loading...
Home » » Pecinta Lingkungan Inginkan Satwa Liar Kembali ke Alam

Pecinta Lingkungan Inginkan Satwa Liar Kembali ke Alam

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-01

Keberadaan satwa liar perlu dapat perhatian serius bagi semua pihak agar tak terancam kepunahan 
Jakarta (WartaMerdeka) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) gelar webinar bertema “Meretas Jalan Satwa Liar Kembali ke Alam dimasa Pandemi Covid-19” (29/5). Acara ini menarik perhatian sekitar 1000  peserta berasal dari berbagai kalangan, seperti pemerintah, swasta, NGO/LSM, akademisi, mahasiswa, asosiasi, komunitas, pemerhati lingkungan dan kehutanan, insan pers dan kelompok pemuda dan perempuan yang berasal dari seluruh Indonesia.
Webinar masih dalam Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2020 pada  22 Mei lalu dengan pesan “Our solution are in nature”, mengajak semua pihak untuk lebih memahami kebijakan konservasi kelola satwa liar dimasa pandemi Covid-19. Disamping itu juga untuk memperkuat jejaring kerja dan kerjasama dalam pengelolaan dan pelestarian satwa liar bersama para pihak.
Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) KLHK, Indra Eksplotasia, sebagai keynote speaker menyebut pentingnya aspek biosafety dan biosecurity dalam pelepasliaran satwa liar dimasa pandemi Covid-19. Sedangkan Thomas Nifinluri, Kepala Balai Besar KSDA Sulsel mengatakan Webinar ini memberi pesan kuat tentang arti pentingnya kelestarian keanekaragaman hayati (kehati) kepada masyarakat, keluarga dan lingkungan melalui penanaman pentingnya nilai-nilai untuk menjaga, merawat dan melestarikan kehati terutama kelestarian satwa.
Menurut Thomas, lndonesia sebagai negara mega biodiversity memiliki 720 jenis mamalia (13% jumlah jenis di dunia), 1.605 jenis burung (16% jumlah jenis dunia), 723 jenis reptilia (8% jumlah jenis dunia), 385 jenis amphibia (6% dari jumlah jenis dunia), dan 1900 jenis kupu-kupu (10% dari jumlah jenis dunia). Dalam hal keragaman jenis flora, Indonesia telah mengidentifikasi 91.251 jenis tumbuhan berspora (6% dari jumlah jenis dunia), dan 19.232 spermatophyta dari sekitar 30.000-40.000 yang ada di Indonesia. Namun demikian, tekanan keterancaman kelestarian spesies harus diwaspadai dan diantisipasi.
Dalam Webinar menghasilkan beberapa catatan, seperti rekomendasi dalam pengendalian perburuan satwa liar, menegakkan hukum terhadap pelaku perburuan satwa liar ilegal, serta upaya agar satwa yang dilepasliarkan adalah satwa yang betul-betul telah siap kembali ke alam. Guna mengurangi jumlah satwa terancam punah, diperlukan pengendalian perdagangan satwa liar sesuai ketentuan.
Selain itu diharapkan agar kegiatan pelestarian satwa liar lebih bergairah, sehingga dapat menunjang pemanfaatan satwa liar yang lestari, salah satunya dengan mengintensifkan kegiatan pengayaan habitat satwa di alam dengan menyiapkan pengembalian populasi di habitatnya/program pelepasliaran, terutama bagi jenis-jenis satwa yang rentan terhadap ancaman kepunahan (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia