loading...
Home » » KLHK Amankan Pipa Gading Gajah dan Berbagai Jenis Burung Dilindungi

KLHK Amankan Pipa Gading Gajah dan Berbagai Jenis Burung Dilindungi

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-06

Peredaran tumbuhan dan satwa liar secara ilegal kembali diamankan Gakkum KLHK
Garut/Jabar(WartaMerdeka) – Tim operasi peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen-Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK, Kementerian LHK (5/6) berhasil mengamankan TSL di dua tempat di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tim mengamankan 3 batang pipa rokok, diduga dibuat asal gading Gajah Sumatera (Elephas maximus) dari tangan RGK, warga Desa Padaasih, Kecamatan Pasir Wangi Kabupaten Garut, dan 10 ekor burung dilindungi milik seorang ibu berumur 70 tahun di Garut.


Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, kembali menegaskan, "perdagangan satwa dilindungi adalah kejahatan luar biasa, melibatkan banyak aktor dan bahkan aktor antarnegara, bernilai ekonomi tinggi, serupa dengan kejahatan narkoba dengan sel jaringan yang terputus-putus.”
Terbongkarnya kasus ini merupakan pengembangan kasus penangkapan pemilik gading gajah, PE, oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akhir Februari 2020 lalu. Diketahui PE saat ditangkap di Pekanbaru akan mengirimkan gading gajah kepada RGK.  Tim Operasi berhasil mengamankan, RGK beserta 3 batang pipa rokok terbuat dari gading gajah berukuran 18 cm, 12 cm, dan 10 cm. RGK,  mengaku berencana akan menjual kembali pipa rokok miliknya dengan harga berkisar 500 ribu hingga 4,5 juta rupiah. RGK mengaku hanya memiliki 2 pipa rokok dari gading gajah tersebut, sisanya merupakan titipan temannya untuk dijual kembali. Kedua pipa rokok dari gading milik RGK diakui diperoleh dari beberapa pihak di Garut.
Tim Operasi kemudian mengamankan pelaku dan barang bukti ke Pos Gakkum KLHK di Kota Bandung, serta melakukan pemeriksaan terhadap RGK. Selanjutnya, penyidik berencana melakukan uji forensik pipa rokok tersebut untuk memastikan asal pipa rokok memang benar terbuat dari gading Gajah Sumatera dan kemudian melanjutkan proses penyidikan.
RGK diduga melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf d jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.
Sementara itu, pengamanan terhadap burung dilindungi dilakukan setelah tim dapat informasi dari masyarakat, dan mengamankan 10 jenis burung dilindungi dari seorang ibu, yaitu 3 ekor Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), t4 ekor Nuri Kepala Hitam (Lorius lory), 1 ekor Bayan Merah (Eclectus roratus), dan 2 ekor Nuri Kepala Merah (Eos Borneo). Dari pengakuan pemilik, seluruh burung didapat dari pemberian atau titipan anak-anak pemilik yang diperoleh dari pasar burung di Jakarta dan Garut (ar).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia