loading...
Home » » Nilai Tukar Petani Hortikultura Menaik, Geliat Sektor Pertanian Cerah

Nilai Tukar Petani Hortikultura Menaik, Geliat Sektor Pertanian Cerah

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-09

Dengan NTP Hortikultura naik, kesejahteraan petani ikut meningkat
Jakarta (WartaMerdeka) – Kementerian Pertanian/Kementan dibawah Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus menggenjot berbagai terobosan mantapkan ketersediaan pangan bagi 260 juta lebih rakyat Indonesia, sekaligus mensejahterakan petani. Terlebih dalam situasi perubahan global yang begitu dinamis dan saat pandemi. Selama kurun waktu 6 bulan terakhir, berbagai indikator capaian sektor pertanian menunjukkan optimisme positif.

Mengutip data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) Pertanian Triwulan I 2020 capai 103,29 atau meningkat dibanding periode sama tahun lalu dengan 102,80. Bahkan NTP Hortikultura pada periode Triwulan I 2020 tercatat rata-rata 104,33, melampaui NTP pertanian secara umum. Ini mengindikasikan kesejahteraan petani, khususnya hortikultura kian baik, karena pendapatan meningkat lebih besar dibanding pengeluarannya

Indikator keberhasilan lainnya, terkendalinya pasokan dan harga bahan pangan pokok nasional ditengah badai pandemi Covid-19. Bahkan selama bulan puasa dan lebaran, nyaris tidak ada gejolak harga signifikan untuk berbagai komoditas pertanian seperti beras, daging ayam, telur, daging dan komoditas hortikultura lainnya. Tercatat komoditas hortikultura seperti cabai, bawang putih, hingga bawang bombai harganya stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Adanya penguatan harga bawang merah sejak April 2020 dinilai masih wajar dan terkendali. Nyatanya, tidak memicu gejolak di masyarakat, bahkan sebaliknya petani bawang merah bisa menikmati harga bagus, setelah mereka mengalami kerugian cukup besar di akhir 2019 lalu menyentuh level Rp. 3.000-5.000/kg.

Muhammad Syafrudin, Anggota Komisi IV DPR-RI saat dihubungi di Jakarta (7/6) menyebut, “masalah pertanian ini sangat kompleks, tidak bisa dilihat sesaat atau parsial. Waktu yang baru 6 bulan belum bisa untuk menjustifikasi posisi psikologis kinerja seorang Menteri atau kabinet. Kalaupun ada yang melihat kekurangan, tidak cukup dengan berdebat. Apalagi hanya untuk hal-hal yang dianggap masih kurang saja. Mari lebih fleksibel melihatnya

Syafrudin memuji kerja keras Kementan menjaga pasokan pangan tetap survive di tengah situasi alam yang semakin tidak bisa diprediksi termasuk pandemi Covid-19. Menurutnya, saat ini situasi seluruh sektor termasuk pertanian sedang menuju arah normal.

“Waktu kemarin Pak Menteri ke Bima, terlihat petani antusias dan senang menyambut karena harga bawang merah dan jagung sangat bagus. Ini perlu terus dipertahankan. Kalau dalam situasi tidak normal saja bisa, apalagi situasinya normal,” jelasnya. Sementara Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menyebut harga komoditas hortikultura secara umum selama pandemi Covid-19, puasa dan lebaran relatif stabil (ar).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia