loading...
Home » » Pala Asal Maluku Bisa Kuasai Pasar Dunia

Pala Asal Maluku Bisa Kuasai Pasar Dunia

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-01

Produksi rempah (Pala) Maluku mesti ditingkatkan dengan pola modern agar kembali kuasai pasar dunia 
Maluku (WartaMerdeka) – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo/SYL meminta kepada jajarannya melakukan pendampingan untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan keunggulan setiap komoditas pertanian termasuk komoditas perkebunan berupa rempah, yaitu pala. Hal itu disampaikan SYL ketika mengunjungi kebun bibit pala di Desa Seith Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (30/5).

“Oleh karena itu, kemajuan riset dan teknologi bukan saja dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi tapi juga menjamin adanya nilai tambah bagi petani,” kata SYL. Salah satu teknologi perkebunan dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) adalah pala varietas Tidore 1, dengan kenggulan lebih tahan terhadap hama penggerek dan penyakit busuk buah serta produksinya rata-rata mencapai 7.500 butir/pohon/tahun.
Namun, selama ini kualitas dan kuantitas pala masih rendah karena sebagian besar merupakan perkebunan rakyat dengan cara tradisional dan peralatan seadanya dalam pengolahan dan pascapanen. Padahal, kebutuhan pala di dunia hampir separuhnya dipenuhi dari Indonesia. Volume ekspor pala Indonesia di 2018, masih menurut data Ditjen Perkebunan, sebanyak 20.202 ton setara dengan USD 111,69 Juta.
Dan, bila kita tengok sejarah dahulu, perubahan kekuatan negara Eropa di Indonesia juga berawal dari rempah pala di Maluku ini. Jadi, bukab tak mungkin kejayaan masa lalu bisa terulang jika pengelolan pala dengan pendampingan Kementan bisa maju kembali. Rombongan Mentan dalam kunjungan kerjanya juga meninjau Pasar Mitra Tani Maluku, memantau langsung pasokan bahan pangan pokok.
Menurut SYL, Pasar Mitra Tani dihadirkan untuk mempercepat penyerapan berbagai komoditas pangan dari kelompok tani, sehingga masyarkat memperoleh harga yang terjangkau dengan kualitas pangan yang memadai. “Pasar Mitra Tani  ini sebenarnya bukan untuk menyaingi keberadaan pasar, sekali lagi bukan. Tapi untuk menstabilkan. Artinya, kalau di pasar harga naik, di sini harga standar. TTIC ini juga sekaligus menjadi media pemasaran bagi kelompok tani, sumber informasi komoditas pertanian ada di sini. Sama-sama kita jaga dan harus menjadi lebih baik.” ujar SYL (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia