loading...
Home » » Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Tiga Wilayah Papua Barat

Pangdam XVIII/Kasuari Kunjungi Tiga Wilayah Papua Barat

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-04

Pangdam XVIII/Kasuari bersama isteri disambut dalam kunker ke Kaimana, Fakfak dan Sorong
Manokwari (WartaMerdeka) – "Beberapa waktu yang lalu dari Jakarta, sebelum berangkat ke Manokwari, ada pesan dari Bapak Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Beliau selalu mendorong masalah pertanian dan perikanan. Jadi saya mengatakan, Distrik Bomberay adalah salah satu tempat yang mungkin bisa kita perhatikan ke depan, karena di sana saya bilang transmigrasinya cukup, lahannya luas, cuma saya belum tahu jenis tanaman holtikultura, sawah atau mungkin apa saja. Mudah-mudahan saya sudah dapat data dan ini menjadikan tugas bagi kita," ucap Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra dalam kunjungan kerja/Kunker Ke Fakfak, dihadapan Wakil Bupati Fakfak dan Kepala Dinas Pertanian Fakfak, di Makoramil 1803-05/Bomberay, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat (3/6).
Pangdam yang datang bersama istri, Ny. Retno Ali Hamdan Bogra selaku Ketua Persit KCK PD XVIII/Kasuari dan jajaran Kodam XVIII/Kasuari, merupakan kunjungan kerja (Kunker) pertamanya ke wilayah tugasnya di Provinsi Papua Barat, sejak ia dilantik menjadi Pangdam XVIII/Kasuari belum lama ini. “Perjalanan ini, pertama dimulai dari pulang kampung ke Kaimana dan menyempatkan diri untuk ziarah, sebelum melanjutkan ke Fakfak sampai dengan di Sorong nantinya,” ucap Pangdam.
Pangdam mengharapkan pemerintah daerah bisa mengembangkan terus daerah ini (Kabupaten Fakfak), agar kedepan bisa menjadi daerah lumbung padi untuk Papua Barat. “Harapan kita ke depan, agar ini bisa sama seperti di daerah Merauke dan mudah-mudahan lebih bagus lagi daripada Merauke. Hal ini nantinya akan kita koordinasikan dengan dinas terkait lainnya,” tambahnya.
Wakil Bupati Fakfak Abraham Sopaheluwakan menyebut, maksud dan tujuan Pangdam XVIII/Kasuari  ke Distrik Bomberay, agar kedepan tidak bergantung pada impor beras. “Di daerah Bomberay sendiri, kesuburan tanah semakin meningkat dan untuk buah-buahan dan sayur-sayuran cukup aman pada musimnya. Sedangkan padi sudah semakin luas dan kawasan musim hujan maupun kemarau sangat jelas,” sebut Abraham.
Di bagian lain, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Muhammad Sholeh mengungkapkan, khusus untuk sawah, 542 hektar sudah dikerjakan oleh Pemda dan TNI. Selebihnya dikerjakan melalui Kementerian Pertanian sendiri. Jadi total luas sawah yang sudah dicetak sebanyak 1200 hektar.
Sehari sebelumnya (2/6) rombongan Pangdam XVIII/Kasuari memakai pesawat Cassa 212 A-9118 milik TNI AD ke Kabupaten Kaimana, serahkan bantuan Alat Pelindung Diri/APD dan alat Rapid Test ke jajarannya di Kodim 1804/Kaimanaoli dan Yonif 764/Lamba Baua, dan dilanjutkan ke Sorong (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia