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) selama periode 2012 - 2020. Keenam ekor buaya tersebut terdiri dari 4 buaya jantan Ciko dan Rambe (2012), Diki (2014) serta Gito (2020) dan 2 buaya betina Herbert (2014) dan Siri (2018).
Menurut Wiratno, keterlibatan para pihak dalam upaya konservasi satwa, salah satunya diwujudkan melalui program release ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem. "Kerja sama antar pihak ini juga menandakan, terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintah (KLHK) dengan mitra kerja”, ujar Wiratno.
Wiratno menambahkan, dasar pelaksanaan kegiatan pelepasliaran ini yang tetap dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 berpedoman pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor: SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar di Masa Pandemik Covid-19. Wiratno juga telah menginstruksikan kepada seluruh BKSDA di Indonesia untuk segera melepasliarkan satwa liar yang saat ini masih berada di pusat-pusat rehabilitasi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia