loading...
Home » » Pemerintah Buka Peluang Besar Akses Modal UMKM Sektor Parekraf

Pemerintah Buka Peluang Besar Akses Modal UMKM Sektor Parekraf

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-20

UMKM Parkeraf dapat kesempatan untuk berkarya lebih besar guna menghidupkan pariwisata nasional
Jakarta (WartaMerdeka) – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) beserta kementerian di bawah koordinasinya tengah berupaya memulihkan sektor pariwisata yang terpukul akibat pandemi. Salah satunya membuka akses bantuan permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Mengah/UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).
Suparman, Asisten Deputi Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Marves, menyebut, ada sejumlah akses permodalan yang dapat dijangkau UMKM sektor Parekraf. Dua di antaranya, yakni dana Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kemenparekraf dan dana Program Kemitraan Pertamina. Dana BIP untuk penambahan modal kerja atau investasi dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha dan produksi pelaku usaha parekraf.
Program BIP dimulai sejak 2017, diberikan kepada 34 penerima, 19 di antaranya berasal dari sektor kuliner dan 15 aplikasi digital. Penerima BIP di 2018 meningkat, yaitu 52 sektor penerima terdiri dari 14 kuliner dan 12 aplikasi digital dan pengembangan game (AGD), 13 sektor fesyen, 13 sektor kriya. Sementara 2019 diberikan kepada 62 penerima sektor kuliner, AGD, fesyen, kriya, dan film.
"Di tahun 2020 pemerintah akan menyalurkan Rp 24 miliyar untuk 6 sub-sektor ekonomi kreatif dan sektor pariwisata. Peserta yang bisa mengikuti proses seleksi BIP tahun 2020 diharuskan memilih salah satu dari  dua kategori berdasarkan kondisi persyaratan dan kriteria usaha yaitu reguler dan afirmatif. Kriteria reguler akan mendapatkan bantuan maksimal Rp 200 juta. Sementara yang afirmatif maksimal Rp 100 juta. Peserta dibatasi pada enam subsektor ekonomi kreatif yakni, aplikasi game developer, kriya, fesyen, kuliner, film, serta sektor pariwisata (seperti homestay dan usaha pariwisata khusus di lokasi desa wisata)," jelas Suparman (19/6).
Untuk Program Kemitraan Pertamina, ujar Suparman, sudah berjalan sejak 1993 dengan jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 62.000 UMKM dan dana yang tersalurkan sebesar Rp 3,5 triliun. Program kemitraan ini merupakan pinjaman dana bergulir dengan nilai maksimal Rp200 juta. Untuk pinjaman ini hanya mengenakan jasa administrasi 3%/tahun dengan saldo menurun setiap tahun dan tenor pinjaman selama 3 tahun.
Dan, Pertamina juga akan melakukan bimbingan lanjut terhadap UMKM tersebut agar bisa meningkatkan usahanya, serta pada akhirnya mampu mengembalikan dana program kemitraan tepat waktu. Jasa administrasi yang dikenakan pada pinjaman tersebut, salah satunya digunakan untuk biaya bimbingan ini.
"Untuk kedua jenis bantuan tersebut, Pertamina dan BIP sangat memerlukan keseriusan pemohon untuk melengkapi persayaratan dan fasilitasi, serta bantuan atau pendampingan oleh Pemda setempat," tambah Suparman. Dalam rakor virtual terkait permodalan UMKM parekraf lalu (12/6), Menko Marves Luhut B Pandjaitan mengingatkan jajarannya dan seluruh stakeholder terkait target pemerintah meningkatkan porsi penerimaan negara dari wisatawan domestik yang semula 55% menjadi 70% serta mendorong kedatangan wisatawan asing kelas A dan B.
Untuk mencapai target itu, pemerintah meluncurkan empat program untuk wisatawan domestik, yaitu Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale. “Pemerintah juga melakukan percepatan pengembangan Desa Wisata berdasarkan One Village One Product (OVOP) menampilkan produk-produk kreatif buatan masyarakat desa, meluncurkan program Pra-Kerja dan pelatihan gratis, serta menyediakan akses bantuan melalui dana CSR perusahaan, terutama BUMN, salah satunya Program Kemitraan Pertamina," papar Suparman (ma).
Foto: Kemenparekraf

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia